
Ibu denis datang seorang diri setelah Mosha memberi nya kabar soal apa yang terjadi malam ini.
Ibu menaiki tangga dan menggedor pintu kamar " Denis buka pintunya. " Teriak ibu tak sabar.
" Ibu, sekarang kamu habislah mas. ibu pasti sudah tau aoa yang sudah kamu lakukan? ibu datang untuk menolong ku. " Cecar yumna puas .
" Menolong? sebaiknya rapikan pakaian mu. aku akan mengatasi ibuku. " Ledek denis seraya berjalan menuju pintu.
Denis membuka pintu dan mendorong ibu keluar " Apa yang kamu lakukan? "
" Siapa yang mengadu pada ibu, apa ibu tidak bisa menunggu sampai besok pagi untuk datang melabrak ku ? "
" Jawab ibu ?!! "
" Maaf bu, aku tidak bisa menepati janjiku. aku tidak bisa membiarkan yumna. "
" Kamu lupa bagaimana yumna berkorban untuk ayahmu? beraninya kamu ingkari kesepakatan kita. " Cecar ibu .
" Ibu juga lupa, Kalau ibu yang sudah memisahkan aku dan yumna. sekarang giliran ibu mengembalikan yumna padaku. "
" Plakkk. " Tamparan mendarat di pipi putra semata wayang nya.
" Kamu mau membantah ibu? "
" Tamparan ini tidak akan menghasilkan apapun bu, ibu berhak marah. "
" Denis !!! "
" Ibu tidak bisa memonitor ku lagi. Aku tidak akan melepas yumna walau apapun yang terjadi. "
" Baik, kalau itu menjadi maumu. kamu lihat saja, ibu akan bicarakan ini pada ayah. ibu akan jelaskan semua kebenarannya. "
" Lakukan jika ibu ingin ayah kembali terkena serangan jantung. "
" Maksud kamu? kamu mengancam ibu?? "
" Maaf bu, aku tau aku sangat durhaka. tapi, aku tidak bisa melakukan tugas dari ibu. melepas yumna saat ayah sudah baikan, itu terlalu melukaiku. "
" Sekarang kamu kembali seperti dulu? melakukan apapun seperti maumu?? tunggu, apa kamu bersandiwara saat ayahmu koma dan bahagia ketika ibu meminta yumna kembali menikahi mu? "
" Aku tidak sejahat itu bu, sampai hari ini aku melakukan tugasku seperti apa yang ibu mau. tapi di tengah jalan, yumna membuat ku kehilangan kesabaran. dia menguji tekad ku untuk menyerah. "
" Apa yang membuatmu berubah pikiran? ibu mau tau semuanya?? "
" Tanyalah sendiri pada menantu ibu. ibu boleh masuk sekarang, " Kata Denis lalu segera membuka pintu untuk ibunya .
" Ibu minta jawaban darimu, "
" Dia bilang dia mencintai pria lain, darahku mendidih mendengar ucapan darinya. "
" Itu haknya. kamu gak berhak marah.. kalau kamu kembali tidak bisa di atur, ibu akan membawa yumna dari sini. " Ancam ibu.
" Boleh, bawalah dia bu. tapi ada syaratnya. ambillah nyawaku. aku tidak mau menerima perpisahan lagi. jika aku mati, ibu bisa membawa yumna kemanapun. " Katanya dengan nada datar
" Kamu tidak bisa mengancam ibu. "
" Kalau aku bisa melepas yumna, Kenapa tidak ku lakukan dari dulu? aku tidak meminta apapun kan bu? biarkan aku bersamanya seperti dulu. "
" Yumna sudah mempunyai kehidupan sendiri , kita tidak bisa memaksa dia kembali. jadi cepat sadarlah. "
" Aku sadar bu, tapi terlalu menyakitkan buatku untuk melepas nya. ibu juga tau kalau aku sungguh menyukainya. perasaan yang ku punya tidak dangkal bu. kumohon jangan membuat ku semakin sulit, jangan berdiri untuk melawanku . "
" Sadarlah nis. ibu tau perasaan mu tapi. "
" Engga, ibu tidak tau perasaan ku apalagi memahami ku. aku harus apa untuk memohon pada ibu? "
" Ibu sudah sangat jahat pada yumna, kamu mau membuat ibu kembali mengecewakan yumna? "
Denis terdiam mendengar jawaban ibu " Kalau begitu berikan aku kematian , aku lelah, lelah dengan keadaan, perasaan dan kebencian darinya. " Katanya sedikit putus asa.
" Kamu masih punya ibu Nis. kamu gak sendiri. "
Denis berjalan dan berlutut pada ibunya " Aku tau aku punya ayah dan ibu, tapi aku juga ingin yumna. apa aku egois jika aku ingin tetap bersama nya? "
" Bangun. "
" Tidak mau. jangan pisahkan aku darinya, aku akan meyakinkannya lagi. asal ibu tidak menghalangi ku . "
Ibu melewati Denis dan menuju ke kamar.
Saat ibu masuk ke dalam kamar, yumna sudah berdiri dengan raut wajah yang lumayan sedih.
" Bu. "
Ibu segera menghampiri dan memeluknya " Apa yang terjadi? apa denis macam-macam padamu? " tanya ibu mengelus rambut menantu.
" Putra ibu sudah kembali seperti dulu. sekarang hanya ibu yang bisa menolong ku.."
" Kamu sabar ya. ibu pasti ada di pihak kamu na. sekarang ayo ikut ibu.. "
Yumna mendengar semua percakapan antara ibu dan Denis di luar kamar, yumna melihat Denis masih berlutut di posisi yang sama.
" Bu, kenapa ibu lebih memihak ku daripada putra ibu? "
" Dia harus sadar dan menerima kenyataan. "
" Mosha tidak ada hubungannya dengan kita ? kamu senang kan karena ibu melawanku . "
" Tentu , Malam ini juga Aku akan keluar dari rumah ini , kita lihat apa kamu bisa menghentikan ibu? " Ledek yumna.
Denis memandangi nya dengan sinis " Baik, sepertinya ini mau kalian. "
Denis beranjak dan berjalan menuju kamar, dia membuka sebuah laci dan mengambil sebuah botol kecil " Apa itu? " Tanya ibu sedikit panik.
" Racun. racun yang akan membawaku pada ketenangan. "
Denis segera meneguk nya tanpa basa basi, Kedua wanita itu segera berlari menghentikan denis.
" Jangan. " teriak yumna dan ibu
Yumna menampar denis dan membanting botol tersebut ke lantai.
" Kamu gila ya??? " Maki yumna tak terkendali.
" Gila? aku memang gila, bodoh dan payah. apa lagi yang tersisa dariku ? jangan hentikan aku. " Teriaknya.
" Denis, " Kata ibu mulai berlinang air mata.
" Pergilah selagi ada kesempatan yumna. kalau bisa bawalah seluruh perasaan ku bersama mu. aku muak memilikinya.. aku lelah dan menyerah. "
" Jangan berakting mas. kemarin-kemarin kamu kemana ? kamu bahkan menghabiskan waktumu untuk mosha. jadi kenapa sekarang kamu bersikap seolah masih menyukaiku. berhenti berbual dan tidak usah mengancam aku dan ibu dengan racun. "
Denis tertawa mendengar yumna yang tak percaya akan perasaan dirinya.
" Lihatlah bu, menantu ibu ini percaya jika aku sungguh menyukai mosha. "
Yumna merasa muak dengan Denis, dia bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga .
" Kita akhiri secepatnya. biar aku yang bicara pada ayah. " Katanya sembari terus berjalan.
Denis kembali sedih dan tak bisa berbuat apapun, dia berjongkok di hadapan ibu.
Putus asa dalam dirinya semakin terasa nyata oleh ibu " Nis. "
" Ibu boleh pergi juga. biarin aku sendiri. " Pintanya.
" Ibu akan selalu ada buat kamu. "
" Tidak ada bu, ibu, ayah, apalagi yumna. kalian tidak ada untukku. "
" Sayang ku. " Katanya sembari mengelus rambut sang putra.
" Tolong hentikan perasaan di dalam hatiku bu, aku juga ingin bahagia. aku tidak tau harus dengan apa untuk mengendalikan perasaan ku. " Pintanya lirih.
Ibu segera beranjak dan keluar dari kamar, menyusul yumna ke lantai pertama.
" Yumna. " Panggil ibu.
Yumna segera berhenti dan menengok padanya " Ya bu. "
" Cepat naik , Denis.. dia bersimpah darah .." Kata ibu membuat Yumna reflek berlari kembali menaiki anak tangga .
" Mas . " Teriaknya amat sesak.
Yumna mempercepat langkah kaki dan memasuki kamar utama.
Saat masuk, Denis bingung dengan apa yang dilakukan sang ibu. yumna dan dirinya saling memandang. sementara itu, ibu segera menutup pintu kamar dan menguncinya dari luar.
" Ibu !! buka, apa yang ibu lakukan ?? " Teriak yumna.
Kemudian ibu segera mengirimkan chat pada Denis.
" Kalau kamu sungguh ingin yumna kembali, maka satu-satunya cara adalah membuat nya hamil. " isi pesan ibu membuat Denis punya harapan.
Denis beranjak dan mulai berjalan " Minta ibu membuka pintunya. " katanya sembari menggedor pintu.
Denis tak lagi menyia-nyiakan waktu, dia segera menarik sang istri ke tempat tidur.
" Kamu gila ? berkali-kali kamu menyentuhku. "
" Ya. tapi ibu ingin aku memberikan cucu ke dua. "
" Jangan maju, atau. "
" Kita lanjutkan apa yang telah tertunda sebelum ibu datang. " Kata Denis mulai menakuti.
".Kamu akan menyesal. " Ancam yumna namun tak akan menghentikan Denis.
" Bukalah. " ledek Denis.
" Ibu.. apa yang ibu lakukan !!! " Teriak yumna membuat ibu tak karuan di luar.
" Menyerah saja. dia tetap ibuku, akan selalu membela anaknya walaupun salah. "
" Jangan mas. kita sudah sepakat.. "
" Oya ? "