YUMNA

YUMNA
Episode 107



Natan masih diam saja dengan penolakan dari Sinta .


” Jangan sok perduli .. Aku akan pulang sendiri . ” Kata Sinta berusaha melepaskan tangannya .


” Carilah pria yang baik untuk membuat mu bahagia , Bukan pria seperti itu . ” Pintanya dengan nada datar .


” Pria seperti itu ? Lalu kamu sendiri pria seperti apa ? Kamu dan dia sama saja .. Brengsek dan bajingan . ” Jawab Sinta dengan tatapan penuh amarah .


” Iya dia sama sepertiku . Setidaknya kamu harus pintar menilai pria bukan ? Sudah aku lukai , Harusnya kamu lebih pintar memilih seseorang . ”


” Kamu bangga sudah melukai aku ? Aku lihat sama sekali tidak ada penyesalan darimu . Hal yang aku sesali dalam hidup ku adalah pernah menyukai pria seperti dirimu .. Jahat dan rendahan . Lepaskan.. Aku bisa pulang sendiri . ”


Sinta bergegas meninggalkan Natan , Tapi tidak membuat nya menyerah .


Natan menarik kembali tangan Sinta dan memasukkan nya ke dalam mobil .


Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi , Dia berusaha mengecoh kemarahan Sinta .


” Hentikan mobilnya atau aku lompat ? " Ancam Sinta .


” Kamu tidak bisa duduk manis ? Aku melakukan ini karena Nona .. Dia bisa memakiku jika aku membiarkan mu pulang sendiri dengan keadaan seperti ini .” Jawab Natan .


” Seperti apa ? Kamu pikir aku kenapa ? Apa yang dilakukan Rio tidak seburuk apa yang kamu lakukan padaku . ”


” Aku tau aku tidak lebih baik dari pria manapun , Aku ini rendahan dan jahat . Puas .. Sekarang lebih baik kamu diam . ”


Natan semakin menaikan kecepatan mobilnya , Dia enggan mendengar cacian dari Sinta .


” Kamu mau membunuhku ? ” Teriaknya lagi sembari berpegangan kuat .


” Aku tidak mau meladeni kamu .. .” katanya .


Setibanya di depan rumah ,


” Ini sudah sampai , Kamu bisa keluar sendiri . ” Lontar Natan membuat Sinta semakin muak .


Sinta keluar dari mobil dan menutup pintu mobil kuat-kuat .


Natan kembali tak memperdulikan , Dia hanya diam saja dengan perlakuan Sinta .


Sinta Masuk menghapus air mata nya , Dan bersikap baik-baik saja .


” Assalamualaikum , Bu aku pulang . ” Lontar Sinta sambil berlalu menuju kamar .


” Waalaikum salam , Kamu udah pulang Sin ? ” Tanya ibu .


” Aku ke kamar , Aku ngantuk . ”


” Ada apa dengan dia ? Pulang-pulang langsung mengantuk . ” Lontar Bibi .


Yumna pergi menemui Sinta .


” Tok tok tok .. Sin , ini Mbak . Boleh masuk ? ”


” Iya Mbak . ”


Yumna masuk memperhatikan wajah sepupunya itu ,


” Kamu sudah nangis ? ” Tanyanya pelan .


” Mbak mengirim Supir itu untuk mengikuti aku ? Buat apa Mbak ? ”


” Kamu tau ? ”


” Dia bersikap seperti dirinya yang paling benar .. Sok perduli dan menyebalkan . ”


” Apa yang Natan lakukan ? ”


” Tanyalah dia .. lain kali Mbak tidak perlu khawatir tentang aku , Aku bisa menjaga diriku sendiri . Aku tak perlu dia . ” pinta nya kesal .


” Mbak sedih dengan apa yang menimpa kalian .. Apa kamu tidak bisa memaafkan Natan ? ”


” Apa yang sedang Mbak lakukan ? Mbak memihaknya ? Apa Mbak lupa bagaimana dia mencampakkan aku ? ” Tegasnya menatap wajah Yumna .


” Maaf sudah membuat semua menjadi serumit ini .. Mbak tidak tau harus berbuat apa untuk melerai kebencian kamu kepada Natan .. Mbak tau dia salah , Mbak tau dia sulit di maafkan . ” Ucap Yumna berkaca-kaca .


” Kenapa Mbak menangis , Apa yang Mbak khawatirkan ? Aku masih bisa hidup dengan bahagia .. Jadi berhenti bersikap seperti ini . ” Lontar Sinta meyakinkan .


Yumna hanya menangis mendengar ucapan Sinta , Dia kembali merasa berdosa kepadanya .


Mengenai apa yang diperbuat suaminya telah membuat banyak hati terluka demi dirinya .


” Jika Mbak bisa berbuat sesuatu , Mbak akan memperbaikinya .. Mbak mau menukarnya dengan apapun .” Lontarnya lagi membuat Sinta semakin bingung .


” Kenapa Mbak harus nangis ? Aku gak ngerti deh .”


Yumna kembali menatap Sinta .


” Semua salah Mbak .” Yumna bergegas keluar dan pamit pulang pada bibi .


Sinta heran mengapa Yumna bicara seperti itu kepadanya .


” Si Mbak ngomong apa sih .. aku kan membahas Natan . ”


Yumna tiba di rumah , Dia terlihat lesu .


” Kenapa kamu ketahuan oleh Sinta ? Apa yang terjadi , dia seperti Habis menangis ? ” tanyanya .


Natan hanya diam mendengar pertanyaan darinya .


” Apa ini ? Kamu jadi pendiam sejak mencampakkan Sinta . Harusnya yang hancur dan bersikap seperti ini bukan kamu .. ”


” Maaf non . ”.


” Jika berat maka tinggalkan , Pergilah daripada saling melukai . ”


Natan bergegas menuju belakang setelah meninggalkan Kata-kata yang membuat Yumna kembali bersedih .


” Nenek .. Mengapa harus aku yang menjadi alasan mereka menderita . ” Keluhnya .


Tiba-tiba Dennis melakukan panggilan telepon melalui video call .


” Ya Mas ..” Sapa nya agak lesu .


” Sayang , Kamu kenapa ? ” Tanya Dennis cemas .


” Aku tidak apa-apa . Ada apa telepon ? ”


” Kamu yakin gak apa-apa ? ” Tanyanya lagi penasaran .


” Iya aku gak papa Mas , Kenapa sih ? ”


” Sayang , Kamu gak kesini antar makan siang ? ”


” Aku lupa , bentar ya Mas .”


Yumna menutup telepon dan bergegas ke dapur menyiapkan makan siang untuk suaminya .


” Bibi bantu Non . ” Lontar bibi .


” Gak usah bi , Aku udah masak . Tinggal di masukin ke kotak makan . Bibi istirahat gih sana . Gak usah terlalu capek . ”


” Iya Non . ” Bibi pun pergi .


Yumna membawa bekal makan siang lalu menuju keluar menemui Natan .


” Natan . ” Panggilnya .


” Iya Non .”


” Kita ke kantor Mas Dennis . ”


" Baik non . ” Natan menyiapkan mobil .


Saat Natan tiba dan keluar dari mobil , Dia melihat Yumna tergeletak di teras tanpa diketahui satpam rumah , Supir yang lainnya atau bibi .


” Non .” Panggilnya sambil bergegas menghampiri Yumna .


25 Menit berlalu , Yumna tersadar . Ia membuka mata , Dia melihat Dennis sedang duduk disampingnya .


” Mas , Aku dimana ? ” Tanyanya berusaha bangun .


" Jangan bangun . ”


” Aku kenapa Mas ? Kok ada di rumah sakit ? ”


” Kamu pingsan , Sayang dokter bilang kamu stres .. Emang ada yang mengganggu pikiran kamu sampe kamu pingsan kayak tadi ? ”


” Enggak mas . ”


” Jadi kamu gak mau cerita sama aku ? Aku khawatir lho sayang ? ”


” Mas .. Aku , Bagaimana aku mengatakan nya . ”


” Apa ini masalah Paman ? ”


” Aku takut Mas .. ” Yumna menangis .


” Sayang bukannya kamu sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk kita membicarakan ini kepada Paman , Lalu kenapa kamu jadi Down begini ? ”


” Rasa bersalahku kepada Natan dan Sinta timbul Mas , Jika seandainya Sinta tau yang sebenarnya .. Dia akan semakin kecewa kepada Natan . ”


” Kalo gitu , Aku akan mengatakan semuanya kepada mereka .. Mereka harus tau meskipun menyakitkan .. Aku yang salah , Kenapa kamu yang merasa bersalah . ”


” Kalo dulu aku kasih kamu kesempatan , mungkin kamu gak akan melakukan hal senekat ini , Semua yang kamu lakukan karena aku kan ? ”


” Enggak , Kamu gak salah apa-apa .. Aku yang salah sayang , Jadi please biarin aku mengakui semuanya kepada Paman . Aku gak bisa liat kamu sampe kepikiran kayak gini . ”


” Mas gimana nanti reaksi Paman .. Aku gak bisa . ”


Tiba-tiba Paman , Sinta dan Bibi masuk kedalam .


” Sayang , Kamu kenapa ? ” Tanya bibi cemas .


Yumna kaget melihat kedatangan mereka , Dia takut jika Dennis mengakui semuanya sekarang .


” Aku cuman kelelahan aja kok bi .”


” Kamu yakin Gak apa-apa .. Dimana yang sakit Nak ? ”


” Dokter udah periksa tadi , Aku gak apa-apa kok Paman . ”


" Apa yang kamu lakukan sampe kelelahan ? ”


” Dia stres . ” Lontar Dennis


” Stres ? Kamu apakan dia hingga dia stres ? ” Tanya Paman kepada Dennis yang sudah tidak setakut dulu .


” Kamu menuntut nya banyak atau apa ? ”


Dennis terdiam , Dia tidak tau harus menjawab apa kepada Paman .


Sementara itu Yumna memberi isyarat kepada nya agar dia tidak mengakuinya sekarang .


” Paman , Belakangan ini Yumna kurang Fit . Mas Dennis enggak membuat aku stres kok .. Justru dia selalu melarang Yumna melakukan pekerjaan yang berat . Mungkin karena tubuhku tidak bergerak , Aku malah sakit .. Paman kan tau sendiri , Yumna biasa kerja .. Sekarang malah gak ngapa-ngapain . ” Lontar Yumna meyakinkan .


” Kamu yakin ? Sayang , Paman minta kalo kamu ada masalah apapun itu .. Tolong cerita Nak , Jangan dipendam sendiri . Kamu punya Paman ,Bibi , Sinta ...Kita keluarga kamu . Ya .. Paman gak mau kalo kamu sakit kayak gini . ”


” Iya Paman gak usah khawatir . ” Lontarnya lagi sambil tersenyum .