
Yumna sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi kepada Rinjani yang perlahan sudah hilang dari pandangannya .
Dia terus memanggil Nadia berkali-kali berharap dia sadar dan segera menyelamatkan diri .
Ketika dia berusaha memanggil Nadia ,Dia mencium bau terbakar , Yumna melihat api sudah merembet ke sela-sela Dinding dan kayu yang sudah rapuh .
Ketakutan nya semakin besar , Dia menangis tiada henti . Yumna bingung harus bagaimana dia menyelamatkan Nadia yang tidak sadarkan diri .
" Nenek .. Ibu .. Apa yang harus aku lakukan ? " Teriaknya tak lagi berdaya .
Yumna memukul-mukul tangan yang di rantai mati . Teriakan nya tak henti ketika Api semakin mendekati dirinya ,
" Ya Allah , Jika aku harus tiada hari ini .. Aku mohon jangan engkau biarkan Nadia juga terbakar disini . Berilah keajaiban untuknya .. Jangan biarkan dia menjadi korban juga . Selamatkan dia ya Rabb .. Selamat kan dia , Engkau yang mampu lakukan segalanya .. Aku meminta kepadamu , Berikan keajaiban mu ya Rabbi . ” Teriak Yumna putus asa .
Api sudah menjalar ke seluruh ruangan ,
10 Menit kemudian , Yumna sudah lemas karena asap yang semakin tebal , Pernapasan nya mulai sesak .
Api merambat semakin cepat dia hanya berteriak menyaksikan api akan segera mengenai dirinya dan Nadia .
Keputus asaannya kini semakin tak berdaya , Bagainya semua sia-sia .
" Mas Dennis , Maafin aku .. Aku tidak bisa menjaga bayi kita , Aku juga tidak bisa memenuhi janjiku untuk melahirkan bayi kita . ” Keluhnya putus asa .
Yumna sudah mulai pasrah dengan keadaan , pandangan nya kosong tidak ada lagi celah untuk nya Lolos .
Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil Namanya .
” Yumna !!!
Suara itu , Yumna tau betul jika itu adalah suara Dennis suaminya .
” Mas Dennis .. !! Teriaknya bersusah payah .
Dennis mulai mendengar suara Yumna dan mencari tau posisi keberadaan Yumna .
Saat dia melihat perempuan tergeletak begitu saja , Dennis mulai melihat Yumna di sebrang tempatnya berdiri .
Rupanya Aditya dan Rendy juga masuk tanpa memperdulikan patugas diluar untuk tidak masuk kedalam gudang yang sudah dikuasai api .
Dennis membawa jaketnya yang sudah dia basahi dari luar untuk melindungi Yumna .
Dia berusaha untuk mendekati Yumna dan Nadia .
” Mas . ” Panggilnya lagi tak percaya jika suaminya memang berdiri dihadapan dirinya sekarang .
" Aku akan menyelamatkan kamu , Sabarlah . ” Lontar Dennis sembari memakaikan jaket kepada Yumna lalu menggendong istrinya itu .
" Nadia , Kita tidak bisa meninggalkan nya Mas .. Bawalah dia dulu .. Jika sempat kamu baru bawa aku . ” Pintanya masih dengan linangan air mata .
" Aku tidak mungkin membiarkan mu dulu . Aku akan kembali setelah menyelamatkan kamu . " Jawab Dennis berusaha menerjang api yang semakin besar .
" Mas , Dia akan terbakar . ”
” Jangan bertengkar dengan ku , Aku tidak mungkin mendahulukan orang lain selain dirimu . ” Katanya lagi .
Lalu terdengar suara seseorang memanggil Yumna .
” Yumna !! Teriak Rendy dan Aditya ..
" Rendy !! " Teriak Dennis
" Sebelah sini .. , Cepat kemari dan bawa dia . ” Pintanya melupakan pertikaian di antara mereka .
Rendy dan Aditya bergegas mendekati Tempat Nadia pingsan .
# Flashback #
Ketika Nadia tiba di gudang tua tersebut , Dia mengendap-endap masuk dan mencari tau apa yang sedang Jani lakukan disana .
Lalu Nadia mencari keberadaan Yumna ,Saat dia menemukan nya , Tanpa buang waktu Nadia mencoba mencari cara untuk melepaskan Yumna .
Tapi rupanya dia ketahuan oleh Jani dan dia memukul Nadia dari belakang menggunakan balok .
# Flashback off #
10 Menit kemudian , Mereka membawa Yumna dan Nadia ke rumah sakit .
" Katakan siapa yang melakukan ini ? " Tanya Rendy .
" Ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan itu , Istriku sedang shock dan ketakutan . " Teriak Dennis kepada Rendy .
” Jani . ” Spontan Yumna menyebutkan Nama istri pertama Rendy . Membuat keduanya kehabisan kata .
" Apa ? ”
Yumna di masukan ke ambulans menuju rumah sakit begitu juga dengan Nadia .
Rendy tidak sabar untuk menemukan Jani , Dia membuka Hp dan segera menghubungi nomor Jani .
" Kamu dimana ? ”
Di rumah Rendy .
*
*
Rendy menutup pintu dan memanggil istri pertamanya itu .
” Rinjani . ” Teriak Rendy .
Rinjani menuruni anak tangga , Dia gemetar karena melihat wajah suaminya yang hendak marah .
Dia sudah siap untuk segalanya , Jani melihat baju Rendy bolong di sekitar tangan menandakan jika dia sudah dari gudang yang terbakar itu .
" Mas . " Sapanya pelan ketika dia tiba di hadapan Rendy .
” Plakk !!! "
Tamparan darinya Malah membuat Jani tersenyum .
" Apa yang kamu lakukan ? ”
" Kenapa ? Kamu tidak terima ? Kamu keberatan karena aku menyekap Yumna , Atau karena aku memukul Nadia istrimu ? " Tanyanya menantang .
" Apa yang membuat mu bersikap seperti ini ? Kamu ini seorang wanita .. diamana perasaan mu ? ” Teriak Rendy .
" Aku benci dia , Itu adalah alasan yang cukup untuk membuat ku menculik dan berusaha menghilangkan dia dari bumi ini . ”
" Selama ini kamu yang sabar menghadapiku . Tapi apa ini ? Kenapa Nadia yang menurut ku yang melakukan kejahatan ini . Jani , Kamu bilang dari awal jika kamu akan sabar dan menunggu ku . ” Cecar Rendy .
" Sabar itu rupanya melelahkan ya Mas . Aku tidak sanggup saat kamu masih memanggil namanya meski kamu sedang terlelap . Kecemburuan di hati ku sudah tidak bisa lagi di Tahan.Maafkan aku , Aku lebih memilih untuk tidak sabar lagi menghadapi mu Mas . ”
” Kamu jahat . Mulai sekarang kamu aku talak , Kamu bukan lagi istriku . Istriku Hanya Nadia saja .. ” Lontarnya lalu berlalu pergi .
" Apa kamu kira aku akan diam saja Mas . ” Lontarnya membuat Rendy kembali berbalik .
" Kamu mau membunuh ku juga ? Jika itu perlu , Ayo lakukan . Aku juga sudah tidak sanggup untuk hidup . Jika kamu mau mempermudah semuanya maka ayolah bantu aku , Tadinya aku ingin mengakhiri hidupku setelah semua drama ini , Tapi itu terlalu menyakitkan bagiku . Maka aku menawarimu untuk membunuhku . . Ayo lakukan dengan cara mu , Apa kamu mau aku ambil kan pisau ? Baik , Akan aku ambilkan segera .. " Lontarnya sembari berjalan kedapur .
Rinjani berlari memeluk Rendy dari belakang .
" Maaf tidak akan membuat semua keadaan membaik , Perasaanku tulus untukmu . Tapi kenapa Mas .. Kenapa kamu buat semuanya menjadi tidak mudah bagiku menerima mu dengan perasaan mu kepada wanita lain . Semua tidak adil bagiku . " Lontarnya mulai menangis .
” Lalu apa ini adil buat Nadia ? Apa Nadia melakukan cara seperti mu untuk mengambil hatiku ? Dia yang terlihat tidak sabar menghadapi ku Jani . Dia yang selalu menyulitkan ku .. Tapi dia malah berusaha menyelamatkan Nyawa Yumna .Dia yang menjadi pahlawan , Dia mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan Yumna . Padahal setahuku dia tidak menyukai wanita itu , Dia terus mencaci dan menjelekkan Yumn di hadapan ku . Sementara kamu ? Kamu selalu tampil bak bidadari yang punya hati sabar .. Dan sial nya , Aku malah mengira kamu lebih baik dari Nadia . Aku bodoh dan tolol , Kamu puas .” Teriaknya .
Jani hanya menangis mendengar cacian dari Rendy .