YUMNA

YUMNA
Episode 143



Jakarta pukul 13 lewat 20 menit , Yumna datang menemui Dennis dengan bekal di tentengnya .


” Sayang . ”


” Kamu kok kesini ? Sayang kamu kan belum pulih benar . ” Keluh Dennis sembari meringis melihat istrinya .


" Aku udah sehat kok Mas . Aku nganterin ini doang kok .. Kamu udah makan belum ? Aku khawatir kamu gak mau makan . ”


" Belum sih , Gara-gara aku gak masuk kemarin kerjaan ku banyak banget nih . Tapi tadi aku bawa roti dari rumah kok . Kamu malah kesini repot-repot .. Aku mah gampang kok sayang . ”


" Gak apa-apa Mas . Aku bosen di rumah terus .. Lukanya juga udah mengering . ”


" Kamu kesini sama siapa ? ”


" Sama pak Anto . Natan kan belum pulih benar , Kasian dia . ”


” Harusnya dia jangan buru-buru pulang kalo belum sembuh . ”


” Bosen kali Mas di rumah sakit terus . Oya , Kalo gitu aku pulang deh takut ganggu kamu . Ini dimakan ya .. Di abisin . ”


" Enggak ganggu kok .. Sini , Aku mau elus Dennis Junior . " Pintanya sembari mengusap perut Yumna .


" Sayang , Ini papah .. Jagain mamah ya . Sehat terus ya de . ” Lontarnya disusul ciuman ke perut Yumna .


” Sayang .. gak sabar ya . ”


" Iya . Gimana ya rasanya punya anak ? ”


“ Hehehe Aku juga kayak mimpi kalo sekarang hamil . “


Dennis tersenyum mendengar ucapan Yumna , Dia memeluk dan mencium keningnya .


" Makasih ya sayang . ”


" Oya mas Kemarin Sinta minta tolong aku buat sampein ini ke kamu .. Tolong pecat Natan katanya biar dia bisa punya kerjaan yang lebih baik .”


" Kalo dia gak bikin salah apa-apa masa maen pecat aja . ”


” Ya kamu kasih pengertian aja . ”


" Pengertian gimana ? Ya udah nanti aku bilangin dia kalo Sinta pengen aku pecat dia . ”


” Jangan dong mas , Nanti Natan malah ribut dengan Sinta . ”


” Sayang kalo memang Natan tidak mau berhenti kerja sama aku , Kenapa dia harus bersusah payah membuat Natan mencari pekerjaan lain ? ”


” Bibi belum memberi restu untuk mereka Mas .Kalo Natan masih kerja sama kita nanti bibi Masih mengira jika Natan masih sama seperti dulu . ”


" Emang dia masih sama . Sayang aku tuh gak ngerti sama kalian para perempuan deh . Kalo Sinta mau balik sama Natan kenapa dia harus mempersoalkan pekerjaan dia . Lagipula bibi keberatan bukan karena dia supir kan ? Itu karena dia pernah menyakiti Sinta . Kalaupun Natan punya pekerjaan yang lain , Gak ada jaminan kalo bibi akan merestui . ”


” Wah si Sayang mah gitu ih .. seenggaknya bibi tau kalo Natan jauh lebih baik sekarang . ”


” Sayang jujur aja ya , Aku tuh gak bisa nemuin supir pengganti dia buat kamu . Selain jago bela diri , Dia juga pintar dan cekatan . ”


” Supir Kan ada pak Danang dan pak Anto . Kenapa kamu mempersoalkan itu ? ”


" Dih kamu tau sendiri berapa kali kamu celaka lho yang ? Aku gak mau kalo kamu kenapa-napa lagi . Pak Anto dan pak Danang sudah tua , Tipis kemungkinan buat jaga kamu . ”


” Sayang siapa juga sih yang mau celakai aku coba ? ”


” Nanti kalo aku dapat pengganti dia , Aku akan lepas . ”


" Beneran ya Mas ? ”


" Iya . ”


1 Jam sudah berlalu , Yumna berada dalam perjalanan untuk pulang bersama pak Anto .


Tiba-tiba terdengar suara nada dering di Hp pak Anto berkali-kali .


” Pak kenapa enggak minggir dulu sih , Angkat teleponnya siapa tau penting . " Kata Yumna .


" Enggak non . Ini Adik saya yang telepon kok . ”


" Enggak apa-apa minggir dulu aja pak . " Suruh nya .


Pak Anto pun mendengar ucapan Yumna dan memarkirkan mobilnya ke sisi jalan .


” Saya angkat dulu sebentar ya non . ”


" Oke . ”


" Halo .. Nanti aja Ndi , abang masih kerja . Sore lah abang mampir ke warung kamu . Enggak bisa , Sekarang abang masih kerja .. udah ya .. Waalaikum salam . ”


" Siapa Pak ? ”


” Adik saya non . Mau pinjam uang katanya buat tambahan modal .. Warungnya sepi . ”


" Oh .. Emang jauh pak ? ”


" Enggak non paling setengah jam dari sini . ”


" Ya udah anterin aja pak sekalian , Aku juga gak mau kemana-mana kok . ”


" Ah jangan non harus langsung pulang , Kalo tuan tau dia akan marah .”


" Enggak apa-apa Pak , Ayo kasian adeknya lho .. ”


” Nanti sore aja non . ”


" Pak Anto takut banget sih sama Mas Dennis ? ”


" Ya takut lah non .. Nanti saya di pecat . Saya mau nyari kerja Kemana lagi coba ? Anak saya lima semuanya masih sekolah Non . ”


" Udah nurut aja . Mas Dennis biar menjadi urusan ku . ” Bujuk Yumna .


” Jangan non . ”


" Ini perintah Pak , Jalan . ” Suruh nya .


" Saya gak berani sama tuan non, Apalagi non kan baru sembuh . ”


" Jadi sama saya berani Pak ? ”


" Ya enggak lah non . ”


" Ya udah maju .. Kita ke warung adik Pak Anto ya . ”


Pak Anto pun segera melajukan mobil dan menuju warung adeknya .


” Ngomong-ngomong adeknya jualan apa Pak ? " Tanya nya lagi .


" Jualan kopi dan gorengan non . ”


" Oh . ”


Pak Anto merasa tidak nyaman dengan perjalanan nya kali ini . Dia merasa Takut dengan Dennis jika dia tau kalo istrinya dibawa ke warung kopi milik adeknya itu .


Sementara lain dengan Yumna , Dia menikmati perjalanan nya tanpa memberitahu Dennis dulu . Dia merasa jika itu tidak perlu baginya . Dennis pasti akan marah jika tau .


Setengah jam kemudian , Mereka tiba di warung pak Hendi , Adeknya pak Anto .


Saat Yumna keluar dari mobil , Dia melihat suasana warung yang sederhana miliknya .


" Assalamualaikum . ”


” Waalaikum salam , Kok kesini ? bukannya nanti sore ? ” Lontar pak Hendi .


” Iya pak kebetulan lewat . " Jawab Yumna .


" Non majikan nya bang Anto ya ? ”


" Iya kenalin . ” Lontar Yumna sembari mengulurkan tangan .


” Hendi .. non . ”


" Aku Yumna . Oya gimana jualannya Mang ? ”


" Lagi sepi Non . ”


" Oh .. Orang jualan mesti sabar ya Mang . Jangan patah semangat . ”


” Makasih Non , Sini duduk non . ”


” Abang gak lama , Nih uang nya .. Mau langsung aja . ” Kata pak Anto .


” Yeh pak .. Bentaran kenapa sih . Oya kenapa sidede nya sakit ? " Tanya Yumna kepada Istri mang Hendi yang sedang menggendong anaknya yang berusia kira-kira 3 tahun dengan wajah yang pucat . ”


" Iya non . Mau periksa tapi nanti aja . " Sahut istrinya mang Hendi .


" Bang sebenarnya aku minjem uang juga buat meriksain Dewi ke klinik bukan buat modal doang gak apa-apa ya bang ? Nanti aku ganti . ” Lontar mang Hendi kepada pak Anto .


" Emang sakit apa ? kenapa gak buru-buru dibawa ke dokter ? " Tanya Yumna prihatin .


" Belum ada biaya non . ” Jawab pak Hendi lagi .


" Ya udah pak sana gih anterin mang Hendi buat periksa . Kasian kan Dewi .. gak boleh di biarin lho mesti buru-buru diperiksa . ” Kata Yumna .


" Tapi non gak bisa , Kita harus pulang . " lontar pak Anto .


” Saya akan tunggu disini gak apa-apa kok .. Pake aja mobilnya kasian gih . ”


" Enggak non , Kami bisa pake angkot kok . ” Kata Istri mang Hendi .


" Ah kelamaan , Udah sana cepetan ." Yumna mendorong pak Anto ke mobil begitupula dengan istri dan anak pak Hendi .


" Sebentar non . Windy .. " Teriak mang Hendi kepada Putri sulung nya .


" Iya pak . " Jawab Windy sembari bergegas menghampiri .


" Jaga warung ya . Bapak mau ke klinik dulu . ”


" I iya pak . ”


Mereka pun pergi meninggalkan Windy dan Yumna berdua , Pak Anto semakin kelabakan karena harus meninggalkan Yumna sendiri tanpa dirinya .


" Hallo win , Aku Yumna ? " Lontarnya kembali berkenalan .


" Iya non . ”


" Windy lagi apa tadi ? ”


" Lagi motongin ubi non , Buat bikin ubi goreng . ”


" Aku bantu ya . ”


" Jangan non , Non duduk aja . ”


" Aku bisa kok Win kalo cuma ngegoreng-goreng doang mah .” Katanya sembari berjalan mengambil alih penggorengan .


Dia membalikan-balikan gorengan bakwan yang sudah setengah matang .


" Berapa lama kalian jualan Win ? ” Tanya nya lagi .


" Udah mau setahun non . ”


Karena warung mereka sangat terbuka , Orang-orang melihat Yumna sedang asik mengangkat dan mentiriskan gorengan lalu memasukan adonan kembali ke wajan .


Alhasil mereka semua masuk ke warung dan mengantri untuk membeli gorengan dan kopi .


Windy sangat terkejut dengan kedatangan segerombolan orang yang berlomba-lomba untuk segera dibuatkan Kopi .


" Kopi sama gorengan Win . " Lontar salah satu dari mereka .


Yang lain pun berteriak agar didahulukan .


Sementara itu Yumna semangat untuk menggoreng karena pembelinya sampe membludak .


" Wah , Kalo begini kok aku semangat ya . ” Lontarnya penuh senyuman .


Para pria terkesima melihat perempuan yang sedang menggoreng Di pinggir sana .


Bahkan Ada salah satu YouTubers yang mengambil gambar Yumna yang sedang menggoreng .


Dia mengoceh dan entah apa yang sedang dia sampaikan kala itu . Yumna dan Windy tak memperhatikan para pria itu .


Yang membuat Windy heran Mengapa tidak biasanya mereka mampir ke warung miliknya padahal setiap hari hanya ada 3 sampe 5 orang saja yang Sudi membeli dagangan orang tuanya itu .


Tapi melihat hal itu , dia sadar jika mereka datang karena Perempuan cantik yang sedang menggoreng bakwan dipojokkan sana .


Windy tersenyum melihat Yumna yang mau saja membantunya . Dia sibuk membuat kopi dan menaruh gorengan untuk mereka .


Please Komentarnya dong .. Makasih buat yang udah setia baca 🙏🙏🙏