
Yumna menyetir mobil dan mulai gelisah dengan ancaman dennis.
Dia berhenti di tepi jalan lalu terdiam.." Memikirkan nya saja aku tak sanggup. bagaimana jika mas dennis benar-benar mengambil banyu ? kenapa semuanya menjadi sangat rumit. " kemudian yumna teringat ucapan ayah.. dia segera menghubungi nya.
Beberapa panggilan tak di jawab ayah, yumna memutuskan untuk mengirimkan chat padanya. " Yah.. mas dennis akan mengambil hak asuh banyu. permohonannya sudah dia daftar kan . Bagaimana ini yah? yumna takut.. ayah bisa bantu aku?? " isi chatnya kemudian segera mengirimkan.
Yumna kembali menyetir untuk pulang.
Ditengah jalan yumna melihat rendy dan nadia sedang bertukar posisi untuk mengemudi.
" Mereka. apa mereka sudah balik ke Jakarta ?? "
Yumna tak berhenti untuk menyapa mereka, dia enggan membuat kekacauan lagi.
" Tidak saling menyapa akan jauh lebih baik. " Gumamnya.
Yumna memutuskan untuk datang ke rumah ayah dennis, dia tak sabar untuk bicara.
" Semoga ayah bisa menolong ku. tapi , ayah tidak membalas chat ku . " Ujarnya sembari menyetir.
Beberapa menit berlalu yumna tiba di rumah ayah, dan di beritahu bibi jika ayah tak ada di rumah.
" Kalau begitu aku pamit saja bi . " ujarnya kecewa, Tiba-tiba ibu dennis menyapa.
" Suamiku sedang ke Spanyol. ada kerjaan disana , dan akan pulang 1 minggu lagi. " Kata ibu.
" Oh . "
" Ada apa mencarinya ? nanti ibu sampaikan. "
" Tidak perlu, nanti aku bicara langsung saja. "
" Kamu masih tidak percaya sama ibu ? kamu bicara saja. siapa tau ibu bisa bantu. "
" Bukan tak percaya. tapi, untuk apa bicara pada ibu ? aku yakin ibu tidak akan membantu. "
" Setidaknya kamu bicara dulu . "
" Maaf bu, tapi aku rasa itu tidak perlu. yumna pamit ya bu. " Ujarnya tanpa mencium tangan ibu dennis.
Yumna bergegas naik mobil dengan terburu-buru .
" Sebenarnya apa yang ingin yumna sampaikan pada ayah, aku jadi penasaran. " Lontarnya penasaran.
Sementara itu, Yumna memutuskan untuk lebih tenang menghadapi dennis. dia sadar dia tidak boleh terlihat takut padanya.
Saat dalam perjalanan dia membicarakan hal itu kepada dessy lewat telepon.
" Apa lagi yang mau dia lakukan kali ini. aku sampai lelah mendengar nya. " Cecar dessy kesal hingga ke ubun-ubun.
" Aku juga. kali ini dia menguras tenaga dan pikiran ku. kalau sampai dia benar-benar mengambil banyu, sepertinya aku tamat. "
" Tamat bagaimana ? kamu mau mati bunuh diri ? "
" Jika tak dosa, Aku ingin melakukannya. " Keluhannya sembari fokus mengemudi.
" Kita lakukan sebisa kita. "
" Tapi yang udah-udah hasilnya tetap sama, mas dennis selalu bisa menang dari kita. "
" Jangan pesimis gitu dong. kita mesti yakin, kalo kita bisa menang. "
" Entahlah des, aku tidak yakin. Sejauh apapun aku berusaha , hati kecilku selalu mengatakan jika aku selalu tak bisa. "
" Yumna. "
" Aku berupaya untuk menemui ayah, tapi beliau sedang tak ada di jakarta. aku harus minta bantuan siapa lagi des. "
" Kamu bisa meminta bantuan nya lewat chat kan ? "
" Udah. tapi, chat ku belum di baca apalagi di balas. "
" Sabar na. kita cari jalan lain. "
" Yang tersangkut didalam kepala ku hanya satu, membawa banyu pergi jauh. "
" Itu tidak akan berhasil. ya udah, aku akan mencari pengacara yang bagus untuk melawan dennis . "
" Lakukan saja. jika perlu gunakan seluruh uangku untuk membayar nya, asal hak asuh banyu tetap dengan ku . "
" Akan ku lakukan yang terbaik. "..
" Ya udah, aku tutup dulu. " Yumna menutup telepon dan kembali menyetir menuju pulang.
Setibanya di depan garasi, yumna melihat nadia sedang nangkring di atas mobilnya.
Pak satpam tak membiarkan nya masuk, Dessy melarang Orang-orang yang tak di kenal untuk masuk ke rumah.
Yumna membuka pintu kaca mobil dan menyapa " Tau alamat rumah ku dari mana ? " Tanyanya basa-basi.
" Mudah saja, security di rumahmu tak membiarkan aku masuk.. " Ujar nadia sedikit santai.
" Untuk apa menengok ku ? pulanglah, jangan datang lagi. aku tak membutuhkan mu. "
" Wey.. sombong kali ni orang, gini-gini aku ini mantan bos mu. jadi jaga sikap mu. "
" Kehadiran mu hanya akan membuat masalah semakin ruwet. Aku ini artis terkenal, semua orang tau jika aku ini janda. jadi jangan sampai janda kaya ini merebut suami orang. "
" Maksud mu suamiku ?? aku akan membunuhmu sampai tak tersisa. "
" Jadi pulang lah, aku takut suamimu kemari dan melihat ku semakin mempesona. itu akan berat untuk mu. "
Nadia terasa ingin muntah mendengar ucapan yumna, dia tidak percaya jika wanita itu sangat percaya diri .
" Tutup mulutmu kawan, Persilahkan masuk kawanmu yang datang jauh-jauh ini untuk menjalin silaturahmi. tak baik bicara begitu, attitude artis papan atas tidak seperti ini. "
" Waktu ku tak banyak, katakan disini saja. "
" Kamu yakin gak ngizinin aku masuk ??? " Timpalnya geram.
" Aku tidak memasukkan orang sembarangan ke dalam rumahku. jadi mengertilah. "
" Ya tuhan kenapa engkau biarkan wanita ****** ini sukses, dia jadi kacang lupa kulit . mulutnya sampah, perilaku nya nol. " Sindir nadia menatap yumna.
" Sudah ? aku harus masuk dan menyiapkan barang ku lalu balik pemotretan. jadi jangan buang waktuku. "
" Hey.. aku cuma ingin curhat. aku dan mas rendy sudah satu. "
" Aku sudah tau. apa itu saja yang mau kamu sampai kan ?? "
" Yumna !!! masa kamu gak kaget ? atau kasih selamat kek ?? "
" Aku bukan temanmu. kenapa aku harus memberimu selamat . "
" Dasar wanita ini.. buka garasinya aku mau masuk. "
" Pak buka, biarkan dia masuk.. dia mau minta sumbangan. aku tidak punya uang cash. " Lontar yumna sembari masuk dan menyerahkan kunci mobil pada security.
Kemudian nadia masuk mengikutinya dari belakang, Dia tampak terpesona melihat halaman luas setelah garasi mobil.
" Uang mu sudah banyak, kamu bisa membeli rumah semewah ini. "
" Aku pinjam uang manajerku, Aku mencicilnya dalam waktu 1 tahun. "
" Jangan berdalih. aku tau kalo kamu sudah banyak uang. wajahmu wara-wiri dimana-mana. "
" Sukur kalo kamu tau. jadi jangan macam-macam denganku. "
" Kamu pikir aku mau ngapain. terus soal dennis ? bagaimana hubungan kalian ? kenapa harus bercerai ?? "
" Takdir. "
" Setahuku dia sangat tergila-gila padamu, kenapa dia melepas mu dengan mudah. "
" Kalo gak jodoh mau di apain ? aku banyak urusan, sebenarnya apa tujuan mu kemari ?? "
" Aku ingin menengok mu. apa tidak boleh ? "
" Kamu gak khawatir kalo suamimu bertemu dengan ku ?? "
" Engga, sekarang dia udah bucin parah padaku. "
" Syukur kalo iya. "
" Suer. hehe sebenarnya aku datang bukan cuma mau tengokin kamu. aku mau tanya sesuatu. " Yumna langsung berbalik dan menatap nya curiga.
" Sudah aku duga. apa ?? "
" Benar tidak sih kalo rinjani datang menyerang kamu ? "
" Kamu tahu dari mana ?? "
" Aku tengokin dia di sel kemarin lusa. dia sendiri yang ngomong. "
" Apa lagi yang dia katakan ? "
" Dia akan mencari cara untuk datang lagi. "
" Sebenarnya musuhnya bukan aku, kamu yang sudah merebut suaminya. kenapa dia balas dendam padaku ? "
" Maksud mu ?? "
" Dia datang dengan membabi buta. dia berhasil menembak mas dennis dengan pistol . semua kekacauan yang dia lakukan membuat ku harus menceraikan suamiku. dan sekarang aku kesulitan menghadapi mantan suami. kalo dia tidak puas dengan apa yang menimpa ku, aku akan menemuinya di sel. wanita ****** itu, harus tau .. kalau aku tidak selemah yang dia kira. " Ujar nya penuh kebencian.