YUMNA

YUMNA
Episode 49



Sore itu Yumna menghubungi Rendy untuk mentraktir nya makan disebuah Rumah makan tempat Randy bekerja.


Setibanya di rumah makan,Yumna memperhatikan semua pelayan di sana.


Yumna ingin memastikan kebenaran tentang Rendy."


Rendy tiba menyapa Yumna.


" Maaf lama ."Lontar Rendy sambil duduk.


" Gak apa-apa,Kamu shift apa masuk kerja?"


" Malam..Oya aku seneng deh kamu ngajak ketemu."Lontarnya sumringah.


" Iya,kan aku udah janji buat traktir Kamu."


" Ya udah pesen deh, Emang kamu udah Gajian ?"


" Belum sih,tapi gak apa-apa lah ..Mbak."Yumna memanggil pelayan.


" Mau pesan apa Mbak??" Tanya pelayan ramah.


"Kamu mau pesan Apa?"


"Aku pesan apa ya?"Lontar Rendy sambil melihat menu.


" Mbak nasi goreng spesial aja 1 minum nya es jeruk."Lontar Yumna .


" Saya pesan ayam Taliwang aja Mbak, Minta jus jeruk juga deh."Kata Rendy.


" Itu aja?? baik mohon ditunggu pesanannya."


Pelayan pun pergi.


" Kamu keren dan wangi banget sih perasaan."Lontar Yumna menggoda Rendy.


" Ya kalo mau ketemu Orang spesial harus dong." Timpal Rendy.


" Spesial?? Oh tadi kamu ketemu pacarmu dulu??Kok kamu gak ajak dia kesini kenalin dong."


"Hahaha ..gimana ya."Rendy tersipu dengan salah paham Yumna.


" Aku boleh nanya sesuatu sama kamu Mas?"


" Ya boleh dong."


" Mas kamu punya kembaran atau saudara yang mirip gitu ??"


" Kok kamu nanyain itu?? Emang kenapa ??"


" Tadi di kantor aku lihat ini ."Lontar Yumna sambil menaruh Koran di meja.


Rendy terkejut melihat gambar dirinya terpampang di koran tersebut.


" Ini.." Rendy terlihat bingung .


" Aku sih mikirnya ini kamu deh Mas, soalnya Nama kamu Jelas tertulis disini ."Lontar Yumna Lagi membuat Rendy mati kutu.


" Belum apa-apa udah ketahuan aja ." Gumam Rendy.


" Yumna sebenarnya aku..!!! Rendy bingung harus mengatakan apa.


" Gak apa-apa sih sebenarnya kalo pun iya,Aku heran aja kok masa kamu Orang berada jadi pelayan sih?? Kayaknya itu gak mungkin Mas."


" Maaf ya Yumna,Aku bohong sama kamu.Aku punya alasan sendiri ??"


" Ah gak usah di jelasin juga,Aku kan nanya doang kok..Itu kan privasi kamu ."


Tiba-tiba pelayan datang dengan membawa pesanan mereka.


" Pesanan datang,permisi ya Mbak."


" Makasih ya ."


" Selamat menikmati..saya permisi."Pelayan kembali meninggalkan mereka.


Ketegangan jelas terlihat di wajah Rendy.


" Makan Mas,,wih kayak nya enak Nih." Lontar Yumna sambil mencium aroma makanan dihadapan nya.


" Yumna, Sebenarnya aku suka kamu saat pertama kali melihat kamu di kantor pamanmu."


Yumna tersedak mendengar kata-kata Rendy.


" Kapan kita bertemu??"


" 3 bulan yang lalu waktu itu kamu membawa tas besar seperti mau pamit kepada Pamanmu."Jelas Rendy.


" Oya,tapi aku gak liat kamu ."


" Iya seperti nya dulu Kamu buru-buru,saat aku bilang ke Paman jujur saja aku ingin mengenalmu.Tapi Paman bilang dia tidak bisa membantu ku karena kamu bukan putrinya,Dia menyarankan agar aku mendekatimu sendiri..hingga Aku datang kesini dan mencari alasan untuk mendapatkan nomor handphone Kamu ."


"Jadi waktu itu saat Kamu meminjam Hp-ku ?"


" Iya,Itu bohong..Maaf ya ..dan soalnya aku kerja jadi pelayan,Itu juga bohong,tapi Na aku gak punya maksud jelek sama kamu kok ."


" Aku gak bisa ngomong apa-apa ."


Pernyataan Rendy membuat Yumna nampak canggung,selera makannya hilang seketika.


" Aku beneran minta maaf banget Na,sumpah aku gak bermaksud nipu Kamu ."


Rendy mengiyakan Yumna dan mencoba memakan makanan yang telah ia pesan.. suasana menjadi kaku diantara Mereka.


Saat Mereka sedang makan,Di sudut meja terlihat Natan sedang memperhatikan mereka.


Natan merasa bingung entah apa yang harus dia sampaikan kepada Dennis mengenai pernyataan cinta dari Rendy terhadap Yumna.


" Kali ini gue habis ."Lontarnya dengan wajah kesal.


Beberapa Menit berlalu mereka selesai makan.


" Enak ya makanannya .. " Lontar Yumna mencair kan suasana.


" Iya enak sekali,Jadi gimana Kamu marah gak sama aku??" Tanya Rendy khawatir.


" Kasih saya waktu ya untuk memikirkan ini,Ini terlalu cepat..Jujur saja aku lumayan terkejut ."


" Iya tentu aku akan membiarkan mu memikirkan ini untuk beberapa hari .."


" Kalo gitu aku harus buru-buru pulang ..Mbak ."Yumna memanggil pelayan.


" Ada yang bisa saya bantu ??"Lontar pelayan.


" Berapa tadi saya mau bayar sekarang ??"


" Na biar aku aja ." Pinta Rendy.


" Gak usah kan aku yang traktir ."


" Oya udah."


" Nih Mbak.. makasih ya."Lontar Yumna ramah kepada pelayan itu, Membuat Rendy semakin terpikat dengan sikap nya .


" Mas,aku duluan ya..Ntar aku kabarin deh ."


" Aku antar pulang ya ."


" Gak usah tadi aku udah pesan ojek online, bentar lagi kayaknya nyampe ."


" Kamu masih mau hubungin aku Na?" Tanyanya lagi.


" Iya nanti aku kabari kok Mas ."


" Aku tunggu ya ."


Yumna hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Rendy.


Yumna meninggalkan Rendy sendiri, Sementara Rendy resah.


Dia takut jika Yumna tak menghubungi nya lagi.


Dalam perjalanan menuju kost Yumna tak habis pikir dengan pengakuan Rendy.


Lain dengan Natan yang semakin bingung dibuatnya,tugasnya mencegah Rendy menyatakan cinta kepada Yumna menjadi buyar.


" Bertemu baru 1-3 kali ,tapi dia sudah nekat menyatakan cinta..membuat pekerjaan gue sulit aja,duh kalo lapor gue bakal abis,kalo gak lapor gue tambah abis ."Gerutu Natan yang sambil menyetir mobil mengikuti Yumna dari belakang.


Sesampainya di kost.


" Bang makasih ya..Ini ambil aja kembaliannya ."Lontar Yumna kepada Abang ojek.


" Makasih ya Mbak ."Abang ojek pun pergi.


Yumna membuka kunci dan masuk .


" Aneh rasanya kalo dipikirin ."


Yumna pergi ke kamar membersihkan wajah dan bergegas untuk tidur.


Sementara di kost Natan, terlihat Natan sedang memberi laporan kepada Dennis lewat Telepon.


" Apa??? "Teriak Dennis melukai telinga Natan.


" Maaf bos,saya gak sangka akan secepat ini Rendy mengutarakan perasaannya kepada non Yumna ."Lontarnya.


" Percuma saya bayar mahal,Lo gak bisa nyingkir in dia ." Lontar Dennis marah.


" Saya benar-benar minta maaf bos ."


" Saya gak butuh maaf .. pokoknya jangan pernah sampe Yumna kasih dia kesempatan ."


" Saya akan upayakan ."


" Dengar, Saya tidak mau dengar gagal atau apapun ngerti ."Ancamnya geram .


" Baik bos ."Rendy menutup telepon dan mulai berpikir mencari cara untuk membuat Yumna tak memberi Rendy kesempatan.


Sementara Dennis mulai khawatir.


" Tidak ada waktu lagi, sudah waktu nya Aku menjalankan Rencana ku .. Yumna aku tidak perduli meski akhirnya kebencian mu bertambah untuk ku ."Lontarnya sambil memandangi photo Yumna yang menghiasi Dinding Rumah nya .


Keesokan harinya.


Pagi itu Yumna bersiap untuk berangkat ke kantor, tiba-tiba Seseorang mengetuk pintu.


" Ya siapa ?" Yumna membuka pintu dan terkejut melihat Sinta setengah menangis.


" Ada apa ?" Tanyanya.


" Ayah ."Sinta memeluk Yumna.