YUMNA

YUMNA
Episode 198



1 Jam kemudian , Paman menyuruh Sinta menemui Natan di luar .


Mereka harus menyelesaikan urusan diantara mereka .


Natan membawa Sinta ke sebuah taman untuk bicara serius .


” Aku akan tanya ini 1x lagi , setelah ini aku pasrah . Apa aku benar-benar tidak bisa di terima lagi ? terlepas dengan semua keadaan non saat ini , aku tidak perduli . aku terima apapun ?? ” Tanyanya penuh perasaan .


” Tidak . jawaban ku tidak akan berubah .. aku akan melahirkan bayi ini dan menceraikan suamiku .. tapi aku tidak bisa bersama mu . ” Jawabnya terpaksa .


” Apa aku benar-benar sudah di hempas dari hati mu ? apa begitu mudah non melupakan aku ?? apa alasan non menolak ku ? apa karena perasaan itu sudah tidak ada atau karena non merasa sudah tidak pantas untuk ku ?? aku perlu jawaban ?? ”


” Aku sudah tidak menyukaimu . apa itu cukup untuk membuat mu berhenti . ” Katanya semakin melukai Natan .


Sinta memandangi nya dengan tatapan yang dingin .


” Aku tidak tau jika seseorang bisa melupakan cintanya semudah itu . sementara aku masih saja terpaku , terus berada di titik ini .. tidak mau berusaha seperti mu . aku yang tidak tau diri dan bodoh ini masih saja merindukan mu .. apa non tau berat rasanya saat aku meminta kita putus dan melihat non menikahi pria lain demi kebaikan orang tuamu ? itu adalah pengorbanan yang amat menyakitkan buatku .. sekarang non bilang semuanya telah berakhir begitu saja . apa semua yang aku lakukan itu sia-sia ?? kenapa non seolah mempermainkan ku , saat hari dimana kita putus tidak ada satu hari pun yang membuat ku melupakanmu . aku bahkan lupa jika aku seorang lelaki , aku menangis tersedu hanya karena merindukan istri orang . lihat aku non, aku menjadi sangat menyedihkan karena menyukaimu . apa aku sungguh sudah tidak berarti apa-apa untukmu ?? ” Cecarnya putus asa .


” Berapa kali aku harus mengatakan nya Natan ? itu hanya akan melukaimu .. kamu bisa jalani hidup mu sendiri dan mencari kebahagiaan mu . kenapa kamu masih saja mengharapkan orang yang sudah tidak menyukaimu ? ”


Natan semakin terluka dengan ucapan dan sikap Sinta .


” Aku berterimakasih karena kamu masih perduli padaku , tapi maaf aku tidak bisa kembali. Aku enggan mengatakan ini , tapi sepertinya aku harus mengatakan nya .. Aku sungguh telah melupakan mu . aku berharap kita bisa menjadi teman . ” Katanya lagi .


” Tidak . aku tidak bisa menjadi temanmu .. aku mengerti , aku janji tidak akan pernah bicara ini lagi .. sekarang aku sudah menekankan hatiku untuk move on . jika boleh aku minta tips pada non .. bagaimana caranya supaya aku melupakan non semudah non melupakan ku ?? boleh ?? ”


” Buka hatimu untuk orang lain . itu akan mempermudah semuanya . ” Jawaban Sinta meyakinkan .


” Jadi non membuka hati untuk bajingan itu ? bicaralah yang masuk akal non . ”


” Ya . aku mulai membuka hatiku untuk kak ken waktu itu . kamu pikir kenapa aku mau tidur dengan nya jika aku tidak memiliki perasaan padanya . ”


” Dia menyiksamu . bagaimana kamu sempat membuka hati untuknya ?? ” Teriak Natan amat terluka dengan ucapan demi ucapan Sinta .


” Apa kamu tidak bisa mengontrol diri ? apa kenyataan ini terlalu melukaimu ? apa yang salah dengan semua ucapan ku ?? " Tantang Sinta terus menekan Natan .


” Semuanya . semuanya terlalu melukaiku .. aku tidak tau kenapa aku begitu tidak tau diri . saat kamu mengejarku dulu , kamu tidak pernah membuat batasan siapa aku dan kamu non . kamu begitu menyukaiku dan membuat ku amat luluh .. sekarang disaat semuanya menjadi lebih baik kamu melukaiku seperti ini . apa ini upayamu agar aku berhenti ? kamu harus bersikap seperti ini agar aku terluka dan menjauh ??? ayahmu bilang kamu tidak ingin kembali padaku karena kamu merasa tidak pantas untuk ku ?? iya kan ? ”


” Mereka ingin sosok seorang ayah untuk bayiku makanya ayahku bicara seperti itu agar kamu mau menerima ku . sudahlah Natan .. aku sudah tidak ingin membicarakan tentang cinta itu . aku muak .. ” Katanya lagi sembari membuang pandangannya .


” Terimakasih non .. terimakasih karena sudah membuatku tersadar . cinta kita yang memuakkan itu memang layak di buang . sekarang aku tau dimana posisiku . ”


” Syukurlah , ngomong-ngomong aku harus pulang. sudah selesai kan ? ”


” Ya . aku akan mengantarmu . ”


" Tidak perlu . aku mau mampir ke minimarket dulu . lagian kasian Mbak Yumna nungguin kamu di rumah . cepat sana pulang . ”


Natan sudah tidak sanggup lagi untuk bicara , dia beranjak dan pergi meninggalkan Sinta di taman itu . Natan tidak terlihat seperti biasanya , dia mampu berteriak pada Sinta kali ini . dia begitu kecewa karena sikap Sinta yang menghempas nya begitu saja . Dia berjalan tanpa menoleh lagi .. sementara Sinta amat tersiksa dengan perasaan nya .. dia harus melukai Natan agar menjauh .


Setelah memastikan mobil Natan pergi , Sinta kembali duduk.


1 Jam kemudian , Yumna tiba di rumah . dia mendapati Natan sedang tidak baik . sepanjang perjalanan dia hanya diam .


Yumna merasa Sinta kembali menolak Natan .


” Cutilah . jangan bekerja terlalu berat .. apalagi jika Susana hatimu tidak baik . aku akan bicara pada suamiku . ” Kata Yumna menghentikan pikiran kalut Natan .


” Apa wajahku terlihat sedang tidak baik ? ”


” Ya . Sinta menolak lagi ya ? ”


” Apa seperti ini rasanya kandas yang sesungguhnya ? sakitnya luar biasa . ”


” Natan .. makanya kamu pergi berlibur sana . kamu perlu waktu untuk sendiri . ”


” Kenapa nona selalu memahami ku ? rasanya Aku ingin menangis , tapi aku sadar aku ini seorang pria . apa aku pantas melakukannya ?? ”


” Pria pun seorang manusia . pergilah ke kamar mandi . nyalakan air .. kamu bisa menangis tanpa khawatir akan ada yang mendengar . kadang menangis itu perlu kok . kamu akan merasa agak baikan . ya meskipun dengan menangis masalah mu tidak akan selesai . setidaknya kamu akan sedikit lega . ”


” Non ..” Ucapannya terhenti .


” Aku gak akan tanya yang lainnya , itu hanya akan membuatmu semakin terluka. pergilah .. ikuti saran ku .. pergi ke tempat yang bisa membuat mu nyaman . kamu tidak pernah cuti selama kerja disini . refreshing lah . ”


” Baik non . nanti saya akan meminta izin tuan . ”


" Pergilah sekarang .. urusan mas Dennis biar aku yang urus . nanti kalo kamu minta izin langsung padanya , yang ada dia gak ngasih .. kamu tau kan mas Dennis itu kayak gimana ?? ”


” Apa tidak apa-apa non ? ”


" Tidak .. kemasi barang mu , dan berangkat . ”


” Baik non . ”


” Kamu udah tau harus pergi kemana ?? ”


” Udah non .”


” Ya udah gih sana , mau nangis dulu atau mau berangkat langsung terserah kamu . ”


” Non saya tidak akan pernah melupakan kebaikan nona ini . semua perhatian non kepada saya itu amat berarti . ”


” Natan .. ”


” Saya tidak tau nona ini apa . kenapa perduli kepada ku yang hanya . ”


” Natan !!! pergilah .. kabari jika kamu sudah membaik . jangan dengarkan suamiku jika dia mengancam saat hari liburmu ya . kalo perlu matikan handphone . ”


" Saya akan dengar nona .. saya akan lakukan .. terima kasih non ..”


” Oke . ”