
Siang itu Kenan menemui Dennis di rumahnya .
” Ken . ” Sapa Yumna .
” Kamu gimana sih , Gak bales chat ku .. Mana nomor Sinta ? Pembohong . ” Gerutu Ken .
” Aku lupa .. Lagi pula kenapa sih ngebet banget .. Kamu mau serius dekati dia ? Aku gak mau kamu mempermainkan Sepupuku . ”
” Kamu pikir aku akan main-main dengannya ? Yumna , Aku pastikan aku serius dengan dia . ”
” Sudahlah Ken , Cari saja perempuan yang lain . ”
” Kok gitu ? Dennis , Ada apa dengan istrimu .. Kenapa dia tidak mau memberikan nomer telpon Sinta ? ”
” Sayang , Kasi aja .. Berisik nih orang biar dia cepat pergi dari sini . ” Kata Dennis .
” Nanti aku minta izin Sinta dulu .. ”
” Alasan lagi , Yumna .. emang kamu liat aku cowok yang suka mempermainkan cewek apa ? Dari dulu aku pria setia perasaan . ”
” Udah sih .. kasi aja .” Kata Dennis kesal .
Yumna terpaksa memberikan nomer Sinta .
“ Aku udah kirim tuh . “
“ Oke .. Thanks ya , Kamu tenang aja . Aku gak bakal mainin dia kok . “
“ Udah Kan ? Sekarang mending Lo balik sana . “ Usir Dennis kejam .
” Lo gak mau banget sih liat gue lama-lama . Salah gue apa coba ? ”
” Ya Lo nyusuin bini gue . ”
” Lebay Lo . Minta nomer doang , Bini Lo susah banget . ”
” Ini minum nya .. Kamu gak ke kantor mas ? ”
” Mau , Tapi ni orang belum balik-balik juga . ”
” Ya biarin gak apa-apa , Kamu berangkat aja sana .. ini udah siang lho . ”
” Gak mau ah .. masa aku biarkan istriku bersama pria lain di rumah . Gak boleh . ”
” Emang Lo kira gue mau ngapain bini Lo ? Gue cuman mau nanya-nanya seputar Sinta aja .. lebay Lo . ”
” Tapi gak gini juga kali .. Sana Lo udah dapet nomer telpon nya .. Tapi masih nyusahin bini orang . Sana tanya , Usaha sendiri . ”
” Males ih sama Lo ..”
” Sayang , Aku pergi ya .. Jaga rumah , Jika suami tidak ada jangan terima tamu dari siapapun . Apalagi jika itu pria .. Biarkan bibi yang terima . ”
” Apa dia pencemburu Yumna ? Kenapa dia berlebihan seperti itu ? ” Tanya Ken heran .
” Ya dia memang seperti itu . ”
” Dennis-Dennis mentang-mentang dulu bertepuk sebelah tangan , Sekarang giliran udah dapet digenggam erat-erat apa ya . Takut kehilangan ya hahahaha . ”
” Berisik Lo .. Ayo balik .. Gue mau ngantor . ”
” Ini beneran , Gue gak boleh ngobrol Bentaran sama Yumna ? ”
” Belum jelas gue ngomong ? Cepetan . ” teriak Dennis .
” Parah nih orang . ”
Ken pun di seret Dennis keluar , Dia tidak berdaya menghadapi kekakuan temannya itu .
” Sayang aku tinggal ya . ”
” Iya mas .. ” kata Yumna sembari mencium tangan suaminya , Lalu Dennis mencium kening Yumna mesra . Membuat Ken meleleh .
” Buset .. Gue jadi cepet-cepet pengen punya bini . ” lontar Ken lagi
Yumna hanya tersenyum melihat tingkah Ken , Sementara Dennis terlihat sebal kepada nya .
” Nikahlah .. kalo laku . ”
” Dih .. Kenan keren gitu kok mas . Masa gitu ngomongnya . ”
” Yumna benar .. Aku keren gini , Gini-gini yang naksir banyak . Dasar Lo ..” Gerutu Ken lagi .
” Lo mau balik kagak sih .. Pusing gue liat elo dari tadi . ”
” Yumna , Aku pamit ya . Suamimu marah-marah Mulu kalo ketemu gue .. Dia kacang lupa kulitnya , Dulu mah dia butuh gue . Sekarang .. Mentang-mentang udah dapet , gue di lepeh . ”
” Maaf ya Ken .. Mas Dennis memang tidak senang kalo aku dekat-dekat dengan laki-laki lain . Selalu marah meskipun hanya teman . ” bisik Yumna .
” Berlebihan . ” Jawab si Ken lagi .
Dennis masih berdiri mematung melihat Yumna membisikkan sesuatu kepada Ken .
” Aku masih disini sayang .. Apa yang kalian bicarakan ? ”
” sebelum keadaan semakin kacau lebih baik aku pamit deh .. Dah . ” Kenan pergi dan mengemudikan mobil .
Dia tampak bahagia karena sudah mendapatkan nomer Sinta .
Begitu juga dengan Dennis , Dia masuk mobil dan pergi ke kantor .
Sementara itu Yumna melihat Natan yang tidak sengaja menguping pembicaraan mereka . Lalu Natan bergegas ke dapur . Yumna mengikutinya .
” Non ..” Sapa Natan yang sedang mengaduk kopi .
” Aku sudah memberikan nomer Sinta pada Ken . ”
” Itu bagus Non , non Sinta harus bahagia . ”
” Lalu gimana sama kamu ? ”
” Apanya yang gimana ? Aku tidak bisa melakukan apapun untuk diriku sendiri . Nona tidak perlu khawatir aku baik-baik saja . ” Jawab nya dibarengi senyuman .
” Kamu yakin mau merelakan Sinta begitu saja ? ”
” Saya itu apa ? Saya hanya supir . Bagaimana saya bisa pantas untuk nya . Selain itu saya sudah melukainya. Non saya mau mencuci mobil , Saya tinggal ya . ”
Natan pun pergi menghindari Yumna , Dia tidak ingin terlihat lemah didepannya .
1 Jam berlalu , Yumna kembali ke rumah paman bersama Natan .
” Paman di kantor Na .” Lontar bibi sambil menyisir rambut Nayla .
” Tuh Sinta , Seperti nya dia mau pergi . ” Jawab Bibi .
” Mbak disini ? ” Sapa Sinta.
” Kamu mau pergi ? ”
” Iya Mas Rio mengajak ku pergi .. ”
” Sin , Kamu serius dengan dia ? ”
” Dia hanya teman biasa kok Mbak , Gak lebih . Emang kenapa Mbak ? ”
” Enggak papa .. Kok Mbak kurang sreuk aja sama dia . ”
” Ya udah aku pergi ya Bu .. Sebentar doang kok . ”
” Oke .. ” Lalu terdengar bel berbunyi , Lalu tidak lama bibi menghampiri mereka .
” Di depan den Rio sudah datang non . ”
” Iya bi aku tau .. Bu aku tinggal ya , Mbak .. Dah . ” Sinta pun bergegas keluar menemui Rio .
Setibanya di luar , Sinta melihat Natan sedang duduk di kursi teras bersama pak Danang supir nya .
Namun Sinta masih enggan untuk menyapa , Dia langsung menyapa Rio .
” Ayo .” Ajaknya .. Rio membuka pintu mobil untuk Sinta .
Mereka pun pergi , Tiba-tiba Yumna menghampiri mereka berdua .
” Tan .. Ikuti mereka gih , Kok perasaan ku gak enak ya ..” Pinta Yumna .
” Tugas saya menjaga nona , Jika tuan tau , dia akan marah . ”
” Aku gak kemana-mana kok .. Pergi gih awasi mereka .. Ya udah ini perintah dari aku , Kamu mau nolak ? ”
” Tapi non , Itu diluar kewajiban saya .. ”
” Natan .. Pergilah , Aku tidak mau menerima penolakan Apa pun . ”
Yumna bicara tegas supaya Natan mau mendengarkan dirinya .
” Nona jangan kemana-mana jika saya belum kembali .. ” Pintanya .
” Iya baik , Pergilah . ”
Natan mengambil kunci mobil dan menyetir , Dia mengejar mobil Rio sesuai keinginan Yumna .
Berat sekali baginya untuk mengikuti mereka berdua , Tapi dia tidak bisa menolak keinginan Yumna.
20 menit berlalu , Rio membawa Sinta ke sebuah cafe , Sementara Natan mengikuti mereka .
Mereka duduk dan terlihat memesan makanan kepada pelayan . Natan memperhatikan dari belakang dengan topi dan sebuah majalah .
” Sin , Aku senang karena beberapa hari ini kita kerap menghabiskan waktu bersama . Itu sangat berharga bagi ku .. Sin , Aku tau ini terlalu mendadak . Aku ingin kita lebih dari sekedar teman .”
” Maksud kamu Mas ? ”
” Ayo kita pacaran . Aku janji tidak akan nyakitin kamu .” Pintanya sembari memegang tangan Sinta .
Hal itu terlihat dan terdengar jelas oleh Natan .
” Kamu mau kan ? ”
” Aku tidak bisa Mas .. ” Jawab Sinta sambil melepaskan tangannya .
" Kamu tolak aku ? Lalu kenapa kamu memberi harapan seperti ini ? Membalas chat ku dan sering jalan ? ” Tanya Rio kecewa .
” Maaf Mas , Aku tidak berpikir udah kasih kamu harapan .. ”
” Sin kamu gak punya perasaan ya ? Lalu apa ini semua ? keterlaluan . ”
” Apa salahnya jika kita pergi untuk makan dan membalas Chat ? Maaf jika itu membuat Mas merasa aku memberi harapan .. Aku harus pergi , Maaf ya Mas . ” Sinta bergegas meninggalkan Rio .
Rio mengejarnya hingga keluar cafe , Disusul oleh Natan .
” Kamu gak bisa giniin aku .. Kamu pikir aku apa ? Aku gak terima ya . ” Lontar Rio sembari menarik tangan Sinta .
” Apa sih mas , Lepasin . Aku mau pulang . ” Jawab Sinta .
” Pulang ? Kamu mau pulang setelah mempermainkan perasaanku ? ”
” Lalu kamu mau apa ? ”
” Ikut aku . ” Rio menyeret Sinta menuju mobilnya .
” Lepasin Mas , atau aku teriak . ” Ancam Sinta .
" Teriak aja .. Kamu bikin aku marah , Kamu mesti dapat ganjaran nya .” Ancam balik Rio menyakiti tangan Sinta .
” Tolong .” Teriak Sinta . Karena panik Rio membekap mulut Sinta dengan tangan nya .
Tak diam saja , Natan langsung menarik kerah baju Rio dan menghajarnya .
” Brugggg ..” Membuatnya terjengkang .
” Siapa Lo ? Jangan ikut campur .” Ancam Rio sembari terbangun .
Bukannya menjawab pertanyaan darinya , Natan malah semakin membabi buta menghajar Rio .
Dia diam seribu bahasa , Sementara Sinta ketakutan melihat apa yang dilakukan oleh Natan .
Sinta berusaha melerai , Namun tidak membuatnya berhenti memukuli Rio .
” Hentikan .” Teriak Sinta , Membuat orang berdatangan dan membantu memisahkan keduanya .
Natan masih bisa melepaskan diri dari pegangan beberapa orang karena emosi , Dia tetap berusaha menyerang Rio , Meski Rio sudah terkapar tidak berdaya.
Sinta menampar Natan sambil menangis karena dia tidak mau mendengarkan dirinya .
Lalu Natan berhenti tanpa mengatakan apapun .
" Kamu mau masuk bui ? ” Teriak Sinta kepadanya .
Natan menarik tangan Sinta menuju mobil masih dengan mulut yang bungkam .
” Lepaskan .. ” Teriak Sinta lagi .