
Paman dan yang lain Tiba di depan pintu , Bibi membuka pintu dan masuk .. Perlahan mereka pun masuk dan memperhatikan area sekitar .
Rumah dengan fasilitas yang mewah cukup membuat mereka terdiam .
" Dimana putriku Mbok ? " Tanya bibi .
Si Mbok hanya terdiam dan menunduk , Sama hal nya dengan suaminya .
” Kalian kenapa sih dari tadi bikin bingung kami ? Mana menantu dan putriku ?? ” Gertak bibi tak sabar .
" Sabar bi .. tolong . " Pinta Yumna .
" Kamu ngerasa gak sih kalo mereka itu aneh . Yang satu bilang nya Sinta pindah rumah , Yang satu bilang Sinta disini .. Kalian mau mempermainkan kami ?? ” Gertak Bibi lagi .
Tiba-tiba seseorang datang , Mengalihkan perhatian .
" Mbok .. Siapa yang datang ? Aku mau mandi . ” Lontarnya .
Suara itu terdengar tidak asing di telinga mereka , Saat Yumna dan yang lainnya menoleh ke suatu tempat dimana suara itu berasal .
Bibi menjatuhkan sebuah kotak kue yang di pegang nya erat-erat sedari tadi .
Ya .. Mereka melihat Sinta dengan Kursi roda dengan sekujur tubuh yang penuh dengan luka lebam . Dan yang paling parah adalah .. Sinta seperti tidak bisa melihat .
Dia sama sekali tidak melihat keberadaan Ayah dan ibunya meski mereka berada tepat di hadapannya .
Wajahnya sudah tidak semulus dahulu , Tangan dan kakinya seperti bekas sayatan .
” Sinta !!! ” Teriak Bibi tak kuasa mendapati putrinya .
Dia berlari dan menghampiri nya yang semua seakan seperti mimpi .
Sadar dengan suara ibunya , Sinta sangat kaget . Dia terdiam seketika .
” Apa ini Nak ? Katakan pada ibu ?? " Teriak nya tidak kuasa sembari memegang wajah putrinya yang penuh luka .
Ayah hanya mematung melihat hal itu .. Sementara Natan , Dia berdiri namun seperti tidak bernyawa melihat keadaan perempuan yang dia cintai nya
Yumna berjalan dengan pelan mencoba menahan bibi .
” I .. ibu ?? ” Katanya dengan Nada suara yang gemetar .
” Apa yang terjadi Nak ?? Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua luka ini ?? Dan matamu .. Kenapa penglihatan mu ?? Ibu mohon jangan hancurkan ibu dengan semua ini Nak .. Tidak . ” Teriak ibu Menangis tak kuasa .
” Bu ... ” Sinta menangis dan memeluk ibunya erat .
” Ibu .. maafkan aku Bu . ” Katanya tak kuasa .
Paman menaruh Nayla ke sofa dan menghampiri sepasang suami-isteri itu .
” Siapa ? Siapa yang melakukan ini ? ” Teriak Paman kepada mereka .
Mereka masih menunduk dengan tangan yang gemetar .
Paman menarik kerah pak Tejo ,Nama pak satpam itu .
” Siapa ? ”
” Tuan Kenan .. Kami juga tidak memahami mengapa beliau menyiksa istrinya sendiri hingga dia buta dan lumpuh . Maafkan kami tuan .. Karena kami tidak bisa melindungi non Sinta . ” Kata pak tejo menangis .
” Tapi kenapa dia melakukan itu ?? Sinta , Jawab ayah Nak ? Kenapa kamu gak kasih tau ayah ? Ayah hancur Nak .. Demi Tuhan . ” Katanya sembari menjatuhkan dirinya di hadapan Sinta .
” Ayah . ” Sinta semakin menangis mendengar ucapan Ayahnya .
Di ruangan itu tidak ada seorang pun yang tidak menangis dan hancur melihat keadaan Sinta .
Dia merapat mulutnya kuat-kuat , Entah apa yang terjadi kepadanya hingga dia enggan untuk memberi tau mereka .
Bibi pingsan karena shock berat mendapati keadaan Putrinya .
" Bi ... ” Yumna meraih badan bibi .
Natan dan pak Tejo segera membantunya , Mereka berusaha mengangkat bibi ke sofa ruang tamu di sebelah Nayla .
” Mbok tolong sampaikan apa yang mbok tau . Putri ku .. Apa yang telah terjadi kepada nya ?? ” Pinta Paman pelan sembari menatap wajah putrinya yang terisak di pelukan Yumna .
” Tuan .. Saya hanya dengar dia terluka karena istrinya menaruh hati pada pria lain . Setiap hari kami tidak mampu menolong non untuk lolos dari kemarahan tuan . ” Jawaban bibi membuat Natan dan paman penuh hancur .
” Lalu bagaimana dengan mata putriku , Bagaimana dia membuat mata nya buta ? Bagaimana dia membuat kaki putriku menjadi lumpuh ? Bagaimana dia menyiksa putriku .. Hingga dia seperti ini ?? ”
” 1Minggu yang lalu , Tuan tidak sengaja menyeret non di lantai atas , Hingga non Sinta jatuh dan mengenai anak tangga . Dokter bilang non mengalami benturan yang keras di area dagu yang membuatnya mengalami gangguan konversi . penyebab kebutaan non mungkin karena adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menyambung ke retina mata . Tapi dokter bilang kebutaan ini hanya sementara . " Jawab bibi .
” Dan dia mengalami kebutaan plus kelumpuhan ? ” Katanya menekan Si Mbok .
” Dimana dia ? Apa dia di kantor . Jam berapa dia pulang ? ”
” Biar saya yang bawa dia kemari Paman . Dia yang harus menjelaskan semua pada kita .. ” Kata Natan sembari menarik baju pak Tejo menuju ke luar .
" Tunjukkan dimana tuanmu ?? ”
Natan melihat sebuah mobil Jeep milik Kenan yang terparkir di depan .
” Mobil itu , Ambil kuncinya . ” Pintanya baik-baik .
Pak Tejo langsung masuk kedalam dan mengambil kunci mobil itu sementara Natan tampak sangat marah .
Si Mbok mengambil air minum untuk Sinta yang tiada henti menangis .
” Non minum lah dulu .. Ini semua sudah berakhir . ”
Sinta memeluk si Mbok sangat erat . Sementara Yumna masih shock dengan apa yang terjadi .
Dia mendekati Paman yang berlutut di hadapan Sinta . Dia hanya mematung menatap putrinya yang sama sekali tidak melihat keberadaan ayahnya .
” Paman .. Bangun . Ayo , Paman harus kuat .. Kita tidak boleh lemah . ” Bujuk Yumna .
” Apa yang harus aku lakukan Yumna ? Putriku , Lihat dia , Dia bahkan tidak tau keberadaan ku di sini . Sinta , Apa ayahmu ini tidak berharga Nak .. Hingga kamu tidak sudi untuk mengatakan semuanya pada ayah ? ” Lontarnya menatap putrinya .
” Ayah .. Dimana ayah . Aku ingin peluk .. Aku tidak mau membuat ayah dan ibu cemas dan hancur lagi . Aku sudah pernah menyakiti ibu , Aku tidak mau ibu merasa sudah menyakiti aku lagi . Aku gak mau terjadi apa-apa pada ibu . Ayah .. Cepat bawa ibu ke rumah sakit , Periksa kan dia ke dokter . Aku takut darah tinggi ibu naik dan asam lambungnya naik lagi . ” Pinta Sinta dengan air mata yang tiada henti mengalir .
” Tidak Nak . Kamu tidak pernah melukai kami . Justru Kamilah yang membuat mu seperti ini .. Bunuh saja ayah yang tidak berguna ini . Aku bahkan tidak bisa merasakan penderitaan putriku .. Sayangku .. Apa yang harus aku lakukan .. Ayah gagal melindungi mu , Ayah gagal sayang . Tolong ampuni ayahmu ini .. ” Teriak Ayah tak kuasa sembari memukuli dirinya sendiri .
" Ayah , Tidak .. Ayah tidak melakukan kesalahan apapun . Tolong jangan menyakiti diri ayah sendiri .. Aku tidak rela . ”
Sinta menjatuhkan dirinya dari kursi roda untuk mendekati ayahnya .
Sinta meraba lantai dan menyeret kakinya yang berupaya untuk mencari keberadaan ayah .
Tangannya mulai meraba ke wajah Ayah , Sinta menghapus air mata yang mengalir di pipi sang ayah .
” Air mata ini adalah hal yang aku takutkan Yah . Ayah dan ibu adalah hidupku .. Bagaimana bisa aku membuat kalian kembali bersedih , Bahkan mungkin lebih parah . Aku tidak bisa mengatakan apa yang terjadi kepada ku pada kalian .. Bagaimana aku bisa melakukannya , Ibu pasti terluka . Tolong maafkan aku yang hanya mampu membuat kalian kecewa dan terluka . Aku pikir aku akan sembuh kembali seperti semula tapi , Kenapa kalian datang secepat ini . Sebelum aku pulih kalian sudah disini .. Mataku belum sembuh , Dan kakiku .. Kakiku .. ” Sinta semakin tidak kuasa lagi .
” Cukup Nak .. Jangan di teruskan . ” Ayah memeluk putrinya itu penuh dengan kesedihan .
” Luka di sekujur tubuhku tidak berarti bagiku , Daripada aku melihat ayah dan ibu seperti ini . Tidak masalah bagiku jika suamiku menyiksaku dengan membabi buta . Aku sudah terlanjur hancur kok Yah .. Apa gunanya sekarang pengorbanan ku . Aku hanya sanggup membuat kalian sedih . ”
" Tidak .. Jangan katakan itu Nak . Itu melukai ayah . Tidak sayang .. ”
Mereka kembali berpelukan , Menyatukan luka satu sama lain . Yumna tidak kuasa menyaksikan hal itu .. Dia tidak berhenti menangis .