
Persidangan telah berakhir, yumna hanya duduk di sudut ruangan dengan tatapan yang kosong. ia tak percaya jika hakim memutuskan hak asuh banyu benar-benar jatuh kepada mantan suami.
Semua wartawan menunggu klarifikasi yumna di luar. sementara Dessy dan juna berusaha melerai hadangan para wartawan.
" Na. " Panggil paman ikut sedih.
" Aku pamit pulang. " Lontar yumna segera beranjak namun kakinya begitu lemas tak mampu menopang badannya untuk berdiri.
Paman segera menangkap yumna segera " Duduk dulu. " kata paman khawatir.
Yumna hanya menunduk dan mulai menangis tersedu-sedu, lalu paman segera memeluknya " Sabar ya nak. " kata paman berkaca-kaca.
" Setelah ini bagaimana aku akan hidup ? aku tidak bisa kehilangan banyu. "
" Paman ngerti perasaan yumna. paman gak bisa bantu yumna apa-apa. "
Yumna menangis sejadinya di pelukan paman. dia tidak sanggup jika denis memisahkan mereka.
30 menit kemudian, Yumna pulang ke rumah di antar pak danang.
Setibanya di rumah dennis sudah nangkring bersama anak buahnya.
Yumna segera keluar dari mobil dan menghampiri monster tersebut.
" Kamu disini mau mengolok-olok ku ? apa kamu puas ?? " Cecar yumna berapi-api.
" Jangan su'udzon . aku datang untuk membawa banyu. " kata denis melukai hati.
" Apa ? aku baru pulang dari pengadilan, apa kamu harus secepat ini mengambil banyu ? " Ujar yumna tak sabar.
" Makanya putuskan sekarang juga. "
" Apa kamu cuma bisa mengancam mas ? kamu gak kasian sama aku ?? banyu hidup aku, kamu gak bisa misahin aku sama banyu. "
" Maafin aku ya. aku juga gak mau kayak gini sama kamu sayang. aku sedih liat kamu sedih, tapi kenapa sih kamu sangat keras kepala ?? "
Yumna hanya menangis mendengar ucapan denis. " Beri aku syarat lain. aku ngga bisa mas. "
" Aku gak mau apa-apa selain kita. udah cukup negonya. aku pamit ya sayang.. "
" Mas !! " Panggil yumna menarik tangan denis.
" Setidaknya kasih aku keringanan . jangan siksa aku kayak gini.. kasih aku pilihan yang lain aku mohon. " pinta yumna.
" Kenapa kamu begitu tak ingin kembali ?? apa aku sangat menjijikkan buat kamu ?? jelas-jelas kamu bilang kalo kamu masih cinta sama aku.. tapi kenapa ? kenapa kamu begitu sulit untuk memaafkan. "
" Aku gak mau kita yang dulu . semua sudah berlalu. "
" Berlalu ?? telinga ku sakit mendengar nya . jadi kamu tetap dengan pilihan mu ?? kita hanya seperti ini saja ?? kamu yakin gak akan nyesel ?? " Cecar denis amat kecewa.
Denis beranjak dan menaiki anak tangga menuju kamar banyu. kemudian yumna berlari mengejar mantan suaminya " Mas, kasih aku kesempatan buat kita ngobrol lagi..kita cari solusinya. " pinta yumna lagi .
" Solusi ? " Katanya heran di susul menggebrak bingkai poto di dinding.
" Jangan lakuin ini ke aku, aku tau kamu sangat mengerti kalau aku sangat mencintai banyu. dia sungguh hidup ku.. aku bisa mati jika kamu pisah in kami. "
Denis melewati nya begitu saja, dia sangat marah pada yumna soal ucapannya barusan.
" Aku tetap akan membawa banyu, kalau kamu menghalangi aku , aku bisa membawa polisi kesini. "
" Kamu tega !! " Teriak yumna tak sabar sembari mendorong dada dennis.
" Aku gak takut sama kamu !! apalagi polisi, kalian gak bisa lakukan ini ke aku !!! " Teriak yumna kepadanya .
" Apa sulitnya bilang Ya ? ini adalah hasil dari kepala batu mu . sudah aku peringatkan berkali-kali kalau kamu gak bisa melawan aku. daripada semua menjadi sangat rumit, aku saranin kamu menyerah, semua belum terlambat yumna. " Kata denis semakin menggebu.
Yumna malah menamparnya amat keras " Flakkk. "
" Oke, lanjutkan sisa egomu. aku sungguh tidak akan membiarkan mu menemui banyu. " Ancam denis segera masuk ke dalam kamar.
Sementara yumna hanya mematung, dia sudah tak sanggup lagi memikirkan cara mengatasi mantan suaminya.
Denis keluar dari kamar dan membawa banyu bersamanya " Aku akan membawa sus rini juga, sekarang dia adalah pegawai ku. kamu tidak butuh dia lagi. " kata denis sembari berjalan menggendong banyu diikuti sus rini dengan beberapa koper.
"Hentikan aku yumna, katakan kalau kamu akan kembali padaku. " batin denis sembari berjalan meninggalkan.
Sementara yumna hanya mampu menatap banyu yang sudah semakin jauh dari pandangan nya, dia segera berlari mengejar denis. " Banyu !! ini mami sayang !!! mas jangan, jangan bawa banyu.. !!! " teriak yumna yang tak di gubrisnya.
" Aku gak percaya , meski banyu sudah di tanganku.. kamu tetap tidak mau yumna!! kenapa kamu selalu membuat ku menyulitkan mu. " batin denis yang segera masuk ke dalam mobil berikut anak buahnya.
Denis sangat sedih karena apa yang dia lakukan begitu menyakiti yumna, Dia menoleh ke belakang dan melihat yumna mengejarnya sembari menangis .
" Mami. " Panggil banyu tidak mengerti apa yang telah terjadi.
" Sabar ya sayang.. maafin papi
karena sudah sangat egois . papi tidak tau harus melakukan apa pada mami mu . " ujar denis sedih .
Bibi segera menghubungi Dessy untuk menolong yumna.
Setibanya di rumah , Dessy dan juna segera masuk ke kamar. " Mana bi ? "
" Di dalam non. "
" Yumna. " Katanya langsung menghampiri.
" Mbak.. ada apa ? " tanya juna khawatir.
" Semuanya sudah benar-benar terjadi. aku sungguh kehilangan banyu. mas denis sudah membawa anakku. "
" Kita akan cari jalan keluar. kamu sabar ya !! "
" Cara apa ? aku sudah meminta mas denis agar memberi ku pilihan yang lain. tapi dia sungguh tidak mau mendengarkan aku.. dia tetap membawa banyu meski aku memohon padanya. "
" Yumna. "
" Kenapa semua ketakutan ku selalu jadi kenyataan des, apa yang tersisa dariku jika aku kehilangan anakku. apa gunanya aku hidup. "
" Tidak jangan bicara begitu, aku mohon.. kita akan temui denis lagi. semua pasti ada jalan keluar nya. " Bujuk Dessy menenangkan.
" Iya mbak, dia cuma menggertak mbak. dia gunakan cara kotor untuk mendapatkan apa yang dia mau. "
" Dia tidak mau apapun selain aku kembali padanya. aku heran kenapa ada manusia setega dia. "
Desy dan juna pamit untuk menemui denis di rumahnya, " Tunggu kami pulang ya. " pinta Dessy.
" Tolong bawa banyu pulang . "
" Do'a kan ."
Dessy dan juna pun segera pergi menemui denis.
Sementara itu setelah beberapa menit berlalu, yumna sadar jika dia tidak bisa mengandalkan Dessy dan juna saja. " Harusnya aku ikut . " Kata yumna lalu segera beranjak mengambil kunci mobil.
Saat di garasi pak danang menawarkan untuk mengantar namun yumna tidak mau. dia merasa harus segera menyusul Dessy.
" Tapi non. "
" Ga papa pak. saya bisa sendiri. "
Yumna segera pergi mengendarai mobil sendiri. alih-alih ingin cepat sampai dia mengendarai tanpa memperhatikan lalu lintas.
Tiba-tiba yumna terjebak di jalan yang sedang terjadi kemacetan yang parah.
Yumna segera keluar dari mobil dan meninggalkan mobilnya, Dia berlari menyusuri jalan menuju rumah denis.
Namun saat tak terkendali kakinya mengenai batu, hingga membuat nya terjatuh.
Kemudian seseorang menghampiri berupaya untuk membantu " Kamu kenapa, mari saya bantu ? " Ujar seorang pria sembari mengulurkan tangan.
Yumna hanya duduk di tepi jalan dengan lutut yang berdarah tanpa menggubris ucapan seseorang tersebut.
Matanya kembali sayu mengingat semua yang telah terjadi, dia merasa tidak ada gunanya berlari ke rumah denis. denis tidak akan menerima apapun keluhan yumna.
Di sela pikiran nya untuk membujuk denis tangis yumna pecah, Dia menangis tersedu-sedu di tepi jalan mengundang banyak orang yang penasaran ada apa dengan wanita itu.
Tapi belakangan Orang-orang di sekitar mulai sadar jika wanita itu adalah yumna.
" Mirip mungkin, Mana mungkin dia adalah yumna. "
" Kita video kan saja.. siapa tau bagus untuk konten. " Ujar salah satu dari mereka.
Tidak sedikit dari mereka mengambil gambar dan video yumna yang menangis tersedu.
" Jika benar, dimana para bodyguard nya. "
" Meski menangis dia sangat imut ya. "
Sadar akan tontonan, Yumna beranjak dan segera berjalan .
" Biar ku obati lukamu. " lontar seseorang.
" Bolehkah aku meminta poto. "
Yumna hanya berjalan tanpa mengatakan apapun, wajah, pakaian dan rambutnya yang acak-acakan mengundang banyak orang.
Semua orang tampak menyerbu untuk meminta poto , Hingga yumna kesulitan untuk pergi.
Dibawah banyak tekanan membuat nya ambruk begitu saja. yumna pingsan saat beberapa dari mereka berlomba mengambil poto.
" Mbak... "