YUMNA

YUMNA
Episode 194



Yumna menemui paman di villa , bibi meminta bantuannya untuk membujuk Paman .


” Kenapa paman gak pulang ? kasian bibi . ” katanya .


” Dia memberitahu kamu ? katakan padanya aku tidak akan pulang setelah mendapatkan uang . ”


" Paman , jangan seperti ini . Sinta juga sedih kalo Paman gak pulang . ”


” Selama ini paman selalu mengalah darinya . paman lelah .. biarlah . ”


” Lagi .. semuanya karena aku . ” Keluhnya sedih .


” Yumna ...”


” Mas Dennis memang keterlaluan , hanya karena ucapan tidak serius . dia mesti melakukan ini . bukannya merasa bersalah , dia malah marah padaku . ”


” Dia memang seperti itu . Paman tau karakter nya .. dia terlalu menyukaimu , makanya dia sangat sensitif . jangan salah paham ya . ” Lontar Paman masih mampu membela Dennis .


” Jadi apa rencana paman sekarang ?? ”


” Paman berpikir untuk menjual beberapa villa , selebihnya mungkin paman akan menggadaikan surat tanah ke bank . ”


” Aku punya tabungan tapi nilainya tidak banyak . aku bisa pinjamkan. ”


" Jangan Na . itu uang kamu .. Paman selalu ngerepotin kamu . ”


” Paman . ”


” Apa kata suamimu jika dia tau , paman membayar hutangnya menggunakan uang istrinya . kamu gak perlu khawatir .. ”


" Kalo gitu pulang lah . bibi udah nyesel .. ”


” Buat apa pulang . paman butuh waktu sendiri .. ”


” Paman tetap tidak mau meski aku yang minta ?? aku jadi merasa bersalah gini . ”


” Paman akan pulang , tapi setelah semuanya selesai ya . kamu jangan khawatirkan paman .. ”


” Tapi jangan lama ya . Nayla dan Sinta .. paman harus ingat mereka . ”


” Iya . sekarang kamu pulang .. sampaikan maaf buat suamimu . ”


” Ya udah aku pulang . ”


Yumna pergi meninggalkan villa , lalu dia bermaksud untuk pergi ke kantor menemui suaminya .


” Aku harus bisa berdamai dengannya . ”


Dalam perjalanan ke kantor , Yumna bertemu dengan Diana dan Aditya .


" Na .. ” panggil Diana .


” Dii ... ”


” Mau kemana ? ”


" Ke kantor mas Dennis . kalian mau kemana ?? sebentar lagi kalian nikah .. gak sabar deh . ”


” Hehe iya Na . ngomong-ngomong kita ngobrol sebentar yuk . aku kangen . ” pinta Diana tanpa melihat Aditya yang masih canggung.


” Memang kamu gak sibuk ? ”


" Enggak , aku sama mas Adit lagi mau antar undangan . Oya kamu punya kontak Nadia ?? sepertinya aku mau undang dia . ”


" Ada . nanti aku kirim nomer telpon nya . ”


" Ya udah yuk kita ke sana duduk-duduk sebentar . gak apa-apa kan mas ? ” Tanya Diana ke Adit .


" Iya .. aku tunggu di mobil saja . ” Lontarnya .


" Kok di mobil , sayang .. kan gak enak ngobrol nya . ” Keluh Diana manja .


Malas berurusan dengan Diana di depan Yumna, Adit mengiyakan saja .


" Ya udah . ” Jawabnya malas .


Diana menggandeng tangan Adit dan Yumna menuju ke sebuah resto di depan .


Setibanya di sana , mereka duduk di luar resto . sehingga Natan bisa melihatnya di mobil .


Natan menghampiri mereka .


" Non .. saya mau izin boleh ? non Sinta ingin ketemu ?? ” Tanya Natan .


” Sinta ? pergi aja .. aku juga mau ngobrol dulu sama Diana . sana . ”


" Gak apa-apa non kalo saya tinggal sebentar ?? " Katanya ragu .


" Gak apa-apa . kamu harus ngomong sih sama dia .. udah sana . ”


" Terimakasih non . saya janji akan sebentar . ”


" Iya . ”


Natan pun pergi membawa mobil untuk menemui Sinta . Meski ragu meninggalkan Yumna , Natan tidak berdaya .. dia memang ingin membicarakan sesuatu dengan Sinta .


" Kamu mau pesan ? ” Tanya Diana mengalihkan pandangan Yumna dari natan .


" Aku teh aja , di . ” Katanya .


” Kalo kamu sayang ?? ” Tanyanya kepada Adit .


” Teh aja . ”


" Hmmm kompak . ”


" Aku udah kirim nomer Nadia . ”


" Oke .. , sayang aku kebelet. aku mau ke belakang sebentar sambil pesan ke mbak nya . " Kata Diana membuat mereka berdua semakin pucat ditinggalkan berdua .


” Jangan lama dii . ” Kata Adit pasrah .


" Iya mas . bentar doang .. kalian ngobrol aja dulu .. ”


Diana terburu-buru pergi ke dalam resto untuk ke toilet meninggalkan mereka yang kini hanya terdiam .


Tak ingin suasana menjadi semakin tidak nyaman , Yumna memberanikan diri untuk memulai pembicaraan .


" Kalian sangat serasi . Diana juga sangat bahagia . makasih ya dit , kamu udah bahagiain Diana . ” Katanya tulus.


” Ya .. aku juga sangat bahagia dengannya . ”


" Syukurlah . ”


” Kamu sendiri , apa kabar suamimu ? ”


” Baik . ” Jawabnya simpel .


” Kamu bahagia dengannya ? ”


" Tentu . seperti kalian kami bahagia . ”


Saat mereka saling bicara , tiba-tiba Nadia dan Jihan datang ke resto tersebut . tentu dengan suami- suaminya .


" Hai Na . Ih kangen .. ” Sapa Nadia sembari memeluk dan mengusap perut Yumna .


" Kalian disini ? tumben bareng ?? ” Tanya Yumna heran .


” Mentang-mentang kita bukan teman baik ya ?? kamu nanya gitu ?? ” Timpal Nadia .


" Duduk .. ”


" Diana chat aku barusan suruh kesini . ” Kata Nadia .


” Hah .. ?? perasaan .. aku baru kirim kontak kamu barusan deh .."


" Iya tadi kebetulan lagi jalan sama suamiku . ya udah berhubung Deket kesini aja . aku penasaran ngapain dia minta aku kesini , tau nya ada kamu Na . ” Lontar Nadia lagi , para wanita ini melupakan suami mereka yang hanya duduk terpaku seperti tidak bernafas .


Kenapa mereka senang sekali bertemu dengan Yumna , padahal suami mereka sempat tergila-gila padanya .


Yumna hanya meringis mendengar ucapan nadia .


Tiba-tiba Diana datang dari toilet .


" Kalian udah disini aja .. " Katanya sembari menarik bangku dan duduk di sebelah Yumna .


" Kenapa kamu panggil aku ? " Tanya Nadia .


" Ini undangan , datang ya .. kita mau nikah . ” Jawab Diana senang .


" Perasaan dulu kalian kayak musuh , kalo ketemu bertengkar Mulu deh . " Timpal Jihan .


" Pesanan datang . " ujar pelayan ..


" Kalian mau pesan apa ? ”


" Sama minum aja deh , abis masih kenyang . Mbak saya es jeruk aja . ”


” Saya kopi . " Pinta Raka .


” Baik apa ada yang lainnya ? ”


" Jus alpukat boleh , kamu apa han ?? ”


” Aku teh aja . ”


" Baik , mohon di tunggu pesanan nya . " Kata pelayan ramah lalu segera pergi .


" Oya lain kali kita nongkrong kayak gini dong , seru tau .. ” Pinta Jihan membuat Raka menatap nya Tajam .


" Kalo mau nongkrong jangan ajak suami , emang aku gak ada kerjaan ? " Gerutu Raka .


" Kok sewot sih , ini kan ada para pria juga .. kalian ngobrol lah sana . ”


Mendengar ucapan jihan ketiga pria itu saling membuang muka .


" ***Yang bener aja . ” batin Raka .


” Males . ” Batin Aditya*** .


Sementara Rendy hanya mengalihkan perhatian nya ke hp .


Dia enggan berkomentar apapun tentang hal itu , dia berusaha santai menghadapi para wanita.


Lain dengan Yumna yang memang sadari tadi sudah tidak enak perasaan saat bersama Adit , sekarang malah di tambah 2 pria lagi .


Meskipun masa lalu , tapi itu tidak membuat kecanggungan berkurang .


” Dii .. aku harus pulang , aku belum masak buat mas Dennis . gak apa-apa kan kalo aku tinggal ? ” Pinta Yumna .


” Masa kita baru kesini ? kamu udah mau pergi sih . kamu gak kangen sama kita ?? " Cecar Jihan ..


” Suamiku lagi ngambek , aku mesti ke kantor temui dia . ” Katanya sedih .


" Tuh orang ngapain lagi . kamu lagi hamil besar apa pantes bikin kamu sedih ?? ” Pangkas Aditya kesal membuat mereka kaget .


” Dari awal kamu tuh memang salah pilih Na . anak mami kayak dia gak akan pernah mau ngalah .. buka deh mata kamu . ” Timpal Rendy .


” Seberat apapun masalah nya , dia gak pantes bikin kamu stress .” Tambah Raka .


Mereka sepakat kesal dengan Dennis tanpa tau permasalahannya .


" Sebenarnya ini cuma salah paham . mood mas Dennis sedang tidak baik . itu saja . ” Bela Yumna pada mereka yang sudah bete mendengar nama Dennis .


Sementara para wanita hanya melongo melihat mereka kesal pada Yumna .


" Dia memang tidak berperasaan , apa kamu tidak bisa menikahi pria yang tepat ?? ” Cecar Adit lagi .


” Apa maksudmu ? aku menyukainya .. kenapa kamu menyuruhku menikahi pria lain ?? ” Kata Yumna lalu beranjak .


" Kamu mau kemana ? ” Tanya Diana .


" Pulang . ”


" Kamu marah ?? Supir kamu kan lagi pergi Na ..”


” Aku bisa naik Angkot atau taksi . ”


" Angkot ? dengan perut kayak gini ?? yang bener aja ?? ”


" Kamu jangan lupa gimana aku dulu .. sebelum menikahi suamiku , alat transportasi ku adalah angkot . ” Katanya tetap keukeuh untuk segera pergi .


" Jangan salah paham dengan ucapan ku . ” Lontar Adit datar , membuat Yumna memandangnya .


” Aku gak salah paham kok dit . justru harusnya ucapan itu untuk mas Dennis .. Orang berada seperti dia kenapa mau menikahi wanita biasa dan selalu bermasalah seperti ku . Jangan bilang jika dia bukan pria yang tepat untukku , tapi sebaliknya .. aku yang tidak pantas untuknya . dia tidak seburuk yang kalian kira .. aku tidak suka kalian bicara seperti itu . dia tetap suamiku kan ?? Diana , Jihan ataupun nadia pasti juga akan kesal jika ada orang lain menjelekkan kalian . ” Katanya lalu mengambil tas berupaya untuk pergi .


" Aku antar . " Kata Rendy .


" Tidak terimakasih .. jangan membuat Istrimu kembali menjambak rambutku . ”


Para wanita kehabisan kata-kata menghadapi Yumna .


” Tapi na . aku juga gak mungkin biarin kamu pergi sendiri .. ya udah aku aja yang antar ya . " Saran Diana .


" Enggak di .. perut besar bukan berarti tidak bisa mandiri . aman kok .. kalian ngobrol aja .. ”


" Kok jadi kayak gini sih . kita kan kangen sama kamu . ” keluh Diana


" Maafin aku ya Dii .. sorry juga buat kalian karena aku ngegas . ya emang karena aku lagi ada sedikit problem sama suami .. tapi aman kok .. semuanya akan clear . kalian lanjut aja .. " Pinta Yumna lalu segera pergi .


Perasaan Yumna kali ini benar-benar tidak fokus . dia memikirkan Paman dan suaminya , dia bingung harus bagaimana .


Yumna mencari taksi untuk pulang dengan hati-hati .


" Sabar ya nak .. kita akan pulang . "


Yumna menunggu taksi di pinggir jalan , tiba-tiba Dennis Dangan mobilnya berhenti .


" Sayang !! kamu ngapain ? mana Natan ? ” Katanya khawatir membuat Yumna kaget , Yumna takut Dennis mempermasalahkan hal itu kepada Natan .


" Sayang kamu disini ? ”


" Iya aku mau ke kantor ayah , ada urusan . kamu ngapain .. mana Natan ? ”


" Entar aku jelasin ya .. yuk masuk dulu . " Pintanya sembari menuju ke pintu mobil .


Dennis pun segera mengemudikan mobilnya .


" Jadi ? ”


" Tadi aku pergi tanpa Natan . aku mau ke kantor kamu buru-buru . Natan lagi mandi mas , aku gak sabar jadi pergi sendiri . ”


" Kan ada pak Danang . ”


" Pak Danang lagi anter bibi belanja .. pak Anto kan di kantor kamu . ”


" Sayang .. kenapa kamu buru-buru mau ke kantor ? ”


" Aku gak tenang kalo kamu marah sama aku ? jadi aku nekat deh . ”


" Ya tapi jangan pergi sendirian dong . aku malah tambah khawatir .. kalo terjadi sesuatu sama kamu gimana ? ”


" Jadi kamu udah gak marah sama aku ?? ”.


" Aku gak marah sayang , aku kesel aja sama bibi . aku gak mau kamu belain dia terus .. aku sakit hati . ” Keluhnya sembari menyetir .


" Maafin aku ya mas . kamu jadi banyak masalah .. padahal kamu banyak kerjaan . ”


" Tapi aku gak mau ya kalo kamu minta aku tarik uangku dari Paman . ”


Yumna terdiam mendengar ucapan suaminya .


" Aku mesti berbuat hal itu , biar bibi gak seenaknya sama kamu . ”


” Kalo aku bantu paman dengan pinjamkan uang yang dari kamu boleh ?? ”


” Kamu sukanya gitu deh sayang . mereka itu memang keluarga kamu , tapi please dong jangan selalu bersikap kayak gitu . aku sedih seolah aku tega sama mereka . ”


" Paman mau jual villa dan gadaikan tanah . ”


" Ya udah . sekarang ataupun nanti , Paman juga harus bayar kan ?? mau dia jual tanah atau apa ya udah ? ”


” Aku sedih aja hanya karena aku ? kamu kayak gini . ”


" Hanya ?? kamu bukan sekedar hanya .. tapi lebih dari apapun . " Katanya lalu memberhentikan mobil .


Dennis kewalahan menghadapi Yumna yang terus saja memikirkan Paman .


" Yumna , apa kamu kira aku keterlaluan sama mereka ?? kita mau baikan atau enggak ?? ” Tanya nya serius .


" Iya aku minta maaf . ”


” Aku tidak bisa terima ucapan bibi . jadi maafin aku . ”


” Mas Dennis sekarang malah gini ke bibi , gimana kalo Paman butuh bantuannya lagi nanti ? aku bisa berbuat apa kalo mas Dennis sudah murka begini . ya Allah lembut kan hati suamiku .. ” batin Yumna .


" Aku antar kamu pulang ya . ”


" Iya . ”