
Yumna pergi berziarah ke makam Nenek dan Ibunya . Setelah sampai ,Dia melihat Dennis sedang menaburkan bunga di makam Nenek dan Ibunya Yumna .
" Aku akan menepati janjiku pada Nenek . Jadi tenanglah disana Nek ." Lontar nya tanpa menyadari Jika Yumna sedang berdiri di belakang nya .
" Janjimu yang mana ?" Tanya Yumna dengan nada bicara yang sinis .
" Kamu disini ? "
" Sedang apa mengunjungi Makam Nenek dan ke dua Orang tua ku ?"
" Meminta restu nya ."
" Restu .. Oya aku lupa dalam waktu satu Minggu ini kamu akan menikahi cucu Nenek ."
" Iya aku akan menikahi cucu Nenek ."Lontarnya sembari memandangi wajah Yumna .
" Pergilah Jika sudah selesai . Sekarang giliran ku ."
" Tidak ,Aku ingin melihat mu menangis ..Apa yang akan kamu adukan pada Nenek ? Mau bilang padanya Jika aku melukaimu lagi ?"
" Jangan mengira aku akan menderita dengan pernikahan mu ."
" Oya ..Jangan sedih ini tidak seperti yang kamu bayangkan ,Mana mungkin aku menyakiti kekasih yang sangat aku cintai ."
" Tutup mulut mu .. Setelah apa yang kamu lakukan masih bisa menganggap ku Kekasih ..Jangan melawak ,Karena itu tidak lucu ."
" Aku semakin Jatuh cinta ..Rindunya saat kita masih bersama ,Tapi aku akan mengembalikan semua itu ."
" Aku tidak tau apa maksudmu ,Aku rasa kamu sudah tidak waras ."
" Aku sudah tidak waras saat Kamu membuatku Jatuh cinta sampai saat ini ."
" Beraninya masih menggodaku , Lihatlah Nek laki-laki yang Nenek inginkan untuk menjadi suamiku .. "
Saat Yumna terus memojokkan Dennis , Tiba-tiba Rendy datang menghampiri mereka .
" Maaf ya lama ."Lontar Rendy .
" Gak apa-apa Mas ." Yumna meraih tangan Rendy dan Menggandengnya mesra ,Ia ingin membuktikan kepada Dennis bahwa Yumna bahagia dengan Rendy, Sementara Dennis hanya tersenyum melihat tingkah laku Yumna .
" Oya ini siapa ?" Tanya Rendy .
" Kenalin ini pacarku ,Calon suami ku ."Lontar Yumna kepada Dennis .
" Rendy ."Lontar Rendy sambil mengulurkan tangan kepada Dennis .
" Dennis ."Dennis menyalami nya Ramah .
1Jam berlalu Yumna dan Rendy berhenti di sebuah penjual Es kelapa ,
Mereka menghabiskan waktu yang tinggal sedikit , Karena sore ini Yumna akan pulang ke Bandung .
" Tadi Siapa ?"
" Itu calon suami Sinta , Laki-laki yang memaksa Paman ku sampai tak berkutik ."
" Rupanya dia orangnya ,Aku dengar dari Ayahku . Dia pengusaha muda yang sukses ,Dia juga cukup berbahaya ."
" Berbahaya ? Apa dia punya tanduk sampe di bilang berbahaya ."
" Semua orang dibuatnya takluk ,Selain punya kekuasaan dia juga orang yang paling berpengaruh ..Yumna entah mengapa Ayahku berpesan untuk tidak punya urusan apapun dengannya ..Buktinya Apa yang menimpa Pamanmu sekarang ."
" Apa ? Dia hanya Orang biasa jadi tidak perlu berlebihan ." Pangkasnya .
" Tapi Ayahku bilang dia berbahaya ."
" Berbahaya ?? Sudahlah jangan diteruskan ..Lebih baik kita membahas tentang kita saja ."
" Baiklah ,,.Jadi kapan kita menikah ?"
" Secepatnya ,,Masa kerjaku juga cuman 1minggu lagi ,Jadi lebih baik aku menjadi istrimu daripada mencari pekerjaan ." Celotehnya .
" Oke labih baik menjadi istriku..."
" Bercanda kok ..Aku mau ngelamar kemana lagi ya .. bingung ."
" Lho aku tadi gak bercanda ."
" Apaan sih ..Ini semua gara-gara Nadia ingkar janji ,Tadinya kontrak kerjaku mau di perpanjang ."
" Kenapa dia ingkar janji ?"
" Dia suka sama kamu Mas ."
Rendy tersedak saat mendengar ucapan Yumna .
"Apaansih Yumna ."
" Serius Mas ,Kamu tau gak dia nyuruh aku mutusin kamu kalo mau di perpanjang kontrak ."
" Yumna , Jangan bercanda ah gak lucu ."
" Siapa yang bercanda ,Serius ..dia malahan ngambil nomer kamu tau ."
" Iya bener ." Lontar Yumna tersenyum.
" Kok kamu senyum sih pacarnya di sukai cewek lain ."
" Gak apa-apa lah ,Justru seneng .. Siapa yang gak suka coba ganteng gini ."
" Kok kamu gombal banget sih , belajar dari mana ?"
" Dari mana aja lah ..ih gak apa-apa Nadia suka sama kamu itu kan hak dia ."
" Ya ampun kamu dewasa banget ya .Aku harus banyak belajar deh ke kamu ."
" Iya buru-buru nikahin ."
" Secepatnya ."
Rendy sangat bahagia dengan hubungan nya dengan Yumna .
Sementara Yumna mulai belajar membuka hatinya untuk Rendy ,Dia sadar jika dia harus melupakan Dennis .
Di rumah Ayah Dennis .
*
*
Dennis menemui Ayah dan Ibunya ,
"Ada apa ?" Tanya Ayah .
" Hari Minggu besok aku akan menikah ."
" Apa ?? Dennis Minggu ini?? nyiapin pernikahan gak kayak minta beli kerupuk ke warung ,, Jangan aneh-aneh , Ayah heran sama kamu , Bisa-bisanya sih kamu mau nikahin sepupu Yumna ,Kamu mau nyakitin Yumna lagi ,,Kamu gak bosen ? Apa sih yang ada di otak kamu ?"
" Udah ceramahnya ? Ayah kenapa sih selalu Nentang aku ?? Aku gak minta Ayah nyiapin apapun ,, yang harus ayah lakukan persiapkan diri Ayah dan Ibu untuk pernikahan ku Minggu besok .. Dennis udah siapin semuanya ."
" Ayah tanya ,Kamu gak kasian sama Yumna ? Dia nangis lho kemaren , dimana hati kamu Dennis ? "
" Ayah gak usah komentar apapun ,Karena ayah gak tau apa-apa.. Lihat saja nanti endingnya ."
" Ending apa? Kamu Jangan macem-macem ya Dennis ."
" Udah deh ,Ibu aja dari tadi gak ribet ,,kenapa sih lebih bawel Ayah .
" Ayah cuma gak mau kamu nyakitin Yumna terus ,Sadar kamu ."
" Siapa juga yang mau nyakitin Yumna ."
" Ini lagi nikah main nikah aja ,Enggak di kenalin dulu calon nya ,Gak tunangan dulu ,Ayah gak tau calon mu seperti apa ..Bingung Ayah sama kamu ."
" Udahlah Yah , Jangan ngomel-ngomel terus ,Yang pentingkan sekarang Dennis udah mau buka hatinya untuk yang lain ,,Justru kita harus seneng anak kita akan segera menikah ,,ya walaupun kita gak tau calonnya seperti apa ." Bela Ibu .
" Ini nih yang bikin anak kita seenaknya ,semaunya ,di belain terus sama Ibu ."
" Wajar dong Yah anak satu-satunya ."
" Udah ah aku mau berangkat lagi ke kantor ."
Dennis pergi meninggalkan rumah .
" Semenjak ditinggalkan Yumna dia sudah hilang akal ,Beri tau putramu ,Apa yang dia lakukan itu keliru ."
" Ayah nih Apa-apa gak pernah setuju sama anak sendiri .."Gerutu Ibu sambil berlalu pergi meninggalkan suaminya di ruang tamu .
Ayah bingung dengan semua yang Dennis lakukan , Lain dengan Ibunya yang bahagia karena Dennis akan segera menikah . Ibu Dennis mencari kontak desainer untuk membuat baju .
Sementara di tempat lain Yumna Bersiap untuk pulang ke Bandung ,
" Sin, Mbak pamit ya ." Yumna memeluk Sinta penuh haru ,Dia tau apa yang di rasakan Sinta .
" Yang kuat ya sin, Mbak tau ..pasti sangat berat untuk berkorban ..Mbak salut sekali sama kamu ,Kamu sangat kuat ."
" Mbak Jangan menangis ,Semua baik-baik saja kok ."
" Sabtu besok Mbak akan datang untuk pernikahan kamu ,,Maafin Mbak yang gak bisa nolong kamu Sin ."
" Aku tunggu Mbak .. Hati-hati di jalan ya "
" Iya ."
Rendy mengangkat tas milik Yumna dan menaruhnya ke mobil .
" Paman , bibi ,Nayla Mbak berangkat ya ."
" Hati-hati ya ."
"Assalamualaikum ." Yumna menciumi tangan Paman dan Bibi.
" Waalaikum salam."