YUMNA

YUMNA
Episode 125



Di ruangan Dennis , Waktu itu Ayah dan ibu Dennis datang mengunjunginya .


" Yumna tadi telepon kalo kamu tidak sarapan ? Sayang , Kenapa sih ? Dia meminta Ibu untuk mengantar makanan untuk kamu . Dia bilang dia tidak bisa mengantar sendiri . ”


” Gimana mau makan .. Istriku tidak ingin melihat wajahku . Aku gak tau dia itu sedang ngidam apa . Kok mual kalo liat aku. ” Keluh Dennis .


” Sudah lah sayang jangan mempersulit semuanya . Wanita hamil memang berbeda-beda kalo ngidam . ”


" Yumna udah empet kali sama kamu . ” Ledek ayah tersenyum .


” Ibu ngapain sih ajak ayah segala . Si ayah tuh Senengnya ngeledek aku terus . ”


" Ayah . Udah sini kamu harus makan ..Ibu siapin ya . ”


" Berapa lama Yumna akan mengalami hal itu Ibu ? aku bisa gila jika dia tidak mau melihat ku . ”


" Lebay . " Sela ayah lagi membuat Dennis semakin kesal .


" Tidak akan lama kok Nis , Sabar ya . Kasian Yumna kalo kamu bersikap kayak gini . ”


" Terus menurut ibu aku harus gimana ? ”


" Ya kalo memang Yumna tidak ingin ketemu kamu , Sebisa mungkin kamu jangan ketemu dia dong . Kalo bisa kamu nginep aja di rumah ibu ya untuk beberapa waktu . Sampe Yumna sembuh . ”


" Apa ? Ibu jangan keterlaluan . Aku tidak bisa hidup jika tidak melihat dia .. ” Keluhnya sembari merengek .


” Hahaha .. Terima saja , Kadang-kadang hidup memang kejam Dennis . ” Ledek ayah lagi .


” Sayang . Kamu nih pelan-pelan nanti kalo karyawan mu dengar gimana ? Ancur reputasi kamu entar . ”


" Beri solusi yang lain dong Bu , Masa iya aku harus menginap di rumah ibu segala . ”


" Yumna sangat tidak enak menceritakan ini sama ibu tadi , Dia takut ibu gak ngerti .. bantu dia dong sayang . ”


" Jadi Yumna ingin aku menginap di rumah ibu ? ”


” Tidak , Yumna gak ngomong kayak gitu , Dia cuman bilang kalo bisa dia tidur di kamar tamu dulu Dan dia takut kamu keberatan . ”


" Apa ? ”


” Dennis kamu harus berusaha untuk berkorban . ”


" Tapi kenapa harus kayak gini . Kenapa dia harus ngidam kayak gini sih . ”


" Udah cepetan makan sini . ” Bujuk ibu namun Dennis tetap cemberut dan sedih .


" Aku gak selera Bu . Ibu aja sana yang makan . ”


Ibu mengirimkan Chat kepada Yumna , Karena Dennis tetap tidak ingin makan .


Tiba-tiba Hp Dennis berbunyi , Nampak nama istrinya muncul .


Dennis menjawab telepon darinya .


” Sayang .. kamu tadi gak sarapan . Kamu mau bikin aku sedih ya ? ” Lontar Yumna .


” Aku gak laper kok . ”


” Kamu kesel sama aku ya ? Maaf ya . Makan ya . ”


" Iya ..”


Dennis menutup telepon darinya tanpa mengatakan apapun ,


" Ibu dan ayah pergi aja gih . Aku banyak kerjaan ..”


" Makan dulu .”


“ Kalo laper nanti aku makan . Aku bukan anak kecil Bu. ”


" Ibu masih ingin disini , Kamu gak kangen sama ibu . Jarang datang ke rumah dan selalu lupa telepon . " Omelnya .


” Aku banyak kerjaan . Nanti aku pulang ke rumah ibu . Aku akan mengikuti saran mu untuk tidur disana .. ”


” Bener ? asik . Ya udah deh .. Ibu mau siapin kamar dan masak buat makan malam . ”


" Ya udah pulang aja sana . ”


1 jam sudah berlalu , Yumna datang menemui Dennis di kantor . Dia khawatir jika Dennis belum makan .


Saat tiba di ruangannya , Dennis tidak ada di tempat . Seperti nya dia sedang meeting .


” Tahan Yumna . Ya Allah semoga aku tidak membuat suamiku kecewa lagi . ”


Yumna membuka cermin di dalam tas .


” Kayaknya aku masih cantik . ”


Tiba-tiba Sekertaris Dennis datang menemuinya .


" Maaf non barusan pak Dennis kesini , Dia ingin saya menyampaikan pesan . Nona pulang saja katanya , Simpan saja kotak bekal yang nona bawa . ”


" Apa ? lalu kemana suamiku ? Kenapa dia tidak masuk ? ”


" Seperti nya beliau pergi keluar non . ”


” Mas Dennis pasti marah nih . Tuh kan .. ” Batinnya .


" Ya sudah , terima kasih .. Aku akan susul suamiku . ” Lontarnya lalu pergi dan berusaha menelpon Dennis .


" Wah beneran marah nih orang . Telepon ku tidak di angkat .. Biar aku coba lagi . ”


Dennis masih tidak mengangkat telepon darinya .


” Apa seperti ini rasanya orang hamil . ”


" Nona tidak apa-apa ? " Lontar mang Dadang menghampiri .


" Eh pak Dadang . Ini saya lagi agak pusing aja pak. Makanya saya duduk sebentar . ”


” Nona yakin , Saya antar ke klinik mau ? ”


" Tidak usah Pak , Saya hanya pusing biasa . Maklum lah gejala hamil muda . ”


" Oh nona sedang hamil toh . Alhamdulillah , Saya ikut senang non .. Oya non , Saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan non .. Kalo enggak ada non mungkin . ”


" Ah tidak apa-apa pak , Selama saya masih bisa bantu. Saya akan bantu kok . ”


” Saya merasa takjub sama non , Non sangat baik dan ramah . ”


" Terimakasih pak pujiannya . Pak Dadang melihat suami saya tidak ? ”


" Tadi sih saya lihat ke arah kantin non . ”


" Oh gitu , Makasih ya pak . Saya mau nyari suamiku dulu . ”


" Non yakin , Apa pusing nya sudah tidak ada ? ”


" Sekarang agak baikan kok , Saya tinggal ya pak . ”


" Silahkan non . ”


Yumna pergi mencari Dennis ke arah kantin , Dia memaksakan diri untuk menemuinya .


Setibanya di kantin , Yumna mencoba untuk menahan mual dan rasa pusing .


" Sayang . ” Sapa nya Manja .


” Kamu kok kesini ? Bukannya kamu gak mau ketemu aku ? ” Lontarnya .


" Sayang , Jangan salah paham . Kamu udah makan ? ”


" Kamu pikir aku bisa makan disaat kayak gini ? ”


” Kamu marah ? Aku minta maaf ya . ”


” Udah sana pulang , Ya ampun kenapa kamu pake heels gini ? Kalo jatuh gimana ? ”


” Enggak lah . ”


" Copot , Kamu membahayakan bayiku. " Lontarnya sembari membukakan heels istrinya .


" Terus aku balik gimana ? Masa nyeker ? ”


” Lebih baik nyeker lah . Udah sana . ” Lontarnya sembari melempar sepatu hak Yumna ke tong sampah .


” Aku di usir ? Bener nih ? Tega banget sih kamu . ”


” Kan kamu mual dan pusing kalo liat aku , Aku lagi berusaha ngerti . ”


Yumna menyosor pipi suaminya kilat .


” Tidak mempan . Aku terlanjur bete . ”


” Sayang , Aku kesini khawatir kamu marah dan gak mau makan , Padahal aku pusing dan lemes lho ini . ”


" Lemes tapi bisa ya pake heels . ”


” Kan cuma berapa Senti doang Mas . Ini serius ? Aku di usir ? ”


” Iya sana pulang , Bentar lagi semua karyawan istirahat . Disini bakal rame .. ”


" Emang kenapa ? Aku mau sama kamu .. Jangan marah dong mas , Gak kasian sama istrinya . ”


" Kamu tuh maunya apa sih ? Katanya gak mau liat muka aku . ”


" Emang . Tapi karena kamu lagi marah , Jadi . ”


" Oh gitu ya . ”


" Sayang , Ya udah aku pulang . Kamu makan ya.. marah nya jangan lama-lama . Nanti aku kangen .." Bujuknya lalu mencium tangan suaminya .


Yumna berusaha berjalan meski tidak memakai sepatu , Dia kembali merasa pusing .


Langkah kakinya terasa berat , Dia berhenti sebentar dan menengok pada suaminya .


” Sayang !! " Panggil nya pelan .


Yumna pun jongkok sebentar , Wajahnya berubah menjadi sangat pucat .


Dennis melihatnya , Lalu bergegas menghampiri .


" Kamu kenapa ? " Tanya nya cemas .


Yumna menengok Wajah suaminya ,


” Aku tidak benci wajah suamiku , Maafkan aku ya . " Lontarnya dengan suara yang gemetar .


Dennis merangkulnya dan menggendong Yumna .


" Aku yang minta maaf karena gak ngertiin kamu . ” Katanya sembari berjalan membopong tubuh istrinya .


” Wajahmu pucat , Ayo kita ke dokter . ”


Yumna sudah tidak menjawab lagi ucapan Dennis , Nampaknya dia sudah tidak sadarkan diri , Membuat Dennis semakin cemas dibuatnya .