YUMNA

YUMNA
Episode 281



Yumna mengantar sus rini dan banyu ke rumahnya . kemudian dia berangkat ke lokasi syuting.


Hari ini dia sangat penat namun mesti profesional . Tiba-tiba Dessy segera menghampiri yumna yang sedang membaca naskah. " Ini film terakhir. jadi semangat . " Seru Dessy menyemangati.


" Ambil saja kalau masih ada job . sekarang aku malah butuh pekerjaan saat kembali menikah . "


" Kenapa ? "


" Mas denis membawa pacar ke rumah , aku tidak mau diam di rumah dan menyaksikan mereka bermesraan. "


" Cie ada yang cemburu nih !! " ledek Dessy.


" Sorry coba ulangi. "


" Emang beneran pacaran ? masa denis bisa terima wanita baru begitu saja setelah sekian lama mengemis cinta kamu ? bohong kali. " Jelas Dessy yakin.


" Tidak. setiap waktu dia senyum-senyum sendiri. membuat ku risih.. aku tau benar bagaimana orang yang lagi di mabuk cinta. "


" Terus kamu gapapa ?? " Tanyanya serius.


" Gapapa kenapa ? bukannya ini bagus ya ?? kalau mas denis bisa move on.. aku bebas. aku gak perlu bodyguard , gak usah takut sama dia lagi. dunia semakin luas untuk ku. " Jelas yumna hampir meradang dengan ucapan sang manager.


" Really ? kalau iya kamu gapapa.. wajahmu tidak akan seperti ini. " Ledeknya sembari menunjuk ke wajah yumna .


" Kenapa dengan wajahku ??? " Cecar yumna hampir melotot.


" Eits sabar neng. yang kuat ya.. jangan emosian dong. "


" Kamu nih kalo ngomong ke mana-mana deh . kamu pikir aku masih suka mas denis ?? "


" Iya ??? "


" Apa sih des . nyebelin banget sih kamu . " Gerutu yumna tidak terima.


" Kalo dia punya pacar. kenapa kamu juga ga punya pacar ?? "


".Halah udah ada anak boro-boro pengen pacaran. "


" Gini nih kalo orang udah punya duit banyak . gak butuh cinta. "


" Makin gak jelas deh omongan kamu. mending minggir aku lagi ngapalin dialog. "


" Woke. "


Yumna terlihat tak seperti biasanya hari ini, kedekatan denis dengan wanita lain lumayan mempengaruhi nya meski seribu kali dia menyangkal.


1 Jam kemudian, denis nekat membawa mosha ke rumah yumna.


Dia datang ke rumah yumna dan meminta sus rini tutup mulut. semua itu sangat mengherankan bagi para pekerja. termasuk pak danang.


Saat mosha asik bermain dengan banyu, pak danang menghampiri denis.


" Tuan. "


" Iya pak. "


" Saya udah bebas kan ? tuan udah gak butuh saya lagi buat mata-mata ? "


" Kenapa gitu pak ??"


" Kan tuan udah ada pacar sekarang. "


" Gak tau pak. "


" Jangan gitu dong tuan. saya terbebani dengan semua ini. saya seperti pengkhianat di rumah nona. "


" Ya udah saya lepasin pak danang mulai sekarang. "


" Semudah itu ? tuan beneran ?? "


" Kok kayak gak percaya gitu pak ?? "


" Tuan beneran udah berubah ?? "


" Saya hanya ingin mencoba melepaskan orang yang tidak ingin bersama saya lagi. "


" Tuan. ".. Ujar pak danang sedih.


" Saya tidak punya harapan lagi pak. Jangankan yumna, pak danang pun sepertinya sudah dongkol pada saya. "


." Engga kok tuan. saya cuma tidak mau mengkhianati siapapun. "


" Hmmm saya mengerti. yumna sangat baik pada pak danang dan semua orang . "


" Nona memang berlian. " Puji pak danang.


" Dan saya hanya karang di lautan yang tidak tau diri ingin bersamanya. "


" Tuan jangan bicara seperti itu. saya jadi sedih. "


" Solat, minta sama Alloh. supaya tuan diberi hati yang sabar . "


Denis tersenyum mendengar jawaban Pak danang. Dia teringat yumna saat menjadi istrinya yang masih cerewet.. setiap hari dia mengomel karena denis masih suka bolong-bolong mengerjakan 5 waktu nya.


Dia beranjak dan pergi ke kamar mandi tanpa mengatakan apapun pada pak danang.


Saat dia berjalan melewati ruang tamu, denis berhenti memandang lukisan sang istri .


" Aku rindu semua itu Na. apa kita benar-benar hanya akan seperti ini saja. perasaan yang kamu bunuh untukku sangat melukai . aku tidak tau harus darimana memulai.. memulai mencoba melepaskan. " Batinnya memandang lukisan yumna di ruang tamu.


Beberapa menit berlalu, Mosha dan denis segera pergi dari rumah yumna di antar natan. Mosha sangat bahagia 1 hingga 2 hari ini. dia tidak percaya akan menyukai seseorang dengan mudah.. saat di mobil dia memilih duduk di samping natan . sementara denis duduk di belakang seorang diri. dia tidak perduli apapun , pikiran nya hanya kalut memikirkan istri nya.


Sedangkan natan, dia tak menaruh curiga jika mosha sedang mencoba mendekati nya, dia fokus mengemudi dan mengabaikan perempuan di samping nya yang sedang mencuri pandang .


Natan mengantar mosha ke rumah dan mengantar denis ke rumah sakit menjenguk ayah.


Setibanya di rumah sakit. denis duduk di samping ayah dengan full senyuman." Bagaimana keadaan ayah ? "


" Semakin membaik. alhamdulillah.. mana yumna ? kok datang sendiri ?? "


" Yumna ada kerjaan yah. maaf ya. "


Ayah memandang putranya dengan hangat " Hubungan kalian bagaimana ? "


" Baik yah. emang kenapa ?? "


" Kenapa ayah merasa lain di wajahmu. "


" Pekerjaan di kantor menumpuk yah. apalagi aku harus handle kantor ayah selama sakit. aku bolak balik kesana.. "


".Ya ampun kasian.kamu capek ya. "


" Tidak apa-apa. denis ingin ayah segera pulih. jaga jantung ayah ya.. jangan serangan jantung lagi. aku sangat takut. "


" Makanya janji sama ayah. kalau kalian akan baik-baik saja ?? tidak ada perpisahan lagi di antara kalian kecuali kematian ?? "


" Yah !! . "


" Permintaan ayah gak muluk-muluk kok. bukan kah yumna adalah hidupmu, jadi janji sama ayah sekarang . "


Denis tersenyum memandang sang ayah " Aku takut mengingkarinya ayah. jadi kumohon jangan membuat ku berjanji ya. aku dan yumna baik-baik saja. "


Ayah merasa ada yang lain dari ucapan denis, Setelah denis pulang. ayah meminta fandi menyelidiki apa yang terjadi.


Saat fandi pergi ke rumah sakit memenuhi panggilan dari ayah, Natan sangat curiga dan membuntutinya dari belakang .


Natan mendengar semua percakapan mereka, Lalu segera pergi sebelum fandi keluar dari ruangan ayah.


Natan kembali ke parkiran mobil dan menunggu denis mengabarinya.


Saat denis keluar ruangan ayah, lagi-lagi ibu membawa nya ke kantin rumah sakit untuk bicara. " Apa yang ayah katakan ? "


" Seperti biasa. meminta ku menjaga hubungan dengan yumna bu . "


" Ayah akan pulih. jadi kamu gak usah khawatir. "


" Bagaimana kalau ayah tau kebenarannya bu ? aku gak mau dia kambuh lagi. "


" Jangan se melow ini Nak. kamu gak cocok sayang. putra ibu tidak seperti ini. "


" Apa ibu tidak takut kalo ayah kembali serangan jantung saat mengetahui kebenarannya ?? "


" Lalu kamu berharap apa ? meminta yumna stay sama kamu selamanya ?? kita tidak bisa terus mengorbankan yumna. dia juga punya kehidupan sendiri. "


" Bukan begitu bu, denis hanya takut kalau-kalau ayah mengetahui semuanya. apa yang harus kita lakukan ? "


" Kamu gak usah banyak pikiran. tugas kamu hanya terus membuat mosha menyukaimu, selebihnya urusan ibu . "


" Apa sekarang aku sudah kehilangan kasih sayang ibu ? demi yumna, ibu terus memojokkan putra ibu. "


" Demi yumna ? bukankah demi yumna kamu mengabaikan ibu ? "


" Bu !! "


" Sadar tidak kalau kamu selalu membantah ucapan ibu dan ayah. kalau ayah sampai jatuh sakit seperti ini alasan nya bukan karena yuman.. tapi kamu, kamu yang tidak pernah dewasa. melakukan apapun dengan ego.. bisa di benarkan tidak apa yang kamu lakukan pada yumna ?? jadi ibu mohon jaga sikap mu. sekarang mending kamu ke kantor.. "


Denis diam dan beranjak meninggalkan ibunya, dia tidak habis pikir jika ibunya berubah banyak kali ini.


20 menit kemudian, Natan segera mengantar Denis ke kantor. dalam perjalanan dia mengatakan apa yang dia dengar antara ayah dan fandi." Apa ? ayah ingin memata-matai ku ? " Tanyanya tak yakin.


" Tuan irwan ingin memastikan jika hubungan nona dan anda baik-baik saja . "


" Lalu bagaimana dengan mosha ? "


" Sebaiknya anda tidak keluar berkencan bersamanya dulu . "


Denis kembali dibikin pusing dengan apa yang Natan katakan padanya.