
Dennis pulang lain dari biasanya , Waktu baru menunjukkan pukul 3 sore .
Dia menaruh tas dan mencari Yumna ke kamar .
” Sayang !!!! " Panggil nya sembari membuka pintu kamar .
Namun Dennis tak menemukan keberadaan Yumna .
Dia masuk ke dalam kamar mandi , memastikan keberadaan Yumna .
” Tidak ada . kemana dia ..” Katanya lalu kembali ke ruang tamu .
" Bi .. kemana istri ku ?? " Tanya Dennis .
” Lagi di kamar junior den , beliau sedang menata keperluan debay ..”
” Ih .. masa bi ? perasaan kamar itu belum di rapihkan ..”
Dennis segera pergi ke kamar calon bayinya agak terburu-buru .
” Sayang !! ya ampun kamu ngapain ? ” Tanyanya .
” Kamu udah pulang mas ? ini aku lagi beresin perlengkapan bayi kita . liat nih baju-bajunya lucu deh .. gemes . aku udah cuci dan setrika . ini semua barang pemberian ibumu waktu itu . ”
" Kamu kan bisa minta tolong yang lain buat beresin kamar ini . kamu jangan capek-capek . ”
” Masa aku nangkring terus sih mas . semenjak nikahin kamu aku jadi pengangguran .. bete deh . ini jangan itu jangan . ” Gerutunya manja .
” Ya gapapa . kamu udah terlalu lama bekerja keras .. sekarang tinggal nikmati semuanya . apa gunanya nikahi aku kalo kamu masih repot melakukan apapun sendiri . ” Katanya tulus .
” Iya . apapun yang aku lakukan gak akan membuatku capek kok mas . ”
Dennis meraih badan sang istri dengan lembut lalu memeluk nya .
” Makasih buat semu ini , makasih karena kamu mau menerima ku lagi . ini adalah kebahagiaan yang luar biasa Na . hidup sama kamu kayak gini menjadi impianku sejak lama .. saat kita masih duduk di bangku sekolah . tidak ada satu hari pun yang aku lewati tanpa melihat wajah mu . semua perasaan itu tidak pernah berubah sampai detik ini . aku sungguh menyukaimu .. ” Lontarnya tulus .
Yumna dibuat melayang oleh kata-kata suaminya , dia tersenyum dan meraih wajah sang suami .
” Aku lebih menyukaimu . ”
” Tidak , perasaan ku lebih darimu . ”
Lagi .. dia tersenyum melihat reaksi wajah sang suami .
” Terimakasih . hanya itu kata yang bisa aku ucapkan . ”
” Tidak , akulah yang harus berterima kasih . ”
” Sudahlah , kamu memang tidak mau mengalah . malam ini antar aku ke mall ya . aku belum juga dapat barang buat Diana . entah teman macam apa aku ini .. sampe melupakannya seperti ini . ”
” Oke . ”.
” Tapi kamu capek gak ? kalo capek aku akan ajak Jihan . ”
” Enggak .. apa sih yang enggak buat kamu. ”
” Berhenti gombalnya . aku udah meleleh banget .. sekarang kamu mandi sana .. bau . ”
” Kalo kamu udah mandi ? ”
” Udah dong . kenapa ?? ”
" Hehe . ”
Dennis meninggalkan senyuman mencurigakan.
” Sadarlah mas . aku ini udah gendut banget .. masa mau di ajakin main di sana . ”
" Hahaha . ” Gelak tawanya menggelegar seolah geli mendengar ucapan Yumna .
Se isi rumah pun merasa aneh dengan tawa tuannya yang hampir tidak pernah tertawa seperti itu .
” Kamu masih seksi kok walaupun gendut . aku tetap tergila-gila denganmu .. apalagi bibirmu , rasanya aku tak tahan ingin menggigit bibir mu itu . boleh ?? ”
” Enggak ah , kamu kalo minta cium pasti ujung-ujungnya di habisin juga . ”.
” Ya tandanya aku normal lho sayang . ”
” Udah yuk . aku udah beres .. mandi sana ah .. bau asem . ”
" Sembarangan . ”
" Hehe .. ”
Mereka berdua keluar dari ruangan tersebut .
" Ngomong-ngomong Natan gimana ? kapan dia kembali ?? ” Tanya Dennis .
” Belum ada mas . biarin lah dulu .. dia perlu waktu buat sendiri . ”
” Aku suka khawatir kalo kamu keluar tanpa dia . ”
” Enggak sayang , insyaallah gapapa . ”
Dennis tak membalas ucapan Yumna lagi , dia segera ke kamar dan mandi .
Sementara itu Yumna mencari HP dan melihat sebuah pesan dari 2 nomor telepon yang berbeda .
” Aku harus move on . ” Tulis Nadia tidak lupa menambahkan emoticon menangis .
Sementara pesan yang satunya dari Rendy .
” Apa gunanya hidup ini Yumna . ” Tulisnya .
Kedua pesan dari suami istri itu cukup membuat Yumna menarik nafas panjang kemudian dia segera menghapusnya .
” Mereka berdua , tolong satukan lagi ya Rabb . aku tidak ingin menjadi belenggu buat siapapun . ” Lontarnya sedih .
” Tidak ada yang aku lakukan , tapi kenapa semua malah jadi kayak gini . ”
Malam pun tiba ,
Waktu menunjukkan pukul 8 malam , Yumna selesai mencari kado untuk diana di temani Dennis .
Mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan malam.
Tak di sangka mereka bertemu dengan Nadia bersama seorang pria sedang makan malam .
” Jangan menyapa nya . biarkan dia makan malam dengan tenang . ” Pinta Dennis .
” Siapa pria itu ya ?? Mungkin sepupu atau saudaranya . ” Pangkas Yumna .
” Tidak ada saudara yang memandangi seorang perempuan seperti itu . ” Katanya datar .
” Aku tau bagaimana tatapan seseorang . ”
” Dia bersuami mas . ” katanya lagi .
” Gak usah urusi dia , kita datang kesini untuk makan . aku laper sayang . ”
" Mbak . ” Panggil Dennis pada pelayan .
Tiba-tiba Rendy terlihat menghampiri istri dan pria itu .. Suasana cukup membuat Yumna degdegan .
” Aku gak di undang ? ” Katanya lalu duduk di samping Nadia .
" Dia siapa ? ” Tanya si pria .
" Suamiku . aku kan udah bilang kalo aku bersuami . ” Jawab Nadia santai sembari melahap hidangan makan malam nya .
" Oh . ” Jawabnya simpel .
Rendy tersenyum mendengar ucapan Nadia yang mulai tidak memperdulikan .
” Cinta cinta .. maksudmu cinta apa Nadia . aku akan tetap bersamamu walau apapun yang terjadi .. itu adalah ucapanmu padaku , tapi apa ini ?? dasar pembual . ” Kata Rendy kesal tapi masih bisa menahannya .
” Menurut mu kenapa aku harus terus mempertahankan pernikahan ini ?? Aku mau berhenti menjadi bego . ”
” Pulang . " Katanya menatap sang istri serius.
" Pulang kemana ? di rumahmu tidak ada tempat untukku . jadi jangan perduli dengan ku .. pergilah , beri aku kesempatan untuk membuka hati untuk orang lain . jangan egois .. ” Katanya masih dengan senyuman .
” Aku masih suamimu kan ? jadi aku berhak meminta mu pergi atau tinggal . ikuti saja mauku .. ” Katanya geram .
" Hahaha lihat suamiku ini mas . Dia bersikap tidak ingin kehilangan ku , tapi dia sendiri mengejar wanita lain . ” Celoteh nya cekikikan .
” Sudahlah bro , dia berhak bahagia .. gue bisa kok kasih apapun yang dia mau . " Sela teman prianya .
Rendy beranjak dari duduknya dan meraih tangan Nadia .
” Jangan menguji Kesabaran ku . ” Pintanya sembari menariknya keluar .
Nadia memberontak dan menghempaskan tangan suaminya .
Sementara itu Yumna nampak ketar-ketir menyaksikan sepasang suami-isteri . Bukan hanya mereka saja , tapi semua orang nampak memperhatikan keduanya.
” Jangan !! Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri . ” Kata Dennis pada Yumna .
Yumna terdiam dan tidak mengalihkan pandangan pada mereka .
” Apa ?? kalo aku gak mau , kamu mau apa ? ” Tantang Nadia agak marah .
” Pulang . itu saja .. ” Rendy kembali menarik tangan Nadia dengan kasar .
Dia membawa nya ke mobil , Sementara Rio teman pria Nadia tampak berusaha menghalangi .
” Bisa gak lo gak usah kasar gitu . gimana dia mau nyaman sama Lo . ” Sela Rio .
” Lo mending balik , dan gak usah temui bini orang lagi . ” Ancam Rendy lalu masuk ke dalam mobil .
Rio hanya tersenyum mendengar ucapan Rendy .
” Bawa aku ke rumah ayah .” Pinta Nadia .
Bukannya menjawab , Rendy malah banting setir menaikkan kecepatan mobilnya .
Dia tampak bete malam itu , entah karena dia mulai cemburu melihat Nadia bersama pria lain atau apa .
Sikap Rendy malah membuat Nadia semakin tidak mengerti .
20 menit kemudian , mereka tiba di rumah .
" Keluar . ” Pinta Rendy sinis sembari membuka pintu mobil.
” Aku mau pulang ke rumah ayah . buat apa aku disini ?? ” Lontar Nadia geram .
Rendy menarik Nadia keluar dan membanting pintu mobil .
Dia menyeret Nadia ke dalam rumah .
” Kalo mau bertengkar ayo di dalam . ” Cecar Rendy .
Setelah tiba di dalam , Nadia menghempaskan tangan suaminya .
” Apa mau mu ?? ”
” Tidak ada . ”
” Kamu pikir kamu berhak melakukan ini padaku ?? ”
” Tentu , lupa ya aku ini suamimu ?? ”
” Ya . suami yang terus-menerus melukai istrinya . bagaimana bisa aku melupakan itu. ”
” Apapun yang aku lakukan , kamu tidak pantas jalan dengan pria lain . itu menghinaku . ”
” Menghina ?? lalu bagaimana harga diriku sebagai istri ?? harus tetap diam dan berpura-pura seperti dulu .. tersenyum walau sakit , diam meski lelah ?? kenapa kamu memperlakukan ku seperti sampah ? aku tanya padamu , apa kamu pernah sekali saja memikirkan ku meski hanya 2 menit saja ? apa kamu tau perasaanku selama ini ?? daripada kamu siksa seperti ini akan lebih baik jika kamu membunuhku . aku muak !!! ” Cecarnya berurai air mata.
” Aku tau . ” Jawabnya putus asa.
” Saat kamu bilang mau kembali mengejar Yumna , aku berusaha untuk tegar dan kembali menjalani hidupku. aku akan mencoba melepaskan .. tapi kenapa kamu bersikap egois ? kenapa kamu ingin aku tetap tinggal walau kamu masih mau mengejar wanita lain ? berat sekali buatku untuk membenci Yumna . dia tidak melakukan apapun padaku , tapi kamu membuatku merasa disakiti olehnya . dia cantik dan baik oke , aku ngerti kenapa kamu tergila-gila seperti ini ... !!! Cecar Nadia lagi .
Rendy termangu dan duduk di sofa mendengar semua keluhan istrinya yang memang terbilang tidak adil baginya.
” Apa aku tidak pernah berusaha melupakan Yumna ? aku sungguh melakukannya . merelakan dia dan menjalani pernikahan denganmu .. aku juga tidak tau mengapa sulit sekali untuk mengabaikan nya . kamu ingat saat kita bertemu di cafe ? wajahnya muram karena pria yang dia nikahi . aku tidak rela siapapun menyia-nyiakan dirinya . maafkan aku yang terus melukaimu seperti ini. aku sadar jika aku begitu jahat dan tidak adil padamu .. aku pasrah kamu mau menceraikan ku , tapi .. bisakah kamu menahan diri untuk menemui pria lain sebelum perceraian kita ? jika ayahku tau , dia mungkin akan kecewa . ” Pintanya .
” Baik . aku akan menunggu sampai perceraian kita selesai. Sekarang aku mau pulang .. ” Katanya lalu meraih tas.
" Bawalah mobilku . jadi kamu tidak perlu mencari taksi . ”
” Terimakasih. tapi aku menolaknya .. aku tidak butuh apapun darimu . ”
Nadia bergegas untuk segera meninggalkan rumah , Melihat kebencian istrinya . Rendy malah berusaha mengikutinya .
Dia menarik tangan Nadia mengagetkan .
” Aku kelaparan beberapa hari ini . pernah kah kamu menanyakan itu ? ”
” Kamu punya tangan , uang , dan pikiran .. jika kamu tidak bisa membuat sesuatu .. maka pergilah membeli makan keluar . ”
” Tidak bisakah kamu membuatnya dulu untukku sebelum kamu pergi ? aku malas keluar rumah . ”
Nadia mendelik mendengar permintaan Rendy kali ini . Tapi dia segera pergi ke dapur untuk mencari bahan makanan .