
Yumna datang menemui suaminya di kantor .
” Kamu sibuk gak Mas ? ”
” Kenapa ? tumben Tanya gitu .. ”
” Aku mau ngomong sama kamu hehe . ” Katanya sembari berjalan menuju kursi duduk Dennis .
” Ada apa sih ? Kok firasat aku gak enak nih . ”
” Mas , tadi aku ke rumah paman . Aku liat Paman sedang Ngomong sama sekertaris nya . Ya singkat nya Paman akan mem - PHK sebagian karyawan nya karena kantor nya sedang bermasalah . Kamu mau gak bantu Paman ? ” Lontarnya tergesa-gesa .
” Kenapa lagi sama perusahaan Paman ? Apa dia kalah Tander ? Apa dia masih mengalami kerugian ? Ya ampun , Sebenarnya pamanmu itu becus tidak sih mengelola perusahaan . Bukannya aku sudah kasih suntikan dana lho sayang .. Masa sekarang minta lagi , Dia pikir aku ini gudang uang apa ? ”
Yumna kembali mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan suaminya .
” Ya udah , Kalo gitu aku kasih pinjem uang dari kamu kemaren ya .”
” Jangan dong itu kan uang kamu . Kamu sukanya gitu deh. ”
” Gak apa-apa lah. Lagian buat apa uang sebanyak itu . Mending kasi pinjem paman . ”
” Hadeuh .. Sayang kenapa sih kamu selalu kayak gini . Ya udah sana lah .. Terserah kamu aja . ”
" Kamu kayak gak ikhlas gitu sih Mas . ”
” Aku tuh pusing kalo ngomong sama kamu , pasti aku salah lagi . Makanya ya udah terserah kamu aja . ”
” Hehe sayang maaf ya . Aku nyebelin ya ? ”
” Enggak kok sayang , Kamu mah gak pernah nyebelin ,cuman ngeselin sedikit . ”
" Apa bedanya . ya Pamanku juga sebenarnya gak mau kalo aku minta tolong kamu Mas .terus aku mau minta tolong sama siapa coba ? Dia pamanku satu-satunya . ”
" Oke aku mengalah , Aku akan penuhi mau mu . ”
" Jadi kamu izinin aku buat pinjamkan uang dari kamu itu ? ”
" Kamu simpan aja , Aku akan pake uangku sendiri untuk pinjamkan ke Paman . ”
" Ya ampun kok kamu baik banget sih ? Pokoknya aku bakalan bikin masakan yang lezat buat kamu . ”
" Itu sudah setiap hari kamu buat . Jaga dan lahir kan saja bayi kita dengan selamat . ”
" Mas . ” Lontarnya meleleh .
Di Cafe .
*
*
Yumna Janjian ketemu dengan Jihan dan Diana di sebuah cafe .
” Dasar kamu Han , Kamu beneran maki suamiku di kantor ? ” Lontar Yumna tersenyum .
" Ya Habis aku kesel deh , Suami kamu tuh Na , nyebelin banget . Greget . ”
” Iya , Mas Dennis perasaan gak gitu ya waktu kita masih sekolah . Ah .. Jadi kangen deh . ”
" Emang gimana dulu pak Dennis Na ? ” Tanya Diana
" Jadi dulu tuh aku , Jihan dan Mas Dennis sahabatan . Lucu kan kemana-mana kita sama-sama . ”
" Dari dulu Dennis sudah kaya , Dia selalu traktir kita kalo pulang sekolah . Sampe akhirnya nih Yumna ini pumya pacar .. Dia gak mau lagi deket-deket sama Yumna . Siapa yang gak kesel coba , Suka dari SMP kok malah jadian sama Orang lain . ” Kata Jihan .
" Dih itu mah dia nya aja yang aneh , Udah tau aku gak suka . ”
" Tapi sekarang bucin kan , Gak boleh sama cewek lain ? " Ledek Jihan .
" Iya dong , Sekarang dia milikku seutuhnya . ”
Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Yumna .
" Kalian ini .. Udah makan situ makanannya . ”
Tiba-tiba handphone Yumna berbunyi ,
Dia mengecek chat dari seseorang ,
” Siapa Na ? ” Tanya Diana .
" Nadia . Dia minta ketemu . ”
" Mau apa dia ? Kamu masih ngeladeni dia ? Please deh menurut aku , Kamu gak usah ngurusin dia deh Na . ” Saran Diana
" Diana bener , Kamu harus nya jangan berurusan dengan mereka lagi . ”
" Aku gak sengaja liat mereka , Ya aku mau pisahkan aja . ”
" Mereka mau mati juga biarin aja . " Sela Diana membuat Yumna berpikir jika dia masih kesal dengan Nadia .
" Di .. Nadia sudah berubah , Sekarang dia udah gak musuhi aku . ”
" Tetep aja . ”
" Udah gak usah bahas mereka lagi deh . ”
2 Jam sudah berlalu .
Di gudang .
Yumna terbangun dari tidurnya .
Dia terkejut karena tangan dan kakinya sudah terikat .
” Aku dimana ? " Batinnya .
Mulut di sumpel lakban dan mata yang di tutup membuatnya ketakutan .
Yumna mulai memberontak mencoba membuka tali di tangannya .
Tiba-tiba seseorang datang , Dia membuka penutup mata Yumna .
Yumna begitu terkejut ketika matanya melihat seseorang di hadapannya .
Ia tidak percaya jika Rinjani sudah menculik dirinya .
" Maaf sudah membuat mu seperti ini . " Lontarnya sembari membuka lakban dari mulut Yumna .
" Apa ini Jani ? Bukankah kita tidak punya masalah ? Tanyanya heran .
" Iya memang . Tadinya aku pikir aku akan sabar menunggu suamiku , Setiap hari aku bertengkar dengan si Nadia itu demi mendapatkan perhatian dari Mas Rendy . Tapi aku sadar , Sebenarnya sainganku yang sesungguhnya bukanlah dia , Tapi Kamu . " Lontarnya lagi membuat Yumna bingung .
" Maksud kamu apa ? Aku sudah punya suami , Aku juga tidak pernah mengganggu suamimu .Jangan ngomong omong kosong , Sekarang lepaskan , Suamiku pasti khawatir . Berapa lama aku ada di sini ? ”
" Untuk malam ini mungkin kamu tidak akan bisa pulang deh Na . ”
" Maksud kamu ? Kamu mau bunuh aku ? Kamu pikir apa yang sudah aku lakukan , Apa yang membuat kamu melakukan ini sama aku ? " Teriak Yumna .
” Apa ? Suamiku tergila-gila sama kamu , Dia terus memanggil namamu meski dia sudah terlelap , Dia terus memanggil mu meski dia sedang mabuk . Hatiku terasa hancur Yumna !!! " Teriak Jani emosi .
" Jadi aku harus bertanggung jawab karena suamimu belum bisa melupakan aku ? Jani sadarlah , Aku tau perasaan mu .. Aku minta maaf .. Tapi aku mohon tolong jangan membuat hal gegabah , Jika suamiku tau semua yang kamu lakukan ini , Dia bisa . ”
" Aku tidak takut padanya . Jangan membujukku .. ”
" Aku mohon lepaskan , Aku janji tidak akan memberi tau suamiku tentang ini , Tapi tolong lepaskan .Aku harus pulang . ”
” Pulang ? Setelah bersusah payah menyingkirkan Supirmu itu .. Masa aku membiarkan kamu gitu aja . ”
" Maksud kamu ? Kamu apakan Natan ? Dimana dia ? " Teriak Yumna .
" Oops kamu gak tau ya , Mungkin dia sudah tiada sekarang . Soalnya Pisau yang menancap di punggungnya sangat tajam sih . ”
” Rinjani !!! Teriak Yumna .
# Flashback #
1 Jam setelah Yumna bertemu dengan Jihan dan Diana di cafe , Dia bergegas hendak menemui Nadia di rumah nya yang dulu .
Tapi setelah dia sampai ,Yumna tidak sadarkan diri karena seseorang membekap nya dengan obat bius dari belakang .
Setelah itu dia tidak ingat apapun .
Sementara itu di luar , Rinjani menyuruh anak buah nya mengatasi Natan yang sedang menunggu di luar rumah Nadia . Natan di tikam dari belakang dengan sebuah belati di bagian punggungnya ,
Natan tak sadarkan diri dan mereka membawa Natan ke sebuah jurang .
# flashback off #
" Jika terjadi sesuatu dengannya , Aku bersumpah kamu akan membayar mahal semuanya Jani . " Ancam Yumna ..
" Oya , Kamu terlalu banyak ngomong ya . Udahlah Na .. bentar lagi juga kamu bakal nyusulin supir mu itu . ”
” Kamu jahat . ”.
” Terimakasih . Oya sebenarnya yang tadi siang chat kamu pake nomer Nadia , Itu aku . Aku mencuri HP nya . pasti sekarang dia kebingungan karena HPnya . " Lontarnya sembari tersenyum .
”