
Natan membawa Sinta pulang ke rumah nya , Sinta menolak di ajak ke rumah Yumna . dia tidak ingin terus membebani Mbak nya itu .
Setibanya di rumah , bibi melihat Sinta di antar oleh Natan .
" Assalamualaikum Bu , aku pulang . ” Katanya sembari menutup pintu .
Lalu ibu segera menghampiri putrinya .
" Waalaikum salam . Kamu habis jalan sama Natan ? " Tanyanya tanpa basa-basi .
Sinta duduk di sofa dan memandang ibunya .
" Kebetulan ketemu di jalan , kak Natan maksa aku naik dan mengantar pulang . ”
” Kenapa harus di paksa ? emang kamu gak mau di antar sama dia ?? ”
" Malu lah bu . ibu lupa bagaimana dulu aku meninggalkan dia untuk memenuhi keinginan ibu ? setelah aku menjadi sampah , ibu pikir aku akan kembali padanya ? ” Katanya ber api-api .
” Sampah ? siapa yang bilang kalau kamu sampah . itu melukai ibu ? " Tanyanya sedih sembari menghampiri Sinta .
” Memang aku sudah tidak layak baginya . ”
" Sayang !! tolong jangan katakan itu nak .. ibu sedih . ” Pinta ibu sembari menyentuh rambut Sinta .
Mereka saling memandang dan berkaca-kaca .
” Aku hamil !!! ” Lontarnya begitu saja kembali membuat ibunya sesak di dada .
” Ampuni aku . aku akan membiarkan bayi ini lahir . ” Katanya lagi lalu menunduk .
” Kenapa kamu biarkan dia menggaulimu sementara dia berani memukul . ”
" Apa yang bisa aku lakukan , aku ini seorang istri .. aku harus terima apapun yang dia lakukan . ” Jawabnya berupaya tegar .
” Kamu tidak selemah itu sebelum kamu menikahinya . kamu lupa bagaimana kamu berusaha mempertahankan hubungan kamu dengan Natan saat ibu membencinya ?? lalu kenapa kamu menjadi lemah saat kamu di lukai pria itu ?? ”
” Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menjaga perasaan ibu dan ayah . aku tidak mau ibu merasa sedih karena sudah membuat ku menikahi kak Kenan . ”
Ibu menangis mendengar ucapan putrinya , rasa bersalah nya kini semakin dalam .
” Biarkan aku melahirkan bayi ini Bu . ”
" Kenapa kamu harus mengalami ini nak . kamu harus hamil saat suamimu tidak bertanggungjawab . ”
” Tidak Bu , justru dia ingin aku melahirkan bayi ini dan memberikannya pada ibu mertua . dia ingin bayi ini hidup . ”
” Jadi kamu mau mendengarkan dia ? kamu mau penuhi maunya ?? ”
” Aku mau melahirkan bayi ini bukan untuk kak Kenan . tidak ada alasan apapun buatku menggugurkan bayi ini . dia cucu ibu . ”
” Lalu bagaimana kelanjutan hidupmu ? kamu mau membesarkannya tanpa seorang ayah seperti ibu dulu ? ”
” Ya , ibu juga melahirkan aku tanpa ayah . jadi , aku juga bisa melakukannya . ”..
” Ibu kuat karena ayahmu Hassan . lalu kamu ? siapa pria yang mau menerima mu dengan bayi ini ? ”
” Itu tidak perlu . aku sanggup melakukannya sendiri . ”
" Ibu yang tidak sanggup nak . melihat kamu membesarkan seorang anak sendiri . tidak .. ibu tidak mau . ”
” Lalu ibu ingin aku mengugurkan bayi ini ? . ”
" Demi kelangsungan hidupmu . kamu bercerai darinya dan menikahi pria lain yang mau menerima bayi ini . “
” Tidak ada pria sebaik ayah yang sanggup menerima bayi orang lain . jangan samakan aku dengan ibu. ”
” Tapi Natan , sepertinya dia masih perduli dengan mu . ”
” Jangan katakan itu lagi Bu , mengapa ibu ingin aku tega padanya. kak Natan hanya kasian padaku tidak lebih. ”
” Lalu ?? kamu mau apa dengan janin ini ?? ”
” Melahirkan dan membesarkan nya . maafkan aku Bu , aku mau ke kamar dulu . ” Katanya sembari beranjak menuju kamar .
Ibu menangis tersedu-sedu , dia tidak mampu melewati cobaan demi cobaan yang menimpanya.
Sama halnya dengan Sinta , dia mengunci pintu dan menangis .
” Ayah .. apa yang harus aku lakukan dengan bayi ini ? apa yang sedang Allah coba hadirkan kepada ku ?? ” Jeritan hati nya sembari terisak berupaya agar tidak terdengar suara .
Sinta membungkam mulutnya dengan kedua tangan , betapa itu sangat menyiksa baginya .
1 Jam berlalu , Yumna datang bersama Natan ke rumah bibi .
Dia khawatir dengan keadaan sinta, Bibi pun mengeluh padanya .
” Bicaralah dengannya Na . dia tidak mau mendengarkan ibunya . ” Pinta bibi .
” Bi , sejahat apapun Kenan . bibi tidak boleh meminta Sinta menggugurkan kandungan nya . dia tidak salah apapun . bibi harus kuat , aku percaya semua ini pasti kehendak Alloh yang terbaik . ”
" Dia akan melahirkan bayi tanpa ayah . bagaimana dia bisa menjalani sisa hidupnya nanti ?? ”
” Jangan samakan ibu denganmu ? ”
" Kenapa ?? apa yang beda ? Bu , aku tidak mau melakukan kesalahan lagi .. jangan meminta ku untuk menggugurkan bayi ini . walaupun berat , tapi aku mau melewatinya . " Pinta Sinta memohon .
Ibu hanya kembali diam , dadanya terasa sesak .
” Bibi gak sendirian . kita akan sama-sama melewati ini , memberi kekuatan kepada Sinta . bi , bibi gak mau kan bikin kesalahan lagi ?? bayi ini nanti yang akan menguatkan Sinta . seperti Sinta menguatkan bibi . " Kata Yumna melembutkan hati bibi .
” Anak adalah anugerah , bagaimana bibi bisa menolak kehadirannya ? jika bibi mengira dia akan menjadi beban untuk Sinta , bibi salah . dia akan membuat keluarga ini semakin kuat . terimalah dia , percaya sama Yumna .. rasa sakit yang sedang Sinta dan keluarga ini rasakan akan terbayar dengan kebahagiaan .. kebahagiaan yang di bawa oleh bayi ini . kita sama-sama ya .. ” Sambung Yumna lagi semakin melunakkan hati bibi .
Bibi menangis lalu memeluk Sinta ,
” Ibu tidak tau harus mengatakan berapa kali kata maaf padamu nak . itu tidak akan pernah mengurangi hancurnya hatimu . tapi percayalah nak .. ibu tidak mau kamu terluka lagi . ibu tidak rela jika kamu . ”
Sinta menutup mulut ibunya , dia enggan mendengar kata-kata apapun lagi .
” Tidak Bu . ayo kita terima dan lewati ini seperti orang lain . kita tinggalkan kesedihan ini . Aku hanya punya ibu ayah dan seorang adik , aku sudah tidak mau membuang waktu untuk bersedih lagi .ini sudah cukup ..” Pangkas Sinta menguatkan ibu .
” Ibu janji akan menerima ini . ” Mereka berpelukan dan saling berjanji .
Yumna mengusap air matanya , dia lega karena bibi sudah luluh .
Sementara itu di luar , Natan terdiam di dalam mobil . entah apa yang sedang ia pikirkan .
Raut wajahnya tampak sedih , ia merasa di tolak dan semuanya telah berakhir .
Natan terus memandangi poto Sinta di layar ponselnya .
” Jika semuanya tidak mungkin , mudahkan aku untuk melupakannya . ” gumamnya pelan tidak menyadari bahwa ayah Sinta sedang berdiri di samping mobil menyapa Natan , namun dia tidak mendengarnya .
Paman melihat jika pikiran Natan kemana-mana .
” Kamu masih menyimpannya ? " Kata Paman membuyarkan lamunan .
Natan langsung memasukkan handphone lalu segera keluar dari mobil .
” Masuklah . kenapa diam di mobil ? " Ajak Paman .
” Tidak pak . saya disini saja .. saya bukan tamu , saya supir . ” Tolak Natan .
” Putriku pasti bersikap keras padamu ya ?? Nak , dia merasa tak pantas untukmu . carilah kebahagiaanmu sendiri .. kamu layak mendapatkan wanita yang lebih . ”
Natan hanya menunduk mendengar ucapan Paman .
” Jika dia memintamu menjauh atau pergi , maka lakukanlah . dia tau apa yang baik baginya . ”
" Jadi saya tidak baik untuk non ? saya ingin bicara dengan non jika dia merasa seperti itu . ”
" Baiklah . saya akan minta dia keluar .. bicara dengannya , katakan apapun yang mau kamu katakan . ” Kata Paman lalu segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Natan .
Setibanya di dalam , Paman mendapati 3 wanita itu sedang saling menguatkan dengan linangan air mata .
” Sekarang apa lagi ? apa ayah melewatkan sesuatu ?? ” Tanyanya .
” Duduklah yah .. ” Pinta ibu .
" Kenapa ayah pulang ? ”
" Berkas ayah ketinggalan . ”
” Aku hamil ..” Kata Sinta begitu saja tanpa memberi waktu untuk ayahnya bernafas dan duduk dengan nyaman .
” Apa ? ”
” Aku tidak akan menggugurkan bayi ini . jika ayah tidak terima .. aku akan keluar dari rumah . ” Tegas Sinta lagi .
” Apa sih kamu ? kamu beneran hamil ?? jadi ayah akan punya cucu ?? selamat ya sayang . " Kata ayah bahagia dan penuh haru membuat Sinta salah mengira .
” Ayah terima bayi kak Kenan ? ”
” Apa yang kamu katakan ? dia cucuku , terlepas siapa ayahnya . tentu saja dia bayi Kenan .. kalian sudah menikah . ” Jawabnya .
” Ayah . ” Sinta memeluk ayah bahagia .
” Selamat ya nak ..”
" Mengapa ayah begitu memahami ku ? Ayah lakukan apapun yang aku suka , ayah tidak pernah membuat ku sedih .. kenapa ayah sangat baik ?? ” Katanya sembari terisak di pelukan ayah sambungnya .
” Apa yang sedang kamu bilang barusan , tentu saja karena ayah adalah ayahmu .. tugasku membahagiakan kamu , putriku yang cantik .. putriku yang manja ini . ”
" Ayah .. aku kuat , aku kuat karena ayah .. aku janji , tidak akan menyerah untuk hidup ini . karena aku punya ayah . ”
” Sayangku .. kemarilah gadis kecil ayah . ayah mencintaimu dengan segenap hatiku .. kamu lebih apapun nak .. bahkan lebih berharga daripada nyawa ayah sendiri . akan ayah lakukan apapun itu demi kebahagiaan mu .. ayah tidak akan pernah membiarkan pria manapun melukaimu lagi .. ”
Bibi dan Yumna ikut haru menyaksikan hubungan antara ayah dan anak tersebut.
" Terimakasih .. hanya itu yang bisa aku katakan pada ayah . ”
” Sayangku . ”