
Yumna mengantar Denis pulang, dia meminta security membopong Denis ke dalam rumah.
" Ini kunci mobilnya pak, Saya buru-buru harus pulang. " Kata yumna sembari terburu-buru meninggalkan rumah denis.
Sementara denis hanya diam seribu bahasa menatap kepergian yumna yang semakin jauh dari pandangan nya.
" Mari tuan. " Kata security.
1 Jam kemudian, Yumna merasa risau setelah mengatakan semua itu pada Denis. dia menatap ponsel dan mencari tau apa denis mengirim kan chat seperti biasa.
Kali ini denis benar-benar kecewa pada yumna. " Ini yang aku mau, jadi tidak sepatutnya bersedih. " Katanya menaruh ponsel.
Saat dia beranjak dari tempat tidur, Tiba-tiba bibi datang memberi tau kalo di di bawah ada juna, Dessy, dan candra .
" Iya bi. aku ke bawah. " Katanya sembari mengikat rambut.
Yumna menuruni anak tangga dan menyapa mereka " Kalian disini. "
" Sorry soal kelakuan juna. " pinta Dessy tulus.
" Kenapa harus kamu yang minta maaf, yang melakukan kan dia. " kata yumna amat kecewa .
" Mbak. aku gemes banget sama dia. "
" Apa pun itu kamu gak berhak mukulin orang semau mu. kamu jangan lupa mas Denis bisa melakukan apapun sama kamu jun. kalau dia tuntut kamu gimana ? kamu sadar gak sih, kamu itu ke kanak-kanak an. "
" Itu lebih baik dari pada dia, apa yang dia lakukan ke mbak itu sangat keterlaluan. " Katanya berapi-api.
" Iya na. juna bener.. orang kayak Denis itu harus di kasih pelajaran. kalo engga, dia bakalan bikin kamu terpojok. " Bela candra.
" Mas, aku tau apa yang mas denis lakukan itu sangat keterlaluan. tapi dia itu bukan orang jahat, dia cuma penuh dengan ego. "
" Kenapa mbak terus bela dia ? kalau sikap mbak kayak gini terus, dia bakalan kegirangan. " kata juna kesal.
" Sudah lah, aku cape. aku lagi gak pengen debat. aku mau istirahat. " Katanya segera beranjak.
" Udah biarin. yumna perlu waktu. kita pulang aja. " ajak Dessy.
Mereka segera pergi meninggalkan rumah yumna, Perasaan yumna menjadi tidak karuan setelah menyakiti Denis.
Dia sangat takut jika sewaktu-waktu Denis tau soal dirinya yang menyelinap ke rumah Denis setiap hari untuk menemui banyu. Denis pasti sangat marah karena telah menipunya.
Yumna berpikir untuk menghubungi ayah dan ibu Denis untuk membicarakan strategi mengenai persoalan ini.
" Ah tidak jangan sekarang, ibu lagi sedih. aku harus tunggu waktu yang tepat. "
Keesokan harinya, Denis tampak sudah siap untuk berangkat ke kantor. wajahnya berbeda dari biasanya, dia kembali seperti anj*ng yang siap menerkam siapa saja jika melakukan kesalahan.
" Sus, jaga banyu ya . pastikan makan nya aman. " Katanya sembari merapikan jas.
" Iya tuan. "
" Permisi tuan. ini bibi sudah membeli kue coklat pesanan tuan . " Kata bibi sembari menyodorkan.
Denis terdiam menatap kue coklat tersebut lalu membuka dan memakan nya .
" Kenapa rasanya lain. kue kemarin tidak seperti ini bi. bibi yakin ini di beli di toko yang sama ?? "
" Iya tuan. bibi membeli nya di toko kue yang sama kok. "
" Mungkin lidah ku sedang tidak enak. bibi taruh aja di meja. nanti aku makan lagi. "Katanya lalu mengambil tas kerja.
Saat berjalan melewati beberapa poto yumna, dia berhenti seketika. " Bi, tolong bereskan poto mantan istri ku. nanti sore udah harus beres ya. " Pinta Denis lalu melanjutkan langkah nya.
Bibi dan sus rini tampak heran dengan sikap Denis. mereka saling memandang penuh tanya.
" Ada apa bi ? apa tuan sudah mau move on ? "
" Sepertinya begitu. " jawab bibi khawatir.
Denis berangkat ke kantor bersama natan, sikap diamnya kali ini seperti lain. natan tak mau mengatakan apapun untuk menyinggung nya.
1 Jam kemudian, Denis fokus bekerja. dia menyimpan semua poto dan kenangan yumna.
Sementara itu yumna tampak kembali menyambangi rumah Denis seperti biasa, dia merasa lega karena denis telah melepaskan nya.
" Non, udah sarapan ? " Tanya bibi.
" Aku tidak makan bi. manager ku sangat cerewet, katanya aku tidak boleh makan semauku. aku cuma di beri salad dan buah. "
" Pantas badan non bagus banget. rupanya jaga makan. " puji bibi.
" Iya bi, tersiksa juga ya jadi public figure. "
" Enakan mana saat disini masih jadi istri tuan ? " Ledek bibi keceplosan.
" Hehe. "
" Maaf ya non. "
" Bagaimana mas Denis ? apa dia sudah baikan ?? "
".Kalian sudah putus beneran ? " Kata bibi lagi.
" Beneran, aku pengen kayak bibi aja. sendiri dan mandiri. "
" Non. " Katanya lirih.
" Jangan memandang ku seperti itu. bos mu akan baik-baik saja kok bi . "
" Non yakin ? "
" Kenapa engga ? hidup sendiri itu sangat nyaman bi, bukan berarti aku tidak butuh orang lain karena aku sudah sukses . tapi karena aku lebih menjaga diriku sendiri agar tidak menyulitkan siapa pun . mas Denis selalu jadi penyelamat dalam hidup ku, dia selalu maju lebih mengutamakan aku daripada dirinya sendiri. dalam hidup ku , aku tidak mau menjadi beban untuk siapa pun. "
" Non. " bibi memeluknya amat sedih dengar ucapan yumna .
" Tidak boleh sedih, aku sungguh tidak papa. " katanya lagi.
Saat yumna menepuk punggung bibi,Tiba-tiba dia melihat kue coklat di meja " Itu kue coklat bi. "
" Iya non. tempo hari tuan melihat kue coklat buatan non. dia merasa kalau rasanya sama persis dengan buatan tangan non . "
" Oya ? terus ?? "
" Ya udah. bibi bilang aja kalo itu dapat beli. eh gak di sangka malah nyuruh bibi beli lagi. pas udah beli, kata tuan rasanya beda. bedalah wong yang ini dapat beli beneran. " jelas bibi.
" Untung nya mas Denis gak curiga ya bi . "
" Iya. non.. bibi takut deh kalau nanti ketahuan. "
" Bibi tenang dan sabar ya . nanti aku pikirin caranya supaya aman terus. "
" Iya non. "
" Oya banyu udah mandi belum nih, mami mandiin ya. "
Yumna tampak asik menjalani Hari-hari nya bersama banyu.
Dia semangat bekerja dan pulang menemui banyu di rumah mantan.
2 sampai 3 minggu berlalu, Yumna masih menjalani pemotretan untuk sebuah brand. jauh-jauh hari dia meminta Dessy untuk tidak memperpanjang kontrak, dia ingin berhenti menjadi artis.
Dia membayangkan untuk segera merintis usaha sendiri.
" Bagaimana ini na, sayang banget tawaran nya di tolak semua. acc saja dulu ya.. kan kamu mesti perlu banyak modal buat bikin resto dan toko kue. " Bujuk Dessy.
" Gak bakalan selesai, ini aja project film masih antri des. "
" Lumayan lho na, bayaran nya bisa buat tambah-tambah. "
" Ah kamu mata duitan. "
" Ini Ownernya masih chat terus, katanya mau minta berapa aja bisa di kondisi kan. sayang jangan di tolak ya. "
" Iya terserah kamu aja dess. "
.