YUMNA

YUMNA
Episode 204



Dennis pulang lain dari biasanya , Waktu baru menunjukkan pukul 3 sore .


Dia menaruh tas dan mencari Yumna ke kamar .


” Sayang !!!! " Panggil nya sembari membuka pintu kamar .


Namun Dennis tak menemukan keberadaan Yumna .


Dia masuk ke dalam kamar mandi , memastikan keberadaan Yumna .


” Tidak ada . kemana dia ..” Katanya lalu kembali ke ruang tamu .


" Bi .. kemana istri ku ?? " Tanya Dennis .


” Lagi di kamar junior den , beliau sedang menata keperluan debay ..”


” Ih .. masa bi ? perasaan kamar itu belum di rapihkan ..”


Dennis segera pergi ke kamar calon bayinya agak terburu-buru .


” Sayang !! ya ampun kamu ngapain ? ” Tanyanya .


” Kamu udah pulang mas ? ini aku lagi beresin perlengkapan bayi kita . liat nih baju-bajunya lucu deh .. gemes . aku udah cuci dan setrika . ini semua barang pemberian ibumu waktu itu . ”


" Kamu kan bisa minta tolong yang lain buat beresin kamar ini . kamu jangan capek-capek . ”


” Masa aku nangkring terus sih mas . semenjak nikahin kamu aku jadi pengangguran .. bete deh . ini jangan itu jangan . ” Gerutunya manja .


” Ya gapapa . kamu udah terlalu lama bekerja keras .. sekarang tinggal nikmati semuanya . apa gunanya nikahi aku kalo kamu masih repot melakukan apapun sendiri . ” Katanya tulus .


” Iya . apapun yang aku lakukan gak akan membuatku capek kok mas . ”


Dennis meraih badan sang istri dengan lembut lalu memeluk nya .


” Makasih buat semu ini , makasih karena kamu mau menerima ku lagi . ini adalah kebahagiaan yang luar biasa Na . hidup sama kamu kayak gini menjadi impianku sejak lama .. saat kita masih duduk di bangku sekolah . tidak ada satu hari pun yang aku lewati tanpa melihat wajah mu . semua perasaan itu tidak pernah berubah sampai detik ini . aku sungguh menyukaimu .. ” Lontarnya tulus .


Yumna dibuat melayang oleh kata-kata suaminya , dia tersenyum dan meraih wajah sang suami .


” Aku lebih menyukaimu . ”


” Tidak , perasaan ku lebih darimu . ”


Lagi .. dia tersenyum melihat reaksi wajah sang suami .


” Terimakasih . hanya itu kata yang bisa aku ucapkan . ”


” Tidak , akulah yang harus berterima kasih . ”


” Sudahlah , kamu memang tidak mau mengalah . malam ini antar aku ke mall ya . aku belum juga dapat barang buat Diana . entah teman macam apa aku ini .. sampe melupakannya seperti ini . ”


” Oke . ”.


” Tapi kamu capek gak ? kalo capek aku akan ajak Jihan . ”


” Enggak .. apa sih yang enggak buat kamu. ”


” Berhenti gombalnya . aku udah meleleh banget .. sekarang kamu mandi sana .. bau . ”


” Kalo kamu udah mandi ? ”


” Udah dong . kenapa ?? ”


" Hehe . ”


Dennis meninggalkan senyuman mencurigakan.


” Sadarlah mas . aku ini udah gendut banget .. masa mau di ajakin main di sana . ”


" Hahaha . ” Gelak tawanya menggelegar seolah geli mendengar ucapan Yumna .


Se isi rumah pun merasa aneh dengan tawa tuannya yang hampir tidak pernah tertawa seperti itu .


” Kamu masih seksi kok walaupun gendut . aku tetap tergila-gila denganmu .. apalagi bibirmu , rasanya aku tak tahan ingin menggigit bibir mu itu . boleh ?? ”


” Enggak ah , kamu kalo minta cium pasti ujung-ujungnya di habisin juga . ”.


” Ya tandanya aku normal lho sayang . ”


” Udah yuk . aku udah beres .. mandi sana ah .. bau asem . ”


" Sembarangan . ”


" Hehe .. ”


Mereka berdua keluar dari ruangan tersebut .


" Ngomong-ngomong Natan gimana ? kapan dia kembali ?? ” Tanya Dennis .


” Belum ada mas . biarin lah dulu .. dia perlu waktu buat sendiri . ”


” Aku suka khawatir kalo kamu keluar tanpa dia . ”


” Enggak sayang , insyaallah gapapa . ”


Dennis tak membalas ucapan Yumna lagi , dia segera ke kamar dan mandi .


Sementara itu Yumna mencari HP dan melihat sebuah pesan dari 2 nomor telepon yang berbeda .


” Aku harus move on . ” Tulis Nadia tidak lupa menambahkan emoticon menangis .


Sementara pesan yang satunya dari Rendy .


” Apa gunanya hidup ini Yumna . ” Tulisnya .


Kedua pesan dari suami istri itu cukup membuat Yumna menarik nafas panjang kemudian dia segera menghapusnya .


” Mereka berdua , tolong satukan lagi ya Rabb . aku tidak ingin menjadi belenggu buat siapapun . ” Lontarnya sedih .


” Tidak ada yang aku lakukan , tapi kenapa semua malah jadi kayak gini . ”


Malam pun tiba ,


Waktu menunjukkan pukul 8 malam , Yumna selesai mencari kado untuk diana di temani Dennis .


Mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan malam.


Tak di sangka mereka bertemu dengan Nadia bersama seorang pria sedang makan malam .


” Jangan menyapa nya . biarkan dia makan malam dengan tenang . ” Pinta Dennis .


” Siapa pria itu ya ?? Mungkin sepupu atau saudaranya . ” Pangkas Yumna .


” Tidak ada saudara yang memandangi seorang perempuan seperti itu . ” Katanya datar .


” Aku tau bagaimana tatapan seseorang . ”


” Dia bersuami mas . ” katanya lagi .


” Gak usah urusi dia , kita datang kesini untuk makan . aku laper sayang . ”


" Mbak . ” Panggil Dennis pada pelayan .


Tiba-tiba Rendy terlihat menghampiri istri dan pria itu .. Suasana cukup membuat Yumna degdegan .


” Aku gak di undang ? ” Katanya lalu duduk di samping Nadia .


" Dia siapa ? ” Tanya si pria .


" Suamiku . aku kan udah bilang kalo aku bersuami . ” Jawab Nadia santai sembari melahap hidangan makan malam nya .


" Oh . ” Jawabnya simpel .


Rendy tersenyum mendengar ucapan Nadia yang mulai tidak memperdulikan .


” Cinta cinta .. maksudmu cinta apa Nadia . aku akan tetap bersamamu walau apapun yang terjadi .. itu adalah ucapanmu padaku , tapi apa ini ?? dasar pembual . ” Kata Rendy kesal tapi masih bisa menahannya .


” Menurut mu kenapa aku harus terus mempertahankan pernikahan ini ?? Aku mau berhenti menjadi bego . ”


” Pulang . " Katanya menatap sang istri serius.


" Pulang kemana ? di rumahmu tidak ada tempat untukku . jadi jangan perduli dengan ku .. pergilah , beri aku kesempatan untuk membuka hati untuk orang lain . jangan egois .. ” Katanya masih dengan senyuman .


” Aku masih suamimu kan ? jadi aku berhak meminta mu pergi atau tinggal . ikuti saja mauku .. ” Katanya geram .


" Hahaha lihat suamiku ini mas . Dia bersikap tidak ingin kehilangan ku , tapi dia sendiri mengejar wanita lain . ” Celoteh nya cekikikan .


” Sudahlah bro , dia berhak bahagia .. gue bisa kok kasih apapun yang dia mau . " Sela teman prianya .


Rendy beranjak dari duduknya dan meraih tangan Nadia .


” Jangan menguji Kesabaran ku . ” Pintanya sembari menariknya keluar .


Nadia memberontak dan menghempaskan tangan suaminya .


Sementara itu Yumna nampak ketar-ketir menyaksikan sepasang suami-isteri . Bukan hanya mereka saja , tapi semua orang nampak memperhatikan keduanya.


” Jangan !! Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri . ” Kata Dennis pada Yumna .


Yumna terdiam dan tidak mengalihkan pandangan pada mereka .


” Apa ?? kalo aku gak mau , kamu mau apa ? ” Tantang Nadia agak marah .


” Pulang . itu saja .. ” Rendy kembali menarik tangan Nadia dengan kasar .


Dia membawa nya ke mobil , Sementara Rio teman pria Nadia tampak berusaha menghalangi .


” Bisa gak lo gak usah kasar gitu . gimana dia mau nyaman sama Lo . ” Sela Rio .


” Lo mending balik , dan gak usah temui bini orang lagi . ” Ancam Rendy lalu masuk ke dalam mobil .


Rio hanya tersenyum mendengar ucapan Rendy .


” Bawa aku ke rumah ayah .” Pinta Nadia .


Bukannya menjawab , Rendy malah banting setir menaikkan kecepatan mobilnya .


Dia tampak bete malam itu , entah karena dia mulai cemburu melihat Nadia bersama pria lain atau apa .


Sikap Rendy malah membuat Nadia semakin tidak mengerti .


20 menit kemudian , mereka tiba di rumah .


" Keluar . ” Pinta Rendy sinis sembari membuka pintu mobil.


” Aku mau pulang ke rumah ayah . buat apa aku disini ?? ” Lontar Nadia geram .


Rendy menarik Nadia keluar dan membanting pintu mobil .


Dia menyeret Nadia ke dalam rumah .


” Kalo mau bertengkar ayo di dalam . ” Cecar Rendy .


Setelah tiba di dalam , Nadia menghempaskan tangan suaminya .


” Apa mau mu ?? ”


” Tidak ada . ”


” Kamu pikir kamu berhak melakukan ini padaku ?? ”


” Tentu , lupa ya aku ini suamimu ?? ”


” Ya . suami yang terus-menerus melukai istrinya . bagaimana bisa aku melupakan itu. ”


” Apapun yang aku lakukan , kamu tidak pantas jalan dengan pria lain . itu menghinaku . ”


” Menghina ?? lalu bagaimana harga diriku sebagai istri ?? harus tetap diam dan berpura-pura seperti dulu .. tersenyum walau sakit , diam meski lelah ?? kenapa kamu memperlakukan ku seperti sampah ? aku tanya padamu , apa kamu pernah sekali saja memikirkan ku meski hanya 2 menit saja ? apa kamu tau perasaanku selama ini ?? daripada kamu siksa seperti ini akan lebih baik jika kamu membunuhku . aku muak !!! ” Cecarnya berurai air mata.


” Aku tau . ” Jawabnya putus asa.


” Saat kamu bilang mau kembali mengejar Yumna , aku berusaha untuk tegar dan kembali menjalani hidupku. aku akan mencoba melepaskan .. tapi kenapa kamu bersikap egois ? kenapa kamu ingin aku tetap tinggal walau kamu masih mau mengejar wanita lain ? berat sekali buatku untuk membenci Yumna . dia tidak melakukan apapun padaku , tapi kamu membuatku merasa disakiti olehnya . dia cantik dan baik oke , aku ngerti kenapa kamu tergila-gila seperti ini ... !!! Cecar Nadia lagi .


Rendy termangu dan duduk di sofa mendengar semua keluhan istrinya yang memang terbilang tidak adil baginya.


” Apa aku tidak pernah berusaha melupakan Yumna ? aku sungguh melakukannya . merelakan dia dan menjalani pernikahan denganmu .. aku juga tidak tau mengapa sulit sekali untuk mengabaikan nya . kamu ingat saat kita bertemu di cafe ? wajahnya muram karena pria yang dia nikahi . aku tidak rela siapapun menyia-nyiakan dirinya . maafkan aku yang terus melukaimu seperti ini. aku sadar jika aku begitu jahat dan tidak adil padamu .. aku pasrah kamu mau menceraikan ku , tapi .. bisakah kamu menahan diri untuk menemui pria lain sebelum perceraian kita ? jika ayahku tau , dia mungkin akan kecewa . ” Pintanya .


” Baik . aku akan menunggu sampai perceraian kita selesai. Sekarang aku mau pulang .. ” Katanya lalu meraih tas.


" Bawalah mobilku . jadi kamu tidak perlu mencari taksi . ”


” Terimakasih. tapi aku menolaknya .. aku tidak butuh apapun darimu . ”


Nadia bergegas untuk segera meninggalkan rumah , Melihat kebencian istrinya . Rendy malah berusaha mengikutinya .


Dia menarik tangan Nadia mengagetkan .


” Aku kelaparan beberapa hari ini . pernah kah kamu menanyakan itu ? ”


” Kamu punya tangan , uang , dan pikiran .. jika kamu tidak bisa membuat sesuatu .. maka pergilah membeli makan keluar . ”


” Tidak bisakah kamu membuatnya dulu untukku sebelum kamu pergi ? aku malas keluar rumah . ”


Nadia mendelik mendengar permintaan Rendy kali ini . Tapi dia segera pergi ke dapur untuk mencari bahan makanan .