YUMNA

YUMNA
Episode 152



Yumna merapikan tempat tidur lalu keluar dari kamar . Dia pergi menuju dapur untuk menyeduh teh .


Saat dia menuang air , Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi .


Bibi bergegas menuju pintu .


” Siapa yang datang ? ” Tanyanya sembari mengaduk teh .


3 menit kemudian , Bibi datang menghampiri .


" Non , Didepan ada tuan Hassan . ” kata bibi .


" Paman ? Iya .. Tolong bikinin teh ya bi buat Paman . ”


" Iya non . ”


Yumna pun pergi ke ruang tamu menemui Paman dengan teh yang baru saja dia bikin .


" Paman . ” Sapa Yumna lalu segera meraih tangan Paman dan menciuminya .


” Kamu enggak lagi sibuk Na ? Paman gak ganggu ? ”


" Ganggu apa , Kapan aku sibuk . Ada apa ? ”


” Paman tidak tau harus pergi kemana selain kesini menemui mu . ”


” Apa ada masalah Paman ? ”


” Bibi mu terus saja memusuhi Paman . Paman tidak pernah melihat dia semarah itu . ”


” Yang sabar ya paman . Aku ngerti kok .. Nanti juga bibi paham . Oya , Aku dengar perusahaan paman lagi ada masalah ya ? ”


” Kamu tau dari mana ? Apa Dennis yang kasih tau ? ”


” Enggak kok paman . Mas Dennis enggak ngomong apa-apa . kenapa paman gak minta bantuan dari suamiku ? ”


" Yumna , Suamimu bukan Bank . pasti akan sangat merugikannya jika paman minta bantuan lagi . Dennis sudah berusaha membantu Paman kan . Ya sudahlah mungkin akhirnya akan seperti ini . ”


" Memangnya paman butuh dana berapa ? Aku punya uang . ”


" Enggak usah . Itu uangmu .. Pakailah sendiri . Dengar , Jangan khawatir dengan keadaan paman . ”


" Lalu nasib karyawan paman gimana . Mereka kan pasti punya keluarga . Kalo kantor paman tutup .. bagaimana mereka menghidupi anak dan istrinya ? ”


” Apa boleh buat . Meski tidak punya uang .. Seseorang harus tetap makan . Mereka diberi pikiran oleh tuhan untuk hidup .. Jadi , Kenapa kita harus mencemaskan mereka . Mereka bisa memikirkan jalan hidup mereka sendiri kan . ”


" Paman . ”


” Yumna jangan mikirin itu ya. jaga kesehatan bayimu . ”


" Kenapa paman tidak mau meminta bantuan suamiku ? ”


" Uangnya tidak sedikit Yumna . Bagaimana paman bisa meminta uang kepadanya dengan cuma-cuma . Apa yang akan paman jaminkan pada suamimu ? Perusahaan yang hampir bangkrut itu , Mana mau suamimu bekerja sama sebagai investor di perusahaan paman . ”


" Apa di atas 1M ? ”


" Ya . ” Jawab paman pelan membuat Yumna cukup lemas .


” Uangku cuma ada Seratus . Bagaimana aku bicara dengan Mas Dennis . ” Keluh batin Yumna .


” Paman kesini bukan mau membicarakan tentang kantor . Paman mau curhat soal bibimu . Menurut Yumna paman harus gimana ? ” Tanya paman serius .


" Kalo menurut aku sih paman . Sinta dan Natan sudah benar-benar serius deh . ”


”. Dia tetap tidak mau mengerti meski paman bicara pelan padanya . ”


” Kuncinya hanya harus sabar , dan do'akan agar hati bibi melunak . ”


" Hmm tentu , Paman juga kasian sama Sinta .. Dia sedih karena ibunya tidak mau bicara dengannya . ”


” Aku tau . Tapi aku yakin kok .. Perlahan bibi akan ngerti . ”


Malam pun tiba , Yumna merapikan piring bekas makan malamnya bersama Dennis .


” Sayang , Aku mau teh hangat ya .. ”


" Iya , Aku bikinin . ”


” Aku mau keruang kerjaku , Mau periksa beberapa file . Kamu tidur duluan aja ya . " Pinta Dennis .


" Mas .. Aku mau ngomong . " Lontar Yumna tergesa-gesa .


” Ngomong apa ? ”


Yumna duduk di meja makan dengan piring kotor di tangannya .


” Mas , Kalo aku terima endorse dan iklan yang tempo hari . ”


" Sayang kamu masih bahas ini ? ” Tanya Dennis bingung .


” Aku mau bantu paman . Aku dengar kantor paman lagi kesulitan dana . Aku gak tega Mas .. ”


" Sayang . ”


" Aku janji gak akan macem-macem . Cuma Terima endorse doang kok . ”


” Paman kamu tadi datang kesini minta bantuan kamu ? Terus dia nyaranin ini ke kamu ? Dia gak mikir kamu lagi hamil ? ”


" Mas .. Paman gak minta bantuan aku . Dia malahan menolak untuk menerima bantuan . ”


" Terus kamu tau dari mana kalo kantor pamanmu mau bangkrut ? ”


" Ya kan kemarin karyawan-karyawan nya di PHK . Terus tadi aku sempat ke kantor paman , Sekertaris nya bilang kalo . ”


" Jadi sekertaris nya yang bilang .. Dia ngomong apa aja ? Pasti dia minta bantuan kamu ya ? ”


" Ya wajar dong Mas .. Aku kan gak minta uang kamu . Aku cuman mau kamu izinin aku buat nyari uang sendiri supaya bisa bantu paman . ”


” Gini ya sayang .. Aku tuh bukan gak mau bantu paman kamu .. Aku gak ngerti cara kerja dia sampe bisa mengalami kerugian melulu . Namanya orang kerjasama di sebuah perusahaan harus saling menguntungkan dong .. Aku investasi ke kantor paman , Sementara paman kamu gak kasih aku keuntungan apa-apa .. Sayang , bangkrut dong aku ini . ”


" Aku kan gak minta bantuan kamu . Aku cuma mau kamu izin kan aku doang Mas .. Kok kamu malah ngomong nya muter-muter sih . ”


” Ya aku gak maulah . Aku gak akan merubah pikiran . Gak boleh . ”


" Terus kamu tega gitu biarin paman aku bangkrut ? Kenapa kamu gak biarin aku coba bantu dia .. Kamu tuh gimana sih ? ” Lontarnya lalu beranjak dan pergi ke kamar meninggalkan suami dan piring kotor di meja makan .


" Sayang . ” Panggil Dennis sembari mendengus .


Dennis mengikutinya ke kamar .


Setelah di dalam dia mendapati istrinya sedang menangis terisak di sebuah bantal .


” Yumna . " Panggilnya pelan sambil duduk di sisi ranjang .


” Aku tuh gak minta apa-apa dari kamu Mas . Kamu pikir aku akan macam-macam kalo aku terima endorse dan tawaran iklan ? Kamu kira aku akan melupakan kamu apa ? ”


" Ya aku gak mau kamu sibuk kerja . Kamu kan lagi hamil . ”


" Aku sehat kok Mas . Bayi kita juga sehat . ” Katanya masih dengan tangisan .


" Tetap aja . ”


” Paman adalah orang tua satu-satunya buatku . Kamu pikir aku bisa membiarkannya mengalami kesulitan seperti ini sendirian .. Semua karyawan nya harus mencari pekerjaan karena kebangkrutan kantor paman . Kamu pikir mancari pekerjaan itu mudah apa ? Kalo kamu sih enak , Uang kamu banyak , Orang tuamu juga kaya .. Kamu enggak akan mengalami kesulitan seperti mereka makanya kamu gak akan ngerti kesusahan mereka . ”


" Terus aku harus perduli dengan semua karyawan di kantor paman mu ? Sayang kamu pikir aku ini apa ? Kenapa bicaramu suka keterlaluan . ”


" Aku cuman bilang kamu gak akan ngarasain gimana susahnya nyari kerja , Nyari uang jaman sekarang itu susah lho Mas . Gimana mereka harus hidup kedepannya coba . Kamu mikir kesana gak sih Mas ? ”


” Ah gak bener ini . Ini kalo aku terusin ya .. Kamu bakal ngacak-ngacakin aku . Ujung-ujungnya kamu marah , Bete , Terus aku di musuhi . ”


” Ya habis kamu gitu orang nya . ” Cecar Yumna .


” Oke sayang .. Aku nyerah .. ”


" Jadi kamu izinin aku terima endorse ? ” Tanyanya girang .


” Enggak . ”


” Gimana sih ? ” Lontarnya sembari mencubit perut suaminya .


” Ya udah aku bantu pamanmu lagi . Bilang sama dia , Uangku bukan dari daun yang tinggal petik . Puas . " Lontar Dennis mendengus kesal .


” Sayang . " Katanya manja .


” Ah aku mau kerja lagi. ”


" Sini dulu .. Makasih ya .. Janji ya . ”


” Dasar . Aku dapat apa nih dari kamu . ”


" Hehe . ”


Yumna mencium pipinya kilat .


" Seneng ? Kurang , Apaan di cium doang . ” Lontar Dennis mendelik .


Sementara Yumna tersenyum sangat manis kepadanya .