
Waktu menunjukkan pukul 20:10 , Yumna dan Nadia tiba di Cafe.
Saat mereka datang, terlihat sudah banyak yang datang.
Nadia langsung berlari menghampiri Teman-temannya yang sedang asik berkumpul .
''Hai..ih kangen.''Nadia memeluk dan menciumi kedua pipi mereka.
''Ya ampun Nad,makin cakep aja..''
''Iya ih pangling banget deh..''
''Kalian juga,,eh Lusy kamu udah married ya..aku sih belum ih..pacar aja belum ada.''
''Masa cewek secantik kamu belum punya pacar sih..hahahaha. ''
Saat Nadia asyik bercanda dengan mereka,Yumna pergi menemui Jihan yang sedang duduk bersama temannya yang lain.. kedatangan Yumna membuat mereka berbisik.
''Yumna,itu lho pacar Raka."
"Masih cantik dan seksi."
"Ah elo ..duh kenapa ya cantiknya gak luntur-luntur."
"Awas naksir..."
"Yumna."Sapa Jihan senang.
"Apa kabar,bayimu sudah lahir?Cewek atau cowok?"
"Cowok, kenapa nomer kamu gak bisa di hubungi..aku juga gak tau kamu kemana?"
"Aku diterima kerja di Bandung..aku pergi ke sana."
"Terus kenapa Nomer kamu gak aktif?Aku mendengar hubunganmu dengan Dennis tidak baik, kenapa??"
"Kami sudah lama putus..kita gak usah bahas ini, gimana hubungan kamu sama Raka?"
"Ya begitulah,kami bersama karena bayi kami,tidak lebih."
"Aku berharap kalian bahagia meski tidak saling mencintai."
"Makasih Na,Lalu kamu sendiri?Apa sudah ada pengganti Dennis di hati kamu?"
"Belum kepikiran, fokus kerja dulu."
"Sayang sekali padahal setahuku dia sangat mencintai kamu Na..Oya kamu tau gak Sekarang Dennis udah jadi pengusaha yang sukses,dia punya perusahaan sendiri."
"Syukurlah, Aku senang .. seperti nya Dia melanjutkan hidup dengan baik ."
"Ya udah kamu juga harus Memulai hubungan dengan yang lain."
Yumna hanya tersenyum menanggapi kata-kata Jihan,Saat mereka asik mengobrol, Tiba-tiba semua orang yang berada di cafe melihat kedatangan seseorang.
"Ada apa sih?"Tanyanya penasaran.
Yumna melihat Dennis tiba dengan Setelan jas yang membuat nya sangat tampan.
"Kok dia disini?"Gerutunya, membuat mood Yumna hilang.
"Kamu kenapa?kok kayaknya gak seneng sih ada Dennis disini?"Tanya Jihan bingung melihat wajah Yumna.
"Enggak kok biasa aja,bukannya dia itu pengusaha yang sukses kok sempet ya Dateng kesini."
"Dia tau kali kalo kamu ada disini."
"Tau darimana?kamu ngaco."
"Dari hati yang terdalam,mungkin diantara kalian ada kontak batin atau apa."
"Dih kamu lebay deh Han."
"Kok lebay sih."
"Udah ah aku mau ke toilet dulu."
"Na Kamu gak mau ketemu Dennis ya,takut baper ?"
"Tadi lebay sekarang sok tahu.."
Yumna pergi ke toilet.
Jihan melihat gelagat Yumna yang ingin menghindari Dennis.
"Kok bisa kebetulan ya,aneh.. kenapa sih padahal 2 hari aku di Jakarta aja belum,udah ketemu dia lagi.. Tenang Yumna,kamu bisa kok hindari dia, lagian kenapa aku harus cemas entar dia pikir Aku masih suka Dia... Aku jadi pusing sendiri."
Yumna tak keluar-keluar dari Toilet dia bingung harus berbuat apa jika Dennis menggodanya lagi.
Sementara di dalam,Dennis mencarinya kemana-mana.
"Tadi aku melihatnya,tapi dimana dia."Lontarnya bingung.
Jihan melihat gelagat Dennis dan ia tau apa yang sedang Dennis cari..
Jihan menghampiri.
"Hai bos muda..lupa atau apa sama sekali tidak menyapa ku, Aku ini sahabatmu ..lupa ya."
"Gak keliatan lah wong yang di otak mu Yumna melulu."Singgungnya.
"Eh iya dia kemana sih kok gak keliatan?"
"Lagi ke toilet,Kamu ngapain nyari Yumna?Padahal Yumna kayaknya gak mau ketemu kamu Nis."
"Dia bilang gitu?"
"Ya enggak sih, cuman nebak dari gelagat nya aja."
"Dia pikir bisa henti in gue..liat aja."
"Maksud kamu apa? Kamu gak punya rencana yang aneh-aneh kan?"
"Kepo."
"Udah deh Nis kamu tuh cuman bisa sakit in dia doang ...lupain gih!!"
"Lupain?Enak aja,udah sana suruh dia keluar .."
"Nis, Aku serius..Dia udah banyak terluka..aku,Raka,kamu,kita cuman bisa nyakitin dia..biarin dia dengan orang lain.."
"Justru aku mau memperbaiki semuanya."
"Feeling ku akan sulit deh ..kamu tau kan Yumna gimana?"
" Ya makanya aku biarin dia 3bln ini pergi,aku berharap hatinya sudah lunak ..aku menunggu untuk itu."
"Tapi gimana kalo Yumna sudah tidak cinta kamu lagi dalam waktu 3bln itu ..tadi aku bicara dengannya, sepertinya dia bersikeras untuk melupakan kamu Nis,dia bahkan enggan bertemu saat kamu datang..apa salahnya mencoba membuka hati untuk yang lain dan hidup dengan pasangan masing-masing."
"Lama-lama kamu kayak ibuku,kerjanya mengomel ..lupakan Yumna dan buka hati yang lain,,kalian pikir melupakan seseorang semudah membalikkan telapak tangan.. justru kamu harusnya dukung aku bantu aku.."
"Pasti bisa jika kamu mau melakukan nya..''
''Aku tidak mau.!!!"Bentaknya kesal pada Jihan, Membuat semua orang melihat kearah mereka..Raka menghampiri mereka dan terlihat marah.
''Ngapain bentak-bentak dia?'' Tanyanya kesal
''Bukan urusan Lo.''
''Selalu bersikap seenaknya,pantes Yumna enggak betah''
''Yumna?kok Lo bahas dia ..belum Move on?? Jangan lupa ..Lo udah ada istri,mau gue ingetin lagi.''
''Eh sudahlah, kalian itu apa-apaan..ayo mas.''Jihan menggandeng suaminya agar mereka tidak bertengkar.
Gandengan Jihan kepada Raka membuat semua orang bingung.
''Kok Jihan nge gandeng Si Raka kayak gitu??''
''Yang gue denger sih mereka udah nikah.''
''Kok bisa, bukannya Raka sama Yumna ya..dan bukannya Jihan dan Yumna bersahabat??''
''Gue juga aneh ..''
''Pelakor kali dia,gila ya ternyata ada ya temen makan temen sendiri.''
''Tapi kok si Yumna tadi ngobrol akrab sama Jihan..kalo iya harusnya hubungan mereka gak baik dong.''
''Alah paling Yumna maafin mereka,Lo kayak gak tau aja Yumna kayak gimana.''
''Ngeri ah kalo beneran kayak gitu ....''
''Bingung gue juga ..eh Sssssttt ada orangnya.''
Jihan sempat mendengar percakapan mereka saat melewati mejanya bersama Raka.
Jihan kembali sedih mendengar kata-kata mereka..Dia pergi ke toilet dengan terburu.
Saat Jihan masuk ke toilet dia melihat Yumna sedang berbicara kepada teman-temannya.
''Kenapa kamu gak jadi sama Raka,setahuku kalian sudah lama berhubungan.''
''Bukan Jodoh mau di apakan?''
''Sayang sekali,Oya kok bisa sih Raka menikahi Jihan,dia kan temanmu??''
''Ya karena mereka berjodoh.''
''Kamu yakin ??Atau Jihan mengkhianatimu??''
''Dia bukan orang seperti itu,Mereka bersama saat aku dan Raka sudah lama putus.''
"Tetap saja,apa dia tidak berpikir perasaan mu,ayolah Yumna."
Jihan kembali sedih dan memutuskan keluar dari toilet,Mereka melihat Saat Jihan keluar.
Yumna mengikutinya dengan cemas..
"Jihan, Tunggu sebentar."
Jihan pergi keluar cafe tidak memperdulikan Yumna.