YUMNA

YUMNA
Episode 275



2 Bulan sudah berlalu, Yumna telah melewati banyak hal tanpa denis, denis membiarkan yumna begitu saja.


Dia tidak sekalipun mencoba menghubungi yumna meskipun dia ingin.


Sementara itu yumna menjalani rutinitas sisa pekerjaannya yang terlanjur tanda tangan kontrak.


Setelah dia selesai, dia ingin fokus menjalani usaha sendiri .


Setiap hari dia bahagia bersama banyu meski harus kucing-kucingan dibelakang denis.


Hari ini denis sangat lelah bekerja, dia pulang jam 8 malam. hampir setiap hari dia pulang hingga larut. patah hati yang tiada akhir membuat nya lari ke pekerjaan..


Saat selesai mandi, denis pergi ke kamar banyu. dia tersenyum melihat putranya yang tumbuh semakin besar, " Kamu hebat sayang, kita sudah melewati 2 bulan ini tanpa ibumu. tidak apa-apa, papi adalah orang yang tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang. papi tidak akan seperti mami mu. " Ujarnya sedih mengelus pipi sang putra.


Saat menatap wajah banyu, denis melihat sesuatu di sudut box banyu.


Dia mengambil benda tersebut dan kebingungan mengapa ada sebuah anting tersangkut di sana.


" Anting siapa ini ? " Katanya menatap.


Rupanya sekali lagi yumna meninggalkan jejak di sana.


Denis berpikir jika model anting yang cukup mewah di tangan nya tidak mungkin milik sus rini atau pekerja di rumah nya.


" Apa ada yang tidak beres. " katanya menatap anting tersebut.


Denis bergegas keluar kamar, Dia mulai merasa ada yang aneh.


Dia menghampiri sus rini yang sedang mempersiapkan botol susu banyu " Sus, saya menemukan anting di box bayi banyu. apa ini punyamu ? " Tanya Denis sembari memperlihatkan anting padanya.


Wajah sus rini mulai pucat dengan pertanyaan denis " i itu.. iya tuan. itu punya saya. " jawabnya terbata-bata.


" Katakan yang benar. dahimu berkeringat. " katanya memojokkan.


" Itu memang punya saya. "


" Boleh pinjam handphone sus rini ? " Pintanya semakin membuat sus rini takut.


" Buat apa tuan ? " tanyanya gemetar, Denis semakin curiga dengan sikap sus rini.


" Pinjam saja.. " pinta Denis sekali lagi.


Perlahan sus rini mengambil ponsel di saku nya dan memberikan pada Denis.


Denis mengecek ponsel tersebut, dia mengecek ke beberapa aplikasi .


" Untung percakapan saya dan nona udah saya hapus. " Batin sus rini.


Denis tak menemukan apapun di ponsel sus rini, namun dia kembali ke layar utama dan melihat beberapa panggilan di list panggilan.


Di sana Denis melihat jika sus rini sering menghubungi yumna pada pukul 8 pagi, " Apa ini ? dari tanggal dan waktu nya mereka melakukan panggilan telepon setiap hari tapi cuma berdurasi 2 menit saja. ini ada yang aneh. " batinnya menatap ponsel.


" Panggil bibi, saya tunggu di ruang tengah. " pinta Denis lalu segera pergi.


Sus rini semakin takut dibuat nya, dia bergegas mencari bibi di kamarnya.


" Bi bibi. " panggil nya mengetuk pintu.


" Ada apa sus ? " tanya bibi sembari merapikan rambut.


" Tuan panggil bibi di ruang tengah. bi sepertinya tuan mulai curiga. " kata sus rini dengan gemetar.


" Curiga soal apa ? "


" Tuan menemukan anting nona di box bayi den banyu. tuan seperti curiga. " jelas sus rini ketakutan.


" Jadi benar ini bukan punya sus rini ?? " Kata Denis mengagetkan keduanya.


" Ini milik yumna ? "


" Tuan !!! "


" Jelas kan. " pina Denis tak sabar.


" Iya. itu punya nona. "


Bibi dan Sus rini terpaksa membongkar semuanya pada Denis kali ini.


Murka Denis semakin memanas mendengar semua kebenaran yang bibi sampaikan.


" Panggil semua orang ke ruang tengah sekarang juga. " Kata Denis berapi-api.


Bibi dan sus rini berpencar memanggil semua orang yang bekerja termasuk natan.


10 menit kemudian Denis duduk terpaku di hadapan semua pekerja. " Sejak kapan ? " tanya nya menatap mereka penuh amarah.


" 2 bulan terakhir tuan. " kata pak anto.


" 2 bulan, seingat ku 2 bulan yang lalu saya baru membawa banyu dari rumah mantan istri . jadi esok harinya dia kesini tanpa izin ku ?? "


" Iya tuan. ini permintaan nyonya.. ibu anda memaksa kami melakukan ini. kami sudah menolak tapi kami bingung. beliau juga ibu anda yang harus kami hormati. " Jelas bibi.


" Saya yang memberikan kalian pekerjaan, tapi kalian mengkhianati saya ? tidak perduli siapa yang menyuruh kalian.. apa pantas kalian memperlakukan saya seperti ini. " Katanya amat benci .


" Tolong maafkan kami tuan. kami juga tidak mau menipu anda. kami tidak punya pilihan . " kata natan berusaha meluruskan.


" Maaf ? bahkan kamu juga menipu saya natan. kalian semua menipuku sampai tidak bersisa. sekarang bukan waktu nya meminta pertanggungjawaban kalian. saya minta sus rini cepat hubungi yumna seperti biasa katakan padanya jika malam ini saya keluar kota untuk pekerjaan. pastikan dia datang malam ini juga . " pinta Denis.


" Baik tuan. "


Sus rini mengirimkan chat pada yumna sesuai perintah denis.


Yumna sangat bahagia membaca chat darinya " Oke sus. malam ini aku kesana. "


Natan dan yang lain mulai gusar dengan hal itu,


" Sekarang kalian kembali sambut yumna seperti biasa. " kata Denis .


Saat Yumna berlari mengambil kunci mobil, Dessy menghadang jalannya " Kamu yakin mau kesana ? "


" Kenapa engga ? sudah lama aku tidak tidur bersama banyu . sekarang kesempatan ku untuk kesana. kamu tenang aja des, pasti aman seperti biasa. "


" Ya udah ayo kamu ikut mobilku aja , aku antar ke sana lalu pulang. "


" Gak papa nih ? "


" Engga. "


Yumna masuk mobil dan Dessy mengantarnya, 20 menit kemudian mereka sudah sampai didepan gerbang rumah denis.


Yumna terburu-buru keluar dari mobil " Na, firasat ku gak enak nih. " keluh Dessy.


" Kamu yakin ? masa Denis ke luar kota berangkat malam-malam gini ? tanya natan gihh. " kata Dessy khawatir.


" Sus rini gak mungkin bohongin aku lah des. "


" Ya udah deh, Aku pulang aja kalo kamu yakin. "


" Daah. "


" Dah . " Dessy segera pergi meninggalkan yumna sendiri.


" Malam, hai pak . " sapa yumna amat manis ke security.


" Malam non. " Security segera membuka pintu gerbang membiarkan yumna masuk seperti biasa.


Yumna berjalan tak sabar ingin menemui banyu, Saat tiba di dalam rona wajah nya kian bersinar. " bibi. " Sapanya saat bibi membuka pintu .


" Non. " Kata bibi mulai lirih melihat wajah yumna.


" Banyu udah tidur ? aku langsung kesana ya . " katanya tak sabar .


Namun saat dia berjalan dan tersenyum pada natan yang sedang berdiri, wajah natan agak lain padanya. yumna jadi bingung mengapa natan memberikan pandangan tak seperti biasanya.


" Tan ?? " Sapanya mendekati.


Natan hanya menundukkan kepalanya, membuat yumna tersadar jika ini jebakan.


Yumna segera memutar langkah kakinya menuju pintu keluar, namun semua sudah terlambat baginya. Denis sudah berdiri di depan pintu.


" Mau kemana ?? " kata Denis menutup pintu.


" Mas Denis ? jadi ini jebakan ??"


" Sepandai-pandai nya tupai melompat pasti jatuh juga. kamu sudah ketahuan. " katanya berjalan ke arahnya.


Yumna menatap semua orang di dalam sana, dia terjebak dan tak punya pilihan lain selain membela dirinya sendiri.


" Kenapa ? kamu mau minta pertanggungjawaban ku ?? "


" Iya. tentu saja semua yang kamu lakukan harus ada pertanggungjawaban nya . jadi ini yang kamu sebut kamu sanggup tak menemui banyu ? setiap hari menyelinap ke rumahku ?? "


" Kamu gak bisa pisahkan aku dari banyu. "


" Aku memberi mu pilihan , tapi kamu malah menipu ku ? "


" Aku belajar darimu. bagaimana mengambil keuntungan dari kesempatan . "


" Oya ? tapi sayang nya sekarang kamu harus membayar semuanya. "


" Kamu mau apa ? mendengar permintaan maaf dari ku ? "


" Buat apa permintaan maaf ? aku tanya sekali lagi.. tolong jawab dengan benar. kamu tidak mau kembali padaku karena ibuku menjanjikan ini padamu ? "


" Kalo ya kenapa ? " tantang yumna tak gentar.


Denis semakin hilang akal dengan ucapan yumna .


" Kalau begitu aku akan bawa banyu ke tempat dimana siapapun tidak bisa menemukan kami, termasuk ibu dan ayahku. kamu siap ?? "


" Kamu gak akan bisa pisahkan aku dari banyu !! " teriak yumna lagi padanya.


" Pelankan suara mu, nanti anak kita bangun. " Tegur Denis .


" Terserah. yang jelas aku akan membunuhmu kalau sekali lagi kamu pisahkan aku darinya. "


" Ow aku takut sayang. malam ini juga aku akan bawa banyu yang jauh . anggap saja ini pertemuan kita yang terakhir. gih temui banyu di kamar ku untuk berpamitan . "


" Mas Denis !! " bentaknya yang kemudian berlari menaiki anak tangga menuju kamar utama, yumna menangis sejadinya. dia berpikir untuk mengambil banyu dari kamar dan membawanya .


Saat tiba di kamar, yumna berlari menghampiri box banyu. Rupanya Denis menipu nya sekali lagi.


Banyu tak ada disana seperti yang Denis katakan. Denis datang padanya melihat wajah yumna semakin kalut " Dimana banyu ?? " Teriak yumna sangat takut.


" Sayang sekali aku tidak akan memberimu izin untuk menemui nya lagi. " Yumna berusaha menyerang denis dengan memukul badan mantan sekuat tenaga " Aku benci sama kamu ." Teriaknya.


" Benci ? aku juga benci sama kamu !!! "teriak denis lain dari biasanya.


Yumna malah takut padanya dan memilih untuk pergi dari kamar. Saat membuka pintu, pintu sudah terkunci rapat.


" Buka pintunya.. !! " Teriak yumna lagi.


" Kalau sudah masuk, bagaimana aku bisa membiarkanmu keluar dengan mudah. " Katanya lalu menyeret dan membanting yumna ke kasur.


" Sakit !! kamu mau bunuh aku ?? "


" Iya. akan kubuat kamu membayar semua perlakuan mu padaku . " Katanya sembari memegangi kedua tangan yumna dan berusaha menciumi nya. yumna berusaha memberontak dan menyerang denis lagi.


" Lepaskan !! " Teriak nya lagi sembari menampar wajah denis sangat keras.


Kemarahan denis malah semakin menjadi, dengan kuat dia berhasil membuktikan bahwa yumna tidak bisa lolos darinya.


" Kamu bilang membenciku.. aku akan membuat kebencian mu semakin bertambah. " Katanya lagi merobek baju piyama yumna.


" Mas !!! kamu mau apa ??? " tanya nya gemetar.


Denis melepaskan yumna, dan perlahan melucuti bajunya sendiri . hal itu membuat yumna semakin takut " Jangan mas. itu salah.. kamu tau itu kan ?? ayahmu akan membunuhmu kalau kamu melakukan itu padaku. " kata yumna menyilangkan tangan di dadanya.


" Kamu takut ? "


" Jangan aku mohon, maafkan aku.. aku akan melakukan apapun untuk menembus semuanya. "


" Jangan memohon, karena aku tidak akan mendengarkan mu. " Katanya segera mulai menciumi yumna dan melakukan hal yang tak sepatutnya dia lakukan.


Denis sangat marah kali ini, dia tidak terima di tipu habis-habisan oleh yumna.


" Jangan !! " Teriak yumna merasakan sesuatu yang sudah tak bisa di cegah lagi. dia menangis tersedu-sedu saat denis terus menikmati tubuhnya.


" Aku benci kamu mass !!! " katanya yang sudah lelah memaki.


Dengan nafas yang tersengal denis menghabisi yumna tanpa ampun " Kalau sudah begini, kamu masih berpikir untuk tidak kembali. " Katanya tanpa dosa.


Yumna menangis tak berdaya, dia tidak percaya jika denis akan melakukan hal sejauh itu.


Beberapa menit kemudian denis sudah siap dengan konsekuensi yang akan dia dapatkan karena perbuatan nya barusan pada yumna.


Dia mengambil baju dan menyelimuti yumna yang masih menangis di balik selimut.


" Katakan semuanya pada ayahku, akun sudah siap di bunuh olehnya. "