
Yumna terisak di pelukan bibi setelah Dennis tidak sengaja membentak nya .
Tiba-tiba bibi melihat Dennis sudah berdiri di belakang yumna.
" Tuan . " Lontar bibi membuat yumna sedikit kaget, dia segera mengusap air matanya dan berbalik.
" Bibi boleh pergi. "
Bibi pun mengikuti ucapan Dennis dengan segera meninggalkan mereka .
" Maafin aku ya. Aku lagi banyak kerjaan di kantor . " Katanya beralasan.
" Aku mau melihat banyu. kamu tidur aja. "
" Sekarang kamu mau balik marah sama aku ? "
" Engga kok mas, aku gak pendendam kayak kamu. ada banyak perbedaan di antara kita, kamu bisa mengatakan apapun sesukamu tanpa membuatku merasa terluka. tapi lain dengan aku yang biarpun hanya satu kata yang aku ucapkan, Kamu menuduhku bahwa aku tidak berperasaan. kamu kira aku sedang mempermainkan nafsu birahi mu kan sampe kamu marah ? aku suka heran sama kamu yang selalu menciptakan jarak diantara kita. kamu selalu ingin berselisih denganku, Ibu dari anakmu. bahkan kata maaf tidak bisa menebus nya. "
" Apa aku gak boleh kesal sama kamu ? Kenapa kamu gak kasih aku waktu . "
" Waktu ? aku berikan kok.. kamu memerlukan berapa lama ? 1minggu ? 2 bulan ? atau.."
" Sayang. please stop. "
" Aku mau tidur di kamar banyu. semoga kamu bisa menenangkan diri. " Ujarnya kemudian segera meninggalkan sang suami.
Keesokan harinya, Yumna membuka pintu kamar dan segera menyiapkan pakaian ke kantor untuk Dennis.
Dia mengendap-endap saat sang suami masih tertidur pulas.
Setelah selesai, Yumna segera keluar dari kamar.
1 Jam kemudian, yumna tampak asik menimang banyu di ruang tv. Tiba-tiba yumna melihat bibi sedang menata beberapa buah di meja makan .
" Bi. " Panggil Yumna.
" Iya non?? "
" Bi mulai pagi ini sekarang bibi ya yang masak buat mas Dennis . Mas Dennis udah bosen sama masakan aku.. kemaren juga bekal makan siang nya engga di makan. gak apa-apa ya bi ? " Pinta yumna.
" Oh gak apa-apa kok non. lagian juga non cape harus megang beberapa pekerjaan. non fokus aja sama den banyu. "
" Iya bi.. makasih . "
" Bibi tinggal ke dapur ya non. mau lanjut beresin rak . "
" Iya.."
Bibi pun segera kembali ke dapur. Tiba-tiba Dennis menuruni anak tangga dan menghampiri yumna.
" Sayang. "
" Sarapan udah siap tuh mas di meja makan. maaf ya aku gak bisa temenin , banyu lagi pengen di gendong terus. "
Dennis semakin sadar jika yumna sedang mendiamkannya kali ini.
" Apa gak cukup hukuman buat aku semalam tidur sendirian. sekarang aku sarapan pun harus sendiri. Aku udah baikan.. jadi ayo kita lupakan semuanya. ".
".Apa yang harus aku lupakan, Emang ada apa sama kita ?
" Yumna sayang . kamu tuh kalo lagi ngambek kerasa banget ke aku . "
" Siapa yang ngambek . aku cuma menjaga diriku agar tidak lagi melukaimu seperti kemarin . semakin banyak bicara semakin banyak ucapan ku yang bisa melukaimu . "
" Iya aku minta maaf aku yang salah. "
" Jangan minta maaf. Oya , Semalam Sinta kirim chat kalo dia sudah nyampe di Jakarta . natan juga. rencananya malam ini aku mau nginep untuk beberapa hari bersama banyu. bolehkan ? "..
" Kenapa harus nginep. kamu kan bisa cuma mengunjungi rumah paman sampe sore. " Lontarnya berusaha pelan.
" Aku kangen mas. lagian juga kamu bisa tenang gak ada yang ganggu. kamu gak perlu repot pulang larut malam lagi untuk menghindari aku. "
" Sayang. aku gak merasa keganggu sama kamu. aku kan udah bilang kemarin mood aku lagi gak baik.. tolong jangan ngomong kayak gitu. aku sedih.. "
" Tidak sesedih seperti menerima bentak kan. "
" Sayang . "
" Aku melahirkan bayimu dengan rasa sakit, tapi rasa sakit itu tidak ada apa-apa nya dibanding sebuah bentak kan. Se kacau apapun ayah dan ibu ku.. mereka tidak pernah melakukannya padaku . Kalo kamu mulai malas padaku, Ayo kita duduk bersama dan katakan apa maumu.. bukan diam, menghindar, dan memanggil namaku dengan lantang seperti kemarin . "
" Malas bagaimana ? kenapa bicaramu kemana-mana sekarang . "
" Ya. makanya aku sarankan kamu punya waktu untuk dirimu sendiri. biarkan aku menginap di rumah paman beberapa hari .."
" Yumna benar-benar sedang marah. aku harus sabar. " batin Dennis .
" Aku gak ngantor. kayaknya aku harus lurusin ini sama kamu . " Ujar Dennis menatap nya.
" Sayang dengerin aku. aku gak tau kalo aku udah nyakitin kamu kemarin. aku beneran nyesel. aku minta maaf. "
" Sayang!! aku sedih deh sama sikap kamu ini. aku harus apa supaya kamu mau maafin?? "
" Gak ada. aku akan bilang sama pamanku setelah apa yang kamu lakukan . semoga dia membawaku ke rumahnya. "
" Yumna, Sayang !!! mari kita baikan. aku bisa gila kalo kamu gak di rumah. "
" Kamu gak akan tau perasaan ku, Aku mengurus bayi dan suami, tapi bisa-bisanya kamu lakukan itu padaku . "
Dennis hanya tertunduk dan mencoba memeluk sang istri.
" Semua rayuanmu tidak akan meluluhkan ku. kamu tau itu kan. "
" Di kantor banyak masalah. jadi maaf aku membawanya ke rumah. "
" Masalah? bukannya kamu sedang kesal padaku dan kamu membawanya ke kantor. sampe kamu memecat 10 orang. "
" Kok kamu tau?? "
" Apa yang membuat mu melakukan itu, Sudah aku bilang mencari pekerjaan itu gak mudah. kenapa kamu selalu seenaknya!!! "
" Mereka mengatakan yang tidak-tidak tentang istriku. jelas aku kesal.. mereka bekerja padaku, tapi kenapa mereka mencibir istriku. "
" Apa yang mereka katakan? "
" Aku tidak akan menjawabnya. itu hanya akan melukaimu. "
Yumna terdiam mendengar ucapan sang suami " Maaf. harusnya aku tidak membuat mu kesal. " Lontarnya tulus.
" Aku yang salah. "
" Kamu cukup hanya menegurnya. tidak perlu memecat mereka. "
" Kalo kamu mendengar sendiri ucapan mereka, kamu pasti tidak akan mengatakan ini. "
Paling mereka bilang, kalo aku tak pantas untukmu. "
" Kok kamu tau??? "
" Semua orang mengatakan nya. aku selalu pura-pura tidak mendengar saja. lagipula itu semua benar kan. "
" Kita sudah ada anak, harus kah kamu mengatakan itu. "
" Aku membatasi diri sejak kita berteman. aku tau posisiku dimana. tapi kamu bilang kalo aku tidak berperasaan karena Mengabaikanmu."
" Memang nya kenapa kalo aku menyukaimu? tidak ada aturannya seseorang harus mencintai melihat latar belakang . "
" Ya deh. biar cepet. "
" Kamu masih berpikir kalo kita gak sepadan? " Tanyanya heran.
" Udah lah gak usah di bahas juga. "
" Bahas aja, Aku mau menuntaskan ini. kamu masih merasa kebersamaan kita ini tidak sepenuhnya benar?? jawab aku??? "
" Ya ampun. "
" Jawab aja.."
" Semua orang mengatakan nya. "
" Siapa yang peduli dengan omongan orang, ayah dan Ibuku tidak mengatakan itu. mereka bahkan lebih menyayangimu daripada aku. "
" Ya mas. kenapa kamu kesal sekali. "
" Kamu selalu merasa kayak gitu. apa perlu aku berteriak pada mereka kalo aku lah yang pertama menyukaimu dan mengejar mu?? "
" Ga usah. kamu ini sensi amat. "
Dennis masih cemberut mendengar ucapan Yumna .
" Sebenarnya, Aku yang sangat beruntung mendapatkan kamu. semua wanita hanya iri karena bukan mereka yang menjadi istrimu. makanya mereka nyinyir . sekarang kita akhiri semua perdebatan ini.. kita baikan ya. "
" Harusnya aku mendapatkan sesuatu sih, Semacam sogokan untuk kita baikan. "
" Apa? bukannya tadi kamu yang mengeluh untuk berbaikan denganku? kenapa jadi aku yang mesti kasi sesuatu?? kebalik kali mas?? "
" Baiklah, Aku akan beri satu ciuman.."
" Ah.. itu bukan sesuatu yang ku dambakan. beri aku yang lain. "
" Nanti malam. " Bisiknya .
" Aku mau uang. "
" Dasar wanita.. uang, uang. Lama-lama kamu kayak tuan craft. "
" Hahaha... "