YUMNA

YUMNA
Episode 44



Yumna pergi ke rumah Paman untuk bersilaturahmi.


"Kamu kapan ke Jakarta? Tanya Bibi sambil duduk dekat Yumna.


"Tadi malem Bi.''


''Kapan kontrak kerja mu habis,, Cepat akhiri dan pindah kesini lagi.''


''Sebulan lagi paman.''


''Heran sama Kamu, kerja jauh-jauh, gajinya mending kalo besar.''


''Aku kan udah bilang,ya buat cari pengalaman aja.''


''Nyari pengalaman kenapa harus jauh-jauh Yumna.''


''Ya justru karena jauhnya.''


''Saudara gak ada,Paman tuh khawatir kamu perempuan sendirian kerja jauh gitu..''


''Aku bisa jaga diri kok, Aku kan udah dewasa.''


''Tetep ajalah Paman khawatir.''


''Udahlah Yah kasian Yumna jangan diomelin terus,lagian gak apa-apa kan Yumna juga enjoy kok Ayah yang nyinyir.''Lontar Bibi membela.


''Sinta Dimana kok gak keliatan bi?''


''Di kamarnya,sana temuin.''


''Paman , Aku ke kamar Sinta dulu ya.''


''Malam ini kamu nginep disini kan?'


''Enggak,bos aku bayarin aku di hotel sayangkan ..''


''Terus kapan kamu balik ke Bandung, tinggallah beberapa hari lagi.''


''Gak bisa ,besok sore udah harus pulang kan Senin masuk.''


''Ah kamu Yumna udah sana..''Lontar Paman sembari menekuk wajahnya.


Yumna pergi menemui Sinta,


''Dia sama kayak Nenek nya keras kepala.''


''Ayah gak boleh gitu.''


''Susah banget dibilangin nya.''


Dikamar Sinta,Waktu itu Sinta sedang mengelusi rambut adiknya yang sedang tertidur.


''Sin.''


''Mbak disini,kapan ke Jakarta?''


''Tadi malem,ada acara reunian Teman SMA, sebenarnya males kan lebih baik istirahat di kost an 2 hari ya kan capek.''


''Terus ngapain kesini kalau gak mau?''


''Dipaksa bos,ada maunya sih sebenarnya aku.''


''Apaan?''


''Kontrak kerja di perpanjang.''


''Ada ya bos kayak gitu.''


''Iya dong,,Adekmu udah tidur?''


''Udah,Kita keluar yuk nyari makan.''


'' Enggak ah Mbak capek.''


'' Kapan lagi Mbak di Jakarta..ih ayo kita jalan,, katanya mau Reuni,kita cari baju yuk .''


''Sayang Uang nya..gak usah.''


''Ayo ah berangkat..tenang aku bayarin.''


Sinta menarik Yumna menuju Garasi Mobil.


''Jangan banyak nolak ngapa jadi orang Mbak, ditraktir gak mau Mulu..maunya apa kali.''


''Dasar,awas ya .''


Sinta menyetir mobilnya menuju Mall.


Sesampainya Di Mall.


*


*


Mereka menuju tempat pakaian,tas,dan sepatu.


Sinta sangat sibuk mencari baju untuk Yumna kenakan,bolak balik Yumna mencoba Gaun yang Sinta pilihkan,


''Coba yang ini Mbak.''


'' Capek sin,dari tadi juga,,pilih saja salah satu kenapa harus mencoba sebanyak ini.''Keluhnya kesal.


''Ih Mbak shoping kok banyak ngeluh sih,aturan Cewek kalo shopping ya matanya jelalatan,mana gratis lagi.''


''Udahlah ini aja Mbak gak mau nyobain lagi..''


Yumna Pergi ke kasir membawa satu gaun yang menurutnya pantas untuk di kenakan,


mau tak mau Sinta mengikutinya.


Sinta membawa tas dan sepatu ke kasir,entah berapa banyak dia membawa yang jelas Yumna sangat kewalahan menghadapi Sinta yang tak mau mendengarkan nya.


''Sinta, sebanyak ini buat apa?''Yumna meradang 😀.


''Jangan berisik,Mbak liat tuh ngantri.''Sinta senang dengan ulahnya membuat Yumna kesal


''Terserahlah.''Lontarnya sambil mengangkat tangan.


''Aku bisa membangun Rumah dengan Nominal segitu Sinta.. kepalaku sakit Sinta.''


''Aku menabung untuk ini ,,jadi jangan khawatir,ini bukan uang Ayahku kok.''


"Aku harus mencari air,kalo enggak aku bisa pinsan ini,,mataku sudah kunang-kunang..aku pergi mencari air mineral dulu.''Yumna melarikan diri dari Sinta.


''Oke pergilah,,Dasar..''


Yumna mencari air mineral,ia langsung meminumnya dan bernafas lega


''Sinta itu, bisa-bisanya dia menghambur-hambur kan uang sebanyak itu..''Saat Yumna sibuk menggerutu sambil menuju kasir untuk membayar airnya,Yumna terkejut melihat Diana berdiri dihadapannya.


Yumna tertegun menatap wajah Diana yang penuh kemarahan.


''Diii.''


Diana memalingkan wajahnya,dan berusaha tak perduli dengan keberadaan Yumna.


Yumna memutuskan untuk tidak mengejarnya,


Wajahnya menjadi sedih ketika Diana tak menjawabnya.


Saat Yumna mematung,Sinta mengagetkan nya.


"Mbak.''


''Kita pulang sekarang ya.''


Yumna pergi tanpa menunggu jawaban Sinta


''Mbak gak paper,kita makan dulu Yuk.''


Tidak ada jawaban apapun dari Yumna


Sinta sangat kewalahan membawa belanjaan nya.


''Hei Mbak berat tau ..iih gak liat apa aku bawa belanjaan segini banyak..gak kasian.''


Yumna kembali memutar balik,dia membawa belanjaan dari tangan Sinta.


''Makanya kalo beli sesuatu itu yang perlu-perlu aja sin,kamu nih.''


''Ngomel Mulu deh .''


''Aku mau makan dulu laper.''


''Terserah,Mbak mau balik ke hotel.''


''Kok balik sih,kan Aku yang nyetir emang Mbak bisa?''


''Naik taxi aja kenapa.''


''Ya udah nih bawa semua belanjaan ini.''


''Ngapain inikan punya Kamu.''


''Ih siapa bilang,inikan buat Mbak semua.''


''Kamu mau bikin mbak banyak Utang ke Kamu hah.''


''Bawel.''


Sinta menyerahkan semua belanjaan kepada Yumna.


''Ikuti aku silahkan,mau pulang sendiri oke..''


''Sinta.''


Beberapa menit kemudian saat Sinta dan Yumna melahap makanannya,Yumna tampak tak selera makan mengingat sikap Diana yang tampak sangat marah.


Sementara ditempat lain Diana dan Aditya sedang makan siang disebuah Cafe.


''Tadi aku bertemu Yumna di Mall.''


Adit tersedak mendengar Diana bicara.


''A apaa..Yumna??''


''Iya,,''


''Terus kalian bicara apa?''


''Gak ngomong apa-apa,buat apa dia juga gak perduli sama Aku,pergi keluar kota sampe sekarang apa dia kirim pesan ke kita..Dia udah gak butuh kita kali.''


Adit melihat kebencian di wajah Diana.


''Naa aku boleh jujur gak sama Kamu?''


''Tentang apa?''


''Saat hari dimana Yumna akan keluar kota,Aku menemuinya,,Jujur saja aku mengatakan hal yang sangat dia benci,Aku bilang kenapa kita gak mencoba untuk bersama dan pergi dari sini,aku bahkan bilang sama dia kalo aku gak akan nyakitin dia,Dia sangat marah ..Dia tidak akan pernah melukai siapa pun apalagi kamu,dia mungkin pergi dan tidak mengbari kita supaya tidak saling melukai ..Aku yakin Yumna merasa bersalah karena aku masih saja mengharapkan nya..Diana maafkan aku harusnya aku bilang ini dari awal.''


Diana menangis mendengar penjelasan Aditya,


''Semua terlalu rumit untuk dipahami,dia selalu melakukan hal untuk hati orang lain..Yumna,Aku bahkan sempat membencimu..kenapa ??Pasti sangat sulit baginya menghadapi semua masalah,Aku bahkan berpikir yang tidak-tidak.''


Diana menangis tersedu-sedu dihadapan Aditya.


''Hidupnya sudah terlalu berat, tapi dia masih memikirkan aku..Aku harus mencarinya..''


''Aku ikut Dii.''


Aditya dan Diana pergi ke Mall mencari Yumna , mereka berlari kesana kemari tapi tak ada.


''Sekarang aku harus gimana Dit?''keluhnya putus asa.


''Mungkin dia udah pergi,Ayo Dii bangunlah .''Adit membantu Diana bangun,


''Kita akan mencarinya lagi,kita akan menemukan nya.''


''Semua kesalahanku padanya apa patut di maafkan.''


''Yumna, wanita yang baik,tanpa kamu minta dia pasti memaafkan mu.''Diana memeluk Aditya.