YUMNA

YUMNA
Episode 118



Sinta begitu penasaran ingin melihat Natan secara langsung. Tapi gengsi nya lebih besar daripada kekhawatiran nya .


Dia mondar-mandir di dapur hingga dia melihat Natan menuju teras belakang menemui Dennis .


” Tuan.. Saya mau pulang saja. Saya tidak enak beberapa hari ini belum sembuh juga . ”


” Kamu balik lagi ? ” Tanyanya .


” Saya tidak tau tuan . ”


” Jangan bilang kalau kamu mau berhenti ? ”


” Iya tuan sepertinya saya mau keluar . ”


” Apa ? Sebenarnya yang membuat kamu ingin berhenti itu karena sakit atau hatimu yang sakit . Aku dengar kalo Sinta sangat marah sama kamu ? Apa kamu tidak bisa mengatasinya ? ”


” Tidak ada hal yang bisa saya lakukan untuk merubah apapun . Saya tidak berharap apapun darinya tuan . ”


” Tidak berharap bagaimana . Wajahmu tampak sedih . Kejarlah dia jika itu membuatmu baikkan . Jangan bersikap seolah tidak menginginkan nya tapi seluruh pikiran mu memikirkan dia . ”


” Saya sudah tidak ingin melukai siapa pun . Jadi lebih baik saya berhenti bekerja. ”


” Natan , Apa kamu tidak bisa berbuat lebih ? pulang lah sampe Kamu baikkan . Tapi kembali .”


” Maaf tuan , Saya tidak bisa ..”


Dennis memijat dahinya .


” Bicaralah nanti dengan Istriku. Kalo dia setuju , Ya gak apa-apa terserah kamu saja . ”


” Baik tuan .”


” Istriku sedang ada tamu . Tunggulah . ” Lontar Dennis lalu pergi meninggalkan Natan .


Hal itu di dengar oleh Sinta , Sinta kembali ke ruang tamu .


Setibanya di ruang tamu ,


” Kamu dari mana saja ? ” Tanya Yumna .


” Aku nyari gula tadi , Pengen bikin teh .. Si bibi lagi gak ada di dapur .” Sangkal Sinta .


” Na .. Aku pamit ya , Aku belum masak buat Mas Raka .” Kata Jihan .


” Kapan-kapan kita makan malam yuk .. ajakin Raka sama Aditya dong ya .”


" Emang Dennis mau gitu ? ”


” Maulah .. Masalah itu mah gampang . Ya bujukkin mereka dong . " Pinta Yumna kepada Jihan dan Diana .


” Kamu juga sin ,Ken juga mau kan ? ”


" Aku sih Yes ." Jawab Ken .


" Asik .. Oke deh . ”


" Ya udah yuk kita pulang . " Ajak Diana .


2 Jam sudah berlalu , Yumna ke kamar memainkan HP nya . Senyumnya terukir melihat saldo rekening pribadi miliknya .


” Gak bosen ngecek saldo Mulu ? " Kata Dennis meledek .


” Sayang , Aku harus beli apa ? Uangku banyak sekali .”


" Aku baik kan ? Harusnya sih , Aku dapet kecupan yang manis dari kamu .”


" Tadi kan udah .. Minta Mulu , Aku mau cobain perhiasan dari kamu ah . ” Lontarnya sembari membuka kotak perhiasan .


” Sayang , Kamu gak nanya harganya berapa tuh ? ”


” Emang berapa sih ? ”


” Enggak jadi ah , Nanti kamu pingsan . ”


" Senengnya ngeledek sih kamu Mas ..Oya mas , Aku mau bikin acara makan malam sama Jihan Diana paman juga ? ”


" Ya udah ..”


” Kamu gak keberatan kan kalo aku undang Raka dan Aditya juga kesini ? ”


” Ajak aja .. ”.


” Bener mas ? Kamu bolehin ? ”


" Iya , Kenapa sih ? Takut aku cemburu ya ? ”


" Iyalah , Masalah nya suamiku kan beda dari yang lain . ”


" Bedanya apa coba ? ”


” Suamiku baik sekali dan tidak mudah marah .” Lontar Yumna meledek .


Dennis malah tertawa mendengar ucapan Istrinya.


” Ya udah acaranya besok malam aja ya . Nanti pagi aku mau belanja . ”


" Urus aja . Oya .. Temui Natan sana , Dia bilang dia ingin berhenti .”


" Apa ? ” Yumna bergegas menuju kamar Natan .


" Kan .. Suaminya langsung ditinggal . ” protes Dennis.


” Tok tok tok .. mas Natan . ” Panggil bibi


Natan keluar , ” Ada apa bi ? ”


” Di tunggu non di ruang tamu . ”


" Iya Bi ..Saya akan ke sana .”


2 Menit kemudian .


” Kata mas Dennis kamu mau berhenti ? ”


” Iya non ..”


” Natan kamu .. Maaf kalo harus tanya ini sama kamu . Kamu tertekan ya kalo ketemu Sinta ? ”


” Tidak kok non .. Saya merasa harus pergi non. ”


" Oke .. Kalo itu keputusan kamu . saya gak bisa apa-apa .”


" Makasih ya non .. Saya minta maaf karena saya pernah menipu non . ”


" Itu udah berlalu . Natan , Saya sudah anggap kamu seperti adik sendiri . Jangan hilang kontak ya .. Jika ada apa-apa jangan sungkan hubungi kami ..”


" Iya non ..”


" Jadi kapan kamu mau pulang ? Biar nanti pak Anto yang antar ..”


" Saya bisa naik bis kok non .”


" Ah jangan . di antar saja .. Ya udah kamu balik lagi sana ke kamar . ”


” Iya non .” Natan pun balik ke kamarnya .


Malam pun tiba.


Di rumah Rendy .


*


*


Rendy tidur di ruang tamu sendiri , Tiba-tiba Jani masuk untuk mengantarkan susu hangat untuk suaminya .


" Rupanya Mas Rendy sudah tidur . Kasihan dia pasti capek . ”Saat Jani memutuskan untuk keluar tiba-tiba Rendy mengigau .


” Yumna ..” Rendy memanggil nama Yumna membuat Jani berhenti berjalan .


” Kamu keterlaluan mas . Aku dan Nadia setiap hari bertengkar untuk mendapatkan perhatian dari kamu . Tapi kamu masih saja menyukai wanita lain . Apa ini adil buatku dan Nadia ?” Lontarnya penuh rasa kecewa .


Jani kembali ke kamarnya dengan air mata yang hampir jatuh .


” Kamu kenapa ? ditolak mas Rendy atau di maki mas Rendy ? " Ledek Nadia kepada istri tuanya .


” Mas Rendy , Suami kita itu ..dia masih saja memanggil nama Yumna meski dia sedang terlelap . ” Jawabnya pelan .


” Oh kirain apa ? Cemburu ya ? Emang suami kita tergila-gila sama dia kok . Kan dia dicampakkan sama Yumna . ”


” Tetap saja apapun alasannya dia harus mencoba membuka hati untuk kita kan . Tidur saja dia ingin sendiri .. Dia tidak ingin melaksanakan tugas nya sebagai suami . ”


” Hahaha udahlah sabar aja . Ntar juga mas Rendy bisa lupain wanita itu. bukannya kamu yang udah sok-sokan ya bilang sama mas Rendy kalo kamu bakal sabar nunggu dia ? ”


” Emang apa istimewanya Yumna sih . Kata kamu mereka berhubungan hanya 1bulan .”


” Selain mas rendy , Ada lagi pria yang lebih bucin sama dia . Tapi sih Yumna memang sangat menarik .”


” Menarik ? ” Kata Jani heran .


*


*


Keesokan harinya , Yumna menemui Paman bersama Dennis .


" Iya , Kita pasti datang . ” Lontar Paman .


” Dimana Sinta ? ”


" Dikamar nya . ”


” Ya sudah aku ke sana deh . ” Yumna pergi menemui Sinta meninggalkan Dennis .


” Sin .. Mbak boleh masuk ? ”


” Iya . ”


” Kamu lagi ngapain ? Oya sin , nanti datang dengan Ken ya . ”


” Ya . Mbak aku dengar Natan mau pulang ? ”


” Iya dia gak akan balik lagi . ” Jawaban Yumna membuat Sinta semakin gelisah .


Sejak dia pulang dari rumah Yumna kemarin , Sinta terus memikirkan hal itu .


" Hari ini pak Anto mengantar dia . ”


" Hari ini ? ”


" Iya .. Ngomong-ngomong kamu tahu darimana kalo Natan mau pulang ? perasaan Mbak gak ngasih tau kamu . ”


" Mas Dennis yang beritahu . ”


" Oya ? Itu lebih baik untuk kalian . Jika kalian masih saling bertemu , Itu hanya akan membuat kalian terluka. ”


Sinta menangis mendengar ucapan Yumna .


" Apa tindakan aku salah ? Semua yang kulakukan padanya tidak sejahat yang telah dia lakukan kepada ku . Tapi aku masih saja ingin tahu keadaan dia . Mbak .. Aku tidak ingin melihat dia , Tapi aku juga tidak ingin dia pergi . ” Lontarnya sembari menangis di hadapan Yumna .


” Sin . ”


” Bilang sama aku .. Menurut Mbak , Apa yang harus aku lakukan . ”


” Ini sudah terlanjur . Kamu tidak bisa merubah apapun . Lupakan saja .. Natan juga pasti berusaha untuk melupakan kamu makanya dia memilih pergi . ” Sinta malah semakin menangis mendengar ucapan Yumna .


Sinta mengusap air matanya lalu bergegas mengambil kunci mobil menuju keluar .


" Sin kamu mau apa ? Mau kemana ? ”


Sinta berlalu begitu saja tanpa menjawab Pertanyaan Yumna .