
Yumna menyiapkan makan malam dan tampil cantik menunggu Dennis keluar dari kamar .
" Hari ini Non sangat cantik ." Puji bibi .
" Makasih bi ..Aku berdandan habis-habisan seperti ini untuk suamiku ."
" Ada pahala untuk itu Non ."
" Amin ."
Dennis tiba di ruang makan , Dia mengenakan baju tidur dan siap untuk makan malam dengan isterinya .
" Duduk Mas ." Lontarnya .
" Siapa yang mengajarimu berdandan seperti ini ?"
" Diana , Apa Mas suka ? Atau apa aku aneh ? "
" Aku suka ..Kamu sangat menggiurkan ." Bisik nya .
" Memangnya aku minuman . Kamu sudah mencabut tuntutan mu kan ?"
" Sudah ."
" Syukurlah . Aku lega ."
" Kamu mati-matian berdandan untuk ini semua .."
" Aku hanya tidak mau jika suamiku merugikan banyak orang ."
" Sayang !!! " Lontarnya lemas mendengar Jawaban dari isterinya .
" Apa ? Kamu mau makan apa ? Aku ambilkan sayur ya ."
" Apa saja asal denganmu ."
" Gombal mu tidak hilang dari dulu ."
" Aku hanya menyukaimu saja .."
" Jangan terus memuji , Hidungku bisa terbang . Makanlah ."
1 Jam berlalu , Ayah dan ibu Dennis datang mengunjungi mereka .
" Nis , Kenapa tidak menengok ibu ? Sudah punya istri , Ibu di lupain ." Keluhnya .
" Aku banyak pekerjaan bu ."
" Ini teh nya Bu , Yah ." Lontar Yumna .
" Duduk sini Nak ." Pinta Ayah .
" Bagaimana apa kamu betah tinggal disini ?"
" Iya Yah ."
" Kenapa Ayah menanyainya seperti itu ? Memangnya Ayah kira apa yang membuat istriku tidak betah disini ?" Gerutu Dennis .
" Kamu kan suka memaksakan kehendak mu sendiri . Iya kan Yumna ? Bicara pada Ayah , Apa dia melukaimu . Jangan takut padanya ."
" Ayah selalu mengomeli ku , Lama-lama aku curiga apa aku ini Anak tiri ? "
" Anak tiri dari mana , Kamu darah daging Ayah dan Ibu ." Lontar ibu sambil mengusap Rambut Putranya itu .
" Kamu jengkel in gitu kok ."
" Ayah , Sama anak sendiri gak ada kangen-kangen nya sih . Jangan memusuhi Putramu terus .Nanti jika kita sudah tua dia lah harapan kita ."
Yumna hanya tersenyum menyaksikan pertikaian dia antara mereka .
" Yumna dengar Ayah , Jika suamimu melakukan hal yang tidak-tidak padamu tinggikan saja bicaramu ."
" Lihat bu , Bagaimana Ayah menghasut istriku . Lagipula aku tidak akan melukai istriku ."
" Sudahlah Yah , Sekali-kali yang kompak kenapa sih ."
" Yumna katakan sesuatu , Jangan tersenyum terus ." Pinta Ayah .
" Apa yang harus Aku katakan Yah ? Mas Dennis tidak memaksaku apalagi melukaiku kok . Nanti jika dia melakukannya , Aku akan bicara pada Ayah ." Bela Yumna .
" Tuh kan dengar itu ."
" Syukurlah , Ayah lega mendengarnya ."
" Oya ngomong-ngomong kapan kalian program hamil ? Ibu sudah ingin cucu ."
" Kami belum memikirkannya bu ."
"Kenapa ? Apa Dennis banyak kerjaan atau Yumna yang tidak ingin ?" Tanya ibu menohok .
" Apa sih Bu ? Sabarlah , Kami menikah belum 1 bulan . " Gerutu Dennis .
" Ya kapan dong , Harus di rencanakan . Ibu malu sama temen-temen Arisan . Mereka terus saja membicarakan cucu-cucu mereka , Sementara Ibu ? "
" Bu .. Kan gini kalo ketemu sama Dennis mintanya suka yang aneh-aneh ."
" Dulu maksa aku buat menikah , Sekarang sudah nikah , Disuruh cepat-cepat punya anak . Sabar kek Bu ."
" Lagian bu , Memangnya Yumna sudah menerima pernikahan ini sepenuh hati ?" Lontar Ayah .
" Jawab saja Sayang , Katakan semuanya pada Ayah mertuamu ." Lontar Dennis percaya diri .
" Aku sudah menerimanya Ayah ."
" Yumna yakin ?"
" Iya , Ayah ."
Dennis tersenyum mendengar Jawaban Yumna kepada Ayahnya .
" Ayah senang jika Yumna sudah menerima putra Ayah yang banyak kekurangan ini .."
Dennis mendelik mendengar ucapan Ayahnya .
" Ya ampun setiap bertemu denganku ancaman Ayah itu-itu melulu . Aku bahkan sudah hapal dengan semua yang akan ayah katakan . Sudahlah ..lebih baik Ayah dan ibu pulang gih ."
" Dasar anak durhaka , Orang Tua di usir ."
" Mas jangan gitu dong . Maaf ya Yah, Mas Dennis bercandanya suka keterlaluan ..Ibu dan Ayah nginep disini aja ."
" Ah tidak , Kami akan pulang ."
" Kok buru-buru sih bu ? Mas ikut aku sebentar yuk , Maaf ya ditinggal sebentar ." Yumna membawa Dennis ke belakang .
" Ngapain Sih ?" Gerutunya .
" Kamu gak sopan banget sih , Mereka itu orang tua kamu ..Malah di usir ."
" Kamu tenang aja sih . Orang tuaku juga tau kok ..Udah biasa ."
" Tetap aja gak boleh , Aku gak suka Mas ."
" Terus kamu maunya Apa ?"
" Ajak Ibu sama Ayah menginap disini ."
" Sayang , Enggak usah nge besar-besarin deh . Mereka tuh tau sifat aku ."
" Ih kamu kalo di bilangin . Aku gak mau tau Ajak Ibu dan Ayah menginap titik ."
Yumna dan Dennis kembali ke ruang tamu ,
"Apa yang kalian bicarakan , Kenapa harus pergi ke belakang ?"
" Yah , Nginep disini aja ." Lontar Dennis .
" Gak ah , Ayah tau kok kamu gak tulus . Ayah masih punya Rumah sendiri kok ."
" Yah udahlah Yah, Jarang-jarang kan kita nginep .Kita nginep aja ." Bujuk Ibu .
" Yah , Yumna masih ingin mengobrol dengan Ayah dan Ibu ..Nginep yah ." Pinta Yumna .
" Oke . Kalo Yumna yang minta , Ayah mau ."
Dennis makin sebal dengan Ayahnya .
" Sebenarnya anak Ayah itu aku atau Yumna ? Heran , Apa-apa dibelain ."
" Udah dong Mas , Oya Aku mau ambil kue dulu ..bentar ya ." Yumna pergi mengambil kue .
" Dennis , Ayah gak main-main yah . Tolong jangan membuat Yumna nangis lagi ."
" Iya Ayah ..Aku tidak akan sia-sia kan Yumna . "
2 Jam berlalu , Yumna dan Ayah masih di ruang tamu mengobrol .Sementara Ibu nya sudah pergi ke kamar .Lain dengan Dennis yang hanya mondar-mandir di depan TV sambil memperhatikan mereka .
" Sudah Jam 11Malam , selarut ini apa yang mereka bicarakan . Istri dan Ayahku benar-benar keterlaluan . Ayah gak berpikir apa kalo kami pengantin baru ..Ibu juga , Malah tidur duluan bukannya ajak ayah . Mintanya pengen cepat punya cucu tapi gak peka .Kesel kan ." Gerutunya sambil meremas Bantal sofa .
" Yumna , Ayah sangat bahagia saat kamu bilang mau menerima Putra Ayah lagi . Jujur saja tadinya Ayah berpikir jika kamu akan meminta cerai padanya dan pernikahan ini berakhir ."
" Emang iya Yah , Tadinya Aku akan menceraikan Mas Dennis . Tapi ."
" Tapi ? Dennis membuat kamu tidak bisa melakukannya kan ? Dia membuat kamu terus menjadi istrinya dengan Ancamannya ..Maafin Ayah , Ayah tidak bisa melakukan apapun ."
" Tidak Ayah .. Tolong jangan bicara begitu ? Mas Dennis Memang mengancam ku waktu itu , Tapi aku menyadari kalo Dia masih mencintaiku , Sebaliknya aku juga masih mencintai putra Ayah itu ."
" Yumna ."
" Awalnya aku benci dengan semua yang Mas Dennis lakukan .Entah apa yang dia pikirkan sampe dia bertindak sejauh itu . "
" Jangan dipikirkan , Itu akan membuatmu terluka .Ya udah gih sana istirahat ..Ini udah malem ."
" Maksud Ayah ?"
" Maksud Ayah , Itu Akan membuat kepalamu sakit ."
" Ya udah yah , Aku tinggal ."
Yumna meninggalkan Ayah mertuanya seorang Diri .
Setibanya di kamar ,Yumna terkejut melihat Dennis sedang berdiri pas didepan pintu saat Yumna membuka .
" Astagfirullah ..Ngapain sih Mas? Ngagetin aja ?"
" Kamu tuh yang ngapain , Malam-malam begini ngobrolin apa dengan Ayahku ?"
" Ngobrol biasa , Udah yuk tidur ."
"Tidur ..Aku nunggu kamu dari tadi , sekarang kamu mau tidur ? Kamu lupa janji kamu tadi siang ?"
" Sayang ini kan udah malem . Besok kan kamu ngantor ..Istirahat ."
" Aku kesel sama kamu ih ."
" Mas , Aku malu ada Kedua orang tuamu . Masa pagi-pagi pas sarapan rambutku basah ? Nanti ya ."
" Enggak mau ." Tolaknya .
" Kamu gak capek apa ?"
" Lebih capek gak di ngertiin kamu dari pada capek kerja ." Lontarnya sambil menuju tempat tidur .
" Liat aja .. Aku gak bakal batalin tuntutan ku ."
" Mas kok gitu sih ."
" Siapa suruh ingkar janji ."
" Astagfirullah , Mas .." Yumna menarik kerah Baju Dennis dan menciumnya jengkel .
" Dasar ."
Dennis tersenyum dan melancarkan aksinya .