YUMNA

YUMNA
Kisah 37



Putra lalu segera ke kamar lantai atas dan menemui bibik yang sedang mengendong Rizki.


Putra lalu mengambil alih mengendong Rizki


Aaaahhh ... Yahhhhh ... rintih Riski pelan saat dia lihat Putra memangkunya.


Ya anak Ayah sayang ... kata Putra pelan lalu memeluk Riski


Tak lama kemudian Yumna datang dan membawa obat turun panas lalu memberikan ke anaknya.


Rizki lalu tertidur di pelukan Putra , suhu badan Riski pelan pelan turun tapi masih dalam pelukan Putra Ayahnya.


" biar Na yang gendong Mas , Mas istirahatlah di kasur " kata Yumna mendekati Putra hendak mengambil alih gendongan Riski.


Saat Putra hendak memberikan Riski ke Yumna tiba tiba Riski memeluk kuat Putra seakan gak mau pisah dari Ayahnya.


( ya maklum mereka kan hidup dengan jarak jauh alias LDR 🀩🀩 ).


" sudah gak apa, Na tidurlah biar Riski sama Mas malam ini " kata Putra pelan agar tidak membangunkan anaknya yang sedang lelap tertidur di pangkuan Ayahnya.


Yunma lalu pergi ke kamar kecil untuk mengambil wudlu dan melaksanakan shalat malam tahajud, shalat yang tidak pernah Yumna tinggalkan selama ini.


Bukannya istirahat tapi Yumna melaksanakan shalat malam, tanpa terasa Yumna tertidur di atas sajadahnya.


Putra lalu mendekati Yumna dan melihat wajah syahdu teduh pada diri Yumna


maafkan Mas ya Na , seharusnya kita bisa menjadi keluarga bahagia tapi kesalahanku sangat fatal bagimu ... batin Putra sambil menatap Yumna.


Putra lalu pelan pelan membangunkan Yumna


" maafin Na tertidur Mas ... ada yang mas butuhkan biar Na siapkan " kata Yumna saat di bangunkan oleh Putra


" Mas gak butuh apa apa , Mas butuh kamu sekarang pindah tidur di kasur jangan di lantai keras ini " kata Putra pelan sambil menuntun Yumna istirahat ke kasurnya.


" tidurlah ... tenang aja , aku tidak akan menyentuhmu Na selama tidak ada ijin darimu " goda Putra


" hhhmmm ... " kata Yumna pelan sambil merebahkan badannya ke kasur karena mata Yumna sudah sangat mengantuk.


Yumna tertidur di kasur sementara Putra di sofa kamar sambil memeluk Riski dan memantau suhu Riski yang semakin menurun.


Paginya 🌼 🌼 🌼


Alhamdulillah kondisi Riski membaik , tapi hari ini seharusnya Putra kembali ke Sumatra untuk melaksanakan tugasnya


( cutii telahhh usai ... cuti tlaahh usaiii ... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… )


Riski yang semakin besar semakin bisa mengungkapkan melalui kata kata yang sepatah dua patah kata membuat Putra selalu ingin dekat anaknya.


" Ayah kerja lagii ya nak ... Riski sama Bunda ( Yumna ) dan Oma Opa ( panggilan Mamih Papih Putra ) disini yaaaa " kata Putra berbicara sama anaknya yang sdh berumur 1 tahun lebih 4 bulan , Riski yang lincah dan sudah hampir fasih berjalan.


" nndaaaa auuu ... ( gak mau ) " kata Riski yang lalu memeluk Putra kuat


" besok Ayah datang lagi ya bawa mainan yang banyak yaaa " kata Putra


Riski lalu menangis di pangkuan Putra.


Akhirnya hari itu Putra batal tidak jadi ke Sumatra karena anaknya belum bisa di tinggal.


" kau ajak dulu dia jalan jalan ke alun alun kota atau taman bermain atau apalah " kata Mamih melihat tingkah cucunya yang lucu gaj mau lepas dari Putra Ayahnya.


🧑


🧑


🧑


🧑


Hari ini Putra sengaja luangkan waktu untuk mengajak jalan dan bermain dengan putranya semata wayang ini , mereka bermain ke taman bermain yang terhubung dengan alam , berlari , bermain air dan terakhir ke toko mainan untuk membelikan mainan anaknya.


Yumna selalu berada di belakang Putra dan Rizki sambil membawa keperluan Rizki yaitu minumnya , cemilannya , popoknya.


Sesampai di mall Riski sibuk melihat mainan dan berjalan untuk memilih mainan, setelah selesai mereka ber tiga pun berjalan di mall


" Na ... " panggil Putra


" iya Mas ... " jawab Yumna pelan sambil menoleh ke arah Putra.


" kamu mau beli apa ? beli lahh yang kamu mau , pilih yaa biar nanti Mas yang bayarin " kata Putra


" hhmm tidak usah Mas , Na gak ingin beli apapun ... melihat Riski seneng rasanya Na sudah bahagia " jawab Yumna


Hari sudah menjelang sore, waktunya mereka ber 3 untuk kembali ke rumah.


Saat hendak ke basement tempat mobil di parkir , Yumna melihat ada 2 orang anak yang sedang menatap ke arah restorant di mall dan Yumna reflek langsung ke arah 2 anak tersebut.


Cukup lama Yumna memandang 2 orang bocah itu dan sepertinya mereka lapar , trenyuh hati Yumna.


Yumna mendatangi 2 orang bocah tersebut dan segera memesan makanan siap saji buat anak anak ini dan mempersilahkan mereka duduk.


" adek adek mau nambah lagi ? " tanya Yumna setelah mengantar 2 orang bocah ni duduk dan memesan makanan buat mereka


" tak kak ... kak , kami gak punya uang buat bayar makanan disini mahal " kata salah satu bocah tersebut πŸ₯ΊπŸ₯Ί


" jangan khawatir ini gratis , kakak yang bayarin , kalian makan yang banyak ya dek ... " jawab Yumna menahan air matanya jatuh


Kedua bocah tersebut lalu menghampiri Yumna dan memeluk Yumna sambil menangis dan Yumna pun akhirnya meneteskan air matanya sambil memeluk mereka πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­.


Yumna memesan makanan double buat 2 orang bocah tersebut dan Yumna pun mengambil uang 10 lembar uang 100 ribuan buat mereka.


" kakak pulang dulu ya, khawatir anak kakak bangun dan ini di simpan ya buat tabungan dan pegangan kalian dek " kata Yumna


" terima kasih kakak πŸ₯ΊπŸ₯Ί kakak malaikat penolong kami " kata salah satu bocah tersebut.


Tanpa Yumna sadari dari kejauhan Putra memandang Yumna terhadap 2 bocah tersebut.


" Maafin Na ya Mas ... ada sesuatu dulu di dalam " kata Yumna mendekati Putra yang sambil menggendong anaknya.


Putra hanya tersenyum dan lalu mengandeng tangan Yumna , menuntun untuk segera menuju mobil di basement.


Di dalam mobil ...


" siapa dia Na ? " tanya Putra


" bukan siapa siapa Na , Mas ... Na hanya melihat mereka seperti kelaparan ..." jawab Yumna singkat.


" sering kamu begitu Na ? " tanya Putra


" kalo Na ada uang aja Mas ..., Na gak tega Mas ... Na bisa merasakan apa yang mereka rasakan Mas karena dulu waktu Na kecil hidup di panti asuhan , kami kalo melihat anak anak seumuran kami jalan sama orang tuanya ke mall Na suka nangis , Na pingin gitu tapi Na sadar kalo Na .... hiickks ... hickkss... " kata Yumna menghentikan kata katanya karena gak kuat menahan air matanya πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜­.


Putra segera memeluk Yumna dan meletakkan kepala Yumna di dadanya lalu mencium kepala Yumna yang tertutup dengan jilbabnya yang lebar.


" sudah ... sudah ... Allah sayang Na , Allah tau Na kuat " kata Putra pelan sambil menahan sedihnya.


Hatimu sungguh mulia Yumna , pasti orang tuamu di surga bangga melihatmu


( batin Putra )


πŸ₯Ί


πŸ₯Ί


😭