
Dennis melepaskan ciumannya dengan nafas yang ngos-ngosan. Dia tampak sedih karena dia tidak bisa tuntas menghabisi yumna.
" Gantung gini ah. " Keluh sang suami lemas.
" Makanya kontrol. udah tau aku gak bisa. "
" Emang kamu masih lama ya? Aku udah kelaparan banget ini. "
" Gak usah di bahas nanti kamu makin nyesek. awas ah, Aku mau ke kamar banyu. "
" Sayang, Tinggal jawab aja kenapa?? emang kamu gak kasian sama aku?? "
" Semua pria juga mengalami hal ini kalo istrinya melahirkan. tapi aku yakin mereka gak se berisik kamu.. kayak udah gak dapet setaun aja. "
" Ngeledek. kalo nanti kamu udah beres.. gak bakal aku sisain. " Ancamnya sembari beranjak meninggalkan sang istri.
" Dih, Ada orang kayak gitu.. sibuk ngomel gara-gara gituan. "
Yumna merapikan rambut dan melihat cermin, " Bener-bener ya tuh orang. sampe lecet gini bibir ku. "
Meninggalkan mereka yang saling mengeluh karena hal sepele sementara itu di lain tempat Dessy menemui andre di cafe. Dia berdandan sangat cantik.
" Kamu cantik banget . " Puji andre tak melepas pandangan.
Dessy jadi tersipu malu karenanya " Ah mas andre bisa aja. "
" Oya, Kamu mau tambah dessert gak? "
" Enggak kok mas , Udah cukup. "
Saat mereka saling memuji dan memandang tiba-tiba juna datang entah dari mana.
" Tadi pagi ngeluh gak bisa kerja gara-gara kamu bilang sedang sakit karena haid pertama, Tapi apa ini? kamu bisa datang kesini dengannya. " Cecar Juna amat gemas.
" Jun. Kamu kok tau aku disini?? "
" Tau lah. kenapa? Kenapa kamu gak bilang dan minta izin ku untuk menemui pria lain? kamu gak menghargai perasaan ku apa? " Cecarnya membuat andre salah paham. Sementara Dessy melotot kepadanya amat geram.
" Apa maksudnya? " Tanya andre bingung .
" Kami udah jadian kemarin. kamu gak bilang sama pak andre sayang?? " Lontar juna lagi semakin membuat keadaan panas.
" Kamu ngomong apa sih jun.. ngigo ya. " Tutur Dessy agak tersenyum kepada andre.
" Dih lupa ya? Bisa-bisanya sih lupa?? kamu bilang kamu ingin punya pacar dan menikah kan.. jadi ayo, aku siap kapanpun. " Pekik juna lagi.
" Jun??? " Dessy memberikan tatapan kemarahan padanya.
" Sorry.. saya gak tau kalo kamu udah ada yang punya. kalo gitu saya pamit duluan pulang ya.. " Ujar andre agak kecewa sembari beranjak terburu-buru.
" Mas.. mas tunggu. " Panggil Dessy berniat mengejar namun juna tak membiarkannya.
Dia memegang tangan Dessy se erat mungkin .
" Lepasin. Kamu Apa-apaan sih? kenapa kamu lakuin ini. mas andre jadi salah paham kan ?? " Cecar Dessy.
" Siapa suruh kamu boong. katanya sakit.. gak bisa bangun dari tempat tidur. Giliran makan malam aja bisa.. malahan dandan abis-abisan kayak gini. "
" Aku emang sakit, Tapi aku memaksakan diri gak enak menolak tawaran mas andre. "
" Oh ya ? jadi kalo untuk kerja kamu gak memaksakan diri? kamu lupa ya dulu kamu butuh banget pekerjaan ini? kenapa sekarang di sia-sia in . udah gak mau kerja? "
" Ya tapi kenapa kamu harus bilang kalo kita jadian? Gimana kalo mas andre udah gak mau temui aku? " Cecarnya lagi..
" Emang kita udah jadian kan? lupa kemaren kita udah jadian.."
" Kamu tuh emang mau merusak hubungan aku sama mas andre ya. kamu mau bikin aku jadi perawan tua?? tega banget sih kamu. "
" Ya udah kita nikah aja entar. " Pekiknya segera berjalan meninggalkan.
Tak Terima di perlakuan seperti itu, Dessy mencubit pinggang juna sangat kuat.
Juna sampe kaget dan berteriak " Aww... Sakit tau!!!! "
" Lebih sakit hatiku.. kamu harus tanggung jawab. jelasin ke mas andre kalo kita gak ada apa-apa?? "
" Ogah. ngapain. "
" Juna!!! "
Dessy memegang perutnya menahan sakit karena haid pertama.
" Kenapa. Sakit? dibilang istirahat aja.. ngapain pake acara makan malam segala. "
" Gak usah sok care. sebenarnya kamu memang gak suka kan aku dekat dengan pria lain. kamu takut kerjaku berantakan?? "
" Kalo iya kamu mau apa?? " Jawab juna tanpa dosa.
" Keterlaluan.. !! "
" Udah ayo balik. ngomel mulu.."
" Gak mau.." Gerutu Dessy menangis.
Juna menyeret sang asisten menuju mobil mengantarkan dia pulang.
" Harusnya kamu berpikir nyari cowok tuh jangan kayak membeli kerupuk di warung. kamu mau kejadian kayak yang udah-udah? di sakitin kayak mantanmu kemarin?? " Omel juna sembari menyetir.
" Tapi mas andre beda. aku bisa rasain kalo dia beda. "
" Beda apaan. liat cara dia pandang kamu udah kayak kucing garong pengen terkam.. udah gitu pakaianmu seksi banget. bisa gak sih biasa aja. "
" Anjir.. " Ujarnya nyesek.
30 menit kemudian, Juna memapah Dessy ke apartemen yang sudah tak terbendung lagi rasa sakitnya.
" Harusnya ke dokter aja. "
" Setiap bulan aku mengalaminya. jadi ini tidak aneh. aku punya obat untuk mengurangi rasa sakit . jadi sekarang kamu balik aja. "
" Yakin? kenapa buru-buru ngusir. Tidur aja dulu. kalo kamu udah tidur, aku balik. "
" Ngapain? gak usah.."
" Bilang aja kamu mau sibuk telepon pria itu kan?? "
" Itu kamu tau. jadi pulang sana.."
Juna terbelalak karena Dessy mengusir nya terang-terangan.
Dia mengambil handphone Dessy dan mengantongi nya. " Aku sita. besok aku balikin. "
" Atas dasar apa? "
" Kamu kan karyawan ku. aku harus memastikan kalo kamu baik- baik aja. Aku merasa bertanggungjawab atas kamu karena mbak Yumna memintaku menjagamu. " Jelas juna lalu segera meninggalkan Dessy tanpa mau mendengarkan dia lagi.
" Balikin juna. jangan keterlaluan. " Teriak Dessy .
Dessy tidak bisa beranjak dari ranjang untuk mengejar juna. Dia begitu kesal dengan kelakuan bocah itu.
" Aku akan balas kamu jun. Aku bersumpah semua pacarmu akan aku habisi. " Gerutunya sembari mengacak-acak rambut sendiri.
Keesokan harinya, Yumna menyiapkan pakaian untuk Dennis ke kantor. Dia mendapati suaminya yang tidak bersemangat.
Dia khawatir jika Dennis terus menginginkan sesuatu itu.
" Aku gak ke kantor deh. " Ujarnya lemas.
" Kenapa? kamu sakit?? "
" Disini yang sakit. " Jawab Dennis menaruh tangan yumna ke dadanya.
" Sayang, sabar sih. kemarin kamu bisa mengontrol.. kenapa jadi kayak gini? "
" Udah terlalu lama kali Yumna. kamu tidak melakukan kebutuhan ku. "
." Ngeluh terus gak baik. apalagi masalah kayak gini. Kalo di dengar orang mau di taro dimana harga dirimu. Kamu itu bos, Masa kayak gini lembek. "
" Aku berusaha melakukannya. tetap sabar. "
" Tapi aku dengar kalo seorang pria tidak mengeluarkannya dia bisa terkena gangguan di sarapnya . kalo kamu tidak kuat aku bisa menghubungi mbak dewi, Aku dengar dia punya teman PSK. apa kamu perlu? " Tanya yumna membuat Dennis terperanjat dari kasur tidak terima akan solusi sang istri.
" Kamu menyuruhku melakukannya dengan wanita lain? Dengan wanita penghibur??? " Hardik Dennis melotot kepadanya.
" Apa yang bisa aku lakukan melihatmu menderita seperti ini?? "
" Yumna !!! amit-amit.. kamu gila atau apa ngasih solusi kayak gitu. "
" Ya siapa tau kamu mau. " Ledek yumna agak tersenyum.
" Aku marah. " Cecarnya segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
" Dia harus semarah itu? aku kan memberi solusi. " Lontarnya datar.
20 menit berlalu, Yumna menyimpan banyu ke box bayi dan segera menata piring sang suami. Kemudian Dennis terlihat menuruni anak tangga membawa tas kerjanya.
" Sini mas, Aku masak kesukaan kamu. " Ujar yumna Menyendokkan nasi ke piring Dennis.
" Bi.. Bilang pada istriku, Aku tidak sarapan. bilang juga padanya gak usah kirim makan siang nanti ke kantor. " Lontar Dennis kepada bibi sengaja.
Dennis masih kesal dengan yumna soal tadi di kamar.
" Mas.. kamu marah? ".Tanya yumna segera menghampiri.
Dennis tak mau menjawab Yumna , Dia sibuk mengikat tali sepatu dan segera beranjak menghampiri banyu di meja makan.
" Banyu, Papi kerja dulu ya. nanti papi pulang kita main lagi ya. " Lontar nya mencium banyu sangat hangat lalu segera berbalik menuju ke luar. Yumna menghela nafas menghadapi sang suami. " Mau perang dia.. hahahaha. oke, kita liat aja. " Tantang yumna kepadanya di hadapan bibi.
" Bibi.. bilang padanya akan tidak mudah baginya mendapatkan maaf dariku. " Lontar Dennis sembari berjalan.
" Bibi.. aku melupakan do'a untuk mandi nifas. hari ini kan genap 40 hari. kasih tau aku do'a nya lagi ya " Ujar yumna membuat langkah kaki sang suami berhenti.
" Deg !!! "
" Setelah suci , Aku akan pergi ke salon memotong rambut ku. biar lebih cantik. " Ujarnya lagi semakin membuat Dennis tak karuan.
" Gak usah menggodaku. gak mempan. " Tutur Dennis penuh harga diri.
Setibanya di mobil, Dennis membanting setir dia begitu cemas akan ucapan yumna barusan.
" Bagaimana kalo benar. dia sudah suci ??? tunggu biar aku hitung dulu.. " Dennis mengambil handphone dan melihat kalender. dia menghitung dari tanggal banyu lahir .
Dennis tidak menyangka jika hari ini istrinya sudah genap 40 hari.
" Nenek !!! kenapa aku begitu malang !!!! " Keluhnya tak sanggup.
***bersambung..
Terimakasih untuk yang setia baca, mohon untuk tinggal kan jejak 🙏🙏
semoga sehat selalu***