
Setelah ibu pergi, juna dan Dessy segera masuk ke dalam ruangan yumna.
Mereka menanyai apa yang ibu denis katakan, Lalu yumna menjelaskan nya.
" Apa ? kamu yakin ibunya mau bantu kamu ? padahal kan dulu dia. " Kata Dessy heran.
" Iya sih tapi ibu udah beneran nyesel kok. "
" Kamu serius mau ambil tawaran nya. kamu tau denis kan ?? kalo sampe dia tau gimana ?? "
" Untuk sekarang aku gak punya pilihan lain, kamu tau sendiri kalo mas denis gak akan kasih aku ketemu banyu sebelum mengikuti syarat nya. "
" Iya sih . "
" Mas denis gak punya siapa-siapa. sementara aku, aku punya ayah ibunya. "
" Terus rencana kamu apa kalo suatu saat denis tau ? pasti dia bakalan lebih mempersulit kamu lho ?? "
" Nanti aku pikirin lagi deh kedepannya gimana. aku udah gak bisa mikir buat sekarang. "
" Ya udah terserah mbak aja. yang paling penting mbak harus kuat.. kalo denis bisa make trik dan cara kotor, kenapa kita gak bisa ?? " Timpal juna.
" Sebenarnya aku malas urusan sama dia des, tapi.. "
" Kamu tenang aja. kita hadapi sama-sama ya. "
" Thanks ya. "
1 Jam kemudian, Ibu denis datang ke rumah seorang diri. dia mengumpulkan semua pekerja.
Ibu menyampaikan niatnya kepada mereka, semua orang tampak meringis mendengar permintaan ibu denis.
" Kami gak berani nyonya. " Ujar pak satpam segan.
" Kenapa ? kalian takut ? saya akan tanggung jawab kalo ada apa-apa. kalian kan mengenal yumna, dia baik kan ?? masa kalian gak pengen bantu. tugas kalian cuma tutup mulut aja. udah.. nanti kalo denis tidak ada di rumah, bibi hubungi yumna. kasih info kalo dia gak ada.. udah gitu aja kok. " Jelas ibu tetap membuat mereka bingung .
" Nyonya, tuan itu kan sifatnya kayak gitu ya. nyonya tau sendiri lah.. kalau sampai nanti ketahuan, kita abis.. kita masih butuh kerjaan ini." Kata mang ujang beralasan.
" Tenang, kalo denis pecat kalian. kalian bekerja di rumah saya. jadi deal ya ?? tenang ini gak cuma-cuma kok.. adalah buat tutup mulut. "
Mereka saling melirik tak yakin dengan permintaan ibu denis.
" Ya sudah mukanya jangan kayak orang bingung dong. saya pamit ya.. sus titip banyu ya. "
" Baik nyonya. " Jawab sus rini.
Ibu denis segera pulang meninggalkan kegalauan di hati semua pekerja. mereka begitu takut kepada denis ketimbang dirinya.
Sementara itu denis melihat media sosial tentang yumna yang luntang lantung bak orang linglung dan pingsan. dia meminta info rumah sakit pada pak danang .
Saat menerima balasan, denis segera menelepon natan untuk menyiapkan mobil.
Mereka bergegas ke rumah sakit tempat dimana yumna di rawat .
Denis tampak cemas dengan keadaan mantan istri.
Setibanya di rumah sakit, denis mendapatkan info dari pak danang nomor kamar Yumna .
Saat tiba di ruang viv denis melihat bodyguard Yumna sedang menjaga di depan pintu kamar .
Dessy tidak mau kecolongan lagi, dia bahkan menambah bodyguard untuk menjauhkan denis dari yumna .
" Saya mau ketemu yumna. " Lontar denis kepada mereka.
" Maaf tuan, anda tidak di izinkan masuk. nona sedang istirahat. lebih baik anda pulang. "
" Kalian jangan main-main ya. minggir. " Ujarnya tak sabar.
Ke empat bodyguard yumna malah seperti menantang kepada denis , dia berdiri sejajar .
" Tugas kami hanya melarang anda menemui nona. jadi lebih baik pulanglah , jangan mempersulit kami. " Lontar salah satu dari mereka .
" Kalian mau tarung ? tidak ada yang bisa menjauhkan ku dari istriku. "
Denis sadar jika dia tidak bisa menggunakan kekerasan mengingat posisi mereka sedang di rumah sakit.
" Tuan ayo kita pergi. " ajak natan yang segera di ikuti.
" Cari cara untuk mengatasi mereka. saya harus ketemu yumna. " Pinta denis pada natan.
" Lebih baik kita kembali ke kantor dulu, kita tidak bisa menemui nona disini. tuan sabar ya. " lontar natan memberi pengertian.
" Gak bisa di tunda. saya harus memastikan dia baik-baik saja. "
" Kalau posisi kita bukan di rumah sakit, akan mudah buat kita mengatur rencana. tunggu nona sampai pulang dulu ya. nanti kita susun rencana. "
Denis amat sebal dengan ucapan natan yang di rasa memang ada benar nya.
Mereka pun segera pergi dari rumah sakit .
Saat denis menunggu natan membawa mobil dari parkiran, Dia mengamati ponselnya lagi .
" Dia benar-benar mau main-main ya. " Cecarnya menatap ponsel.
Tiba-tiba denis di serang rendy yang entah datang dari mana, rendy melayangkan sebuah pukulan di wajah denis.
" Ngapain lo. " Hardik denis terkejut berikut kesal.
Sementara itu raka dan aditya berinisiatif untuk bekerjasama memberi denis pelajaran.
Mereka berdua memegangi tangan denis kuat-kuat. " Habisi dia. " Ujar aditya.
" Kalian mau keroyokan ? dasar pecundang. " Cecar denis.
" Lebih baik menjadi pecundang dari pada pengecut kayak lo. lo apa in yumna sampe dia mau bunuh diri ? Lo tau dia sangat terpukul dengan apa yang lo lakuin. " Cecar rendy memegangi kerah denis.
Sementara denis amat terkejut dengan ucapan rendy. " Gak mungkin. " Ujar nya.
" Gue pernah bilang sama lo, kalo lo sia-sia in dia atau sampai nyakitin dia , lo akan terima balasannya dari gue. " Ujarnya berikut pukulan kembali mendarat di perut denis.
Tak hanya itu aditya dan raka juga ingin berpartisipasi memukuli denis. sudah lama mereka ingin sekali memberi pelajaran pada denis.
" Gue tekankan, Berhenti nyakitin yumna. biarin dia melakukan apapun yang dia mau. " bentak raka tak sabar.
" Harusnya kita abisin aja. biar yumna tenang. " Kata aditya puas memukuli.
Denis hanya diam tanpa mengatakan apapun lagi. Kemudian jihan segera menghampiri mereka.
" Lepaskan. stop .. bisa gak di bicarakan baik-baik. jadi ini maksud kalian tadi gak mau di ajak pulang. kalian mau balas denis ? " Cecar jihan pada mereka.
Jihan segera membopong denis untuk duduk di sebuah kursi.
" Duduk nis. "
" Apa itu benar ? " Tanya denis membuat jihan diam.
" Yumna sungguh mau mengakhiri hidupnya ?? " Tanyanya lagi amat sedih.
Jihan hanya mengangguk menjawab pertanyaan darinya.
" Aku sudah bilang, apa yang kamu lakukan hanya akan memperkeruh semuanya nis. aku tidak pernah melihat yumna serapuh hari ini. bisa gak kamu turunin ego kamu sedikit ? kasian yumna. "
" Aku ingin menemui nya. bisakah kamu membantuku. aku ingin beri tau dia untuk jangan salah paham. aku memang menekan dia, tapi bukan berharap dia seperti ini. aku hanya ingin dia kembali. "
" Berhenti memaksakan kehendak diri sendiri. percayalah itu hanya akan melukaimu , "
" Apa salah ku jika aku ingin memperbaiki rumah tangga ku ? "
" Caramu keterlaluan. "
" Jika aku gunakan cara halus, sampai Matipun dia tidak akan kembali . "
" Dasar nih orang, udah ayo kita habisi saja. " Cecar rendy tak sabar.
" Berhenti . kalian sudah memukulinya, sekarang giliran ku yang bicara.. lebih baik kalian balik saja sana. " Ujar Jihan.