YUMNA

YUMNA
Episode 238



Dennis kembali ke kantor setelah 1 tahun lebih dia vacum. kedatangannya di sambut baik oleh semua karyawan.


Dia berjalan bersama natan menuju ke ruangan,Tampak semua orang menyapanya sangat ramah, namun wajah sang bos benar-benar sangat kecut.


Bagaimana tidak, Sesuatu yang membuat nya tersenyum sudah menyingkir dari hidupnya.


" Pak bos come back tanpa pawangnya. semoga bukan bumerang untuk kita. ngeliat wajahnya itu membuat firasatku buruk. " Ujar seorang karyawan.


Dennis tiba di ruangan dan mendapati ayah sedang menduduki kursi nya.


" Wah. kamu udah ngantor ? Bagus deh, Ayah udah capek ngurus semuanya sendirian. " Kata ayah segera beranjak.


" Iya. makasih udah handle perusahaan ku. ayah bisa fokus ke perusahaan ayah lagi. "..


"Oke. "


" Aku dengar ayah tinggal di apartemen, Ayah menghindari ibu ? "


" Ayah tidak bisa melakukan apapun terhadap ibumu. dia seperti bukan ibumu, entah terbentur dimana kepalanya hingga berbuat jahat pada kalian. " Ujarnya.


" Biar aku yang mengurus ibu, jangan sampai ayah melakukan hal sejauh itu. pulanglah, ibu pasti sedih. "..


" Dia tidak mau mendengarkan ku. aku sudah gagal mendidiknya. "


" Apapun yang ibu lakukan tolong jangan tinggalkan dia. " pintanya seraya mengecek laptop di hadapannya.


" Hmmm. ayah hanya memberinya pelajaran.. ngomong-ngomong kalian udah ketemu lagi, membicarakan itu dengan kepala dingin ya ?? " Tanya ayah membuat Dennis melirik ke arah natan. dia tau jika natan memberi tau ayah soal pertemuan nya di rumah yumna.


" Iya. "


" Apa yang kalian bicarakan ? apa ayah boleh tau ?? "


" Dia meminta ku untuk menerima perpisahan ini dan menjalani hidup ku selanjutnya. "


" Lalu ?? "


" Dia meyakinkanku dengan panjang lebar, Tapi aku tidak mau. wajahnya berubah saat aku menolak. rupanya menantu ayah sudah pandai menghadapiku . dia membalas ku dengan ancaman, Sampai-sampai membuat ku cukup kaget. "


" Tentu saja yumna menolak. bagaimana dia akan luluh setelah perlakuan ibumu. "


" Sesulit apapun, Aku akan membuat menantu ayah kembali. " Tuturnya percaya diri.


" Nis, Ayah kok gak yakin untuk itu. yumna sudah bukan yumna yang dulu.. dia sudah belajar menghadapi hidup yang sesungguhnya. "


" Ayah tidak mau menjadikan nya menantu ayah lagi ?? "


" Ah sepertinya kamu belum tau, yumna membintangi beberapa film . hampir semua yang menjadi lawan mainnya selalu di gosipkan berpacaran. banyak berita yang berkembang.ayah tidak yakin kalo yumna akan kembali dengan mu. "


" Jangan mematahkan semangat putramu untuk berjuang. tidak perduli seberat apa tantangan nya, Aku akan menghadapi nya. "


" Ah kamu Dennis. "


" Do'a kan saja. "


" Ya sudah ayah pamit, Terserah kamu. tapi ingat pesan ayah . kalau kamu gagal jangan sekalipun kamu membenci nya . dia putriku yang baik, pantas jika banyak pria yang menginginkannya. ayah saja mau jika ayah masih muda. " Lontarnya membuat Dennis memandanginya amat sinis.


" Hanya perumpamaan. " Jelas ayah seolah memahami.


" Ya udah gih pulang. "


" Oke. bye!!! "


Ayah pun segera meninggalkan mereka, Tiba-tiba pak danang masuk setelah Dennis mengirimkan pesan untuk datang.


" Tuan panggil saya ? " Tanya nya segera berdiri sejajar dengan natan.


" Iya pak. saya mau menagih utang ke pak danang. " Lontarnya membuat kedua orang itu saling memandang.


" Utang yang mana ya tuan ? seingat saya. saya tak pernah berhutang apapun pada tuan. " Tanya pak danang Tergesa-gesa.


" 1 tahun yang lalu pak danang menumpahkan makan siang dari istriku , Lupa ? "


" Oh itu. "..


" Iya. pak danang belum mengganti nya kan ? "


" Maksud tuan ? saya harus meminta nona untuk membuat kan makan siang ?? "..


" Oh engga, dia gak akan punya waktu untuk memasak. pak danang kayak ga tau aja istriku sekarang udah sibuk, dia udah jadi seleb yang bergelimang harta. " Tutur Dennis membuat pak danang bingung.


"Jadi tuan pengen saya ngapain buat menembus kesalahan saya waktu itu ?? "


" Telepon istriku, Katakan padanya kalo pak danang dipecat dan membutuhkan pekerjaan darinya. "


"Hah ?! " Pak danang menelan ludah bulat-bulat mendengar permintaan Dennis .


" Maksudnya gimana ya tuan ? saya gak ngerti ??? "


" Bekerjalah padanya, cari tau apa yang istriku lakukan. "


" Maksud tuan saya harus berbohong untuk jadi mata-mata ?? "


" Pintar. "


" Oh jadi pak danang pengen anak bapak putus sekolah ya ? cicilan rumah berhenti ?? " Ancam Dennis agak halus.


" Jangan di pecat dong tuan. anak istri saya mau makan apa nanti ? "


" Saya cuman butuh informasi. saya ingin memastikan kalo istri saya masih mencintai saya. ".


Pak danang tampak meremas celana bahannya, dia bingung harus berbuat apa untuk menolak Dennis .


" Mau atau engga pak ?? " Tanyanya sembari fokus mengerjakan pekerjaan.


Pak danang meminta saran dari natan " Gimana ?" bisiknya pelan.


Natan hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan darinya.


" Putuskan sekarang. kalau gak mau detik ini juga bapak beresin pakaian dan pulang ke rumah anak istri bapak. " Tekan nya lagi semakin sadis.


" Ba.. baik tuan. saya mau. " Lontarnya meringis.


" Mukanya jangan kayak gitu dong pak, ini kan bukan paksaan. " Tuturnya membuat mereka berdua gemas.


" Hmmm. "


" Ya udah telepon sekarang, di loudspeaker ya. nomor telepon nya masih yang lama. pak danang punya kan ? "


" Sekarang tuan ?? "


" Ih pura-pura gak denger, pak danang lucu deh. "


Dennis terdiam mengingat sesuatu saat dia mau pulang dari rumah yumna, Dessy datang untuk menjemput yumna. dia menguping pembicaraan yumna dan Dessy.


# Flashback #


" Na. kamu udah siap ? " Lontar Dessy.


" Udah. "


" Eh tunggu sebentar ada telepon, Ya elah na.. dia lagi. "


" Siapa ?? "


" Angga prayoga, Aktor yang main film sama kamu itu lho. "


" Yang mana lupa ? emang kenapa ? "


" Dia gak ada capek-capeknya lho ganggu aku. dia ngotot minta nomor kamu. aku harus gimana coba ? manajer nya juga ikutan nimbrung. mereka kasih tawaran sama kita untuk kalian pura-pura pacaran supaya naikin pamor kalian sebagai pasangan. "


" Ngapain ? supaya apa, banyak job ?, supaya banyak di expose media ?? buat apa. dia kan udah terkenal ngapain harus bikin acara-acara kayak gituan. Ngebohongin publik segala. yang mana sih potonya liat. "


" Ya ampun ni orang sombong banget pake acara lupa segala. ini lho na yang main di film the wife. " ujarnya sembari memperlihatkan poto profil nya ke yumna.


" Oh. " Lontar yumna sangat singkat .


" Oh doang, anjirr. " Maki Dessy sebal.


" Terus berharap aku bilang apa ?? "


" Ya kasih solusi kek gimana caranya nolak mereka. aku tuh capek di ganggu sama para pria ini. mending nanyain aku, semuanya tanyain nomor kamu. aduh na,, aku heran deh sama kamu.. masa dari sebanyak cowok itu gak ada yang bikin kamu deg-degan gitu satu aja ? mereka itu tampan semua lho. mubazir banget sumpah. "


" Ya udah kamu deketin aja kalo mubazir. "


" I'm serious. yumna ? " Dessy menarik wajah yumna dan menatapnya.


" Kamu masih normal kan ?? " Lontarnya membuat yumna melotot.


" Kamu kira aku ? amit-amit. kalo ngomong kemana aja. aku gak ada waktu buat mikirin cowok. kamu kan tau sendiri kalo aku fokus dengan karir, nyari uang yang banyak buat modal aku nanti kalo pensiun. mana ada kepikiran buat kencan atau membuka hati lagi. perceraian aku baru 1 tahun , anakku masih bayi, Masa aku mikirin kayak begituan . "


" Bukan karena Dennis ? " Lontar Dessy membuat yumna sesak nafas.


" Kamu tuh kenapa sih suka sibuk soal beginian. yang ada juga kamu lah.. dengan usia sematang ini kamu masih melajang. Jangan-jangan kamu kali yang gak normal. "


" Astaghfirullah. ya Alloh tolong jaga mulut artis sialan ini. "..


" Dia tidak Terima di katain begitu, engga sadar kalau barusan dia mengataiku seperti itu. sakit sekali des-des. "


" Aku cuman heran aja sama kamu. kamu gak pengen bahagia gitu. membangun rumah tangga kayak dulu. "


" Oh engga. aku udah ngerasa in rumah tangga itu gimana. jadi mending kamu aja yang ngurusin hidup kamu sendiri , Kapan kamu punya pacar dan menikah ?? ".


" Belum ada yang mau. kalo udah ada aku siap kapanpun. "


" Tugas kamu itu cuman ngurusin kontrak kerja aku, Ngatur schedule dan semua pekerjaan ku.kalau soal pacar no no no . "


" Dasar . terserah kamu aja deh. pusing ngomong sama kamu. "


" Ya udah cepetan jadi berangkat gak ? telat bau tau rasa. udah tau di jakarta macet. "


Mereka berdua pun segera pergi, Setelah Dennis menguping semua percakapan mereka.


# Flashback off #


Itulah yang membuat Dennis ingin mengirim pak danang ke rumah yumna. dia tidak ingin yumna memberi kesempatan untuk pria manapun mendekati nya.