
Paman menemui ayah dennis di ruangan nya , Dia menjelaskan apa yang di lakukan bu ayu kepada yumna.
" Saya benar-benar tidak tau soal itu. " Ujar ayah kecewa.
" Maaf karena saya membicarakan ini dengan anda pak. saya tidak bisa melihat yumna menanggung kesedihan seperti ini. semoga anda bisa membuka hati bu ayu. " Pinta paman penuh harap.
" Justru saya berterima kasih karena anda memberi tau saya. Saya akan bicara pada istri secepatnya. "
" Kalau begitu saya permisi pak, Maaf sudah mengganggu anda. " Ujar paman lalu segera beranjak.
" Baik Pak. "
Paman segera keluar dari ruangan, dan kembali menemui yumna.
Sementara ayah mengambil ponsel dan menghubungi istrinya.
Ibu segera menemui ayah dengan tergesa-gesa " Ada apa yah ? " Tanya ibu lalu segera menutup pintu.
" Kenapa kamu pakai baju rumah sakit ?? kamu sakit ? Oh, Ayah baru inget kalo kamu di rawat ya ?? "
" Kok ayah tau ?? "
" Apa yang ibu lakukan di belakang ayah ? Kamu mau memisahkan yumna dari dennis ?? " Tanyanya berusaha sabar.
" Ayah tau dari mana ? Yumna kasih tau ayah ?? "
" Enggak usah tanya soal dari mana ayah tau. tapi yang jelas bukan dari yumna. jelaskan semuanya ??? "
" Aku . aku tidak mau dennis terus terluka karena yumna. berapa kali dia celaka karena yumna yah ?? ada banyak bahaya jika dennis terus bersama yumna. "
" Ayu !!! " Ujarnya setengah berteriak, ayah kesal mendengar ucapan sang istri.
" Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu ? putramu itu seorang suami, Sudah sewajarnya jika dia melindungi istrinya. kamu tidak waras atau apa ? Sebelum terlambat cepat perbaiki semuanya. tolong jangan menambah derita untuk dennis. "
" Aku tidak akan merubah pikiran. yumna sudah menandatangani berkas perceraian. dia sudah setuju, Dia mau memahami nya. "
" Kamu ancam dia supaya setuju ?? mending kamu ngaku aja. kamu meminum racun ?? "
" Apapun akan ku lakukan untuk putraku. "
" Kamu sadar apa yang kamu lakukan ini hanya akan membuat dennis lebih terluka ? Kamu lupa bagaimana putramu sangat mencintai yumna ?? "
" Sesulit apapun , dennis harus melupakan yumna. "
" Istriku.. Dengar , Jika kamu dalam bahaya, Aku pun siap melindungi mu seperti apa yang dennis lakukan. Aku mohon hentikan kegilaan ini. apa kamu lupa waktu yumna meninggalkan putramu ?? dia hancur, Tak ingin melakukan apapun. sekarang kamu mau mencoba menghancurkan nya lagi hanya karena jalan pikiranmu itu ? Sadarlah sayang , Ini salah ??? " Pinta ayah .
" Aku tau ayah akan menentang ku . Aku sudah siap dibenci kamu atau pun dennis. jadi maaf kan aku. "
" Apa ini adil untuk yumna ? Dia pasti hancur dengan apa yang kamu lakukan. kenapa kamu setega ini ?? dimana perasaan mu ?? Kamu kira dia tidak sedih melihat suaminya celaka ? Aku tidak tau lagi harus bicara apa denganmu ?? Jika ini pilihanmu, Kamu tanggung semuanya sendiri. "
Ayah keluar dari ruangan meninggalkan istrinya, Dia begitu kecewa karena sang istri tak mau mendengar.
Ayah berjalan sembari memegang bekas luka di dada.
Dia berjalan menyusuri lorong demi lorong rumah sakit.. Hingga dia memutuskan untuk duduk di taman rumah sakit .
" Apa yang harus ayah lakukan Nis ? kenapa ibumu begitu keras kepala ? "
Saat ayah sedang termenung seorang diri, Tiba-tiba yumna menghampiri nya.
" Ayah lagi apa ?? " Sapanya sembari duduk di di samping bangku .
" Lagi bingung Na. " Jawab ayah mertua amat singkat.
" Ayah bingung kenapa ? apa yang mengganggu pikiran ayah. coba cerita ?? " Pinta yumna agak tersenyum.
Ayah mertua memandangi nya penuh penyesalan " Tarik senyumanmu .. Ayah tak perlu melihat mu berpura baik-baik saja. " Ujar ayah mulai menitikkan air mata.
" Apa maksud ayah ? "
" Ayah sudah dengar apa yang ibu mertuamu lakukan. "
" Maafkan ayah yang gagal mendidik istri ayah. Hingga dia bersikap tidak adil denganmu. " Lontarnya lagi membuat air mata itu semakin jatuh tak lagi terkendali...
" Ibu bilang ada banyak sekali bahaya dalam diriku dan itu tak baik untuk mas dennis. Maafin yumna yah, Yumna selalu membuat mas dennis celaka. " Ujarnya putus asa.
" Tidak nak. tolong jangan bicara begitu , sakit sekali mendengar nya. Ayah tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan mu sekarang . "
" Tak apa. yumna hanya ingin mas dennis sembuh. kalaupun kami harus berpisah, Mau di apakan lagi . "
" Yumna. "
" Ayah jangan cemas, Meski aku udah gak jadi menantu ayah.. tapi kita masih bisa saling memberi kabar dan bertemu. jadi jangan sedih. " Bujuk yumna meyakinkan.
" Ayah tak mau semua ini nak. ayah ingin kamu tetap bersama dennis.. jangan dengarkan istriku. " Pinta ayah lagi sembari memegang tangan menantu.
" Ayah. "
Yumna memeluknya yang tak kuasa mendengar ucapan demi ucapan dari ayah.
" Aku gak akan berubah sama ayah atau ibu, Kalian adalah orang tuaku. "
" Orang tua macam apa kami ini . Ayah bahkan tidak bisa membantu mu melalui ini semua. "..
" Tidak ayah. Ayah sudah memberiku banyak cinta dan kasih sayang. itu lebih dari cukup untukku. aku tak perlu apapun lagi, "
" Tidak nak.. kami tak pantas menjadi orang tuamu. ayah merasa gagal. "
" Jangan bicara lagi , Yumna tak mau mendengar nya . Ayah adalah ayah yang sempurna untuk ku. jadi aku mohon jangan ngomong yang enggak-enggak. "...
" Lalu bagaimana dengan dennis ? Apa kamu sungguh mau meninggalkan nya ?? "
" Aku gak bisa mencegah ibu. beliau hampir kehilangan nyawa karena berdebat soal ini. ibu sangat serius memisahkan kami. Aku tidak mau membuat mas dennis kehilangan ibunya karena aku. "
" Dia hanya menggertak mu . "
" Tidak ada gertakan dengan meminum racun. dokter bilang.. jika ibu telat di tangani .. dia tidak akan selamat. jadi, "
" Jadi yumna mengalah ? " Potong ayah.
" Apa yang bisa aku lakukan ? semua sudah cukup. Ibu juga janji nanti akan bicara dengan mas dennis mengapa perceraian ini ada. "
" Terus kamu berpikir kalo dennis akan Terima begitu saja ? mustahil. "
" Ibu siap menjelaskan semuanya dan bertanggung jawab kepada suamiku. "
" Kamu gak usah bicara seolah tak tau reaksi dennis. Dia akan semakin parah jika kamu meninggalkan nya. "
" Siapa yang ingin ? bukankah aku harus tau diri sekarang ? ibu tak ingin aku menjadi menantu nya lagi. "
" Yumna. "
" Untuk sementara aku mau tinggal di rumah paman, paman bilang rumah nenek yang dulu tak lagi di sewakan. aku kan membersihkan rumah itu . "
" Kenapa kamu harus tinggal di sana ? " Ujar ibu yang datang entah dari mana.
" Kamu bisa menetap di rumah mu sekarang meski kalian berpisah, Kalaupun kamu gak mau, dennis punya beberapa apartemen.. kamu tinggal pilih aja. " Katanya lagi.
" Tidak perlu bu. aku menceraikan mas dennis bukan akhir dari segalanya. aku siap kehilangan apapun setelah aku tinggal kan mas dennis dengan keji. "
" Yumna. "
" Ibu jangan lupa jika aku lahir dari keluarga biasa, Jadi aku gak akan kaget kalau sekarang aku kehilangan uang dan harta. "
" Jangan bicara kayak gitu. ibu gak mau kamu. "
" Aku mau balik ke ruangan mas dennis. yumna duluan ya. " Potong yumna lalu segera meninggalkan mereka berdua.
" Lihat itu, Belum apa-apa dia sudah berubah. apalagi nanti, Pegang ucapanku walau sesulit apapun dia tidak akan pernah datang meminta bantuan kita. kamu puas ?? perlahan yumna akan menjadi asing untuk kita. " Jelas ayah kepada istrinya.
Namun ibu hanya diam seribu bahasa, meski semua ucapannya benar, Ibu tak mau menggubris nya.