YUMNA

YUMNA
Kisah 21



Malam itu ketika Yumna hendak istirahat dia melihat amplop yang d berikan bik Inah kepadanya dan Yumnapun segera membuka amplop tersebut


Gadis kecilku....


Setelah sekian lama Abang menanti bisa di pertemukan lagi oleh gadis kecilku akhirnya Allah mempertemulan kita lagi dengan kondisi yang berbeda, tapi its oke bagaimanapun juga Abang bersuyukur dengan pertemuan ini.


Abang tidak pernah melupakan gadis kecil kupu kupu abang ini .... saat tau adek sudah tidak di rumah kakek saat itu abang sedih tapi abang tahan sedih biat tidak di lihat Opa Oma abang.


Dek... jaga kesehatan ya... abang selalu memantau keadaaanmu dari jauh.


Oiya... ini ada nomor telpon Abang jika suatu saat adek membutuhkan Abang dan ada kartu debet yang bisa adek gunakan untuk keperluan adek dan bayi adek.


Jangan sungkan sama Abang untuk bercerita karena Abang masih seperti Abang yang dulu adek kenal....


Begitulah isi surat yang di tulis Diki dan di dalam.amplop ada kartu ATM yang bisa Yumna gunakan.


Tanpa terasa Yumna menangis membaca isi surat dari Diki.


Yumna tertidur sambil memegang surat dari Diki dan Yumna terbangun pukul 01.30 sehingga Yumna pun segera melaksanakan shalat tahajud seperti biasanya.


Selesai melaksanakan shalat tahajud Yumna keluar kamar karena merasa haus dan segera ke dapur untuk ambil minum.


Di saat Yumna di dapur , Yumna melihat lampu ruang tamu rumahnya menyala terang sehingga Yumna berinisiatif untuk mematikan lampu, tetapi betapa kagetnya Yumna saat melihat di ruang tamu ada suaminya Putra sedang bersama perempuan dan duduk berpelukan


" prrrankkk..... " suara gelas yang jatuh ke lantai pecah berkeping keping...ya saat itu Yumna sedang memegang gelas berisi minumannya


Reflek Putra dan perempuan tersebut melihat ke arah Yumna


Tatapan mata Putra kaget saat melihat Yumna sedang memandang ke arah mereka.


Seketika Yumna segera mengambil pecahan gelas dengan buru buru sambil menahan tangisannya , saat sedang mengambil pecahan kaca tersebut ternyata melukai tangan Yumna sehingga mengucur darah yang begitu banyak tapi tidak Yumna hiraukan karena di buru buru segera ke dapur untuk membuangnya.


" ooo jadi ini perempuan yang telah merebut kekasihku " kata perempuan yang sedang di peluk Putra sambil memandang sinis ke arah Yumna.


Putra hanya diam , bingung, panik tidak tau harus bicara apa.


Di saat Yumna hendak ke kamarnya Yumna berpapasan dengan bik Inah


" nona....ada apa ? looo itu darah banyak...." kata bik Inah


" gak apa apa bik " jawab Yumna segera berlari ke kamarnya


Bik Inah bingung apa yang terjadi dan semakin kaget lagi bik Inah melihat ada den Putra dengan perempuam sedang berdiri bingung bagai patung


" ee... maaf den ternyata ada tamu " kata bik Inah melihat mereka.


Di dalam kamar Yumna hanya bisa menangis kaget melihat dengan mata kepalanya sendiri kalo suaminya bersama perempuan lain dan berani berada di rumah mereka.


Yumna pun hanya bisa menangis dan memegang perutnya yang terasa sakit.


Yumna tidak mau larut dalam tangisan karena dia tau ada bayi di dalam perutnya yang harus dia jaga baik baik sehingga Yumnapun melaksanakan shalat, Yumna menangis sejadi jadinya sama Allah curhat dengan apa yang terjadi dan mohon kekuatan dari Allah.


Tanpa terasa Yumna tertidur dengan menggunakan rukuh di badannya dan jam menunjukkan pukul 07.30 wib di mana Yumna harus segera menyiapkan sarapan buat suaminya tapi keinginan ini Yumna urungkan karena Yumna masih terasa kesedihan yang baru dia rasakan beberapa jam ke belakang.


Pagi itu sampai jam 09.00 Putra belum berangkat ke kampusnya karena sebenarnya dia masih memikirkan istrinya yang tadi malam melihat dia dan Cindi di ruang tamu.


" bik... nona sudah makan ?" tanya Putra di meja makan


" belum Den... bahkan bibik belum melihat nona muda keluar kamar , tumben.... " jawab bik Inah


Seketika Putra merasa bersalah terhadap istrinya itu, apa lagi Yumna sedang mengandung anaknya.


Putra segera beranjak dari duduknya dan membawakan makanan buat Yumna.


" Na.... Na... buka pintu , ini Mas bawakan sarapan buat Na " panggil Putra di balik pintu kamar Yumna


Berkali kali Putra memanggil Yumna tapi tidak ada sahutan dari Yumna


Putrapun berinisiatif segera berangkat ke kampus.


Dari pagi sampe sore Yumna tidak keluar kamar, dan sore itu Diki menelpon bik Inah untuk menanyakan kabar Yumna karena Diki tiba tiba merasa khawatir sama keadaan Yumna dan betapa kagetnya Diki mengetahui cerita bik Inah tentang kejadian malam antara Yumna dan Putra dan lebih panik lagi saat bik Inah mengatakan bahwa sejak pagi sampe sore Yumna tidak keluar kamar.


Diki segera menelpon orang suruhannya yang dia bayar untuk memantau sekitar rumah Yumna... ya sebelum Diki kembali ke Jakarta , Diki sudah memikirkan matang matang cara untuk menjaga adek kecilnya ini karen Diki tidak bisa memantau 24 jam Yumna.


Diki call orang suruhannya


masuk ke rumah itu ,dobrak pintu kamar dan liat apa yang terjadi sama adik saya sekarang !!!!


perintah Diki dengan cemas


Orang suruhan Diki segera masuk ke dalam rumah Putra dengan sopan dan memberitahu kalo dia di suruh Diki dan bik Inah pun percaya karena Diki menelponnya.


Pintu kamar Yumna terpaksa di dobrag dan betapa kagetnya bik Inah melihat nona mudanya pingsan dengan muka pucat di lantai.


Teriakan bik Inah membuat Diki semakin cemas karena Diki membuat telponnya selalu ON agar tahu apa yang terjadi.


Orang suruhan Diki


tuan... nona pingsan dan jantungnya sangat lemah


Orang suruhan Diki segera menelpon Diki setalah memeriksa denyut di leher Yumna


Diki call


segera bawa ke RS sekarang juga, saya segera berangkat dengan penerbangan seadanya...kamu temani, pantau adik saya sampai datang !!!!!.


Diki segera menutup telponnya dan segera memesan tiket penerbangan seadanya tujuan ke Yogyakarta.


Sementara di RS ada kepanikan yang di rasa bik Inah saat nona mudanya di bawa masuk ke ruang IGD dan terlihat para petugas medis cekatan menanggani nona mudanya.


*ICU....


Segera siapakan....


Lakukan dalam beberapa menit penambahan oksigen*....


bik Inah mendengar semua para dokter dan petugas medis melakukan tindakan serba cepat terhadap nona mudanya.


" maaf keluarganya Nyonya Yumna Putri adakah ? " panggil perawat


" maaf kami pegawainya, keluarganya sedang perjalanan " jawan orang suruhan Diki membantu menjawab.


" gini Pak...keadaan nyonya Yumna kritis dan kami harus memasukkan ke ruangan ICU untuk mendapatkan tindakan , apakah diijinkan?" tanya perawat tersebut


" silahkam suster... lakukan yang terbaik buat keselamatan majikan kami " jawab orang suruhan Diki.


Akhirmya orang suruhan Diki menandatangani lembar inform consent yaitu lembar persetujuan untuk tindakan kepada pasien.


Di saat bik Inah dan orang suruhan Diki sedang menunggu di depan ruang ICU saat itu Diki datang dengan panik.


" bagaimana keadaan Yumna ?" tanya Diki panik.


Orang suruhan Diki segera menjelaskan keadaan Yumna dan termasuk menceritakan soal tanda tangan yang harus dia lakukan.


" terima kasih, tindakanmu sudah benar " jawab Diki.


Tak lama kemudian keluarlah dokter yang menangani Yumna dan saat keluar dokter tersebut ternyata kenal dengan Diki.


" haiii broo Diki...ini Diki kan ?" sapa dokter tersebut


" iya... siapa ya.... " kata Diki sambil mengingat


" astaga nagaaaa Rizal.... wah wahh dokter paling ganteng ni" kata Diki mengingat dokter yang menyapanya yang tak lain adalah temannya kuliah dulu di kedokteran juga.