
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, Dewi datang ke rumah yumna seorang diri.
" Aku mau balikin uang kamu na." Lontarnya sembari meraih ponsel.
" Kenapa ? kan mbak butuh ?? "
" Pak dennis mencari mantan suamiku. dia membawa Anak-anak pulang. Dia sudah menolong ku. "
" Apa ? kok bisa ?? "
" Iya. baru tadi pagi beliau meminta kontak mantan suamiku. eh tadi siang tangan kanannya pak dennis membawa Anak-anak ke rumah. mereka bilang, Dia tidak akan mengganggu ku lagi. "
" Syukurlah aku lega denger nya Mbak. "
" Aku ingin balikin uang kamu dan berterima kasih padanya. "
" Mas dennis belum pulang. dia bilang akan pulang telat. nanti aku sampaikan ya. "
" Sekali lagi makasih ya na. kalian bener-bener udah tolong aku. kalo gak ada kalian, aku gak tau mesti gimana lagi. "
" Iya mbak. aku juga melakukannya karena kita teman. aku akan bantu semampunya.. makanya mbak jangan sungkan. "
" Ya ampun na.. kamu sama sekali gak berubah dari dulu. aku beneran beruntung karena udah kenal kamu. "
" Apa sih mbak kita itu kan teman seperjuangan. Sama-sama pernah menjadi rekan kerja, "
" Tetap aja. kita sudah tak sama lagi.. kamu mendapatkan pria sebaik pak bos.. "
" Ah kamu mbak. "
" Ya udah aku pamit ya. jangan lupa sampaikan rasa terimakasih ku untuk pak bos ya. "
" Buru-buru amat. "..
" Anak-anak ku di rumah ibu. kasian mereka menunggu lama. "
".Ya udah deh. salam buat Anak-anak ya. "
" Sekali lagi, Thanks ya na. " Ujarnya lalu segera memeluk yumna agak sedih.
" iya. berapa kali mbak mengatakan nya. "..
Dewi segera melepaskan pelukan itu dan meraih tas lalu pamit.
Beberapa menit kemudian dennis pulang dan segera meletakkan tas kerja di sofa.
Dia juga membanting tubuhnya ke sofa sembari melonggarkan dasi.
" Kerjaan hari ini bener-bener melelahkan. " Keluhannya.
" Mas udah pulang. " Sapa yumna yang entah datang dari mana.
" Iya sayang. capek banget nih.. mana banyu ?? "
".Banyu di kamar lagi bobo. aku siapin air panas ya buat mandi. "
" Entar ah aku mau selonjoran dulu. capek banget. "
" Oh, ya udah aku ambilkan air minum ya. "
Yumna beranjak bermaksud untuk mengambil air untuk suaminya, Tetapi dennis malah menarik tangan sang istri hingga membuatnya kaget dan terjatuh ke pelukan nya.
" Aw . " Teriaknya yang sudah terduduk di pangkuan pak suami.
" Apaan sih ? Malu.. ada bibi ntar. " Omel yumna berusaha melepaskan tangan dennis yang melingkar di pinggangnya.
" Malu mulu. inikan rumahku.. "
" Ya jangan disini juga kali. kamu tau tempat kek mas. "
".Biarin . kamu senengnya ngatur-ngatur aku. "..
" Lepas dong mas. malu kalo ada yang liat.. jangan kayak anak kecil deh susah di bilangin. "
" Bodo . Kamu gak kangen apa sama aku ? " Timpalnya lagi menggoda.
".Gak usah rese . bau keringat lagi .. aku udah mandi tau. "
" Ini kan keringat suami sendiri. Kamu tuh makin kesini makin cantik ya. cium dong. ".Pinta dennis sembari mengerucut kan bibir nya.
" Lepas atau aku cubit. "
".Cubit aja.. gak sakit ini. "
".Ya udah mandi dulu kali, Main nyosor aja . gak kasian sama aku ?? "
" Kalo udah mandi ? Boleh ya. "
".Ya lepas dulu kali ?? "
Dennis hanya cengengesan melihat yumna yang udah kepanasan.
".Takut mulu sih kamu jadi orang. "
".Kalo mau macem-macem liat-liat tempat. udah sana naik dan mandi . aku mau siapin makan buat kamu. "
" Kamu-kamu.. gak sopan banget . Sayang gitu. "
" Cepet mandi. Atau aku seret. "
" Mau dong . seret aku yang. "
".Anjir ...ini orang . " Yumna berdecak kesal kewalahan menghadapi sikap sang suami.
Dia menarik dennis dan segera membawanya ke kamar agar dia segera mandi.
" Pelan-pelan dong sayang kok gak sabaran amat. aku kan capek. " lontarnya membuat yumna geli.
" Tutup mulutmu . Orang akan mengira bahwa aku sedang ingin memperkosamu. " Omel yumna sebal sembari menaiki anak tangga.
" Hahaha.. " Dennis tak kuat untuk menahan tawa .
Hal itu rupanya dilihat oleh bibi dan para pekerja yamg lain. mereka merasa malu sendiri melihat kelakuan bosnya yang begitu bucin.
" Oya mas. tadi mbak dewi kesini. " Ujar yumna kemudian menutup pintu kamar.
" Oh. "
" Kamu membereskan mantan suami nya ya ?? "
" Bukan aku, Tapi anak buah ku. "
".Tapi kan tetap kamu yang meminta mereka. Makasih ya mas.. kamu udah mau bantu temenku. "
" Ah kamu seneng banget bikin aku meleleh. kan aku jadi tambah cinta. "
" Gombel. minta cium aja gak mau.. sok-sok an bilang makin cinta."
" Mandi dulu sana. nanti aku abisin bibirmu sampe jontor. " Pekiknya sembari mengambil handuk.
" Awas kamu ya . udah mandi.. abis kamu. " Ancam Dennis segera lari ke kamar mandi.
".Udah sana. "
Beberapa menit kemudian, Dennis selesai mandi, Dia tidak melihat keberadaan Yumna di kamar.
Yumna ke dapur menyiapkan makan malam untuk sang suami.
Saat yumna mau merapikan piring, Tiba-tiba dia melihat pak anto di dapur sedang membuat kopi dengan para pekerja yang lain.
" Serem deh kalo liat tuan lagi marah, Dia abisin pria itu sampe babak belur. " Ujar pak anto agak meringis.
" Emang gara-gara apa ? "
" itu lho.. waktu kemaren malem nona bantuin temennya dari laki-laki hidung belang yang di deket club. ".. Jelas pak anto membuat yumna penasaran.
" Terus mati gak tuh orang ? "
" Kayaknya pingsan, Kalian tau gak wajahnya itu lho.. ampun, Lebih ngeri dari monster. "
" Ah pak anto kayak baru liat tuan lagi marah aja. "
".Serius ini lebih nakutin, Kalian gak tau sih.. "
" Emang non di apain sampe bos semarah itu ? "
" Sikut nya kena pukulan waktu non berusaha melepaskan temennya dari pria itu. kata bibi emang agak lebam lengannya. "
" Ngeri juga ya. bikin kesalahan sedikit aja fatal gitu. jadi makin takut deh.. kita resign aja yuk. " ujar pak danang.
" Ah takut susah nyari kerja lagi. Udah gitu.. tuan kan gaji kita gak kaleng-kaleng. "
." Iya pak. berkat saya kerja disini.. anak saya bisa kuliah. " Tegas bang ali satpam di depan.
" Iya sih, Tapi tuan terlalu ngeri tau. salah sedikit aja kayak ibarat senggol bacok. nih ya tadi siang saya nganterin bekal yang non masak. di lobby seseorang menabrak saya sampe itu kotak nasi tumpah. saya sampe takut ngadepin tuan. Kalo jujur takut, Gak jujur lebih salah. mau gak mau saya ngadep tuan.. beuhhh itu muka tuan merah pas denger penjelasan saya. dia mau marah tapi berusaha mengontrol gitu.. saya sampe gak bisa nafas kalo ingat tadi. dia gak mau saya carikan makan siang ke luar yang baru, Bahkan saya minta tuan untuk menunggu saya untuk pulang ke rumah mengambil makan siang yang nyonya buatkan. tapi beliau gak mau.. bingung saya . "
" Lebih serem dari cerita horor. "
" Terus gimana ? "
" Tuan bilang, Kalo saya di pecat .. non akan memarahinya. beliau bilang akan mengganti semuanya lain waktu.. saya harus menunggu sampai beliau tau apa yang beliau inginkan kepada saya. saya gak bakal bisa tidur. ".
" Lapor non aja. "
".Aduh .. bukan solusi. " Keluh pak danang khawatir .
Yumna benar-benar kesal mendengar semua para pekerja bicara.
Dia bergegas menaiki anak tangga menuju ke kamar menemui sang suami.
Setibanya di kamar, Yumna menatap sang suami penuh emosi. lain dengan Dennis yang tersenyum manis kepadanya .
Yumna segera menutup pintu dan mendekati Dennis .
" Sayang aku udah mandi nih. " Tuturnya agak mesem.
" Kamu ngapain pak danang ? dia numpahin bekal makan siangmu dan kamu... "
" Pak danang ngadu ?? "
".Enggak . aku nguping pembicaraan mereka barusan. "
" Aku buru-buru mandi untuk menagih janji. kamu bilang kita akan berciuman setelah aku mandi. jadi jangan rusak semuanya dan mencari alasan untuk berkelit. aku enggak akan biarin kamu ingkar janji. "
" Janji apa ? "
" Mencium ku tadi ? lupa ?? "
" Jelasin dulu, Kamu mau apa sama pak danang ?? "
" Enggak ada . "
".Bohong .. "
" Udahlah sayang aku capek. masa di ajak bertengkar. "
" Malam ini aku tidur di kamar banyu. " Ujar yumna segera berbalik. Tak mau hal itu terjadi, Dennis meraih tangan yumna dengan cepat.
" Kamu emang lagi nyari alasan ya buat ingkar janji. jangan kamu pikir aku akan membiarkanmu. kamu harus penuhi janji dulu dong. " Timpal Dennis sembari memegang tangan sang istri yang berontak.
" Aku lagi gak mood. jadi lepasin. "
" Ogah. " Dennis mendorong yumna ke ranjang dan kemudian sibuk mencumbuinya.
Kedua tangan itu meronta menolak apa yang sedang Dennis lakukan.
" Aku masih dalam keadaan nifas !! " Jelas yumna di sela-sela cengkraman sang suami.
" Aku tau.. kita cuman berciuman aja. " Jawab Dennis kembali menciuminya lumayan ganas .
".Dasar kamu .. udah atau aku teriak. " Ancam yumna lagi.
".Teriak aja. biar mereka pada kesini liatin kita yang lagi romantis. "
" Romantis apaan, Ini namanya pemaksaan. "
" Siapa suruh ingkar janji. " Timpalnya lagi kembali menikmati bibir berwarna pink yang seksi itu.
Yumna sibuk menggelengkan kepalanya demi menghindari kelakuan sang suami.
".Abis kamu sayang abis.. !! ". Lontarnya lagi.
" .Nenek !! " Panggil yumna.
" Nenek ? kamu panggil-panggil nenek mau apa ? Nenek udah liatin kita di atas. nenek seneng kok liat kita romantis gini. " Ujar Dennis tak tau diri.
" Nenek pasti menyesal karena aku menikahi pria liar seperti mu. aw kamu melukai bibirku. "
" Makanya diam. jangan berontak mulu.. jadi sakitkan. "
Yumna tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah membiarkan suaminya begitu saja. tenaganya jelas kalah jika di banding kan dengan sang suami.
".Coba kamu udah suci .. waduh ! " Tuturnya menggoda.
" Tutup mulutmu .. dasar bedebah. " Maki yumna lagi.