
Aditya dan Diana datang berkunjung ke rumah Yumna .
Mereka tampak semakin lengket dan mesra . Rona wajah keduanya berbinar .
” Jadi udah berapa persen persiapan nya ? Aku gak sabar deh liat kalian nikah . ” Katanya gemas .
” Baru 80 % . Mana Dennis ? ” Tanya Diana .
" Ada . Mau aku panggilin ? ”
" Eh gak usah deh . Takut lagi sibuk . Kalian mesti datang ya .. Kalian berdua tamu spesial kita . ”
” Pasti . mau rencana honeymoon kemana ? ”
" Hehe malu deh udah di tanyain itu . Ada lah .. ”
” Luar negeri ? ”
" Enggak sih .. Kebetulan Mas Adit gak bisa tinggalin kantor lama . Banyak kerjaan . Jadi masih Indonesia aja . ”
” Eh kenapa enggak .. Kerjaan kan bisa di handel dulu . Masa gak bisa di tinggal dulu . ” Ledek Yumna .
” Kamu sendiri gimana .. pernah pergi honeymoon sama suamimu .. Dia sibuk kan ? ” Lontar Adit.
” Kan dulu ceritanya aku nikah terpaksa sama dia .. Masa mau honeymoon ?? ” Jawab Yumna agak mendelik pada Adit .
" Iya ya aku lupa kalo suamimu udah jebak kamu ya . ” Katanya lagi meledek .
Diana mencubit perut Adit karena gemas .
” Gak apa-apa Dii .. Itu emang bener kok . " Kata Yumna agak bete .
” Mas Adit memang gitu Na . Sorry ya . ”
” Gak apa-apa lah. Aku tau dia .. Dia kan masih agak bete-bete gimana gitu . ”
" Apa sih Na . Jangan memicu kemarahan seseorang ya . ” Ancam Aditya .
” Tuh kan marah Dii .. santai aja sih dit . ”
" Kamu masih kaku aja sih Mas . Rileks .. ”
” Iya . Bisa sendiri deh .. Tadi nyinyir sama aku soal mas Dennis. Giliran di nyinyirin malah marah . " Ledek Yumna puas .
Diana dan Yumna asik mentertawakan Aditya , Sementara Adit agak bete dengan kelakuan mereka berdua .
1 Jam Kemudian , Yumna pergi ke rumah paman bersama Dennis .
Dennis sibuk memainkan Hp di ruang tamu , Sementara Yumna asik berjibaku dengan Nayla dan Bibi .
” Oya Mbak .. Minggu depan aku , Ibu , Sama ayah mau ke rumah Mbak Sinta lho . " Lontar Nayla polos .
” Bener bi ?? ” Tanya Yumna kaget .
" Iya Na . Kami udah kangen banget sama Sinta . Rencananya kita mau kesana kasi kejutan .. Kebetulan Minggu depan Sinta ulang tahun . Jadi Ayah nyaranin buat kesana diam-diam . Kamu jangan kasi tau Sinta Ya . " Pinta Bibi .
" Iya Bi .. Ya ampun aku juga kangen bi .. Sampein kangen aku juga ya ke dia . Aku pengen ikut deh bi . " Keluh Yumna sedih .
” Ikut aja .. Kita juga gak lama di sana cuman 2-3 hari doang . Paman kamu kan gak bisa ninggalin kantor lama-lama . ”
” Pasti gak di izinin sama Mas Dennis . " Jawab Yumna lemas .
” Belum ngomong udah lemes gitu sih . Coba aja dulu . ”
” Iya ya .. Sinta pasti seneng deh kalo ada Yumna juga . Tapi .. Yumna kan lagi hamil .. Pasti Dennis gak bakal izinin Yah . " Kata bibi semakin membuat Yumna cemberut .
” Jangan marah kalo suamimu gak izinin . Apa yang dilakukan nya semata-mata karena dia tau apa yang terbaik buat kamu . Sekarang sana temui suami kamu .. kasian dibiarin sendiri tuh . " Lontar Paman .
” Iya . ” Katanya sembari beranjak menemui suaminya .
” Sayang udah ? ” Ajak Dennis untuk pulang .
Melihat raut wajah istrinya yang berbeda , Dennis mulai khawatir .
” Kenapa ?? ”
Bukannya menjawab , Yumna malah duduk terkulai tak bersemangat .
Dennis semakin bingung dengan kebungkaman Yumna .
” Kami akan pergi ke Malang menemui Sinta Minggu depan . Yumna ingin ikut Nis . " Lontar Paman tiba-tiba .
" Apa ? Enggak boleh . ” Katanya memandangi wajah Yumna sinis .
Yumna semakin kacau mendengar jawaban dari suaminya .
” Kamu lagi hamil besar mau pergi jauh . Jangan aneh-aneh . ”
” Bukan gitu Paman . pokonya gak boleh titik .. Udah ayo pulang aku mau ngecek file . " Katanya agak cemberut .
” Paman , Aku pamit ya . ” Lontar Yumna sembari meraih tangan Paman dan bibi .
” Iya .. Hati-hati ya . ”
” Assalamualaikum . ”
Yumna bergegas pergi keluar dan menuju ke mobil tanpa menunggu suaminya .
Menyadari istrinya marah , Dennis berusaha tak memperdulikan . Dia pamit pada bibi dan paman dan segera masuk ke mobil .
Yumna sibuk memainkan Hp ketika mereka dalam perjalanan , Diam seribu bahasa dan tidak seperti biasanya membuat Dennis berusaha tak menggubrisnya .
20 Menit kemudian , Mereka tiba di rumah .
" Sayang kita pesan makan yuk . " Ajak Dennis .
” Terserah . Aku lagi gak kepengen apa-apa .. Kamu aja . " Jawab Yumna Tak mengalihkan pandangannya dari Hp .
” Sayang kamu marah ?? ”
” Enggak . ”
” Dasar wanita , kalo ngomong kata enggak tuh pasti sebaliknya nya . ”
” Udah deh Mas kamu tuh jangan seneng ngajak ribut terus . Gak kasian apa .. Aku lagi hamil gini ? ”
" Ya justru kamu lagi hamil .. Perut kamu udah gede malah mau pergi jauh-jauh . Kalo kenapa-napa gimana . Kamu jangan minta yang enggak-enggak dong sayang . Malang itu jauh lho . ”
" Emang aku kesana mau jalan kaki ? Bilang aja kalo kamu gak mau di tinggal sama aku .. ” Lontarnya mendelik .
” Dosa lho sayang kamu kayak gitu sama suami . Gak nurut .. Sinta pergi dari Jakarta baru 3 Minggu .. Masa udah se kangen itu sih . ”
" Ya udah gak usah di bahas . ”
” Kamu gitu ya . Gimana aku gak bahas coba .. Raut wajah Kamu tuh ya ketauan banget marah sama aku , Bete sama aku . ”
” Sok tau . ” Katanya sembari pergi ke kamar .
" Sayang !!! ” Panggil Dennis kesal .
Dennis mengikuti Istrinya ke kamar dengan marah .
” Nyesel aku ke rumah paman . Pulang-pulang kita malah jadi gini ..” Gerutunya .
” Udah sih sana katanya pengen ngecek file , Masih ikutin aku aja . ”
” Aku paling gak suka deh di cemberutin gini . Kerja gak fokus , Ngapa-ngapain gak enak . ”
" Ya Maaf . Sebenarnya aku juga tau kalo kamu gak bakal izinin aku ke sana .. ”
” Ya terus kenapa masih ngambek . ”
” Kamu kan tau aku kangen sama Sinta . Tapi ya udahlah gak usah dibahas lagi . ”
Yumna menunduk sembari mengusap matanya yang agak berkaca-kaca .
Melihat hal itu , Dennis mulai luluh .
” Ya udah kamu boleh pergi . Tapi . ”
” Apa ? Kamu Izinin aku Mas .. Bener ?? " Timpal Yumna sumringah memotong pembicaraan Dennis .
" Iya , Dengar dulu dong sayang . ”
" Apa ? Kamu mau apa ?? Bilang sama aku ?? ”
” Natan harus ikut kamu kesana .." Pintanya .
” Enggak bisa dong Mas . Kamu ini Gimana sih .. Pasti mereka bakal canggung kalo ketemu . "
" Ya gak perduli lah . Dia kesana kan buat jagain kamu .. itu kan tugas dia . ”
” Mas .. Kamu gitu ih . Kamu tuh bener-bener gak mikirin perasaan orang ya . Kalo buat jagain aku doang cukup Paman dan bibi aja sih . ” Katanya kesal .
” Mau sukur , Enggak ya udah . Pilihan ada di kamu . Aku gak perduli kalo kamu mau marah sebulan , Setahun , Atau sewindu . ” Lontarnya .
” Mas !!! ”
Dennis pergi keruangan kerjanya tanpa menoleh lagi . Lain dengan Yumna yang meradang setelah mendengar keputusan dari suaminya itu .
” Kamu nyebelin Mas . ” Teriak Yumna kesal .