YUMNA

YUMNA
Kisah 32



Auto mohon maaf sempet menghilang lama, maafkeun ya 🙏🙏.


Sebenarnya bukan menghilang , tapi setelah banyak kegiatan program kerja terpending karena suatu kondisi , sekarang semua kegiatan bagaikan rententan kereta api yang siap jalan terus 😢😢 , sooo ini saat sedang jenuh ke kegiatan beralih ke tul menul ketik ini , doain Auto bisa terus berkarya walau amburadul maklummm pemula 😁😩😩🙏.


💚💚💚💚💚


Masih di seputar keberangkatan Putra ke Sumatra pagi hari ini.


Mamih di temani Yumna sedang di dapur menyiapkan bekal bekal yang akan di bawa Putra ke Sumatra.


Sementara Rizki anak mereka sedang di gendong oleh Putra dan Rizki pun tertidur di gendongan hangat Ayahnya.


" mari den ... biar si aden kecil bibik tidurkan di kamar ..." Kata Bik Inah kepada Putra ketika melihat baby boy lucu itu sudah terlelap tidur di pangkuan Ayahnya.


" gpp Bik ... biar saya yang antar ke kamar , masih kangen tapi saya harus melaksanakan tugas ... " Kata Putra pelan sambil menatap wajah anaknya yang lucu dan terlihat mirip seperti dirinya kecil dulu.


Putra lalu menuju ke kamarnya di lantai 2 dan segera meletakkan anaknya ke dalam box baby , cukup lama Putra memandang wajah anaknya.


" haaayyyy baby boy ku yang ganteng , Papah pamit dulu , jangan rewel ya nak , jangan buat Mamah panik ya sayangku ... Papah janji akan sering nelpon , akan kembali lagi dan doain Papah ya sayangku ... " kata Putra sambil membelai wajah anaknya yang sudah terlihat cubby.


Ketika Putra hendak meninggalkan kamar , Putra mengeluarkan kartu ATM dan meletakkannya di atas meja sebelah tempat tidur Yumna.


Kartu ATM yang bergambar wajah anaknya baby boy.


Beberapa hari setelah Yumna kembali ke rumahnya orang tua Putra , Putra memesan ATM bergambar wajah baby boy nya di suatu bank yang cukup terkenal.


Putra sengaja membuatnya agar Yumna bisa memakainya buat dirinya dan anak mereka.


Putra lalu turun ke lantai bawah dan saat turun dia bertemu Bik Inah


" bik ... saya pamit ya , saya titip Yumna dan anak saya juga Mamih Papih yaaa ... oiya Bik titip Rizki di kamar sendirian Bik ..." kata Putra


" beresss Dennn ... " jawab Bik Inah.


Putra berpamitan kepada kedua orang tuanya , dan terakhir Putra mendekati Yumna.


Saat Putra berhadapan dengan Yumna , Yumna hanya diam dan tidak menatap mata Putra.


" aku pamit ... maafkan aku yaaa ... aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan , tapi inshaAllah aku akan bertanggung jawab termasuk aku akan bertanggung jawab terhadap hidupmu dan anak kita sampai maut memisahkan ... maafkan aku yaaa , oiya aku ada taruh ATM di nakas sebelah bed pakailah buatmu dan Rizki , seperti yang ku katakan aku bertanggung jawab terhadap hidupmu dan Rizki sampai mati ... " kata Putra tegas.


Yumna hanya diam, diam, diam sambil menahan laju air matanya tumpah.


Putra melihat ada butiran air mata di pipi Yumna dan Putra segera menghapus air mata Yumna dengan jarinya.


" jangann ada air mata yaaa ... ntar aku bisa di jewer Mamihhh , tuhh liat mata Mamih sudah melotot ke arah aku ..." kata Putra melucuu agar suasana tidak tegang


Seketika Mamih tersadar dan langsung melotot ke arah Putra


" jangan kau sentuh dan sakiti anak perempuanku Putraaaaa " teriak Mamih


Dan semua yang berada di ruangan itupun tertawa liat kelakuan Putra dan Mamihnya yang sangat dekat dan seperti kawan aja.


Saat Putra balik badan dan hendak melangkah ke pintu luar untuk menuju mobilnya yang hendak mengantarnya ke bandara , tiba tiba Yumna memanggilnya pelan


" hhmmmm ... Mas ... " kata Yumna pelan


Putra lalu menghentikan langkahnya dan membalikkan badan ke arah Yumna karena mendengar suara Yumna.


Yumna lalu mendekati Putra dan mencium tangan Putra seperti layaknya pasangan suami istri dan seketika Putra terpana terharu dengan sikap Yumna sangat solehah.


" fii amanilah Mas dan semoga Allah selalu melindungi dan menjaga Mas di manapun berada " kata Yumna pelan


" Aamiin Aamiin Aamiin Ya Allah ... " jawab Putra dan di Aamiin kan pelan oleh kedua orang tua Putra.


Dan Putra melangkahkan kakinya menuju mobil yang akan membawanya ke bandara untuk terbang ke Sunatra.