
Yumna pergi dari kantor dennis dan segera pergi ke lokasi pemotretan.
Dessy menunggu nya dengan tak sabar " Kamu dari mana aja ? "
" Ada perlu. emang kenapa ? perasaan ,, aku gak telat ??"
" Bukan kayak gitu, gak biasanya kamu pergi tanpa memberitahu ku. "
" Aku lupa. Ya udah aku mau masuk ruang make up dan ganti baju. "
Yumna menaruh tas dan segera berjalan menuju ruang make up, Tiba-tiba Dessy bicara menghentikannya " Kalau aku akui , apa kamu akan beri aku izin untuk pergi ke Amerika ? "
" Akui apa ?! "
" Aku menyukainya. " Lontarnya pelan.
Yumna langsung berbalik dan memandang sang manajer " Beri aku 1 minggu, jika benar-benar tidak ada hasil.. pergilah. "
" 1 minggu ? kamu punya rencana yang tidak aku ketahui ?? "
Mendengar ucapan nya membuat yumna enggan menjelaskan " Yumna ??? "
" Aku menemui mas dennis dan meminta bantuan nya. "
" Apa ? kamu gak salah minta bantuan dennis ? kamu sadar gak, dia bisa mengambil kesempatan ?? "
" Demi kasus ini selesai, Akan ku lakukan apapun . "
" Mati-matian kita menghadang dennis. tapi kamu malah datang minta bantuannya. kamu gila atau apa ?? "
" Aku juga tidak mau. Aku tidak ingin berhubungan apapun lagi dengan nya tapi apa aku punya pilihan. bahkan aku terlebih dulu menemui natan , Dengan berat hati dia menjelaskan jika hanya mas dennis yang bisa membantu ku ? aku bisa melindungi diriku sendiri. kamu gak perlu khawatir. "
" Melindungi dari dia maksud kamu ? Kacau. "
" Lalu, kamu ingin aku berdiam diri saja ? sama seperti kamu, juna sudah seperti adikku.. aku ingin dia bebas. "
" Oke. terus dia minta apa dari kamu ? gak mungkin kan kalo dia kasih bantuan cuma-cuma ?? "
" Hanya makan malam. "
" Kamu yakin sesederhana itu ?? "
" Ini bukan waktu nya untuk itung-itungan ngurusi mas dennis. Oke ?? "
" Terus gimana kalo sampe dennis melakukan sesuatu yang engga-engga ?? "
" Aku juga kepikiran, tapi aku punya kamu kan , kamu akan selalu menolong ku darinya ?? "
" Yaa ampun.. " Dessy menggaruk kepala menyesali dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk yumna dan juna.
" Itu juga kalo mas dennis benar-benar berhasil membawa roni. kalo engga, perjanjian diantara kami langsung batal. "
" Jadi aku harus berdo'a apa ? berharap dennis berhasil menemukan pria itu ? atau berharap dia gagal ? "
" Tentu saja yang pertama. Ini hanya makan malam biasa. kalau perlu aku akan membawa pisau dan menaruhnya di tas untuk jaga-jaga. "
Dessy semakin pusing dengan pemikiran yumna yang terus merayunya untuk tidak khawatir.
" Kalau itu sudah jadi pilihan mu, aku bisa apa ? ya udah sana Siap-siap make up. "
" Oke. "
1 hingga 2 jam berlalu Dessy tampak setia menemani yumna yang menajalani pemotretan beberapa produk.
Kepikiran akan dennis, dia langsung mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah chat padanya.
" Jangan pernah berpikir bahwa kamu bisa mengambil keuntungan dari masalah ini, harusnya kamu tidak lupa jika yumna memiliki aku. "
Pesan di kirimnya, dengan segera dia membalas.
" Tentu saja aku tak lupa, hal yang paling ku sesali dalam hidup ku adalah membiarkan yumna membantu pengkhianat seperti mu. uang dan tempat tinggal yang pernah kamu gunakan dulu , bukan milik yumna, tapi aku. jadi tau diri lah sedikit. " cecar dennis kepadanya.
" Oya? perlukah aku membayar biaya sewa nya. katakan nominalnya. akan aku transfer sekarang juga. " . Balas Dessy.
" Sayang sekali aku tidak kekurangan uang, simpan saja untuk tabungan mu. karena sebentar lagi aku tidak akan membiarkan kamu memperalat yumna untuk mendapatkan uang lagi. " Balas dennis lagi.
" Apa sebenarnya yang kamu rencanakan?? aku peringatkan jangan macam-macam. " ancam Dessy.
Namun dennis sudah tak mau membalas chat darinya. dia memilih bungkam dan membiarkan nya semakin takut.
Dia kembali memeriksa beberapa data, Kemudian ibu datang dengan membawa kotak makan " Berhenti bekerja, sini makan dulu. "
" Ibu memasak ? bagaimana ayah.. apa sudah pulang ke rumah ? "
" Syukurlah. "
" Bagaimana yumna ? kamu sudah berjalan sampai mana ? "
" Sedikit lagi bu. "
" Sayang, tidak kah perbuatan mu akan membuat nya semakin membencimu ?? "
" Yumna akan terus menolakku jika aku santai dan payah. aku harus sedikit licik untuk kembali membawanya menjadi milikku. "
" Kamu yakin ? karena yang ibu rasakan, jika dia sudah kecewa.. akan sulit bagi kita mengambil hatinya lagi. "
" Serahkan semuanya padaku bu. semuanya sudah aku atur. "
" Terserah kamu saja, sampai hari ini ibu tak berani menemuinya lagi. kebencian di wajahnya seperti menusuk ibu. "
" Aku tau. jangan pikirkan itu ya. "
Dennis melahap semua makanan yang di bawa ibunya.
Sementara ayah berusaha mencari info tentang apa yang akan di lakukan dennis kepada yumna. Ayah pulang ke rumah pura-pura berbaikan dengan ibu dennis.
Ayah tak mau jika putra semata wayangnya kembali berulah menyakiti yumna.
Dia mengirim orang untuk mencari tau rencana dennis.
" Dia melakukannya lagi. " Ujar ayah kepada mata-matanya.
" Besar kemungkinan saat mereka makan malam.. tuan punya rencana lain. " Tutur orang tersebut.
Ayah terdiam dan mulai berpikir " Terus awasi, jika ada yang terasa mengganjal. terus infokan . " Pinta ayah kemudian segera meninggalkan affandi.
Ayah membuat affandi menjadi anak buah dennis. affandi adalah orang yang dennis kirim untuk membuntuti natan bertemu dengan yumna di kafe tempo hari.
2 Hari berlalu , Dennis mengabarkan jika anak buahnya berhasil menemukan roni.
Victor menyerahkan roni ke kepolisian di Amerika untuk di tindak lanjuti.
Tidak kurun 2 jam juna langsung bisa bebas tanpa di persulit. Yumna dan Dessy bisa bernafas lega karena kasus juna sudah selesai.
Mereka berdua menyambut juna di kantor polisi.
" Apa ini mimpi. " Ujarnya menangis di pundak yumna.
Sementara Dessy hanya berkaca-kaca melihat dia bebas.
" Ayo kita makan enak, kita harus merayakan ini. aku traktir " Ajak yumna .
" Pergi kemana, aku masih shock mbak. "
" Katakan sesuatu des . " Tegur yumna.
" Ada apa ? "
" Selama kamu dalam kesulitan, dia lah yang sangat menderita. " Jelas yumna membuat juna terheran .
" Sudahlah, ini bukan waktu nya. aku mau membersihkan namanya dulu di hadapan media. " lontar Dessy sembari berjalan.
" Aku gak ikut ya. aku harus pulang mengurus banyu. pergilah berdua . "
" Iya. kamu santai saja di rumah.. "
Dessy segera menaiki mobil dan mengantar yumna ke rumah, sementara itu juna asik memainkan handphone di kursi belakang.
" Jadi bagaimana soal ?? " Tanya Dessy segera terhenti ketika yumna memberi isyarat untuk berhenti bicara.
" Juna akan tak suka jika tau, biarkan dia merayakan kebebasan nya dengan gembira. " Bisiknya pelan.
Dessy hanya menggelengkan kepala dengan sikap yumna.
" Kalau kamu seperti ini bagaimana bajingan itu akan move on. sungguh kamu terlalu baik. " Puji Dessy.
" Haruskah aku memberi uang untuk membayar pujianmu. "
" Beri aku restu saja. "
" Restu ? kapan kamu akan mengatakan nya ?? "
" Sssttt.. dia bisa dengar. "