
Malam itu Denis tak sabar ingin menemui yumna, sadar akan kesulitan yang di hadapi untuk menemuinya , Denis meminta natan membawa anak buahnya sebanyak mungkin untuk pergi ke restoran .
Mereka datang seperti orang yang mau perang, Denis tak mau di persulit lagi oleh Dessy.
Setibanya di dalam, yumna dan Dessy begitu juga candra melihat kedatangan Denis bersama pasukan.
Dengan sigap ke lima bodyguard yumna yang sedang asik makan jadi beranjak dari duduknya dan menghadang musuh.
Denis memandang mereka amat sinis " Aku tawarkan, kamu mau baik-baik atau lewat kekerasan. Orangku lebih banyak, jika kamu mau aku bisa mematahkan semua cecunguk ini. " Lontar Denis kepada yumna.
" Jangan terpancing, seperti sebelumnya. orang kita akan mengatasi denis dan anak buahnya. " Kata Dessy meyakinkan.
Kali ini yumna lumayan agak ragu, melihat anak buah Denis yang banyak membuat nya lumayan ngeri.
" Kamu mau apa ? " tanya yumna.
" Bicara 4 mata. " Lontar Denis memainkan pistol.
Dessy menggelengkan kepala untuk memberikan kode pada yumna .
" Apa lagi yang mau kamu dengar ? setelah apa yang kamu lakukan apa tidak cukup ?? " Katanya masih di jaga para bodyguard.
" Aku bilang kita bicara 4 mata, bukan seperti ini. " pinta Denis lumayan marah.
" Kalian minggir saja. " pinta yumna pada bodyguard.
" Na ?? "
" Aku cuma bicara, gapapa kok des. kamu tunggu disini."..
Yumna segera berjalan melewati beberapa kursi mengikuti kemauan Denis yang sudah bertaring di hadapannya.
Betapa tidak, Denis tidak pernah suka jika yumna dekat dengan pria manapun. saat cemburu menguasai dirinya , dia akan hilang akal.
Yumna duduk di sebuah kursi kemudian Denis segera duduk disamping nya " Sebenarnya kamu kenapa, apa lagi yang salah dariku ?? " Tanya yumna kesal.
" Sayang. " Ujarnya sembari mengusap wajah yumna, namun yumna segera menghempaskan belain dari denis.
" Aku gak suka kamu makan malam dengan nya. " Ujarnya tanpa basa basi.
" Suka atau tidak bukan urusanmu mas. Kamu lupa ? "
" Aku tidak melupakan apapun. "
" Kalau sudah selesai, aku mau pulang. " Ujarnya beranjak namun Denis segera menarik nya.
" Jangan mempermainkan aku. " Ancamnya mulai marah.
" Mempermainkan ? kamu kira aku gak bisa marah ?? sebenarnya siapa yang mempermainkan siapa ?? kamu yang terus mengoyak hidupku . kamu ambil banyu dari aku, dan tidak perduli aku memohon sama kamu. kamu lakukan untuk diri kamu sendiri, mengancam ,menekan ku semau mu . jangan pernah bersikap seolah kamu adalah korban . aku udah muak sama permainan kamu. " Lontar nya geram .
" Apa segitu tidak ingin nya kamu kembali sampai kamu rela tidak bertemu banyu ?? ini sudah 1 bulan lebih, apa kamu pernah mengirim pesan untuk bertemu banyu ?? engga ada !!! " Teriak Denis amat sakit hati.
" Itu sudah menjadi pilihan ku, kamu yang memisahkan aku dari banyu. jadi kenapa kalo aku memilih untuk tidak menemui banyu daripada kembali sama kamu. tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapat kan mas. jadi lebih baik kamu sadar.. "
" Sadar ?? kamu yang sadar, hanya karena seorang pria.. kamu melupakan darah daging mu. "
Yumna segera menampar Denis amat keras " Seumur hidupku, aku tidak akan pernah melupakan banyu. kalau pun nanti dia sudah besar. dia akan tau kalau yang memisahkan aku darinya adalah kamu mas. "
" Perbaiki ucapanmu, yang benar adalah aku sedang berusaha menata kembali kebahagiaan kita. meski seluruh dunia bilang caraku salah aku tak peduli , sejauh yang ku lakukan tidak adakah terlintas di hatimu untuk kembali ?? "
" Tidak pernah ada. aku tidak pernah ingin kembali padamu. bahkan rasa kecewa ku semakin besar dengan apa yang kamu lakukan mas. kebencian di hatiku sudah tumbuh untuk mu . "
" Benci ? bencilah aku sekuat hatimu. tapi itu tidak akan merubah atau merusak semuanya . seperti kamu, kamu begitu tegar dengan pendirian mu, aku beri tau sekarang.. aku tidak akan mundur satu senti pun dengan keputusan ku . kita lihat bagaimana endingnya. siapa yang akan menang ? aku atau kamu ??? aku sarankan jangan terlalu percaya diri untuk menang. karena sampai kapanpun dalam hal apapun kamu tidak akan pernah bisa melawanku. "
" Jangan sombong kamu mas, tau diri sedikit kenapa, sadar bahwa aku bukan lagi siapa-siapa kamu. jangan terus bersikap memuakkan padaku. " Maki yumna kehilangan kesabaran.
" Ayo lanjutkan pertikaian ini sampai akhir. sekarang biar aku antar kamu untuk pulang, " Ujarnya segera beranjak mengambil tas yumna di meja candra dan Dessy.
" Kamu, wanita yang terus menjadi tameng istriku.. aku tidak akan melunak lagi padamu. akan ku singkirkan apapun yang menjadi penghalang ku. " Ujarnya lalu segera mengambil tas dan kembali pada yumna.
Denis menarik tangan yumna dan terus berjalan ke arah luar. " Urus mereka. " Pinta Denis pada natan.
" Lepaskan, aku bisa pulang sendiri. " Teriak yumna berontak.
Denis tak lagi menggubris makian yumna, dia terus berjalan tanpa menoleh.
Saat mobil sudah siap Denis segera memasukkan yumna ke dalam dan menguncinya dari luar.
" Mas denis !! buka pintu nya. " teriak yumna.
Saat dia hendak masuk tiba-tiba affandi datang entah dari mana, dia segera menyandera denis dari belakang.
" Lepaskan nona , tuan . " Ujarnya sembari menodongkan pistol.
Hal itu membuat yumna sangat takut, Kemudian Denis balik membanting fandi ke lantai amat keras.
" Bruggghhh. "
" Ayahku mengirim mu ?? katakan padanya jangan sia-sia kan tenaga untuk menghalangi ku lagi. " ujarnya lalu segera masuk ke dalam mobil.
Denis mulai mengemudi, membawa yumna pulang. " Dia siapa ? " Tanya yumna penasaran.
" Anak buah ayahku. "
" Bahkan ayahmu ada di pihakku mas. semua orang juga tau kamu itu salah. "
" Ayah atau ibuku berada di pihakmu aku tak perduli. "
" Sekarang hentikan mobilnya atau aku lompat ?? " Ancam yumna.
" Lompat saja kalau bisa. aku sudah menguncinya dari tadi sayang. duduk manis saja sekarang, aku akan mengantar kamu pulang. "
" Aku bisa pulang sendiri !!! "
" Kecilkan nada suaramu. percuma kamu teriak-teriak, tidak akan menghasilkan apapun. "
" Aku membencimu. "
" Terimakasih. "
Mendengar jawaban darinya membuat yumna kelabakan. " Kamu harus balas chat ku. kamu kan tau aku merindukan kamu setiap hari.. jadi biarkan chat mu menjadi obatku. "
" Kamu mau apa kalau aku tidak mau ?? "
" Datang ke rumah mu dengan pasukan yang lebih banyak. "
" Semua yang kamu lakukan termasuk kejahatan. kamu mau aku melapor ke polisi karena merasa terganggu ?? " katanya mencoba mengancam.
" Lakukan sebisamu. kirim aku ke penjara, tidak apa-apa halal kok. itu juga kalo kamu bisa.".. ledek Denis.
Beberapa menit berlalu mereka sudah sampai di depan gerbang rumah yumna. denis keluar dan membuka kan pintu mobil untuknya " Udah sampe sayang. " ujarnya tak tau malu.
Yumna keluar amat geram menyaksikan sikap mantan suami.
" Selamat beristirahat. " Katanya lagi tanpa membuat yumna menoleh.
" Aku sarankan jangan makan malam dengan pria manapun lagi, aku trauma. "
Yumna terus berjalan berusaha tak memperdulikan " Pria yang kamu dekati akan menemui masalah. " ancam Denis membuat yumna berhenti.
" Hentikan ocehan mu dan pulang. aku lelah menghadapi mu. "
Melihat ekspresi yumna malah membuat nya tersenyum.