
Waktu menunjukkan pukul 9 Malam.Yumna mendekati Sinta yang sedang memainkan Hp di kasur.
" Belum ngantuk Sin ? "
" Belum Mbak , Kenapa?"
" Paman tadi telepon Mbak ,Kamu ada masalah apa dengan Ayahmu ? "
Sinta terdiam dengan pertanyaan Yumna.. Pandangan nya kini sudah tak memainkan Hp nya lagi.
" Mbak gak maksa kamu buat cerita ,Tapi jika ada masalah sebaiknya di hadapi ."
" Aku bingung Mbak ,Ayah memintaku menikahi Koleganya .Ayah bilang jika Koleganya itu ingin Aku menjadi isteri nya ."
" Apa ? kok paman kayak gitu ."
" Ayah udah jelasin semuanya,Dia menaruh saham di perusahaan Ayah. Jika tidak ada dia, Mungkin sekarang Perusahaan Ayah terlilit Hutang..Saat dia menyampaikan keinginannya pada Ayah , Ayah tidak bisa menolaknya ."
" Tapi kok sampe pengen nikah sama kamu sih Sin ? masalah kerjaan kan lain lagi ."
" Iya Mbak ..Kasian Ayah pasti dia sangat tertekan.
Aku yakin dia sangat serba salah sekarang..Mbak menurut Mbak gimana ?"
" Duh Mbak gak bisa ngasih saran sih bingung ,kalo seandainya Ayahmu menolak dia ,Apa dia tidak akan marah ?"
" Ayah bilang jika di tolak ,Mungkin dia akan mengambil kembali sahamnya dan ."
" Dan ??Kenapa??"
" Aku sudah bilang jika perusahaan Ayah terlilit hutang ,Jika dia mengambil kembali saham nya kemungkinan Ayah akan bangkrut ..Aku juga gak ngerti Kenapa perusahaan Ayah terlilit hutang."
" Masalah yang sangat Rumit ya Sin ,Terus sekarang Kamu gimana ? Kamu pasrah dinikahi Dia ?"
" Mungkin aku akan terima saja , Daripada Ayah Kenapa-napa ."
" Sinta !!!" Yumna merasa kasihan dan bingung harus memberi masukan apa kepadanya .
" Tugas seorang anak berbakti kepada orang tua nya ,Meski Ayah bukan Ayahku ..Tapi dia mencintaiku begitu tulus,Aku merasakan nya ."
Sinta mulai menangis didepan Yumna,Lalu Yumna memeluk nya .
" Mbak gak bisa ngomong apa-apa sama Kamu ,Tapi satu hal..Semua niat baik pasti akan berbuah manis .Tujuanmu mau menerima pernikahan ini demi Ayahmu itu sangat luar biasa, hatimu sangat Mulia ."
" Ini Sangat sulit Mbak , bagaimana jika pria yang akan aku nikahi ternyata sudah tua ? Aku tidak sanggup mengajukkan pertanyaan ini kepada Ayah, Aku ."
" Sudah , Jangan diteruskan .. sekarang tidurlah .. istirahat dan lupakan semuanya ."
Yumna menyelimuti Sinta dan mengusap Rambutnya.
" Seandainya Mbak bisa melakukan sesuatu ,Kenapa harus seperti ini ?? "
" Mbak , Jika bisa aku ingin disini saja .."
" Tinggal lah semau mu ,Pintu akan selalu terbuka untukmu ."
Sinta kembali menangis ,
" Semakin kamu bahas kamu akan semakin sedih. Jadi jangan katakan apa-apa lagi..tidur lah ."
" Iya Mbak aku berharap besok ada keajaiban , Kalo boleh aku minta . Aku tidak mau menikahi pria yang tidak ku kenal ."
" Amin .. Pasti ada Jalan keluar dari semua masalah ini,Ikhlas dan sabar ya ."
Yumna terus menyemangati Sinta ,Dia tidak tau harus dengan apa membantu nya.
*
*
Pagi pun tiba , Yumna bergegas menuju dapur untuk memasak makanan buat Sinta saat dia di tinggal kerja .
" Tidur ku tidak nyenyak kepikiran Sinta , Kenapa masalah datang menerpa nya seperti ini. Pasti sulit baginya ..Apa aku pergi temui Paman ke Jakarta ya ,Tapi aku bisa membujuk apa ? Aku tidak bisa melakukan apapun ."
Keluhnya sembari memotong sayur .
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil di depan ,Yumna buru-buru menuju pintu mencari tau siapa yang datang .
Rupanya Paman dan supirnya pak Danang yang datang untuk menjemput Sinta .
" Sinta mana ?"
" Dia masih tidur ,Sepagi ini tiba di Bandung ,Jam berapa Paman berangkat dari Jakarta ?"
" Sengaja biar sempet ke Kantor biar pun agak siang an ."
" Ya udah masuk Paman , Aku akan buatin teh buat Paman sama pak Danang ."
" Iya , Jadi ini Kost an kamu ."
" Iya , kecil yah buat satu orang mah cukup aja ."
Paman masuk ke dalam sementara pak Danang tinggal di luar ,Ia duduk di di kursi sambil memainkan Hp nya .
" Paman , Sinta sudah cerita semuanya ." Lontar Yumna sembari menuang Teh untuk Paman .
" Apa dia sedih ? Pasti sedih ,Paman bingung Yumna ."
" Apa yang terjadi ? Apa Paman tidak bisa menolaknya ? Kasihan Sinta Untuk ukurannya menikah terlalu dini ,Dia baru Lulus ..Apa tidak ada Jalan lain untuk semua masalah ini ?"
" Tidak ada ,Jika ada Paman pasti tidak bingung begini ."
" Maaf jika Yumna bilang kasar seperti ini ,Tau gak Paman, Paman seperti menjual darah daging Paman untuk uang ."
" Paman tau Yumna , Paman terjaga semalaman memikirkan semua Masalah ini , Masalahnya adalah pak Dennis tidak mau mendengar penolakan apapun dari Paman ."Lontar Paman sedih , Sementara Yumna begitu shock mendengar satu nama yang di ucapkan Paman .
" Dennis ? Maksud Paman Dennis siapa ? Apa usianya lebih tua dariku atau dia ?"
" Kamu gak akan kenal Yumna ." Lontarnya .
" Apa Paman punya Photonya ? Entah mengapa aku penasaran ?"
" Ada , Sebentar ."Paman membuka HP nya dan mencari photo pria tersebut .
Yumna merasa khawatir dia takut jika Dennis yang di maksud adalah Dennis yang dia cintai .
" Nah ini dia ."Paman memberikan Hp nya kepada Yumna , Benar saja dia adalah Dennis yang sama .
Yumna kembali terusik dengan ulah Dennis .Semua yang di khawatirkan nya selalu menjadi kenyataan .
" Tidak mungkin kamu mengenalnya ."Lontar Paman sangat yakin.
" Iya aku tidak mengenalnya ,Paman aku akan bangunkan Sinta .. Paman minum teh nya dulu ya ."
" Iya ."
Yumna pergi ke kamar nya,dia mondar-mandir memikirkan Dennis .
" Apa maksudnya dia melakukan ini ? Apa dia tau Jika Paman adalah pamanku ? tidak mungkin ,Apa ini kebetulan .." Yumna begitu Cemas ,Lalu Sinta terbangun , Ia heran kenapa Yumna terus mondar-mandir .
" Apa yang membuat Mbak stres ?"Tanyanya sembari bangun dan mengikat rambut.
" Sin ,Ada Ayah mu di depan ,Dia jemput Kamu cepat temui ."
" Apa ? Ngapain di jemput segala sih ." Sinta bangun dan menemui Ayahnya .
" Kapan Ayah tiba disini ? Aku akan pulang sendiri kok ,Aku gak akan melarikan diri ."Keluh nya .
" Ibumu khawatir ,Kamu pergi dengan membawa amarah.
" Paman sebelum pergi makan dulu ,Aku sudah masak untuk sarapan ." Lontar Yumna sembari pergi ke dapur .
" Maaf,Ayah sudah tak bisa berpikir lagi Nak .."
" Apa yang Ayah pikirkan ,Ini sudah menjadi bagian ku , Menyelamatkan Ayah dan perusahaan aku rela ."
" Kamu putriku yang baik , Terimakasih untuk kesediaanmu menolong Ayah mu ini ..Nak, Ayah tidak akan melupakan semua pengorbanan mu ."Lontar Ayah berkaca-kaca.
Sinta memeluk dan menangis dalam pelukannya .
" Apapun akan aku lakukan untuk mu Ayah..Jangan bersedih,Karena Ayah tidak sedang menjualku .."Lontarnya lirih.
Keharuan itu dilihat oleh Yumna,Dia menangis tak tega dengan yang telah terjadi antara Paman dan sepupunya itu.
" Aku harus menemui Dennis ,,Dia tidak bisa melakukan ini pada Paman ."Lontarnya .