YUMNA

YUMNA
Episode 276



Denis keluar dari kamar dan membiarkan yumna di dalam seorang diri .


Dia sudah tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan pada yumna .


Sementara yumna merasa sudah hancur, dia tak bisa memikirkan bagaimana setelah malam ini. tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain menangis.


" Nenek.. apa yang sedang terjadi padaku. kenapa dia menghancurkan seluruh hidup ku. " ujarnya menangis di balik selimut.


Dia beranjak dari ranjang dan segera merapikan baju tidur nya.


Saat keluar dari kamar, dia ingin pulang ke rumah. namun di lantai satu denis kembali mengumpulkan semua orang. sepertinya denis sedang memberi mereka sangsi yang memberatkan.


" Dipecat. " kata mereka berbarengan.


" Kalian kira saya akan membiarkan kalian begitu saja ? pengkhianatan yang kalian lakukan sangat merugikan. " jelasnya dengan wajah yang kesal.


" Tapi tuan. kami juga terpaksa melakukan nya. kami sudah menolak nyonya. "


" Apapun alasannya, kalian tetap memilih mengkhianati saya kan ?? "


Yumna teramat kesal mendengar ucapan denis yang masih memperpanjang masalah.dia menuruni anak tangga penuh emosi .


" Tidak adil kalau kamu menghukum mereka juga . " Lontarnya menghampiri.


" Kenapa? kamu mau jadi pahlawan kesiangan lagi buat mereka ? kalau kamu mau ,bawalah mereka ke rumah mu . "


" Tan suruh mereka untuk bubar, " Pinta yumna memandang sinis denis.


" Baik non. ayo kita beristirahat.. " Ajak natan pada para pekerja.


Mereka segera meninggalkan denis dan yumna di ruang tengah, denis tersenyum memandang wanita yang hendak menerkam.


" Apa tidak cukup dengan aku menebus nya barusan ? kamu meminta pertanggungjawaban ku ?? lalu kenapa masih mencari masalah dengan semua orang ?? "


" Terserah aku, mereka bekerja padaku. "


" Kamu sadar gak sih dengan apa yang kamu lakukan barusan ?? aku bisa melaporkan mu ke polisi. "


" Lakukan. "


" Aku gak percaya kalau kamu akan berbuat hal menjijikkan itu padaku. aku akan memberitahu ayah soal ini. "


" Soal apa ? soal aku merampas harga dirimu. harga diri yang kamu junjung setinggi langit itu setimpal dengan 2 bulan kamu menipu ku habis-habisan. " katanya penuh amarah.


" Kamu gak merasa menyesal sedikitpun ?? apa yang kamu lakukan adalah kejahatan kamu tau ?? kamu sudah tidak waras . "


" Siapa suruh menghinaku, mengolok-olok perasaan ku . "


" Aku benci sama kamu.. aku benci. " Teriaknya tak bisa menahan.


Tiba-tiba saat mereka bertengkar tiba-tiba ayah dan ibu datang setelah natan mengirimkan pesan pada mereka.


" Yumna. " panggil ayah yang segera berjalan kepadanya.


" Ayah. " Katanya menangis tersedu, Yumna terduduk dan tak sanggup menerima kenyataan.


" Kamu kenapa sayang ? apa dia menyakiti kamu lagi. "


" Ayah.. ayah, " Tangis yumna semakin menjadi mendapatkan pertanyaan dari ayah.


" Denis apa yang kamu lakukan ?? " Tanya ibu amat khawatir.


Denis hanya membisu melihat yumna menangis penuh putus asa.


" Sayang, bicara sama ayah. apa Denis kembali melukaimu nak ?? " Tanya ayah pelan.


" Aku.. dia menjamah ku ayah. " Lontar yumna membuat ayah dan ibu tersambar petir.


" Maksud yumna ? tidak mungkin Denis melakukan hal sejauh itu. " bela ibu melindungi denis.


Ayah beranjak dan menarik baju denis Kuat-kuat " Apa yang kamu lakukan ??? " Tanya ayah tak sabar.


" Jawab ??? " bentak ayah lagi.


" Ya . aku memperk*sa nya. "


Ayah memukul denis penuh kebencian mendengar jawaban sang putra.


" Kamu sudah hilang akal. " Cecar ayah .


" Hentikan.. jangan. putramu bisa tiada. " bela ibu segera menghalangi sang suami.


" Tidak. " teriak ibu ketakutan.


" Jaga baik-baik putramu. aku tak sanggup lagi . "


" Ayah jangan. apa yang mau ayah lakukan ?? yumna tidak akan memaafkan diri yumna sendiri kalo sesuatu terjadi pada ayah. yumna mohon jangan.. ayah. " Rengek yumna memohon pada ayah .


" Engga sayang. ini bukan salah kamu. ayah sudah tidak sanggup. ayah malu samu kamu nak. bagaimana bisa dia melakukan itu sama kamu. maafin ayah, ayah gak pernah bisa jaga kamu .. ayah selalu terlambat, ayah selalu gagal melindungi kamu. "


" Engga ayah. aku lah yang tidak bisa melindungi diriku sendiri ,jangan ..yumna mohon. " pinta yumna sembari mengambil pistol di tangan ayah.


Karena shock yang begitu besar, ayah mengalami serangan jantung. ayah pun tumbang dan jatuh pingsan .


" Ayah . " teriak mereka khawatir.


Denis dan natan segera memboyong ayah ke mobil. mereka segera membawa ayah ke rumah sakit.


Sementara ibu dan yumna pergi di antar pak anto .


" Cepat nyetir nya. " teriak Denis pada natan yang sedang mengemudi.


" Ayah.. " Denis menangis melihat sang ayah tak sadarkan diri. dia begitu takut sesuatu terjadi padanya.


" Maafkan aku. jangan pergi kemana pun sebelum menghukum ku ... aku mohon jangan terjadi apapun padamu. " Kata Denis memeluk ayah.


Beberapa menit berlalu, natan menerobos lampu merah demi menyelamatkan ayah Denis


Begitu pula dengan pak anto, dia mengendarai mobil lumayan ugal-ugalan.


" Ayah.. " Kata ibu yang semakin kalut.


Setibanya di rumah sakit, Denis memanggil perawat untuk membawa tandu. Mereka bergegas bekerjasama mendorong tandu menuju UGD.


Saat masuk ke ruang UGD, suster melarang Denis untuk masuk.


" Biarkan aku bersama ayahku. " Pinta Denis namun sia-sia. pintu UGD segera di tutupnya.


Ketakutan menguasai denis, tidak biasanya dia sesedih ini.


Beberapa menit kemudian yumna dan ibu tiba dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlari.


" Mana ayah ?? " tanya ibu yang segera menatap kaca pintu UGD.


" Bu . "


Ibu menampar Denis begitu keras " Jika terjadi sesuatu pada ayah, ibu tidak akan memaafkan mu. " Ancam ibu padanya.


Denis hanya diam mendapat kan ancam an darinya.


Sementara yumna menatap pintu UGD, dia ingat soal nyawa ibunya yang hilang di ruang UGD.


Tatapan nya menjadi sangat sedih, khawatir akan hal yang sama kan terjadi lagi.


" Ya Alloh, jangan ambil ayah dengan cara seperti ini. aku tidak bisa . "


Yumna menatap denis yang sangat terpukul, dia duduk seolah tak sanggup menerima apapun yang terjadi.


Kemudian dokter segera keluar, " Dok bagaimana suamiku ? " Tanya ibu khawatir.


" Beliau koma , kita tunggu sampai malam ini. jika tidak melewati masa kritisnya kita harus mengikhlaskan nya. baik saya permisi nyonya. " Ujar dokter semakin membuat hati mereka tak karuan.


" Ayah !! " Teriak ibu tak kuat sampai kemudian dia pingsan.


Natan segera membawa ibu untuk di periksa dokter.


" Bu.. "


" Nona tinggal disini saja. biar saya urus nyonya. " pinta natan segera membawa ibu.


Melihat kedua orang tuanya tumbang karena nya, denis pergi meninggalkan area rumah sakit. entah apa yang mau dia lakukan, Sementara yumna memilih untuk menunggu ayah hingga di pindahkan ke ruang pasien.


" Ayah . " katanya sembari mengikuti perawat.


20 menit berlalu ibu sedang menangis kepada suaminya yang belum juga sadar, sementara di sudut ruangan yumna tak juga melihat denis datang menengok ayah.


Dia memutuskan untuk keluar mencari denis, biar semarah apapun yumna tak tega juga pada keadaan denis sekarang .


Dia berjalan terus menyusuri rumah sakit.