YUMNA

YUMNA
Episode 272



Yumna di antar pak danang ke rumah ibu denis, lalu segera meminta pak danang untuk pulang. " Nanti kalo aku mau pulang, aku telepon pak danang. "


" Baik non. kalau begitu saya pamit. "


" Iya pak. "


Pak danang pun pergi , kemudian yumna segera masuk berlari seolah tak sabar ingin menemui banyu.


" Assalamu'alaikum. "


" Waalaikumsalam. non. silakan masuk. " Kata si mbok.


" Mana banyu mbo ? "


" Di dalam non, mari saya antar. "


" Iya mbok. "


Yumna berjalan mengikuti mbok, Setibanya di ruang tengah yumna menaruh tas dan segera memangku banyu " Sayang . ini mami.. " Katanya sembari menciumi putranya.


" Kamu cepet banget sampe nya na ?? "


" Iya bu, pak danang ngebut banget bawa mobilnya. "


" Kamu yang nyuruh kali ?? " ledek ibu membuat yumna tertawa.


" Ibu tau aja. ".


Ibu sangat bahagia karena hubungan nya bersama yumna sekarang semakin membaik, melihat Yumna tersenyum kepada nya begitu lepas adalah hal yang berharga.


" Makasih ya bu. aku gak tau deh kalo gak ada ibu. " Kata yumna terharu.


" Ibu sudah bilang. ibu akan melakukan apapun untuk yumna. asal yumna mau meminta tolong sama ibu. "


" Bu. " merasa terharu, yumna segera memeluk mantan ibu mertua.


" Semua ini sangat berharga buat aku bu. "


" Boleh ibu menanyakan sesuatu, mungkin yumna akan lelah mendengar pertanyaan ini ?? "


" Boleh. "


" Ibu sudah menyadari kesalahan ibu ke kamu, tidak bisakah kita mulai dari awal lagi ? Denis masih sangat mencintai yumna. kesempatan itu , apa mungkin bisa yumna berikan lagi ?? " Ujarnya menatap begitu dalam.


Yumna hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari ibu Denis.


" Sungguh tidak ada harapan ? "


" Maaf karena aku sangat keras ya bu. "


" Semua bukan salah yumna , ibu yang salah nak. ibu yang sudah menancap kan kekecewaan di hati kamu, sampai kamu sendiri tidak bisa mengendalikan nya. pasti begitu sakit. "


" Bu. tidak perlu mengungkit yang sudah lalu . ini hanya perlu waktu kok.. yumna tidak akan menyimpan nya terlalu lama. hanya saja, untuk kembali.. yumna tidak bisa bu. "


" Iya sayang ibu tau. "


" Sekarang tugas ibu adalah carikan perempuan yang tepat untuk mas denis. ibu tau seperti apa type mas denis kan ?? siapa tau kalau dia jatuh cinta lagi lalu menikah, dia akan lebih lunak padaku. membiarkan aku menemui banyu, bahkan membiarkan banyu tinggal bersama ku. "


" Jadi menurut yumna jika denis jatuh cinta pada wanita lain, dia akan luluh ?? "


" Iya. "


" Mana bisa yumna, di hatinya tak tersisa tempat untuk wanita lain. bagaimana kamu bisa mengira seperti itu. justru karena ibu adalah ibunya, ibu tau jika itu tidak mungkin. " batin ibu lirih.


" Ya sudah sekarang yumna habiskan waktu saja dengan banyu. main sampai sore sepuasnya. "


" Iya bu. oya, ayah kemana bu ? "


" Ayah lagi ke luar kota. ada kerjaan. "


" Oh. "


" Ibu mau liat sayur buat makan siang di kulkas. "


" Iya bu. "


Ibu pun segera pergi meninggalkan yumna dan sus rini di ruang tengah.


Yumna kembali asik bermain dengan banyu. Kemudian saat waktu bergulir beberapa menit tiba-tiba yumna di kejutkan dengan suara mobil di luar, si mbok segera berlari menghampiri yumna.


" Non gawat, tuan denis datang. " Kata si mbok dengan nafas yang tersengal.


" Aduh gimana ini sus ? "


Kemudian ibu segera meninggalkan dapur dan berlari pontang panting menuju ke tempat yumna berada.


" Kamu sembunyi dulu na. sini. " Kata ibu segera mengambil tas dan menarik yumna.


" Dimana bu ? " Tanyanya mulai panik.


Ibu membawa yumna ke kamar tamu di sebelah " Disini saja. denis tidak akan tau . "


" Iya bu. "


Ibu segera menutup pintu dan merapikan pakaian. belum apa-apa denis sudah nongol aja di ruang tengah.


" Bu .. banyu !!! " Panggil nya.


" Denis, kok kesini ?? "


" Kenapa ? kok kayak heran, emang gak boleh ?? "


" Bukan gitu sayang. kalau kamu mau kesini kenapa tadi gak bareng aja. " kata ibu beralasan.


" Tadinya gak mau, tapi di rumah sepi bu. tidur gak enak, apa-apa gak enak. jadi aku pikir kenapa aku gak kesini aja sekalian main. " lontarnya segera memangku banyu.


" Sayang.. "


" Apa sayang ? banyu kangen ya sama mami ?? kasian. sabar ya nak. " Ujarnya sembari mengelus rambut banyu.


Hal itu malah membuat semua orang di rumah menjadi kalang kabut.


Bukan hanya itu saja, banyu berdiri dan menuntun denis menuju ke kamar tamu sebelah. seperti nya banyu melihat ibu denis membawa yumna ke ruangan tersebut.


" Sayang mau kemana ?? " Tanya denis.


" Mami.. " katanya menunjukan ke pintu kamar tersebut.


" Mami ?? mami ada disitu sayang ?? " Tanyanya lagi membuat sus rini dan ibu panik.


" Ah sayang, masa mami ada disini sih.. kangen banget ya banyu. sini nenek gendong yuk kita ambil mainan lagi. " Kata ibu segera mengalihkan perhatian denis.


Tiba-tiba setelah mereka duduk asik bermain, ayah pulang dari luar kota.


" Assalamu'alaikum bu, ayah pulang. "


" Waalaikumsalam. dih ayah udah pulang. katanya besok baru mau pulang. ibu belum masak yah. "


" Gapapa bu. ayah belum laper. ada apa nih tumben banyu di rumah opah. sini nak. " Kata ayah segera menghampiri.


" Eh ayah jangan,,, kan udah dari luar, mandi dulu. takutnya kotor. " Hardik ibu.


" Lama bu. ayah udah cuci tangan. "


" Jangan. udah.. duduk disini, ibu ambilkan air minum buat ayah. "


Ibu segera membawa ayah duduk di sofa, Melihat kedatangan ayahnya denis terlihat sebal padanya.


" Bu, Ada apa dengan putra ibu ? dia terus memerangi ayahnya. " Sindir ayah .


" Ayah mengirim anak buah untuk memata-matai ku ?? " Katanya datar.


" Kamu sudah tau itu. "


" Sampai kapan ayah terus menghadang jalanku. "


" Sssttt apa sih kalian kalo ketemu selalu kayak gini. ibu capek kalo setiap kalian bertemu selalu bertengkar " Omel ibu berusaha menghentikan pembicaraan mereka berdua karena yumna pasti mendengar di dalam.


" Putramu memang pantas di maki kok. berhenti melerai atau membelanya. "


" Sus rini tolong bawa banyu ke atas. tidak baik dia mendengar perdebatan orang dewasa. " pinta ibu.


" Baik nyonya . " Sus rini segera membawa banyu ke lantai atas seperti yang diminta ibu.


" Yah kamu kan baru pulang, ayo mandi. "


" Kenapa ? ibu takut kami sampai melakukan baku tembak ? bicara padanya, buka matanya.. mau sampai kapan mempertahankan seseorang yang jelas-jelas sudah tidak mau. kamu ini waras atau tidak. harus dengan apa ayah ngomong biar kamu paham ? semua yang kamu lakukan pada yumna adalah kekeliruan. "


" Aku tidak pernah meminta ayah menilai setiap langkah yang aku ambil. meski salah dimata kalian, aku tidak perduli. "


" Tidak perduli orang lain terluka. itu maksud kamu ? kamu sangat egois, ayah tidak percaya mempunyai anak seperti kamu. dunia belum berakhir hanya karena kamu putus cinta. "


" Hentikan !!! please, " pinta ibu kepada mereka.


" Kamu tidak sanggup ? kalau kamu kira aku tidak sayang sama denis, kamu salah bu. justru karena dia putraku, darah dagingku, aku tidak mau dia melakukan hal yang akan melukai orang lain. aku bersikap keras belakangan ini untuk mendidiknya, mencoba menyadarkan dia kalau semua salah. itu saja bu. " cecar ayah kehilangan kata.


" Seperti yang aku katakan sebelum nya pada ayah . aku tidak akan berhenti, Yumna adalah hidup ku. kenapa ayah tidak mengerti juga ?? "


" Denis, cinta boleh Nak, tapi tolong jangan tolol. ayah sungguh sudah bicara pada yumna, Dia tidak akan mau kembali sama kamu, tidak mau kembali menjadi menantu di rumah ayah lagi. kamu tidak perlu mengemis padanya seperti ini. " Pinta ayah mulai putus asa.


" Kalau begitu, tolong bunuh aku. itu Satu-satunya jalan untuk menghentikan ku . aku sendiri tidak bisa mengendalikan perasaan ku. semua mimpi buruk ini amat melelahkan buatku, aku tidak sanggup ayah, aku tidak sanggup berpisah darinya. tolong lakukan sesuatu agar aku menjadi lebih baik.. perpisahan ini terlalu menyakitkan buat ku. aku sungguh tidak bisa menerimanya.. aku tidak bisa ." Lontarnya memohon sembari menangis kepada ayah .


" Sayang, tidak ibu mohon bangun lah. kita hadapi sama-sama nak. ibu selalu bersamamu. " Kata ibu hanyut dalam kesedihan menyaksikan putranya yang menangis sembari bersimpuh.


Sementara yumna tak kuasa menahan air matanya mendengar percakapan mereka di luar.


" Mas denis. kamu tidak perlu seputus asa itu. tolong jangan membuat langkahku semakin berat mas. " batinnya mulai ragu .


" Aku juga sakit memperlakukan yumna seperti itu. aku sungguh terpaksa, aku tidak punya jalan lain, setelah sejauh ini , tidak ada sekali pun memberiku kedamaian. dia tetap tidak mau meski aku memohon bu. apa yang harus ku lakukan jika yumna sungguh tidak kembali ?? "


" Dengar sayang, ibu selalu ada buat kamu. kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik. biarkan yumna dengan pilihan nya, ibu mohon lepaskan dia. supaya kamu tidak semakin terluka begitu pula dengan yumna. tolong dengar kan ibu. " Pintanya mengelus wajah sang putra.


" Ibu bisa meminta apapun dariku, tapi jika ibu ingin aku melepaskan yumna. cara Satu-satunya hanya satu, bunuh aku. " Katanya lagi semakin membuat ibu dan ayah putus asa .


" Denis. "


" Apa ibu tidak cukup buat kamu ? apa posisi yumna begitu besar di hati kamu di banding ibu mu ini ? apa ibu begitu tidak berharga nak ?? "


" Tidak bu. jangan tanya aku seperti itu. "


" Ayo kita cari cara sama-sama, cari cara bagaimana supaya kamu bisa melepaskan, mengikhlaskan. ayah janji akan selalu ada buat kamu . " kata ayah tulus.


" Cara apapun tidak akan pernah berhasil. aku mulai putus asa, jika aku benar-benar tidak mendapat kan yumna, tolong jangan salah kan yumna bu jika sesuatu menimpa ku. " Katanya segera beranjak dan pergi dari rumah .


" Maksud kamu apa ? kamu mau apa ?? tolong dengar ibu nak.. jangan menakuti ibu seperti ini." Teriak ibu kepada putranya.


Sementara itu ayah segera menghubungi natan dan fandi untuk mengikuti denis.


" Sudah bu. tidak apa-apa. dia tidak akan melakukan apapun percaya pada ayah . " kata ayah yakin.


" Bagaimana jika denisku, putra ku satu-satunya sampai hilang akal ?? "


" Hentikan bu. "


Ayah membawa ibu ke kamar untuk menenangkan nya.


Sementara itu yumna keluar dari ruangan sembari mengusap air mata.


Dia bingung harus melakukan apa sekarang mendengar kerapuhan denis.


" Bagaimana ini. "