YUMNA

YUMNA
Episode 75



Yumna menyiapkan makan malam dan tampil cantik menunggu Dennis keluar dari kamar .


" Hari ini Non sangat cantik ." Puji bibi .


" Makasih bi ..Aku berdandan habis-habisan seperti ini untuk suamiku ."


" Ada pahala untuk itu Non ."


" Amin ."


Dennis tiba di ruang makan , Dia mengenakan baju tidur dan siap untuk makan malam dengan isterinya .


" Duduk Mas ." Lontarnya .


" Siapa yang mengajarimu berdandan seperti ini ?"


" Diana , Apa Mas suka ? Atau apa aku aneh ? "


" Aku suka ..Kamu sangat menggiurkan ." Bisik nya .


" Memangnya aku minuman . Kamu sudah mencabut tuntutan mu kan ?"


" Sudah ."


" Syukurlah . Aku lega ."


" Kamu mati-matian berdandan untuk ini semua .."


" Aku hanya tidak mau jika suamiku merugikan banyak orang ."


" Sayang !!! " Lontarnya lemas mendengar Jawaban dari isterinya .


" Apa ? Kamu mau makan apa ? Aku ambilkan sayur ya ."


" Apa saja asal denganmu ."


" Gombal mu tidak hilang dari dulu ."


" Aku hanya menyukaimu saja .."


" Jangan terus memuji , Hidungku bisa terbang . Makanlah ."


1 Jam berlalu , Ayah dan ibu Dennis datang mengunjungi mereka .


" Nis , Kenapa tidak menengok ibu ? Sudah punya istri , Ibu di lupain ." Keluhnya .


" Aku banyak pekerjaan bu ."


" Ini teh nya Bu , Yah ." Lontar Yumna .


" Duduk sini Nak ." Pinta Ayah .


" Bagaimana apa kamu betah tinggal disini ?"


" Iya Yah ."


" Kenapa Ayah menanyainya seperti itu ? Memangnya Ayah kira apa yang membuat istriku tidak betah disini ?" Gerutu Dennis .


" Kamu kan suka memaksakan kehendak mu sendiri . Iya kan Yumna ? Bicara pada Ayah , Apa dia melukaimu . Jangan takut padanya ."


" Ayah selalu mengomeli ku , Lama-lama aku curiga apa aku ini Anak tiri ? "


" Anak tiri dari mana , Kamu darah daging Ayah dan Ibu ." Lontar ibu sambil mengusap Rambut Putranya itu .


" Kamu jengkel in gitu kok ."


" Ayah , Sama anak sendiri gak ada kangen-kangen nya sih . Jangan memusuhi Putramu terus .Nanti jika kita sudah tua dia lah harapan kita ."


Yumna hanya tersenyum menyaksikan pertikaian dia antara mereka .


" Yumna dengar Ayah , Jika suamimu melakukan hal yang tidak-tidak padamu tinggikan saja bicaramu ."


" Lihat bu , Bagaimana Ayah menghasut istriku . Lagipula aku tidak akan melukai istriku ."


" Sudahlah Yah , Sekali-kali yang kompak kenapa sih ."


" Yumna katakan sesuatu , Jangan tersenyum terus ." Pinta Ayah .


" Apa yang harus Aku katakan Yah ? Mas Dennis tidak memaksaku apalagi melukaiku kok . Nanti jika dia melakukannya , Aku akan bicara pada Ayah ." Bela Yumna .


" Tuh kan dengar itu ."


" Syukurlah , Ayah lega mendengarnya ."


" Oya ngomong-ngomong kapan kalian program hamil ? Ibu sudah ingin cucu ."


" Kami belum memikirkannya bu ."


"Kenapa ? Apa Dennis banyak kerjaan atau Yumna yang tidak ingin ?" Tanya ibu menohok .


" Apa sih Bu ? Sabarlah , Kami menikah belum 1 bulan . " Gerutu Dennis .


" Ya kapan dong , Harus di rencanakan . Ibu malu sama temen-temen Arisan . Mereka terus saja membicarakan cucu-cucu mereka , Sementara Ibu ? "


" Bu .. Kan gini kalo ketemu sama Dennis mintanya suka yang aneh-aneh ."


" Dulu maksa aku buat menikah , Sekarang sudah nikah , Disuruh cepat-cepat punya anak . Sabar kek Bu ."


" Lagian bu , Memangnya Yumna sudah menerima pernikahan ini sepenuh hati ?" Lontar Ayah .


" Jawab saja Sayang , Katakan semuanya pada Ayah mertuamu ." Lontar Dennis percaya diri .


" Aku sudah menerimanya Ayah ."


" Yumna yakin ?"


" Iya , Ayah ."


Dennis tersenyum mendengar Jawaban Yumna kepada Ayahnya .


" Ayah senang jika Yumna sudah menerima putra Ayah yang banyak kekurangan ini .."


Dennis mendelik mendengar ucapan Ayahnya .


" Ya ampun setiap bertemu denganku ancaman Ayah itu-itu melulu . Aku bahkan sudah hapal dengan semua yang akan ayah katakan . Sudahlah ..lebih baik Ayah dan ibu pulang gih ."


" Dasar anak durhaka , Orang Tua di usir ."


" Mas jangan gitu dong . Maaf ya Yah, Mas Dennis bercandanya suka keterlaluan ..Ibu dan Ayah nginep disini aja ."


" Ah tidak , Kami akan pulang ."


" Kok buru-buru sih bu ? Mas ikut aku sebentar yuk , Maaf ya ditinggal sebentar ." Yumna membawa Dennis ke belakang .


" Ngapain Sih ?" Gerutunya .


" Kamu gak sopan banget sih , Mereka itu orang tua kamu ..Malah di usir ."


" Kamu tenang aja sih . Orang tuaku juga tau kok ..Udah biasa ."


" Tetap aja gak boleh , Aku gak suka Mas ."


" Terus kamu maunya Apa ?"


" Ajak Ibu sama Ayah menginap disini ."


" Sayang , Enggak usah nge besar-besarin deh . Mereka tuh tau sifat aku ."


" Ih kamu kalo di bilangin . Aku gak mau tau Ajak Ibu dan Ayah menginap titik ."


Yumna dan Dennis kembali ke ruang tamu ,


"Apa yang kalian bicarakan , Kenapa harus pergi ke belakang ?"


" Yah , Nginep disini aja ." Lontar Dennis .


" Gak ah , Ayah tau kok kamu gak tulus . Ayah masih punya Rumah sendiri kok ."


" Yah udahlah Yah, Jarang-jarang kan kita nginep .Kita nginep aja ." Bujuk Ibu .


" Yah , Yumna masih ingin mengobrol dengan Ayah dan Ibu ..Nginep yah ." Pinta Yumna .


" Oke . Kalo Yumna yang minta , Ayah mau ."


Dennis makin sebal dengan Ayahnya .


" Sebenarnya anak Ayah itu aku atau Yumna ? Heran , Apa-apa dibelain ."


" Udah dong Mas , Oya Aku mau ambil kue dulu ..bentar ya ." Yumna pergi mengambil kue .


" Dennis , Ayah gak main-main yah . Tolong jangan membuat Yumna nangis lagi ."


" Iya Ayah ..Aku tidak akan sia-sia kan Yumna . "


2 Jam berlalu , Yumna dan Ayah masih di ruang tamu mengobrol .Sementara Ibu nya sudah pergi ke kamar .Lain dengan Dennis yang hanya mondar-mandir di depan TV sambil memperhatikan mereka .


" Sudah Jam 11Malam , selarut ini apa yang mereka bicarakan . Istri dan Ayahku benar-benar keterlaluan . Ayah gak berpikir apa kalo kami pengantin baru ..Ibu juga , Malah tidur duluan bukannya ajak ayah . Mintanya pengen cepat punya cucu tapi gak peka .Kesel kan ." Gerutunya sambil meremas Bantal sofa .


" Yumna , Ayah sangat bahagia saat kamu bilang mau menerima Putra Ayah lagi . Jujur saja tadinya Ayah berpikir jika kamu akan meminta cerai padanya dan pernikahan ini berakhir ."


" Emang iya Yah , Tadinya Aku akan menceraikan Mas Dennis . Tapi ."


" Tapi ? Dennis membuat kamu tidak bisa melakukannya kan ? Dia membuat kamu terus menjadi istrinya dengan Ancamannya ..Maafin Ayah , Ayah tidak bisa melakukan apapun ."


" Tidak Ayah .. Tolong jangan bicara begitu ? Mas Dennis Memang mengancam ku waktu itu , Tapi aku menyadari kalo Dia masih mencintaiku , Sebaliknya aku juga masih mencintai putra Ayah itu ."


" Yumna ."


" Awalnya aku benci dengan semua yang Mas Dennis lakukan .Entah apa yang dia pikirkan sampe dia bertindak sejauh itu . "


" Jangan dipikirkan , Itu akan membuatmu terluka .Ya udah gih sana istirahat ..Ini udah malem ."


" Maksud Ayah ?"


" Maksud Ayah , Itu Akan membuat kepalamu sakit ."


" Ya udah yah , Aku tinggal ."


Yumna meninggalkan Ayah mertuanya seorang Diri .


Setibanya di kamar ,Yumna terkejut melihat Dennis sedang berdiri pas didepan pintu saat Yumna membuka .


" Astagfirullah ..Ngapain sih Mas? Ngagetin aja ?"


" Kamu tuh yang ngapain , Malam-malam begini ngobrolin apa dengan Ayahku ?"


" Ngobrol biasa , Udah yuk tidur ."


"Tidur ..Aku nunggu kamu dari tadi , sekarang kamu mau tidur ? Kamu lupa janji kamu tadi siang ?"


" Sayang ini kan udah malem . Besok kan kamu ngantor ..Istirahat ."


" Aku kesel sama kamu ih ."


" Mas , Aku malu ada Kedua orang tuamu . Masa pagi-pagi pas sarapan rambutku basah ? Nanti ya ."


" Enggak mau ." Tolaknya .


" Kamu gak capek apa ?"


" Lebih capek gak di ngertiin kamu dari pada capek kerja ." Lontarnya sambil menuju tempat tidur .


" Liat aja .. Aku gak bakal batalin tuntutan ku ."


" Mas kok gitu sih ."


" Siapa suruh ingkar janji ."


" Astagfirullah , Mas .." Yumna menarik kerah Baju Dennis dan menciumnya jengkel .


" Dasar ."


Dennis tersenyum dan melancarkan aksinya .