
Waktu menunjukkan pukul 02.45 WIB . Bibi menunggu suaminya yang tidak kunjung datang .. dia begitu gelisah , nomer telpon pun tidak aktif .
Sinta menghampiri ibunya yang sedang menunggu di ruang depan .
" Bu .. ayah belum pulang ? ”
” Iya. sepertinya dia sangat marah sama ibu . semarah apapun dia , ayahmu tidak pernah meninggalkan rumah seperti ini . sin , ibu tidak tau harus apa ? ” Keluhnya agak berkaca-kaca .
” Mungkin ayah bingung Bu .. dia harus dapat uang sebanyak itu dari mana . apa kita coba bicara dengan Mbak ?? ”
” Yumna tak tau apapun . jika kita meminta bantuannya lagi , mungkin Dennis akan mentertawakan kita . ibu bingung mengapa Dennis begitu marah hanya karena ucapan ibu yang tidak sungguh-sungguh . ibu bicara seperti itu karena ibu perduli dengan Yumna .. ibu tidak mau dia dikendalikan oleh suaminya . harusnya Dennis tau itu kan . ”
” Besok aku akan temui Dennis . kalo perlu aku akan meminta maaf karena kesalahpahaman ini . ”..
" Tidak nak . jika harus ada yang datang padanya dan meminta maaf itu adalah ibu . ibu yang sudah membuat Dennis marah .. ”
" Bu ... ”
" Kenapa ibu selalu melakukan kesalahan ?? pertama menikahkanmu dengan pria jahat , sekarang ibu membuat ayahmu dalam kesusahan . ”
” Yang penting ibu sudah menyesali nya . ”
” Tapi apa yang harus ibu lakukan ?? ”
" Besok pagi kita ke rumah Mbak .. kita temui Dennis . aku akan mencoba bicara dengannya . ibu tenang ya .. ayah pasti baik-baik aja . ”
" Kamu yakin bisa bicara dengan Dennis ? ”
” Kita coba saja dulu . sekarang ibu tidur .. nanti ibu sakit . ” bujuk Sinta .
" Ya sudah .. ibu ke kamar ya . ”
” Iya .. aku juga mau balik ke kamar . ”
Sinta termenung sendiri melihat nasib keluarganya , ibu menjadi emosional dan ayah sanggup pergi dari rumah tanpa pesan ..
Apalagi dirinya sendiri , Sinta memandang cermin dan melihat dirinya .
” Sekujur tubuh boleh luka , tapi jangan renggut ketentraman di rumah ini ya Rabb . aku ikhlas dengan apa yang menimpaku .. tapi ku mohon .. jangan biarkan kesedihan hadir di antara ayah dan ibu . ” katanya menatap cermin .
Sinta kembali ke kamar dan berusaha untuk kembali tidur , di sela upaya nya untuk tidur .. Sinta meraih Hp , dia mencoba untuk menghubungi ayah .
Tapi di layar ponsel malah ada pesan dari seseorang .
Dia membuka pesan tersebut dan membacanya .
” Non . saya mengumpulkan keberanian untuk mengirimkan pesan ini . apa saya sudah tidak pantas untuk non ? saya ingin kepastian .. saya masih bisa terima non . hati saya masih utuh . tapi jika tidak , saya tidak akan kecewa .. ya atau tidak .. itu saja . ” tulis pesan dari Natan yang baru di kirim 20 menit yang lalu .
Sinta hanya berurai air mata , dia tidak mampu untuk menjawab keinginan Natan .
" Apa aku masih pantas untukmu . setelah apa yang terjadi , bagaimana bisa kamu masih mau menerimaku ? ” katanya sambil mematikan hp dan kembali menaruhnya ke atas meja .
Keesokan harinya , Pagi-pagi sekali Sinta dan bibi datang ke rumah Dennis .
Membuat Yumna agak cemas , sadar akan hal itu Dennis mengirimkan pesan kepada Sinta untuk tidak memberi tau apapun pada Yumna .
Dennis yakin jika Yumna pasti akan kembali mempersalahkan itu.
” Kenapa bi ? tumben ?? ” Tanyanya khawatir .
” Tidak . kami hanya ingin mengunjungi kamu Na . kamu sehat ? ” Tanyanya basa-basi .
” Ya aku sehat . bibi sendiri ?? aku akan buatkan teh ya .. sebentar . ”
" Tidak usah repot Na . perut mu sudah besar .. duduklah nak . " Pinta bibi .
Yumna melihat wajah mereka seperti lain baginya , Yumna kembali duduk dan meraih tangan bibi .
” Apa ada masalah ? ada apa bi ?? ” Tanya nya serius .
Dennis hanya memainkan Hp saat istrinya mencemaskan bibi .
Sementara bibi terlihat bingung , bagaimana dia mengatasi Yumna .
” Sin ?? ” Tanya nya penuh pertanyaan .
” Ibu mau minta maaf soal omongan yang kemarin lusa sama mbak . ” Tegas Sinta pelan .
” Omongan yang mana bi ? ”
" Bibi tidak bermaksud bicara seperti itu nak . percayalah .. bibi . ” Katanya terhenti dan berusaha mencegah air matanya untuk mengalir .
” Tidak . aku tau bibi tidak bermaksud seperti itu kok . ”
” Ya .. bibi juga mau meminta maaf pada suamimu . bibi mohon maaf karena sudah menyinggung perasaan kamu Nak . ” Kata bibi penuh penyesalan .
” Bi .. aku akan ambilkan kue . kalian tunggu sebentar ya . " Pintanya lalu beranjak dan menghampiri Dennis di ruang TV .
” Mas ikut aku sebentar . " Ajak Yumna .
Di taman belakang .
Yumna menarik Dennis kesana untuk bicara .
” Apa kamu melakukan sesuatu pada keluarga ku ?? ”
" Apa ? kamu menuduhku ?? ”
” Mas ??? ”
” Kenapa kamu curiga gitu sama aku ? kamu pikir apa yang aku lakukan ?? ”
” Kamu dengar soal bibi mengatakan hal itu ?? ” tanya Yumna serius berikut takut .
Dennis hanya diam , betapa malasnya dia berada dalam keadaan seperti itu , itu hanya akan membuat nya bertengkar .
” Ya . " Jawabnya pelan sembari membuang muka .
” Pak Danang kasi tau kamu ?? ”
” Enggak . aku mati-matian membuatnya buka mulut . ”
" Sayang .. kamu tau kan bibi lagi emosional setelah apa yang terjadi dengan Sinta . dia tidak bermaksud bicara seperti itu . ” Tegasnya berusaha memberi pengertian .
” Terus aku harus terima dengan ucapannya itu . aku bukan kamu ?? ”
" Lalu apa yang kamu lakuin ? aku yakin kamu membuat sesuatu kan ?? ”.
" Aku gak melakukan apapun . aku hanya meminta Paman segera mengembalikan uangku . itu saja .. ”
" Apa ? perasaan belum 3 bulan kamu memberikan pinjaman sama paman ? ”
" Ya itu hak ku . aku kasi uang cuma-cuma .. tapi apa balasan bibimu ? harusnya dia tau kenapa Paman bisa memperbaiki perusahaan ? sejauh ini , siapa yang menolong nya ? aku . ”
" Ya aku tau . itu udah sewajarnya . kamu jangan lupa kalo dia satu-satunya keluarga ku . sekarang kamu suamiku , kenapa kamu harus bersikap seperti itu pada Paman ? ”
" Kenapa ? dalam urusan bisnis uang tidak mengenal keluarga . apa kamu pikir selam ini aku tidak baik pada Paman ? uang yang kemarin saja yang aku pinjamkan 6 M , bukan berikut uang yang aku pinjamkan sebelumnya . coba jika Paman pinjam ke bank .. ya kamu pikir lah , dengan uang segitu berapa bunga dan tenor yang akan dia dapat ? tapi aku , aku gak minta dia apapun , Paman memang tidak pernah mengusikku .. tapi bagaimana dengan istrinya ? apa pernah dia basa-basi berterima kasih padaku ? enggak , dia tidak tau diri dengan apa yang dia dapatkan . ”
" Jadi .. kamu mau membuat bibi sadar akan kebaikanmu ? ”
" Ya . dia tidak bisa seenaknya sembarangan bicara denganmu . atau aku , kamu tau lah . ”
” Perutku sudah besar , Kamu gak pengen aku memikirkan hal yang berat .. tapi kamu sendiri yang membuat itu . oke .. lakukan saja , tidak masalah . ”
" Aku enggak perduli kalo kamu gak mau ngomong sama aku setelah ini . aku hanya tidak suka cara bibi .. semua orang punya masalah yang jauh lebih berat darinya , tapi itu bukan alasan buat dia melampiaskan kekecewaan padamu . kalo kamu pikir aku melukaimu , silahkan .. " Katanya lalu pergi meninggalkan Yumna yang masih berdiri mematung .
Yumna berusaha menghentikan suaminya yang sudah pasrah .
” Aku belum selesai , kenapa kamu tidak mampu memaklumi bibi . aku sudah bilang jika dia tidak bermaksud bicara seperti itu . ”
" Ucapannya melukaiku . Jika yang bicara seperti itu adalah ayah dan ibuku .. aku tidak akan terluka Yumna !!! " Teriak Dennis membuat seisi rumah mendengar .
” Kamu pikir siapa dia ? siapa dia meminta mu seperti itu ?? bermaksud atau tidak tetap saja itu terasa menyakitkan buatku . perpisahan yang pernah aku buat dulu padamu .. kamu tau , betapa aku tidak mampu untuk hidup lagi . kamu boleh bilang aku berlebihan atau tolol .. silahkan .. silahkan kamu kira aku tidak berperasaan , sejauh ini apa yang aku lakukan hanya lah mempertahankan . jika ada orang yang mencoba mengusik .. berarti dia harus siap terima resikonya . ” Cecarnya lagi semakin membuat Yumna sedih .
Yumna bingung dengan sikap Dennis ,
Dennis pergi tanpa mengatakan apapun lagi padanya , kali ini kemarahan di hatinya semakin menggunung .
Sementara bibi dan Sinta hanya terdiam di ruang tamu mendengar perkataan Dennis barusan .
Yumna kembali ke ruang tamu dan berusaha untuk bicara .
" Maafkan dia ya .." Pintanya agak berkaca-kaca .
” Yang harus nya meminta maaf adalah bibi . kamu tidak sepatutnya meminta maaf . ” Kata bibi sembari memegangi tangan Yumna .
Bibi memeluk Yumna penuh rasa bersalah , dia tidak menyangka akan membuat Yumna berada dalam kesulitan dan pertengkaran seperti ini .
” Apa yang harus bibi lakukan . bibi tidak bisa berpikir lagi . " Katanya di sela-sela tangis .
Yumna merangkulnya .
" Mas Dennis hanya sedang marah . nanti juga baik sendiri . bibi gak usah khawatir ya . ”
Mendengar itu bibi malah semakin menangis , dia kembali memeluk Yumna .
" Disaat seperti ini kenapa kamu masih menjaga perasaan bibi nak . bibi tidak tau lagi harus apa . ” Keluhnya .