
Malam pun tiba, yumna mondar mandir di depan balkon. dia risau karena denis tak kunjung pulang dari makan malam nya bersama mosha. dia ingin tak perduli namun semakin mencoba mengabaikan, Yumna semakin gelisah.
Beberapa kali dia mencoba menelepon denis namun kembali dia urungkan niatnya.
Saat di tunggu telah tiba, denis datang dengan mobilnya.
Yumna segera menuruni anak tangga membawa sebuah gelas kosong untuk beralasan mengambil air.
Saat tiba di lantai pertama , denis menggandeng mosha masuk ke dalam. Langkah kaki yumna menjadi terhenti saat itu juga.
Dia bersembunyi di balik dinding dan menatap keseruan mereka yang datang sembari tertawa bahagia.
Yumna melihat denis agak lain kali ini, Dia merasa sudah tak ada dirinya di hati denis.
Dia menaruh gelas dan mencoba menaiki anak tangga untuk kembali . namun mosha memanggilnya " Mbak !! belum tidur. " Tanyanya menghentikan langkah kaki sang artis.
" Belum. kenapa kamu disini semalam ini ? " Tanya nya menohok.
" Aku mau nginep disini mbak. boleh ya ?? " Katanya.
" Tidak baik seorang perempuan tidur di rumah laki-laki yang belum dia nikahi. " Ujarnya segera melanjutkan langkahnya ke atas.
Mosha jadi tidak enak karena ucapan yumna " Kak.. aku balik aja ya. "
" Katanya mau nginep. kamu gak usah mikirin omongan yumna ya.. dia sebenarnya gak kayak gitu. " bujuk denis.
" Tapi kayak nya mbak gak suka deh sama aku. aku jadi gak enak. "
" Udah. ini udah malem.. katanya kamu mau ngobrol sama natan sampe pagi.. sekarang malah mau pulang. "
" Tapi. "
" Udah, sekarang kamu ganti baju dan dandan cantik, temui natan di halaman depan dia lagi ngopi. "
" Iya kak. "
Denis tersenyum kepadanya dan membenarkan rambut mosha yang berantakan, dan lagi hal itu kembali di lihat oleh yumna di atas.
Yumna semakin tak sanggup melihat kemesraan yang dia salah kira. dia berlari ke kamar sembari menangis.
Dia menutup pintu dan mulai menutup mulutnya, dia tak mau di dengar orang lain jika dia sedang menangis, Dengan tersedu-sedu yumna menangis seorang diri.
Dia ingat ucapan jihan tadi siang " Aku kira tidak sesakit ini han. " Ujarnya di sela tangisan. tiba-tiba Denis mengetuk pintu membuat nya kaget " Tok tok. Na.. ini aku, kamu udah tidur ?? " Panggil nya di balik pintu.
Karena penasaran tidak ada jawaban Denis mencoba membuka pintu, Yumna langsung berbalik dan mengusap air matanya.
" Kamu mau apa ? " tanyanya segera.
" Kamu ngapain ? kamu nangis ?? " Tanya Denis penasaran menatap sang istri.
" Engga. "
" Kamu ada masalah apa cerita sama aku ? " pintanya memegang bahu Yumna.
" Engga aku lagi cape aja. kamu mau apa kesini ? "
" Aku cuma mau bilang, jangan kasar gitu sama mosha. kasian dia.. "
" Kenapa ? kamu gak suka aku bicara kayak gitu ke pacar kamu ?? "
" Bukan gitu na. kamu harus coba hargai dia. "
Yumna kembali menangis mendengar pembelaan dari Denis.
" Suka-suka aku mau ngomong kayak gimana juga. kenapa kamu jadi ngatur-ngatur aku. udah sana aku mau tidur. kamu keluar dari kamar aku. " Usir nya menyeret Denis keluar.
" Iya sabar dong . "
Denis segera keluar dari kamar dan pergi ke kamar utama.
Yumna semakin benci pada mosha karena Denis kembali membela nya.
20 menit berlalu, waktu menunjukkan pukul 11 malam, Yumna mencoba untuk tidur tetapi dia tidak bisa terlelap. dia memutuskan untuk pergi ke kamar banyu.
Saat keluar kamar, Yumna mendengar suara perempuan sedang tertawa entah dari mana.
Dia mulai penasaran dan menuruni anak tangga, Mencari tau siapa yang sudah tertawa sekencang itu malam-malam begini.
Saat menyusuri area dapur dan ruangan yang lain, yumna tak menemukan siapapun. kemudian yumna pergi ke area kolam renang .
Di sana yumna melihat mosha sedang menyuapi natan sebuah kue .
Natan terlihat sedikit menolak namun terus dipaksa.
Yumna naik pitam karena menurut nya mosha sudah keterlaluan telah merayu natan juga.
Dia berjalan untuk melabrak sang gadis.
" Kamu ngapain ? " Hardiknya melotot.
" Mbak. belum tidur. " .
" Tidur gimana , Suara kamu berisik banget. kamu ngapain suapin natan ?? bukannya kamu pacar mas denis ya ?? atau kamu mau mempermainkan mereka berdua ?? " Cecarnya tak sabar .
" Terus tadi apa. jelas-jelas kamu mencoba merayu natan. aku liat dengan mata kepala ku sendiri . "
" Engga mbak. mbak salah. "
" Jauhin natan !! " Cecarnya segera mendorong mosha ke kolam renang.
Mosha pun jatuh seketika " Non !! " Panggil natan kaget dan segera menyelamatkan mosha.
Mosha terlihat tidak bisa berenang, dia mencoba meminta tolong .
Hal itu di lihat oleh denis dari balkon kamar.
Denis berlari menuruni anak tangga mencoba untuk menolong. Sementara yumna hanya berdiri namun gelisah.
Akhirnya natan berhasil menyelamatkan mosha.
" Non gak papa ?? " Tanya natan.
" Gak papa kak. "
" Kamu ngapain yumna ?? " Hardik Denis mulai emosi.
" Dia mau nge khianati kamu mas. dia mencoba rayu natan juga tadi. "
" Apapun itu kamu gak usah dorong mosha kayak tadi. minta maaf sama mosha !! " Pinta Denis namun tak di gubris olehnya.
Yumna pergi meninggalkan area itu dan berlari ke kamar nya.
" Yumna. " Panggil Denis tak sabar.
" Gak papa kok kak, aku baik-baik aja. " Kata mosha menenangkan Denis.
" Gak bisa gitu. dia harus minta maaf sama kamu cha. " Kata Denis segera pergi menemui yumna.
Setibanya di kamar, yumna segera menutup pintu namun tak sempat, Denis mendorong pintu kuat-kuat dan masuk ke dalam.
" Kamu mau apa ? "
" Minta maaf !! " Denis menarik tangan yumna mencoba membawa nya ke mosha. namun yumna menghempaskan tangan suaminya.
" Aku gak mau. buat apa minta maaf sama perempuan kayak dia. kamu gak percaya sama aku ? dia mencoba rayu natan juga. " Cecar yumna.
" Bukan berarti kamu dorong dia kayak gitu. mosha gak bisa berenang.. kalau terjadi sesuatu sama dia, kamu mau tanggung jawab ?? " cecar Denis.
" Kenapa ? kamu gak rela banget ya pacarmu aku dorong ? lagian dia juga gak papa tadi.. keluar dari kamar aku. "
" Kalau mosha suka sama natan apa salahnya ? kenapa kamu harus marah dan sampai dorong dia kayak gitu ?? "
Yumna diam di beri pertanyaan olehnya " Jawab yumna !! masalah kamu apa kalo mosha merayu natan ?? " tanyanya bertubi.
Yumna kembali diam seribu bahasa, dia takut salah bicara karena terpancing.
" Kamu dengar aku kan ?? aku gak akan keluar dari kamar ini sebelum kamu jelasin dan minta maaf. " Cecar denis lagi.
" Aku suka sama natan.. puas !!! " Lontar nya begitu saja membuat denis lumayan shock.
Denis menatap sang istri penuh kecewa mendengar jawaban darinya.
" Apa ? coba ulangi perkataan mu ?? "
" Keluar dari kamar ku . " Teriak nya namun Denis tak tinggal diam dengan sikap yumna.
" Jangan berteriak padaku yumna. aku tuan rumah di rumah ini.. ralat kembali ucapan mu barusan atau kamu akan menyesal ?? " Pinta nya tak terima.
" Kenapa ? apa aku tidak boleh suka padanya ?? "
Denis membanting vas bunga di hadapan yumna. " Aku bersikap lunak padamu karena dosaku padamu dan karena ayah hampir tiada. tapi kalau kamu menghinaku seperti ini aku jadi menyesal membiarkan kamu.. aku akan membunuh supir itu detik ini juga. " Denis keluar dari kamar yumna dan menuju kamar utama untuk mengambil pistol. Sadar akan sesuatu akan dia lakukan, yumna mencoba mengikutinya " Kamu mau apa mas ?? " Tanyanya berlari mengejar sang suami.
Setibanya di kamar, Denis membuka laci dan mengambil pistol, takut dengan apa yang terjadi, yumna menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
" Jangan mas. "
" Minggir buka pintu nya. " Pinta Denis.
" Engga. kamu gak boleh berbuat yang engga-engga . "
" Kesabaran ku ada batasnya yumna. kamu tidak perduli meski aku memohon kan ? jadi akan ku lakukan apa yang mau kulakukan. " Katanya lalu mendorong yumna dan membuka pintu.
Denis berjalan dan menolak mendengarkan yumna.
Amarah menguasai dirinya, denis tak terima dengan ucapan yumna.
" Masss !! "Teriak yumna sembari menuruni anak tangga.
Denis tak sedikitpun menoleh padanya, Dia terus berjalan dengan pistol di tangannya menuju kolam renang.
Entah apa yang mau di lakukan kali ini, namun sikap nya membuat yumna amat takut.
" Dengar aku, tolong berhenti mas !! " Teriak yumna lagi membuat semua orang keluar dari kamar mereka masing-masing.