
Yumna tiba di rumah dan kesal mendapatkan pesan dari dennis, Sementara itu Dessy membawa kedua bodyguard itu ke rumah sakit terdekat.
Dessy semakin menyudutkan yumna atas apa yang terjadi, Dia datang membawa senyuman.
Yumna merasa muak karenanya " Apa ku bilang ?? tidak semudah itu. " Ujarnya
" Udah deh kamu gak usah makin menyudutkan aku. gimana sama mereka berdua sekarang ?? "
" Udah di tangani dokter. "
" Kamu kemana waktu mas Dennis mukulin mereka ?? "
" Ngurusin kerjaan lah. emang kamu pikir kalo aku liat Dennis hajar mereka, aku bisa nolong ?? "
" Mas Dennis tuh bener-bener ya. aku mesti pake bahasa apa buat ngomong sama dia, capek aku. "
" Makanya kamu dengerin aku, ikuti caraku. Terima pak produser. "
" Gila ya kamu, baru tadi pagi kenal dia. sekarang mau main terima-terima aja ? kasih solusi yang bener dong. kamu kan manager aku, kamu yang harusnya mikir dengan semua masalah ku. " Omelnya kemana-mana.
" Solusi udah di kasih, masih nyalahin aku. yumna kamu itu waras gak sih. " Omel balik Dessy tak terima.
" Kasih solusi yang baik bisa gak ?? jangan itu-itu mulu ide nya. "
Yumna menaiki tangga tanpa menggubris lagi. Setelah tiba di kamar, Yumna mengambil ponsel dan memblokir nomor Dennis dengan amarah yang menggebu.
" Kamu pikir aku akan kalah, sorry ya mas. aku udah lalui semua kesulitan dengan tidak mudah. sekarang jika kamu mau menjadi penghadang jalan ku , maka akan ku buktikan aku bisa melalui mu. " Cecar nya sembari meletakkan ponsel di kasur.
Kemudian Yumna berjalan menuju dinding , menatap poto keluarga 1 tahun yang lalu saat banyu berusia beberapa hari.
Yumna mencoba untuk mengambil bingkai poto tersebut dan menyimpan nya ke gudang.
Dia memanggil mang edy untuk membawa poto keluarga tersebut ke bawah.
" Hati-hati ya mang ini cukup berat. " Ujar yumna di depan pintu kamar.
" Baik non. " Jawab mang edy lalu segera membawa poto tersebut menuruni anak tangga.
" Maafin mami ya banyu, engga seharusnya poto papi ada di rumah ini. "
Malam pun tiba, Tidak terima nomor nya di blok. Dennis Uring-uringan di dalam kamar. dia berusaha menghubungi pak danang meski malam sudah larut.
Pak danang sangat malas mengangkat telpon dari tuannya. dia takut di tanya yang engga-engga oleh Dennis. apalagi sekarang pak danang tidak melaporkan apapun tentang yumna secara detail seperti pertama kali. dia bahkan tidak mau memberitahu Dennis tentang seorang pria yang hendak mendekati mantan istrinya itu.
Pak danang merasa begitu jahat pada yumna karena sudah menipunya sementara dia begitu baik pada pak danang.
Pak danang amat gelisah belakangan ini karena ucapan yumna.
" Sial. ini pak danang kenapa gak angkat telepon sih. " Ujarnya semakin tak karuan.
Dennis meminta natan untuk menemaninya ke rumah yumna, sementara waktu menunjukkan pukul 10 malam.
Dia tidak bisa menunggu besok pagi untuk menghadang yumna.
Beberapa menit berlalu, Natan memarkirkan mobil agak jauh dari garasi rumah yumna.
" Anda yakin pak ?? " Tanya natan ragu.
" Dia memblokir nomor telepon ku. aku gak bakal bisa tidur. sementara perempuan itu tidur dengan nyenyak.gak adil, ini tidak bisa di tunda. " Ujarnya sembari mengaitkan pistol di balik jaketnya .
" Pak, ini sudah malam. apa pak Dennis mau membuat kekacauan dengan pistol itu ?? terlebih disana ada den banyu. kalau dia mendengar suara pistol bagaimana ??? " Ujarnya berusaha meyakinkan.
" Pistol ini cuman untuk menggertak orang-orang di rumah kalo aku ketahuan. hanya untuk mengancam saja . "
Natan mulai keder dengan bos nya yang amat keras kepala.
" Udah kamu disini aja. biar aku yang masuk. "
" Tapi lewat mana pak ?? "
" Nanya terus, kapan jalannya. kamu mau di pecat ya ??? " Omel Dennis sembari keluar dari mobil.
" Anjir nih orang bisa gak sih hidupnya damai. ribet mulu urusan nya. " Pekik natan sembari menatap kepergian tuannya.
Dennis memilih memanjat tembok samping untuk menghindari para penjaga di depan.
Dia memanjat pohon dan meraih tembok yang lumayan tinggi, Setelah berhasil masuk. dia menyelinap ke dalam lewat pintu samping " Dikunci. " Keluhannya setelah mencoba membuka pintu tersebut.
Tak habis akal, Dia mencoba mencongkel jendela belakang agar bisa masuk.
" Kalau aku bisa melakukan ini , Kamu bisa lari kemana yumna. " Ujarnya sombong.
Tanpa pikir panjang Dennis segera menaiki anak tangga dengan pistol di tangannya, Ya jaga-jaga aja siapa tau ada yang lewat Ngegepin dia.
Setelah tiba di depan kamar sang pujaan, Dennis mencoba membuka pintu.
" Dikunci. " Ujarnya lalu berjalan memutar menuju balkon kamar yumna. dia kembali mencongkel jendela kamar yumna dari luar.
" Dasar berbakat. " Pujinya tak habis-habis setelah jendela itu berhasil terbuka.
Dengan leluasa Dennis masuk tanpa hambatan.
Dia tersenyum mendapati yumna sedang tertidur pulas .
Ia berjalan masih dengan pistol di tangannya, Dia melihat banyu berada di box bayi di samping ranjang yumna. " Banyu sayang. ini papi. " Lontarnya kemudian mencium banyu.
Setelah puas dengan banyu, Dennis duduk di sudut ranjang sembari menatap nya penuh cinta, Sesekali dia membelai rambut yumna.
Sadar akan sebuah sentuhan, yumna terbangun dan kaget melihat pria itu di samping nya " Kamu ???" Ujarnya sembari merapikan baju.
" Ssst.. jangan keras-keras sayang. nanti banyu bangun. " Ujar Dennis tak tau malu.
" Kamu ngapain disini ?? " Tanyanya emosi namun masih bisa merendahkan nada bicaranya.
" Aku kangen. habis kamu blok nomor ku sih, jadi aku nekat datang. "
" Kenapa kamu bisa masuk ? kamu apakan penjaga rumahku ?? kamu pukuli lagi ya ?? " Hardiknya emosional.
" Sabar sayang satu-satu dong kalo tanya. aku gak pukuli mereka kok. aku masuk Diam-diam aja tanpa sepengetahuan mereka. "
" Kamu sadar gak sih kalo kamu keterlaluan. ini jam berapa, orang bisa meneriaki kamu maling kalo kamu menyelinap seperti ini. mau aku teriakin ??? "
" Teriak aja. sekalian biar semua tetangga kesini. liat kita berada di kamar malam-malam gini. " Tantang Dennis.
" Kamu memang udah gila tau gak. keluar sekarang... !!! "
Yumna beranjak dari ranjang dan segera menarik Dennis. Ya seperti biasa, Dennis memang senang sekali menarik dirinya balik dan mencium aroma parfum di leher sang mantan.
" Kamu tuh ya bisa nya cuman ngancem-ngancem terus. tapi gak ada aksinya. kayak aku dong aksinya banyak, ngomong nya dikit. Ayo teriak, Biar semua orang liat. "
" Lepasin !!! " Yumna menginjak kaki Dennis amat keras sehingga membuatnya melepaskan tangan.
" Sakit sayang !! " Ujar Dennis.
Yumna berjalan meraih sebuah pisau buah di meja dan mengacungkannya pada Dennis untuk melindungi diri.
" Aku gak main-main. kamu keluar ?? atau pisau ini terpaksa aku . " Ancamnya belum selesai.
" Oya ? kamu mau tusuk aku ?? " Dennis menyimpan pistol di atas meja dan berjalan mendekati yumna.
" Mau bagian mana ?? perut, dada , atau leher ?? " Ledek Dennis menyudutkan.
" Mundur kamu mas. kamu itu mau nya apa sih ??? " Tanya yumna semakin terpojok karena dia sudah tak bisa mundur lagi.
Dennis segera mengambil pisau di tangannya dengan mudah, Namanya juga tenaga pria, ya kalah lah kalo dibanding cewek.
Yumna segera berlari untuk menyelamatkan diri, namun apa daya ya. Dennis selalu bisa meringkus yumna dengan cepat.
Sekali lagi dia kembali berada di pelukan Dennis " Gak mudah sayang. "
".Kamu mau apa ?? "
" Buka blokir nomorku. " Ujarnya pelan seraya menghirup leher yumna.
" Ya udah lepasin, Aku mau ambil HP ku. "
" Jalan aja, aku bisa anterin kamu ke meja. " Ujarnya lagi.
Dennis membawa yumna ke meja rias untuk mengambil ponsel dengan terus memeluknya menikmati semeliwir aroma parfum di tubuh yumna .
Yumna begitu tak tahan di perlakukan Dennis, Selain mematuhi keinginannya. yumna tak punya pilihan lain. dia takut jika Dennis merusak segalanya .
Yumna meraih ponsel dan membuka blokir nomor Dennis di ponselnya.
" Udah, sekarang lepasin. "
Dennis segera melepaskan dirinya setelah keinginannya terwujud. " Jangan pernah melakukannya lagi. balasannya terlalu berat buat kamu sayang. kamu tau sendiri lah kalo aku marah gimana. "
" Tutup mulut kamu dan pergi dari sini. "..
Dennis merampas ponsel yumna dari tangannya " Mas !!! " Hardik yumna.
Dennis mengecek ponsel yumna tanpa izinnya. " Kamu ngapain, Balikin. !!! " Pinta yumna kehilangan kesabaran.
Dennis terdiam setelah ada nomor baru yang menghubungi yumna, Dia membaca chat pak produser tadi siang.
" Siapa dia ?? " Tanya Dennis sembari memperlihatkan isi chat pada yumna.
" Bukan urusan kamu , kamu keterlaluan !!! "
" Kamu tinggal jawab aja, apa susahnya. "
" Seseorang yang akan ku beri kesempatan..puas !!! " Ujarnya terpaksa.
" Kesempatan apa ? " Tatapan Dennis mulai berubah padanya.
" Pelan kan suaramu. Semua orang akan datang kesini. "
" Jawab ??? "
" Aku harus menata hidupku, Dan aku mendapatkan pria yang tepat. dia juga cocok untuk menjadi ayah sambung buat banyu. " Ujarnya supaya Dennis berhenti mengganggu nya.
" Oya ? lalu kenapa kamu tidak membalas pesan darinya ? jangan menipu ku.. apa aku harus buktikan kalau kamu sedang menipuku ?? "
" Cukup mas. aku lelah.. lebih baik kamu pergi. "
" Oke aku pergi. tapi satu hal yumna.. aku tidak akan membiarkan siapapun merebut sesuatu yang menjadi milikku. "
" Kamu gak berhak ngomong kayak gitu. "
" Oya ? silahkan kalo kamu mau menjalin hubungan dengan pria mana pun. tapi aku engga akan biarkan banyu tinggal dengan ayah tiri. akan ku ambil semua hak asuh banyu dan membawanya darimu. aku pastikan itu. " Ancam Dennis menakuti.
Yumna lumayan agak takut dengan ancaman Dennis " Aku datang untuk menyatukan kita, tapi kalau kamu memilih pria lain. jangan harap kamu bisa mempunyai hak asuh banyu. "
" Kamu ngancem aku ?? tega kamu mas, kamu egois, kamu lakuin apapun yang kamu mau. engga perduli itu nyakitin aku atau engga. "
" Karna kamu keras kepala, kamu gak bisa di minta baik-baik. "
Yumna menangis mendengar Dennis " Kamu sibuk dengan sakit hati kamu pada ibuku. kamu gak perduli meskipun aku memohon baik-baik. iyakan ?? kamu tolak aku seribu kali.. semakin hancur perasaan aku, aku semakin nekat yumna. "
Yumna tersedu-sedu mendengar Dennis bicara panjang lebar.
" Cukup mas !!! "
" Aku akan mundur kalo kamu bersama pria itu, tapi banyu akan bersamaku. "
" Apa bedanya jika kamu beristri lagi ? kamu tidak rela dia tinggal dengan suamiku nanti, Bagaimana dengan kamu dengan ibu sambung nya ? "
" Aku tidak akan menikah lagi. di dunia ini tidak ada wanita lain yang ingin aku nikahi selain kamu. jika kita tidak kembali, maka akan ku habiskan seluruh hidup ku untuk banyu. "
Yumna lumayan shock dengan jawaban Dennis,dia tidak percaya jika dia tidak akan menikah dengan wanita lain.
" Aku pulang. " Dennis berjalan dan baru menyadari jika poto keluarga kecilnya sekarang tak ada.
" Kamu sungguh tidak mau ?? sampai poto kita tidak ada lagi ?? "
" Jangan membuatku menjawab pertanyaan itu lagi. itu hanya akan melukaimu. "
" Apa aku sungguh di buang yumna ?? Aku tidak akan menerima nya. " Ancam dennis lagi menatapnya penuh amarah.
Kemudian dia kembali menarik yumna dan berusaha menciumnya lagi " Mas... jangan !! lepaskan !!! " Ujar yumna memberontak.
Dennis menciumnya berkali-kali dengan paksa , Dia diliputi amarah yang luar biasa karena ucapan yumna.
" Akan ku buktikan hanya aku. " ujarnya di sela-sela upaya nya menciumi yumna.
Yumna hanya bisa menangis tanpa melakukan apapun lagi.
Dennis mulai melepaskan nya dan berjalan keluar pintu dengan pistol di tangannya.
Dia tak lagi mengendap-endap seperti sebelumnya. dengan percaya diri dia meminta semua orang untuk minggir dan membukakan pintu garasi untuk keluar .. ya tentu saja dengan mengacungkan pistolnya pada mereka. semua pekerja di rumah jelas takut pada Dennis.