YUMNA

YUMNA
Episode 215



Yumna menggandeng tangan Dennis yang sibuk mengomel karena Rendy berada di rumah nya .


" Jawab dulu . apa yang dia katakan ??." Pinta Dennis tidak terima .


" Dia datang untuk meminta maaf dan menawarkan perdamaian dengan mu .. ”


" Oya ? benar cuma itu ?? ”


" Sesekali otakmu cuci biar gak negatif thinking Mulu sama orang . ngomong-ngomong kenapa kamu kesini mas ? ”


" Dokumen ku ketinggalan di ruang kerja ..”


" Kenapa gak suruh pak Anto aja buat anterin ? ”


” Iya . aku pengen liat banyu .. dimana dia ? Aku rindu dia . ” Ujarnya sembari menaiki anak tangga .


" Lagi bobo . pelan-pelan .. ”


" Si rendy itu .. apa dia datang untuk meminta bantuan kamu agar aku berubah pikiran ?? ”


" Dih , kesitu lagi . ”


Yumna tak ingin mengikuti suaminya ke dalam kamar , Dia begitu malas membahas hal itu.


Dia kembali menuruni anak tangga dan menuju ke dapur .


" Dia itu pria dewasa yang sudah punya anak tapi dia tidak pernah mengurangi sedikit cemburu nya padaku . jika harus di bahas aku lelah . ” Keluh Yumna sebal .


2 Minggu kemudian , Yumna dan Dennis menghadiri pesta pernikahan Adit dan Diana .


Di dalam mobil Dennis mencibir penampilan Yumna yang habis-habisan makeup demi menghadiri pesta Diana .


" Manyun Mulu sih , baju aku gak terlalu seksi kan ?? " Sela Yumna.


” Disana banyak orang . kamu mau jadi pusat perhatian Disana hah ?? ”


” Ya Alloh . perasaan aku biasa aja deh mas .. aku cuma pake sedikit foundation . kamu mau aku dandan jelek , kamu gak malu di katain orang ? ”


” Tau ah . ”


Di gedung resepsi , Yumna asik mengambil Poto Diana yang sedang duduk di kursi pelaminan bersama Adit .


" Diana sangat cantik kan Mas . " puji Yumna tiada henti sehingga membuat Dennis mendelik .


" Berapa kali kamu katakan itu sayang . ayo kita Salami dia dan pulang . Kasian banyu .. ” Omel Dennis .


" Yeh , bentar mas .. kita belum ketemu Jihan .. aku pengen Poto sama dia bertiga . ”


" Dasar trio wek-wek . ngapain sih .. bilang aja kamu mau ketemu semua mantanmu itu .”


" Ni orang kalo ngomong kemana aja , bawaannya negatif . ngapain juga aku pengen ketemu mantan .. ”


" Ya siapa tau kamu mau reunian lagi sama 3 pria itu . ”


” Mending kamu ambil makanan dan makan biar kenyang . beneran deh kalo aku udah ketemu Jihan .. kita pulang ya . ” Bujuk Yumna segera mengambil cemilan di meja .


Tiba-tiba jihan datang dan menyapanya , ” Hai . ”


" Hai .. ya ampun cantiknya . " puji Yumna lalu segera menciumi kedua pipi sang sahabat .


” Mana banyu ? ”


" Di rumah . El sendiri ? ”


" Sama .. dia lagi tidur . jadi gak tega kalo di ganggu . ”


" Ya udah kita temui Diana yuk . " Ajak Yumna .


" Mas , Aku kesana dulu ya .. nanti tolong potoin kami ya .. pake hp kamu . " Pinta Yumna .


Dennis mengerutkan kening mendengar permintaan sang istri , Namun dia tidak mampu untuk menolak.


" Ya cepat sana . kita gak bisa lama-lama tinggalin banyu ..”


" Iya . ”


" Mas Raka duduk aja disini sama Dennis . kalian mengobrol lah sekali-kali . " Lontar Jihan menggoda membuat keduanya membuang muka ..


Jihan memaksa Raka untuk duduk di meja bersama Dennis .


" Apa sih ? " Gerutu Raka .


Jihan mengedipkan mata memberi kode sang suami untuk pasrah .


" Jangan ada pertengkaran ya .. kalian harus mencoba damai . " Ledek Yumna tak kalah menyudutkan .


Kemudian mereka segera berjalan menuju pelaminan , Yumna dan Jihan tak sabar ingin memeluk Diana .


Sementara itu , Desi dan Juna juga datang memenuhi undangan . Kemudian mereka segera menyapa Dennis .


" Hai Nis . " Sapa Desi .


" Hai . Duduk .. " Lontar Dennis .


” Kemana istrimu ? ya ampun dia membiarkan mu sendiri . apa dia tidak takut kamu didekati gadis-gadis ?? " Lontar Desi sembari duduk di samping Dennis .


Juna melihat sikap Desi yang begitu centil pada Dennis , ” Apa-apaan ni orang . " Batin Juna .


" Gimana ?? happy udah ada anak ? ”


" Sangat happy .. ”


" Haha syukurlah aku ikut seneng.. Oya aku jadi kangen dengan pertemanan kita . ngomong-ngomong kamu gak butuh jasaku lagi buat kerjasama ? " Goda Desi semakin membuat Juna menggelengkan kepala .


" Ngapain lagi Des ? kamu gak ada duit ?? bukannya kamu jadi manager bocah tengik itu ? Jangan-jangan dia gak sanggup bayar kamu gede ya ?? " Lontarnya melirik Juna .


" Enak aja nih orang kalo ngomong .. ”


" Tapi serius Nis , Aku pasti siap lho bantuin kamu lagi .. hehe liat nih , Kalung berlian dari kamu dulu .. masih aku pake . ini tuh berarti banget tau gak .. aku mana sanggup beli . " Lontar Desi lagi .


" Sukur deh kalo kamu suka . ”


" Makanya kamu cari job buat aku lagi , haha .. ”


" Emang kurang ya bayaran dari gue ? " Hardik Juna sebal .


" Dih nih bocah nimbrung aja ? sana biasanya Lo tebar pesona ke cewe-cewe . " Usir Desi .


" Anjir , Gue kan bos Lo .. berani amat ngusir gue . udah bosen kerja sama gue ya ?? " Cecar Juna tidak terima .


" Jangan gitu dong Jun , peace !!! ”


Raka merasa muak dengan pemandangan yang menjijikan itu.


” Ya udah deh , Aku mau samperin pengantin dulu . " Lontar Desi lalu segera beranjak . Tiba-tiba heels nya mengenai rok , alhasil Desi terjatuh . karena reflek Dennis segera menangkap Desi .


" Aaahhh . ” Teriak Desi membuat sebagian tamu melihat mereka .


Posisi itu dilihat oleh Yumna yang sibuk mengambil Poto bersama Jihan dan Diana .


Dia melihat suaminya menangkap Desi hingga mengenai bagian tubuh Dennis .


Yumna menjadi teringat soal masa lalu mereka yang pura-pura menjadi pasangan untuk melukai hati Yumna .


Sementara Juna , Dia lain dari biasanya . Dia menjadi panas melihat kedekatan antara Desi dan Dennis .


" Sorry . " Ucap Dennis segera melepaskan diri .


" Ya ampun . thanks ya Nis .. ”


Tiba-tiba Yumna segera mengambil tas di meja dan segera menyapa Juna .


" Mbak . ”


" Udah lama ? ”


" Baru . ”


" Mbak kangen deh sama kamu . lain kali main lagi dong ke rumah . " Ujarnya manja .


Dennis hanya menganga lalu tersenyum melihat tingkah Yumna .


" Kita dansa yuk .. kayak orang-orang . " Ajak Yumna kepada Juna .


Raka malah tersenyum dengan upaya Yumna .


" Boleh . " Juna segera beranjak memberikan tangan kepada Yumna .


Mereka segera berjalan menuju area dansa . Yumna begitu puasa memanasi Dennis .


" Apa salahnya membuat dia kebakaran . berani sekali dia menyentuh Desi . mau membuat ku cemburu ?. emang aku gak bisa apa ?? ” Batin Yumna .


Tak ingin mengikuti mereka , Dennis malah kembali duduk .


" Yumna marah tuh Nis . " Ledek Desi .


" Enggak kok . ”


" Kayaknya udah dari sini kalian bertengkar deh . tenang aja .. nanti aku ngomong sama Yumna ya . " Lontar Desi .


" Mau luruskan apa ? ”


" Dia cemburu . masa gak peka . ”


" Aku tau .. makanya dia lagi Membalas ku . ”


" Haha .. kamu pasrah nih ?? ” Ledek Desi .


Tiba-tiba 2 orang pria menghampiri Dennis , " Selamat malam pak Dennis . anda disini juga ? " Sapa salah satu dari mereka .


" Iya pak .. ”


Desi segera menyingkir dari mereka , Dan membiarkan Dennis mengobrol dengan kedua pria tersebut .


" Gimana nih pak .. kapan kita kerja sama lagi ? ”


" Iya .. kenapa anda belum melirik perusahaan saya . ”


" Bapak-bapak kan bisa mencari investor yang lebih menjanjikan dari perusahaan kami . ”


" Ah pak Dennis jangan ngomong gitu . saya begitu ingin kita kerja sama lagi .. acc lah .. ”


Mereka terus membujuk Dennis soal perusahaan , Sementara Yumna menikmati dansa dengan Juna .


Yumna melihat Juna tidak pecicilan seperti biasanya .


" Kenapa dengan wajahmu ? ”


” Apa ?? ”


" Ada masalah apa ? cerita ! ”


" Enggak ada . " Lontar Juna .


" Wajahmu tidak seperti biasanya . aku tau itu . ”


" Sebel aja sama sikap Desi .. ”


” Kenapa dia ? ”


" Ya kecentilan gitu . sok cantik . ”.


" Emang dia cantik , Seksi , Langsing .. "


” Biasa aja . ”


" Ada yang lain di hatimu ?? kamu cemburu dia dekat-dekat dengan suamiku ?? ”


Juna terperanjat mendengar ucapan Yumna ” Apa sih mbak , Ngawur ..”


" Kamu jelas cemburu kok . ”


" Ya elah , pacar-pacar ku aja lebih dari dia .. masa iya aku suka dia . ” Sangkal Juna bergidik .


" Hmmm aku aja cemburu liat dia di tolong mas Dennis tadi . kamu liat aja , Suamiku ganteng gitu kalo berdiri sejajar dengan Desi ya cocok banget Jun . " Keluh Yumna .


” Hus .. kalo ngomong . lupa ya kalo dia bucin banget sama mbak ?? ”.


" Lupa . sekarang Kan aku udah gendut gini . kalo di bandingkan dengan Desi ya aku kalah kemana-mana . " Keluh Yumna lagi ,


" Apa sih mbak . mereka itu cuman mantan rekan kerja . ”


" Mereka Teman .. rekan kerja yang sama-sama menipuku . bisa aja Desi baper pada suamiku . ”


” Ih enggak ah . Mbak tuh lebih cantik titik .. lebih oke dari dia . ”


" Kamu bisa aja Jun .. ” Yumna tersenyum mendengar ucapan Juna .


Tiba-tiba Dennis sudah berdiri di belakang mereka ” Kamu mau membakar ku ?? " Lontar Dennis sinis .


" Sayang . kamu mau dansa sama aku ? " Ajak Yumna seolah sudah melupakan cemburu nya .


” Kamu udah pulih ? ”


Dennis menyingkirkan Juna dan segera meraih tangan sang istri ,


" Kamu marah ? ”


" Kenapa harus marah saat suamiku menolong seseorang yang mau jatuh .." Sangkal Yumna .


” Oya . tapi aku tau hatimu .. apa yang kamu pikirkan tentang ku ? ”


" Tidak ada .. hanya saja aku jadi teringat soal kalian dulu yang berpura-pura bersama untuk menipu . ”


" Sayang . ”


" Lucu kan . aku merasa kesal saat dia menyentuh mu ? ”


” Haha .. berarti perasaan mu normal . ”


" Normal lah , coba kalo kamu .. kalo aku di sentuh pria lain .. ”


" Aku akan berubah menjadi Hulk . "


" Haha .. dasar . kamu lebih seram tau .. "


" Aku hanya menolongnya . tidak bermaksud untuk . ”


" Aku tau kok .. Tidak perlu di jelaskan . Tadi aku hanya sedikit tengsin sama Desi .. liat aja dia mas .. katanya di dunia ini tidak ada orang yang sempurna , tapi dari ujung kepala hingga ke kaki Desi terlalu sempurna kan . ”


" Apa sih . dia tidak ada apa-apanya di banding kamu . kalo aku suka dia .. kenapa aku tidak bersama dia aja kan ?? ”


" Ya kamu kan aneh . perempuan cantik-cantik di anggurin . kalo aku jadi kamu sih ya .. kayaknya ”


" Diem .. di dunia ini tidak ada wanita yang lebih darimu . kamu dan ibuku .. kalian berdua wanita yang berharga di hatiku . ” .


" Gombal . ”


Dennis tersenyum melihat wajah Yumna yang sudah tidak cemburu .