YUMNA

YUMNA
Episode 176



Aditya dan Diana datang berkunjung ke rumah Yumna .


Mereka tampak semakin lengket dan mesra . Rona wajah keduanya berbinar .


” Jadi udah berapa persen persiapan nya ? Aku gak sabar deh liat kalian nikah . ” Katanya gemas .


” Baru 80 % . Mana Dennis ? ” Tanya Diana .


" Ada . Mau aku panggilin ? ”


" Eh gak usah deh . Takut lagi sibuk . Kalian mesti datang ya .. Kalian berdua tamu spesial kita . ”


” Pasti . mau rencana honeymoon kemana ? ”


" Hehe malu deh udah di tanyain itu . Ada lah .. ”


” Luar negeri ? ”


" Enggak sih .. Kebetulan Mas Adit gak bisa tinggalin kantor lama . Banyak kerjaan . Jadi masih Indonesia aja . ”


” Eh kenapa enggak .. Kerjaan kan bisa di handel dulu . Masa gak bisa di tinggal dulu . ” Ledek Yumna .


” Kamu sendiri gimana .. pernah pergi honeymoon sama suamimu .. Dia sibuk kan ? ” Lontar Adit.


” Kan dulu ceritanya aku nikah terpaksa sama dia .. Masa mau honeymoon ?? ” Jawab Yumna agak mendelik pada Adit .


" Iya ya aku lupa kalo suamimu udah jebak kamu ya . ” Katanya lagi meledek .


Diana mencubit perut Adit karena gemas .


” Gak apa-apa Dii .. Itu emang bener kok . " Kata Yumna agak bete .


” Mas Adit memang gitu Na . Sorry ya . ”


” Gak apa-apa lah. Aku tau dia .. Dia kan masih agak bete-bete gimana gitu . ”


" Apa sih Na . Jangan memicu kemarahan seseorang ya . ” Ancam Aditya .


” Tuh kan marah Dii .. santai aja sih dit . ”


" Kamu masih kaku aja sih Mas . Rileks .. ”


” Iya . Bisa sendiri deh .. Tadi nyinyir sama aku soal mas Dennis. Giliran di nyinyirin malah marah . " Ledek Yumna puas .


Diana dan Yumna asik mentertawakan Aditya , Sementara Adit agak bete dengan kelakuan mereka berdua .


1 Jam Kemudian , Yumna pergi ke rumah paman bersama Dennis .


Dennis sibuk memainkan Hp di ruang tamu , Sementara Yumna asik berjibaku dengan Nayla dan Bibi .


” Oya Mbak .. Minggu depan aku , Ibu , Sama ayah mau ke rumah Mbak Sinta lho . " Lontar Nayla polos .


” Bener bi ?? ” Tanya Yumna kaget .


" Iya Na . Kami udah kangen banget sama Sinta . Rencananya kita mau kesana kasi kejutan .. Kebetulan Minggu depan Sinta ulang tahun . Jadi Ayah nyaranin buat kesana diam-diam . Kamu jangan kasi tau Sinta Ya . " Pinta Bibi .


" Iya Bi .. Ya ampun aku juga kangen bi .. Sampein kangen aku juga ya ke dia . Aku pengen ikut deh bi . " Keluh Yumna sedih .


” Ikut aja .. Kita juga gak lama di sana cuman 2-3 hari doang . Paman kamu kan gak bisa ninggalin kantor lama-lama . ”


” Pasti gak di izinin sama Mas Dennis . " Jawab Yumna lemas .


” Belum ngomong udah lemes gitu sih . Coba aja dulu . ”


” Iya ya .. Sinta pasti seneng deh kalo ada Yumna juga . Tapi .. Yumna kan lagi hamil .. Pasti Dennis gak bakal izinin Yah . " Kata bibi semakin membuat Yumna cemberut .


” Jangan marah kalo suamimu gak izinin . Apa yang dilakukan nya semata-mata karena dia tau apa yang terbaik buat kamu . Sekarang sana temui suami kamu .. kasian dibiarin sendiri tuh . " Lontar Paman .


” Iya . ” Katanya sembari beranjak menemui suaminya .


” Sayang udah ? ” Ajak Dennis untuk pulang .


Melihat raut wajah istrinya yang berbeda , Dennis mulai khawatir .


” Kenapa ?? ”


Bukannya menjawab , Yumna malah duduk terkulai tak bersemangat .


Dennis semakin bingung dengan kebungkaman Yumna .


” Kami akan pergi ke Malang menemui Sinta Minggu depan . Yumna ingin ikut Nis . " Lontar Paman tiba-tiba .


" Apa ? Enggak boleh . ” Katanya memandangi wajah Yumna sinis .


Yumna semakin kacau mendengar jawaban dari suaminya .


” Kamu lagi hamil besar mau pergi jauh . Jangan aneh-aneh . ”


” Bukan gitu Paman . pokonya gak boleh titik .. Udah ayo pulang aku mau ngecek file . " Katanya agak cemberut .


” Paman , Aku pamit ya . ” Lontar Yumna sembari meraih tangan Paman dan bibi .


” Iya .. Hati-hati ya . ”


” Assalamualaikum . ”


Yumna bergegas pergi keluar dan menuju ke mobil tanpa menunggu suaminya .


Menyadari istrinya marah , Dennis berusaha tak memperdulikan . Dia pamit pada bibi dan paman dan segera masuk ke mobil .


Yumna sibuk memainkan Hp ketika mereka dalam perjalanan , Diam seribu bahasa dan tidak seperti biasanya membuat Dennis berusaha tak menggubrisnya .


20 Menit kemudian , Mereka tiba di rumah .


" Sayang kita pesan makan yuk . " Ajak Dennis .


” Terserah . Aku lagi gak kepengen apa-apa .. Kamu aja . " Jawab Yumna Tak mengalihkan pandangannya dari Hp .


” Sayang kamu marah ?? ”


” Enggak . ”


” Dasar wanita , kalo ngomong kata enggak tuh pasti sebaliknya nya . ”


” Udah deh Mas kamu tuh jangan seneng ngajak ribut terus . Gak kasian apa .. Aku lagi hamil gini ? ”


" Ya justru kamu lagi hamil .. Perut kamu udah gede malah mau pergi jauh-jauh . Kalo kenapa-napa gimana . Kamu jangan minta yang enggak-enggak dong sayang . Malang itu jauh lho . ”


" Emang aku kesana mau jalan kaki ? Bilang aja kalo kamu gak mau di tinggal sama aku .. ” Lontarnya mendelik .


” Dosa lho sayang kamu kayak gitu sama suami . Gak nurut .. Sinta pergi dari Jakarta baru 3 Minggu .. Masa udah se kangen itu sih . ”


" Ya udah gak usah di bahas . ”


” Kamu gitu ya . Gimana aku gak bahas coba .. Raut wajah Kamu tuh ya ketauan banget marah sama aku , Bete sama aku . ”


” Sok tau . ” Katanya sembari pergi ke kamar .


" Sayang !!! ” Panggil Dennis kesal .


Dennis mengikuti Istrinya ke kamar dengan marah .


” Nyesel aku ke rumah paman . Pulang-pulang kita malah jadi gini ..” Gerutunya .


” Udah sih sana katanya pengen ngecek file , Masih ikutin aku aja . ”


” Aku paling gak suka deh di cemberutin gini . Kerja gak fokus , Ngapa-ngapain gak enak . ”


" Ya Maaf . Sebenarnya aku juga tau kalo kamu gak bakal izinin aku ke sana .. ”


” Ya terus kenapa masih ngambek . ”


” Kamu kan tau aku kangen sama Sinta . Tapi ya udahlah gak usah dibahas lagi . ”


Yumna menunduk sembari mengusap matanya yang agak berkaca-kaca .


Melihat hal itu , Dennis mulai luluh .


” Ya udah kamu boleh pergi . Tapi . ”


” Apa ? Kamu Izinin aku Mas .. Bener ?? " Timpal Yumna sumringah memotong pembicaraan Dennis .


" Iya , Dengar dulu dong sayang . ”


" Apa ? Kamu mau apa ?? Bilang sama aku ?? ”


” Natan harus ikut kamu kesana .." Pintanya .


” Enggak bisa dong Mas . Kamu ini Gimana sih .. Pasti mereka bakal canggung kalo ketemu . "


" Ya gak perduli lah . Dia kesana kan buat jagain kamu .. itu kan tugas dia . ”


” Mas .. Kamu gitu ih . Kamu tuh bener-bener gak mikirin perasaan orang ya . Kalo buat jagain aku doang cukup Paman dan bibi aja sih . ” Katanya kesal .


” Mau sukur , Enggak ya udah . Pilihan ada di kamu . Aku gak perduli kalo kamu mau marah sebulan , Setahun , Atau sewindu . ” Lontarnya .


” Mas !!! ”


Dennis pergi keruangan kerjanya tanpa menoleh lagi . Lain dengan Yumna yang meradang setelah mendengar keputusan dari suaminya itu .


” Kamu nyebelin Mas . ” Teriak Yumna kesal .