YUMNA

YUMNA
Episode 47



Jihan duduk di kursi luar cafe,ia menghapus air mata yang hampir jatuh..Yumna menghampiri dan memegang pundaknya.


''Jangan dengarkan mereka, mereka tidak tau apapun.''


''Semua yang mereka bilang memang benar.''


''Kamu mau meratapi semua nya lagi,Jihan,ini sudah berlalu..aku bahkan sudah melupakan nya..jadi berhenti?''


''Seandainya waktu bisa berputar kembali,aku ingin memperbaiki semuanya Yumna.''Jihan menangis didepan Yumna, Yumna merangkul berusaha menenangkan.


''Dengar,ini sudah berlalu .. pikirkan bayimu, kenapa kamu harus memikirkan kata-kata orang lain,jangan membahas ini lagi aku mohon..aku menyesal datang kesini tadinya aku pikir akan menyenangkan bertemu mereka tapi lihatlah mereka membuatmu sedih seperti ini..apa aku harus masuk kedalam dan memberi pelajaran satu per satu...ayo tunjukkan siapa saja yang membuatmu menangis seperti.''


Yumna beranjak dari kursinya, tapi Jihan menahan Yumna.


''Apa yang bisa kamu lakukan kepada mereka??Apa kamu akan menghajarnya, Yumna kamu tak bisa melakukan hal itu,jadi duduk lah jangan memikirkan aku.''


''Jangan meledek,aku bisa menampar mereka atau menyiram mereka dengan air.''


''Kamu tidak akan mampu melakukannya.''


''Kenapa?''


''Kamu bukan orang seperti itu.''Jihan tersenyum dengan sikap Yumna..


''Aku melihat senyuman itu,Jihan apapun yang telah terjadi diantara kita..meski pernah ada jarak diantara kita, tapi percayalah se marah apapun aku,aku tidak pernah membencimu .. persahabatan kita,kamu tidak pernah merusaknya.''


''Aku tidak tau jika kamu sebaik ini.''Jihan memeluk sahabatnya itu.


Saat mereka sedang berpelukan,Raka menghampiri Mereka.


''Ehmmm.''Dehm nya.


''Mas.''Lontar Jihan sambil melepaskan pelukan Yumna.


''Kita pulang saja.''


''Tapi kan mas, acaranya baru mulai.''


''Acara apa?acara membuatmu sedih?aku tunggu di mobil,Yumna aku duluan.''Raka bergegas pergi mengambil mobilnya.


''Sepertinya Raka sudah lebih memperdulikan mu, syukur lah aku senang.''


''Maksud kamu?''


''Dia sudah perhatian sama kamu,dia gak mau kalo kamu sedih..Jihan aku berharap kalian bahagia dan bisa saling mencintai.''


''Tapi setau ku dia hanya cinta kamu saja.''


''Itu dulu, yang dicintai akan kalah dengan yang selalu ada..kamu jaga baik-baik hubungan mu dengan Raka,jika bisa belajar lah mencintai nya.''


''Yumna.''Jihan tertegun dengan ucapan Yumna


''Pergilah jangan biarkan dia menunggu lama.''


''Aku mencintaimu Yumna.''Lontarnya sembari kembali memeluk sahabatnya itu.


''Aku juga.''Timpal Yumna sambil mengusap pipi Jihan,Jihan pun pergi meninggalkan Yumna sendiri.


''Aku akan menelepon nanti.''


''Ok.''


Saat Yumna hendak kembali kedalam,dia melihat seseorang keluar dari mobil dan mengagetkan nya..


''Itu kan Natan,ngapain dia disini?''Tanyanya heran,Yumna memutuskan untuk menghampiri.


''Natan.''


Natan kaget melihat Yumna,dia berusaha tenang menghadapi Yumna.


''Mbak disini?''


''Iya,kamu ngapain disini?''


''Aku ada orderan Mbak,terus tadi abis nganterin pelanggan ..aku mau makan tadinya kesini,tapi kok kayaknya cafe nya lagi di boking deh..aku mau cari cafe lain aja.''Sangkal nya membuat Yumna percaya.


''Gak apa-apa kamu masuk aja, kebetulan aku juga lagi disini..kamu kan tetangga ku ayo gak apa-apa masuk aja.''


''Ah gak enak Mbak Jangan.''


''Jangan sungkan.''Yumna menarik tangan Natan dan membawanya kedalam cafe,saat itu Dennis melihat dan tentu saja Wajah nya kesal pada anak buahnya itu.


Yumna berhenti saat Dennis berdiri dihadapannya,Yumna enggan melepaskan tangan Natan..dia malah berpikir untuk membuat Natan terus disisinya supaya Dennis tidak mengganggu Yumna.


Cringg ide yang bagus pikir Yumna, Sementara Natan cemas,dia bingung harus bagaimana ..dia tau betul Jika bosnya sudah seperti bersiap menerkamnya, Dennis tak henti memelototi Natan,,jiah Natan mati kutu.


''Sumpah beneran abis gue sekarang.''Keluhnya dalam hati.


''Tan aku ambilkan minum buat kamu.''


''Gak perlu Mbak jangan repot,aku malu mbak disini,aku pergi aja ya.''


''Eh jangan dong ..temenin aku aja disini.''


''Mbak gak malu apa sama temen-temen Mbak .''


Lontarnya berusaha melepaskan diri dari Yumna.


''Malu kenapa?Kamu nih..Oya kamu laper aku ambil in makanan sebentar ya.''


Yumna pergi tanpa mendengar persetujuan Natan.


Saat Yumna pergi, Dennis menghampiri Natan.


''Bagus,,,ngapain Lo disini?''


''Aduh bos jangan salah paham,tadi saya gak sengaja ketemu non Yumna.''


''Sumpah bos,saya gak tau kenapa non Yumna ajak saya kesini tadi saya udah nolak kok.''


''Gue abisin Lo nanti.''Ancamnya,


Saat Yumna kembali dengan makanan di piring,dia melihat Dennis seperti sedang memarahi Natan,Yumna bergegas menghampirinya.


''Kamu ngapain?''Tanyanya kesal,Mata Yumna seperti mau copot memelototi Dennis.


''Gak apa-apa.''Jawabnya Santai


''Gak mungkin,awas kalo kamu nyari masalah dengan temanku.''


''Teman?syukurlah..tidak akan pernah ada pria yang bisa menggantikan posisiku dihatimu..''


''Kepedean.''Ujar Yumna sambil membelalakkan matanya.


''Ngomong-ngomong Kamu semakin cantik aja Yumna,, bagaimana aku melepaskan mu.''


''Dih,kamu mabok ya..gak malu ngomong gitu,ayo Nat kita pergi dari sini,disini ada orang edan.''Yumna kembali memegangi tangan Natan,Natan kembali tertekkan.


Dibawanya Natan ke sebuah meja yang kosong..lalu mereka duduk,wajah Natan terlihat pucat dan berkeringat di dahinya,,Dia stres entah apa yang akan dia Jelaskan nanti kepada Dennis.


''Oya makanlah..ini enak lho.''


''Enggak Mbak saya gak laper.''


''Jangan bohong tadi katanya laper,Oya udah aku suapin ya.''Yumna mengambil Sendok dan menyuapinya,


Aduh Natan bingung bertubi-tubi ini mah😭..Sesekali Natan melihat Ke arah Dennis,benar saja Dennis sedang menatap nya dari meja sebrang tempatnya dengan Yumna duduk.


Sementara itu Yumna juga sadar jika Dennis memperhatikannya,dia mengambil kesempatan ini untuk membuktikan jika Yumna sudah move on darinya.


''Enak ga.''Tanyanya halus kepada Natan


''Enak Mmbakkk.''Jawabnya gemetar


''Mau lagi Aaaa.''Yumna kembali menyendokkan nasi untuk Natan.


Mau tak mau Natan mengikutinya,meski dia tau jika dia akan habis oleh Dennis,,mau gimana lagi kali ya hahahahahah..


''Tanggung Mbak terusin ajalah,mungkin besok aku tinggal Nama.''Gumamnya dalam Hati.


Dennis mengiriminya pesan Wa ,Natan membuka dan membacanya


''Pergi sekarang,atau kuhabisi sekarang juga!!!'' Ancamnya lagi.


''Mbak aku ketoilet dulu ya mbak.''


''Oke,,jangan lama-lama ya.''


Natan pergi terburu-buru..Saat Yumna sendiri,Dennis menghampiri dan duduk.


''Jangan mencoba membuktikan padaku untuk membuatku berpikir bahwa kamu sudah melupakanku..itu tidak mungkin Yumna.''


''Kenapa tidak mungkin,tidak sulit buatku melakukannya ...lebih baik aku pergi saja dari sini dari pada mendengarkan ocehanmu yang tidak penting itu .''


Yumna pergi menuju Toilet laki-laki untuk menunggu Natan,Dennis terus mengikutinya.


Yumna menunggu Natan keluar dari toilet.


''Ngapain kamu disini Na?''Tanya Yudi teman semasa di SMA.


''Aku nunggu temen di dalem dia lagi ke toilet.''


''Didalem gak ada orang .. barusan kan aku dari dalem.''


''Enggak kok tadi temen aku kesini.''


''Kalo gak percaya kamu masuk aja,gak ada orang kok.''


''Masasih gak mau ah serem tau takut liat orang lagi ngapain.''


''Ya makanya masa kamu gak percaya.''


''Pasti ada.''


''Ya udah tunggu aja,nyampe besok subuh juga gak akan nongol tuh bocah.''Yudi pergi meninggalkan Yumna.


''Natan ..Natan kamu didalemkan?? aku tunggu diluar ya..kita langsung pulang.''


Tidak ada suara Natan yang menyauti Yumna.


''Iya kok gak jawab,Natan kemana sih.''Yumna berusaha menghubunginya gelisah..saat Yumna menelepon,Dennis mengagetkannya dengan berdiri dibelakang Yumna


''Kamu...ngapain kamu,ngikutin aku ya..kamu tuh maunya apasih gak jelas banget.''Lontarnya geram sambil menutup telepon.


Dennis melangkahkan kakinya mendorong Yumna sampe mentok ke Dinding,,Dennis menaruh kedua tangannya Kedinding hingga membuat Yumna terjebak didalamnya.


''Kamu masih nanya mau aku apa??aku akan mengambil hal yang hilang dariku,apapun caranya ..Dengar.''


''Lepasin,atau aku akan teriak.''


''Teriak aja,biar semua orang tau kalo kita sedang melakukan hal yang enggak-enggak disini.''


''Maksud kamu apasih?''Tanyanya lagi geram


Dennis berusaha mencium Yumna,tapi Yumna berusaha melawan,,apa daya Dennis tak menyia-nyiakan kesempatan,sekuat tenaga dia meraih wajah Yumna dan mengecupnya paksa..Yumna mendorongnya dan menampar Dennis


''Aku benci sama kamu.''Yumna menangis lalu pergi meninggalkan Dennis.


''Kecupan itu untuk hadiahku,obat kerinduanku.''Lontar Dennis kepada Yumna pelan,tapi Yumna tak mampu menoleh lagi dia melanjutkan langkahnya dan pergi.


Kali ini Dennis tak mengikutinya lagi.