
Teriakan itu membuat keduanya berhenti , Yumna berjalan perlahan menuju Rendy yang penuh darah namun masih saja tersenyum padanya .
” Tidak ada yang meminta kalian memukulinya .. dan kamu , berhenti merepotkan ku . ” Hardiknya geram .
” Apapun yang mereka lakukan tidak akan merubah apapun dariku . rasa sakit yang aku miliki pernah mereka rasakan sebelumnya .. mereka amat munafik Yumna . mereka tau betul apa yang aku rasakan hari ini .. tapi mereka lebih memilih memukulku seperti ini . sebenarnya ini bukan urusan mereka tapi kenapa mereka bersikap seperti pelindung ?? aneh kan ?? Aditya atau Raka apa bedanya dengan ku ?? ”
” Mereka berhenti disaat aku memintanya . tidak seperti mu , egois dan tidak berperasaan . istrimu sekarang mungkin sedang membenciku karena mu lagi . entah berapa kali dia membenciku .. sampai aku lupa bagaimana dia sering mengolok-olok ku karena mu . tidak bisakah kamu memikirkan perasaan dia sekali saja ? setidaknya kamu berpikir apa yang akan aku dapatkan setelah semua ego mu ?? aku datang dengan baik-baik , meminta dengan sopan , jangan melewati batas mu . sadarlah !!! ” Cecarnya penuh amarah .
” Aku sadar sesadar- sadarnya , jangan memaksaku . pulanglah .. ajak kedua pria muna ini dengan mu .. " Lontarnya lalu masuk ke dalam rumah .
10 menit kemudian , Yumna mengirimkan pesan kepada Nadia .
” Pulanglah , suamimu babak belur . lakukan tugas mu sebagai istri .. obati dia . ” Isi pesannya .
Nadia menjawab ” Apa dia pernah menganggap ku sebagai seorang istri ?? Tidak pernah , yang ada di hati dan jiwa raganya adalah kamu . ”
” Jadi sekarang kamu mau menyerah ? oke , tapi jangan ada statement bahwa akulah penyebab nya . karena aku tidak terima ..”
" Ya sudahlah Na . manusia juga ada capeknya kali , aku sudah berlari mengejarnya selama ini kan ? jadi buat apa aku stay dengan seseorang yang sama sekali tidak menginginkan kehadiran ku . percaya deh , itu sakit . ”
” Jadi kamu beneran mau nyerah ?? ”
" Hmmm . apa boleh buat ?? ”
Yumna tak lagi membalas chat tersebut , Kemudian dia segera menghapusnya .
Dalam perjalanan pulang , Yumna merasa lelah dengan segala yang terjadi .
Dia memutuskan untuk ziarah ke makam nenek dan kedua orang tua nya .
Sementara itu Nadia terlihat menyambangi rumah sang suami .
” Kamu datang atau pulang ? ” Tanya Rendy dengan wajah memar .
" Aku datang untuk mencari tau apa stok makanan di kulkas masih ada ? jika tidak , aku akan belanja ke supermarket memenuhi semua kebutuhan mu . tidak lebih .. aku takut kamu mati kelaparan saat aku pergi dari rumah . ” Katanya sembari berjalan ke dapur .
" Aku tidak akan kelaparan . aku punya uang dan mampu membeli apapun yang aku butuhkan . ”
" Oya ?? syukurlah kalau gitu aku gak perlu repot mikirin kamu ya ?? gimana ?? udah merancang rencana untuk mendapatkan Yumna kembali ?? kalo kamu butuh bantuan ku , datanglah . aku akan melakukan apapun untuk mu .. Walaupun itu melukai hati ku . ” Lontarnya menyinggung .
" Tidak , aku gak butuh bantuan siapapun . kalau kamu sudah selesai kamu boleh tinggalkan rumah ini ..” Pintanya .
" Ya ampun kenapa kamu terburu-buru mengusirku ? ”
" Bukankah kamu yang ingin pergi dari rumah ? lalu kenapa kamu datang seolah membawa harapan untuk tinggal ?? ”
” Kamu selalu gitu deh Mas .. cara kamu melukaiku selalu menyakitkan . menurut mu ,, apa yang akan kamu lakukan jika kamu ada di posisiku ? ”
” Stay .. tidak perduli apapun yang terjadi . aku tidak akan seperti mu .. lari dan bersembunyi . ”
” Hahaha kamu kalo ngomong minta di pites . selama ini aku stay dan sabar menghadapi mu .. masa kamu lupa ? kamu pikir hatiku terbuat dari besi ?? " Katanya agak tersenyum .
” Dari awal kamu tau apa yang terjadi dengan ku , hatiku dan seluruh nya hanya untuk Yumna . lalu kenapa kamu baru keberatan sekarang ?? ”
" Aku capek mas .. maaf ya aku ingkar janji .. dulu aku pernah berjanji untuk terus sama kamu walau apapun yang terjadi , tapi sekarang aku sadar .. aku tidak mau terus melukai diri sendiri lagi . aku berhak bahagia kan ?? setelah ini aku akan mendaftarkan perceraian kita . ”
" Ya bagus deh kamu yang menggugat . biar orang tua ku tau jika kamu yang ninggalin aku . ”
" Hahaha .. pergilah buat apa ngejar kamu terus , gak dapet apa-apa juga kan dari kamu .. ya udah aku pamit ya .. Assalamualaikum ..” Katanya lalu pergi meninggalkan senyuman kepada sang suami .
Dia ingin Nadia tinggal bersamanya namun dia juga tidak mau melupakan Yumna .
Rendy membanting pintu setelah istrinya keluar , Dia kesal dengan sikap Nadia yang plin-plan .
” Tidak ada yang menginginkan aku lagi . ”
2 Jam kemudian , Diana dan Adit makan siang di salah satu cafe .
" Makasih ya mas kamu mau ikutin maunya aku . kalo aku gak sibuk aku sendiri yang akan temenin Yumna . ” Katanya sembari memegang tangan Aditya .
” Hmmm . lagian kamu gimana sih , bentar lagi kita nikah masih aja kerja . kapan cutinya . ”
” Iya sayang 2 hari lagi kok aku bakalan cuti . ”
” Sekalian resign . ” Lontarnya .
” Kok resign ?? ”
" Kamu mau tetep kerja meski kita udah nikah ?? Buat apa ? fokus aja ngurus suami . ”
” Kayak Yumna ya ?? ” Katanya membuat Adit berhenti makan .
” Kenapa jadi Yumna ? ini kamu kenapa sih seneng banget ngecengin aku tentang Yumna ? kalo cewek-cewek normal lain gak bakal bersikap kayak kamu .. jangan kan buat temenin Yumna kayak tadi pagi , buat singgung nama dia di obrolan kita aja mereka bakal panas . ini kamu malah nyodor-nyodorin aku ke dia .. kamu gak takut aku baper lagi sama dia ?? sama kayak si rendy ?? hati-hati lho kamu bakal kehilangan aku karena sikap kamu ini . ” Cecarnya serius , lain dengan Diana yang pecicilan dengan wajah yang mesem .
” Sayang kok jadi serius gitu sih ? aku kan becanda . aku percaya kok sama kamu .. ”
” Aku boleh jujur gak sama kamu ? setiap kali kamu ucap nama dia , dada ku sakit . kalo itu cuma bahan candaan buat kamu , kamu salah . hati aku bukan candaan . ”
" Dih malah tambah melebar . kenapa sih kamu lebih baperan dari pada aku ?? kamu kan cowok .. nah aku santai-santai aja kayak gini . harusnya kamu bersyukur karena aku percaya penuh sama kamu . ”
” Nadia , dia juga bersikap seperti ini kan pada Rendy . tapi akhirnya apa ?? ”
" Aku gak akan pernah samain kamu sama pria manapun . kalo pun akhirnya kamu baper lagi , aku terima resikonya ?? aku ngejar kamu gak sesingkat Nadia ngejar Rendy , aku tau apa yang harus aku lakuin . ”
" Enggak , kamu tuh kayak orang yang gak benar-benar menjaga pasangan nya . kamu minta aku buat temenin Yumna , seneng bahas kita di obrolan kita , kamu puji-puji dia di hadapan aku .. sebenarnya kamu menginginkan aku atau enggak sih dengan semua sikap kamu itu ? sama sekali gak ada cemburunya . ”
” Ya cemburu lah . tapi aku dewasa sayang . ”
" Dewasa apaan ? jatuhnya kayak udah gak perduli . ”
” Ih kamu gitu deh , kalo ngambek lucu . Masku sayang .. bentar lagi kita mau nikah .. jangan ngambek terus . dulu waktu kamu gak cinta sama aku kayak gini , aku udah terbiasa patah hati .. makan cemburu setiap hari . masa kamu gak ngerasa . udah terlatih buat itu sumpah .. kamu gak tau kan waktu aku harus kasi bunga dan boneka ke Yumna ?? hati aku hancur banget tau , lupa ?? ”
" Itu kan dulu . ”
" Iya .. kamu gak akan tau berapa lama aku nangis hanya karena cemburu . setiap pagi aku harus mengatasi mataku yang sembab karena terus menangis . ”
" Ya makanya jangan lagi ledekin aku dengan dia . ”
” Gak janji . ” Katanya nyengir .
” Dasar . ngomong-ngomong waktu kamu nangis , Kamu pasti maki aku ya ?? coba aku mau dengar ?? ”
" Lupa . hehe tapi yang aku ingat .. kamu akan merasakan apa yang aku rasakan mas suatu hari nanti . kamu akan balik ngejar aku .. itu sih yang aku ingat . ”
Aditya tersenyum mendengar ucapan Diana .
” Udah ah makan . ” Katanya sembari menyuapi sang kekasih .