
Malam semakin mencekam , Dennis kelimpungan mencari keberadaan istrinya . Mobil yang di kendarai Yumna berada di jurang .
Semua Tim SAR dan polisi mencari keberadaan Yumna di area jurang .
Mereka hanya menemukan Natan di dalam mobil tersebut dengan seluruh luka di tubuhnya .
" Dugaan sementara ini pembunuhan pak . Soalnya terdapat luka di bagian punggung sopir anda . ” Ujar pak polisi kepada Dennis .
” Lalu dimana istriku ? Dia sedang hamil .. Temukan dia pak . ” Lontarnya putus asa mendengar pernyatan polisi .
Dennis tak kuasa menahan kesedihan , Ayah menghampiri dirinya.
" Dia pasti baik-baik saja . Mungkin seseorang telah membawanya dari sini . Jika tidak Kenapa dia tidak berada disini dengan supir mu . " Lontar Ayah sembari memegang pundak putranya .
” Ayah , Dimana istriku berada .. Apa yang harus aku lakukan jika sesuatu terjadi kepadanya . ” Lontarnya menangis tak tertahan .
” Sabar Dennis . Kita pasti menemukan dia . ”
Ayah memeluk Dennis yang sudah tidak berdaya dihadapannya .
” Yumna adalah wanita yang baik , Tidak mungkin terjadi apapun kepada dia . Tenang dan kuatkan hati mu .. Ayah rasa dia masih hidup . ”
” Tapi dimana dia .. ” Keluhnya putus asa .
" Apa kamu punya musuh yang lain, Ayah takut jika ini semua terulang kembali saat Yumna Di culik seperti sebelumnya . ”
” Aku gak tau Yah , Aku juga heran kenapa Natan bisa kecolongan . Dia bisa bela diri dan pintar .. ”
" Ayah rasa mereka bukan satu atau dua orang . Mereka merencanakan ini dengan sangat matang .. Polisi bilang jika Natan di tusuk di punggung nya , Besar kemungkinan jika mereka menyerang Natan dari belakang . Lalu membawa istrimu . ”
” Temukan dia ayah , Dia sedang mengandung anakku .. Siapa yang berani menyentuhnya . ” Teriak Dennis lagi .
” Sadarlah Nis , Ayo kita cari lagi .. ” Bujuk Ayah .
Selain itu paman juga datang ikut mencari Yumna .
” Apa yang terjadi denganmu Nak , Kenapa kamu harus mengalami hal seberat ini .. Lindungi lah dia ya Rabb , Aku tak mampu membayangkan jika sesuatu terjadi kepadanya . Tunjukkan dimana dia berada . ” Kata Paman putus asa .
1 Jam sudah berlalu , Polisi mendatangi rumah Jihan dan Diana kerena mereka adalah orang terakhir yang bertemu dengan Yumna .
Keduanya sangat khawatir dengan kehilangan Yumna .
” Aku ingat , Saat kami bertemu .. Yumna menerima pesan dari Nadia , Katanya dia ingin bertemu dengan Yumna . ”
" Nadia ? Boleh saya minta alamat rumahnya ? " Ujar pak polisi kepada Diana .
" Iya pak . Saya akan antar ke rumah nya . ” Kata Diana sembari mengambil tas dan jaket .
Setibanya di depan rumah Rendy .
Rendy dan Nadia terkejut dengan kedatangan Diana dan Polisi .
" Ada apa pak ? " Tanya Rendy terkejut .
" Heh Nad , Kamu kan yang udah culik Yumna ? Ngaku ?? Dimana dia ? " Cecar Diana geram sembari mendorong Nadia terjatuh .
” Apa ? Nuduh sembarangan Lo ..”
" Tunggu , Apa yang terjadi sama Yumna ? " Tanya Rendy cemas .
" Non Yumna telah hilang dari tadi siang , Mobil dan supirnya berada di Jurang , Sedangkan beliau tidak ada . Kami menelusuri area Jurang tapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan beliau . " Jelas pak polisi , Rendy sangat cemas mendengar hal itu .
" Pak .. Lalu Dimana dia ? Kenapa dia bisa hilang ?? ”
" Itu yang sedang Kami cari , Saya dengar jika istri anda Nadia telah menghubungi Non Yumna untuk bertemu . Non Diana saksinya . " Jelas pak polisi lagi .
" Apa ? Nad , Kamu ?? " Lontar Rendy marah .
" Enggak Mas , Aku gak minta ketemu sama Yumna kok . Malahan Handphone aku ilang Mas .. Aku aja gak nemuin tuh Handphone sampe sekarang . Sumpah aku gak bohong . " Kata Nadia .
" Jangan bohong , Setahuku .. Kamu itu orang yang selalu sentimen sama Yumna karena Suami mu kan .. Udahlah Nad ngaku aja jelas-jelas tadi siang waktu aku ketemu Yumna di Cafe , Yumna terima pesan dari kamu .. Dan dia bilang kamu minta ketemu dia . Pak kalo anda tidak percaya ayo kita ketemu Jihan , Jihan juga tau tentang hal itu .. ” Ajak Diana mulai emosi .
Saat suasana sedang Kacau , Jani menguping percakapan mereka di balik Pintu .
" Nad .. Katakan Diaman Yumna ? " Teriak Rendy kepadanya sangat marah .
" Kamu gak percaya sama aku mas . Sumpah Mas , Aku gak ngapa-ngapain Yumna . Buat apa aku berbuat hal kayak gini Mas . " Kata Nadia lagi .
" Lalu kira-kira jam berapa anda melihat Non Yumna terima pesan dari Nadia ? " Tanya polisi kepada Diana .
" Sekitar jam 1 pak . ”
" Hp aku ilang Sebelum jam 1 siang Mas . Sumpah .. Kalo gak percaya ayo geledah Kamar aku ." Lontar Nadia .
" Jika ini benar , Berarti ini memang penculikan yang sudah di rencanakan . ” Ujar pak polisi .
" Pak , Tolong temukan dia , Dia sedang hamil . " Pinta Diana sembari menangis sesenggukan .
Dia semakin takut jika Yumna diculik dan dicelakai seseorang lagi .
2 Jam sudah berlalu , Rendy , Raka , dan Aditya ikut mencari Yumna di lokasi Jurang .
Mereka sudah kebingungan harus mencari kemana lagi , Mereka sudah menyasar semua area Jurang .
Semua orang sedih dan khawatir mencemaskan Yumna yang belum juga ada kabar keberadaan nya .
" Jika benar Yumna menerima pesan dari nomor ku . Berarti Hp ku memang sengaja di curi seseorang . pertanyaan nya siapa yang udah Ambil Hp ku ? " Lontar Nadia sembari mondar-mandir di kamarnya .
Tiba-tiba di mendengar suara mobil di garasi , Dia buru-buru melihat siapa yang hendak pergi .
" Jani ? Malam-malam gini dia mau Kemana ? Masa dia mau nyari Yumna ? ”
Nadia bergegas mengambil kunci motor dan Helm , Entah curiga atau apa tapi dia merasa ada yang aneh dengan Rinjani .
Setibanya di gudang tua , Rinjani masuk tanpa memantau kebelakang lagi karena kecemasan nya membuat dia menjadi sangat teledor .
" Ada apa Non kok malam-malam kesini ? " Tanya anak buahnya .
" Gawat . Polisi sudah curiga kalo perempuan itu di culik . Kita harus selesaikan hal ini Cepat . Kalo enggak kita bakal di tangkap .. Menurut kalian , apa yang harus kita lakukan pada wanita itu ? " Tanya Jani gemetar .
" Kita bakar saja gudang ini , Dengan begitu polisi akan sulit mengungkap identitas wanita itu karena hangus terbakar . ” Ujar salah satu anak buahnya .
" Apa ? Apa tidak ada cara lain .. Aku gak yakin kalo polisi sampe gak bisa mengungkap identitas nya .. ”
" Apa lagi ? Tidak ada cara lain . ”
" Kalian yakin mau ambil jalan itu ? " Tanya nya lagi ragu .
” Saya yakin . ”
” Oke .. Lakukan dengan rapih , Dengar .. Saya gak mau kalo Sampe polisi curiga dan datang menangkap ku . Saya bayar kalian Mahal .. ” Ancam Rinjani masih dengan nafas yang gemetar .
Saat Rinjani menemui Yumna , Dia mendapati Nadia sedang berusaha membuka rantai di kedua tangan Yumna .
Dengan spontan , Dia memukul bagian kepala belakang Nadia hingga terjatuh pingsan . Sementara itu Yumna tidak bisa memberi tau Nadia jika di belakang Jani mau menyerang dirinya karena mulut Yumna di sumpel lakban .
" Brakkk . ”
Nadia pingsan dan jatuh dihadapan Yumna .
Yumna menjerit ketakutan dibuatnya , Suaranya sudah tidak terdengar meski dia meraung sekuat tenaga .
" Nadia !!! Tidak ... ” Teriak batin yumna sudah tidak tersisa .
" Tadinya aku hanya ingin menghilangkan kamu saja Na , Tapi dia malah ikut campur dengan urusan ku . Jadi apa boleh buat .. Kamu dan dia akan tiada malam ini . Tolong maafkan Aku . Aku tidak pernah sejahat ini .. Tapi kamu yang mendorong ku untuk melakukan nya . Meski kamu tidak pernah merayu Suamiku , dia tetap saja menyukaimu .. Aku dan Nadia tidak kalah cantik kok , Bisa-bisanya dia mengabaikan kami berdua . " Lontar Jani lalu membuka lakban dari Mulut Yumna .
" Kenapa kamu tega sama dia juga . Bukankah kamu menerima nya sebagai istri kedua suamimu .. Kenapa kamu lakukan ini ? Sadarlah Jani . Apa yang kamu lakukan ini salah .. Tolong jangan bawa-bawa Nadia juga dalam hal ini .. Sudah Cukup .. Biar aku saja yang menanggung semua kebencian dan perlakuan mu . Jangan lakukan apapun kepada nya . " Cecar Yumna tak kuasa disusul Rintihan dan air mata .
" Kalo aku gak bunuh dia , Dia pasti mengadu sama polisi dan suamiku . Lagi pula aku sudah muak bertengkar dengan nya . Jika dia tiada , Aku akan menjadi istri satu-satunya mas Rendy . ” Ujarnya tanpa dosa .
" Manusia macam apa kamu ini Jani , Aku tidak mengerti kenapa kamu tega lakukan ini .. Setelah Natan , Aku dan Nadia . kamu membunuh kami bertiga . Lalu kamu pikir akan bahagia ? Kamu salah Jani .. ”
" Maaf , Aku tidak butuh pendapat darimu . simpan air mata dan tenaga mu untuk beberapa detik lagi . Karena ini sudah waktunya kalian untuk tiada . ”
Jani pergi meninggalkan mereka berdua tanpa menoleh lagi ketika Yumna terus berteriak memohon kepadanya Agar Nadia di ampuni dan di bawa dari gudang itu .