YUMNA

YUMNA
Episode 252



Yumna pergi dari kantor dennis dan segera pergi ke lokasi pemotretan.


Dessy menunggu nya dengan tak sabar " Kamu dari mana aja ? "


" Ada perlu. emang kenapa ? perasaan ,, aku gak telat ??"


" Bukan kayak gitu, gak biasanya kamu pergi tanpa memberitahu ku. "


" Aku lupa. Ya udah aku mau masuk ruang make up dan ganti baju. "


Yumna menaruh tas dan segera berjalan menuju ruang make up, Tiba-tiba Dessy bicara menghentikannya " Kalau aku akui , apa kamu akan beri aku izin untuk pergi ke Amerika ? "


" Akui apa ?! "


" Aku menyukainya. " Lontarnya pelan.


Yumna langsung berbalik dan memandang sang manajer " Beri aku 1 minggu, jika benar-benar tidak ada hasil.. pergilah. "


" 1 minggu ? kamu punya rencana yang tidak aku ketahui ?? "


Mendengar ucapan nya membuat yumna enggan menjelaskan " Yumna ??? "


" Aku menemui mas dennis dan meminta bantuan nya. "


" Apa ? kamu gak salah minta bantuan dennis ? kamu sadar gak, dia bisa mengambil kesempatan ?? "


" Demi kasus ini selesai, Akan ku lakukan apapun . "


" Mati-matian kita menghadang dennis. tapi kamu malah datang minta bantuannya. kamu gila atau apa ?? "


" Aku juga tidak mau. Aku tidak ingin berhubungan apapun lagi dengan nya tapi apa aku punya pilihan. bahkan aku terlebih dulu menemui natan , Dengan berat hati dia menjelaskan jika hanya mas dennis yang bisa membantu ku ? aku bisa melindungi diriku sendiri. kamu gak perlu khawatir. "


" Melindungi dari dia maksud kamu ? Kacau. "


" Lalu, kamu ingin aku berdiam diri saja ? sama seperti kamu, juna sudah seperti adikku.. aku ingin dia bebas. "


" Oke. terus dia minta apa dari kamu ? gak mungkin kan kalo dia kasih bantuan cuma-cuma ?? "


" Hanya makan malam. "


" Kamu yakin sesederhana itu ?? "


" Ini bukan waktu nya untuk itung-itungan ngurusi mas dennis. Oke ?? "


" Terus gimana kalo sampe dennis melakukan sesuatu yang engga-engga ?? "


" Aku juga kepikiran, tapi aku punya kamu kan , kamu akan selalu menolong ku darinya ?? "


" Yaa ampun.. " Dessy menggaruk kepala menyesali dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk yumna dan juna.


" Itu juga kalo mas dennis benar-benar berhasil membawa roni. kalo engga, perjanjian diantara kami langsung batal. "


" Jadi aku harus berdo'a apa ? berharap dennis berhasil menemukan pria itu ? atau berharap dia gagal ? "


" Tentu saja yang pertama. Ini hanya makan malam biasa. kalau perlu aku akan membawa pisau dan menaruhnya di tas untuk jaga-jaga. "


Dessy semakin pusing dengan pemikiran yumna yang terus merayunya untuk tidak khawatir.


" Kalau itu sudah jadi pilihan mu, aku bisa apa ? ya udah sana Siap-siap make up. "


" Oke. "


1 hingga 2 jam berlalu Dessy tampak setia menemani yumna yang menajalani pemotretan beberapa produk.


Kepikiran akan dennis, dia langsung mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah chat padanya.


" Jangan pernah berpikir bahwa kamu bisa mengambil keuntungan dari masalah ini, harusnya kamu tidak lupa jika yumna memiliki aku. "


Pesan di kirimnya, dengan segera dia membalas.


" Tentu saja aku tak lupa, hal yang paling ku sesali dalam hidup ku adalah membiarkan yumna membantu pengkhianat seperti mu. uang dan tempat tinggal yang pernah kamu gunakan dulu , bukan milik yumna, tapi aku. jadi tau diri lah sedikit. " cecar dennis kepadanya.


" Oya? perlukah aku membayar biaya sewa nya. katakan nominalnya. akan aku transfer sekarang juga. " . Balas Dessy.


" Sayang sekali aku tidak kekurangan uang, simpan saja untuk tabungan mu. karena sebentar lagi aku tidak akan membiarkan kamu memperalat yumna untuk mendapatkan uang lagi. " Balas dennis lagi.


" Apa sebenarnya yang kamu rencanakan?? aku peringatkan jangan macam-macam. " ancam Dessy.


Namun dennis sudah tak mau membalas chat darinya. dia memilih bungkam dan membiarkan nya semakin takut.


Dia kembali memeriksa beberapa data, Kemudian ibu datang dengan membawa kotak makan " Berhenti bekerja, sini makan dulu. "


" Ibu memasak ? bagaimana ayah.. apa sudah pulang ke rumah ? "


" Syukurlah. "


" Bagaimana yumna ? kamu sudah berjalan sampai mana ? "


" Sedikit lagi bu. "


" Sayang, tidak kah perbuatan mu akan membuat nya semakin membencimu ?? "


" Yumna akan terus menolakku jika aku santai dan payah. aku harus sedikit licik untuk kembali membawanya menjadi milikku. "


" Kamu yakin ? karena yang ibu rasakan, jika dia sudah kecewa.. akan sulit bagi kita mengambil hatinya lagi. "


" Serahkan semuanya padaku bu. semuanya sudah aku atur. "


" Terserah kamu saja, sampai hari ini ibu tak berani menemuinya lagi. kebencian di wajahnya seperti menusuk ibu. "


" Aku tau. jangan pikirkan itu ya. "


Dennis melahap semua makanan yang di bawa ibunya.


Sementara ayah berusaha mencari info tentang apa yang akan di lakukan dennis kepada yumna. Ayah pulang ke rumah pura-pura berbaikan dengan ibu dennis.


Ayah tak mau jika putra semata wayangnya kembali berulah menyakiti yumna.


Dia mengirim orang untuk mencari tau rencana dennis.


" Dia melakukannya lagi. " Ujar ayah kepada mata-matanya.


" Besar kemungkinan saat mereka makan malam.. tuan punya rencana lain. " Tutur orang tersebut.


Ayah terdiam dan mulai berpikir " Terus awasi, jika ada yang terasa mengganjal. terus infokan . " Pinta ayah kemudian segera meninggalkan affandi.


Ayah membuat affandi menjadi anak buah dennis. affandi adalah orang yang dennis kirim untuk membuntuti natan bertemu dengan yumna di kafe tempo hari.


2 Hari berlalu , Dennis mengabarkan jika anak buahnya berhasil menemukan roni.


Victor menyerahkan roni ke kepolisian di Amerika untuk di tindak lanjuti.


Tidak kurun 2 jam juna langsung bisa bebas tanpa di persulit. Yumna dan Dessy bisa bernafas lega karena kasus juna sudah selesai.


Mereka berdua menyambut juna di kantor polisi.


" Apa ini mimpi. " Ujarnya menangis di pundak yumna.


Sementara Dessy hanya berkaca-kaca melihat dia bebas.


" Ayo kita makan enak, kita harus merayakan ini. aku traktir " Ajak yumna .


" Pergi kemana, aku masih shock mbak. "


" Katakan sesuatu des . " Tegur yumna.


" Ada apa ? "


" Selama kamu dalam kesulitan, dia lah yang sangat menderita. " Jelas yumna membuat juna terheran .


" Sudahlah, ini bukan waktu nya. aku mau membersihkan namanya dulu di hadapan media. " lontar Dessy sembari berjalan.


" Aku gak ikut ya. aku harus pulang mengurus banyu. pergilah berdua . "


" Iya. kamu santai saja di rumah.. "


Dessy segera menaiki mobil dan mengantar yumna ke rumah, sementara itu juna asik memainkan handphone di kursi belakang.


" Jadi bagaimana soal ?? " Tanya Dessy segera terhenti ketika yumna memberi isyarat untuk berhenti bicara.


" Juna akan tak suka jika tau, biarkan dia merayakan kebebasan nya dengan gembira. " Bisiknya pelan.


Dessy hanya menggelengkan kepala dengan sikap yumna.


" Kalau kamu seperti ini bagaimana bajingan itu akan move on. sungguh kamu terlalu baik. " Puji Dessy.


" Haruskah aku memberi uang untuk membayar pujianmu. "


" Beri aku restu saja. "


" Restu ? kapan kamu akan mengatakan nya ?? "


" Sssttt.. dia bisa dengar. "