
Saat Yumna hendak pergi dia menghampiri Nadia dulu dan mengusap air matanya.
''Nad, Aku duluan ya.''
''Kamu mau pulang,belum apa-apa udah mau pulang aja..yakin?''
''Aku yakin,,aku pergi dah.''
''Gak asik banget sih Yumna belum apa-apa udah pulang..''
Dennis juga terlihat pergi meninggalkan cafe untuk memastikan jika Yumna pulang dengan selamat.
Didalam Taxi,Yumna menangis dia tidak percaya jika Dennis akan melakukan itu kepadanya.
''Apa dia sudah hilang akal,, berani-beraninya dia melakukan ini padaku,, Nenek,''Yumna kembali menangis
Sementara dibelakang Mobil Dennis terus mengikuti nya
''Aku begitu tak sabar hingga melakukan itu.. perasaanku sudah tidak bisa dikendalikan lagi.''
Ujarnya sambil menyetir mobil.
Dennis pergi ke rumah nya,dia mendapati Natan sedang menunggu di dalam.
''Tuan,ada Natan di ruang tamu.''Lontar Bibi
''Iya bi.''
Dennis tak membuang waktu,dia langsung menemui Natan.
Natan bangun dari duduknya Saat Dennis tiba..
Natan terlihat cemas menghadapi Dennis,tapi dia harus menghadapinya.
''Tuan.''Sapa nya halus
''Sudah disini aja,Gimana enak ya di pegang,di suapi Kekasihku?''Sindirnya
''Tuan,saya tidak tau Mbak Yumna kok ngajak saya kedalam cafe itu.''
''Singkirkan tanganmu di hadapanku,rasanya ingin sekali aku memotong tanganmu.''
''Jangan tuan, tangan ku hanya ada dua.''
''Berani sekali kamu membiarkan Yumna memegang tanganmu.''Lontarnya setengah berteriak.
''Tuan,aku bingung harus apa tadi.''
''Alasan saja ,aku tidak suka cara Yumna bicara padamu,begitu halus dan ramah tidak seperti dia melihat dan bicara padaku..awas kalo sampe dia menyukai mu,,aku akan membunuhmu.''
''Mana mungkin Mbak Yumna akan menyukaiku,aku bukan apa-apa.''
''Syukurlah jika kamu sadar,Oya dalam waktu dekat aku akan melancarkan rencana ku,tugas yang kuberikan padamu, bagaimana pun caranya,kamu harus melakukannya.''
''Tapi tuan bagaimana aku menghadapi Non Sinta,apa yang harus saya lakukan?''
''Itu urusanmu,mikir sendiri sana..kamu enak-enak tinggal ngejalanin tugas,uang cair, yang mikir gue Mulu..mikir sana kali-kali.''
''Iya Tuan,saya akan pikirkan.''
''Awasi terus Yumna,kapan kamu akan kembali ke Bandung?''
''Rencananya besok pagi tuan.''
''Yumna gimana?''
''Kayaknya sih ntar pagi dia pergi ke Bandung kerena Senin dia akan mulai bekerja.''
''Kasihan dia, kenapa dia harus pergi jauh untuk sebuah pekerjaan.''
Ketika Mereka siap untuk semua rencana,Di lain tempat Aditya mengantar Diana ke rumah setelah pergi makan malam.
''Masuklah dulu aku akan buatkan teh dulu.''Ajak Diana kepada Aditya.
''Gak usah,aku langsung pulang aja.''Tolaknya Dengan wajah Datar.
''Kamu seneng ketemu Yumna lagi,Oya..aku sudah mendapatkan nomor handphone Yumna yang baru,aku akan mengirimnya padamu.''
''Tidak perlu,aku tidak ingin.''
''Kenapa?kamu gak mau chat dia setelah lama tidak ada kabar,dit gak apa-apa kok ..aku akan selalu ngerti.''
''Ngerti apa? Kenapa sih kamu bahas Yumna terus..mau sampai kapanpun aku mengejar nya ..dia tidak akan melihatku.. lagipula perasaanku pada Yumna sepertinya sudah sedikit memudar.''
''Appaa??''Tanyanya kaget.
''Kamu mendengar nya ,jangan memintaku mengulanginya lagi.''
''Apa itu artinya, Aku bisa masuk kedalam hatimu?''
''Tanpa kamu tanya dan meminta izinku,kamu sudah menerobosnya tanpa permisi.''
''Apa??''Diana semakin bahagia mendengar Aditya bicara.
''Aku harap jika ini mimpi,aku tidak ingin buru-buru bangun.''
Aditya memeluk Diana begitu saja, Diana kaget dan senang dengan perlakuan Aditya Yang sudah Mau membuka hati untuknya.
''Jadi apa sekarang kita jadian sungguhan?''
''Tentu,Maaf membuatmu menunggu lama seperti ini.''
''Itu tidak masalah.''Mereka bahagia dengan semua yang terjadi.
Keesokan harinya Yumna kembali ke Bandung pagi-pagi sekali tanpa Nadia.
''Capek juga,tapi harus semangat karena kontrak kerjaku di perpanjang, walaupun Aku harus menebus nya dengan perlakuan Dennis.. dia membuatku tidak bisa tidur.''
Yumna berangkat ke kantor menaiki bis.
Dalam perjalanan menuju kantor,Sebuah pesan masuk .Dia nampak tersenyum membaca pesan itu.
Sesampainya di kantor,Nadia sudah duduk Di Ruangan Yumna menunggu nya.
''Pagi bos, Aku kira masih di Jakarta .''
''Ih kan udah harus kerja lagi,Eh Yumna semalem Aku sama yang lain penasaran sama Dennis,dia itu sahabat kamu kan sama Jihan? Katanya dia udah sukses..minta nomor telepon nya dong.''
''Gak punya.''
''Bohong banget.''
''Ngapain Sih bahas Dia, mending Kita ngomongin kontrak kerja ku,,udah di perpanjang kan semuanya?''
''Kamu nih malah bahas itu,iya aku perpanjang,,Na dia kan sahabat kamu boleh dong minta tolong dia buat kerjasama ,,ayo dong Na.''
''Ya kamu pergi temui dia aja sana, ngapain ngomong ke aku.''
''Kamu kan sahabat nya,pasti dia mau dong .''
''Gak ada urusan,udah ah sana Aku mau kerja.''
''Na dia cakep banget ya,dulu mah ya dia orang nya keren banget kok sampe sekarang tambah keren aja,,aduh klepek-klepek deh kalo liat dia.. Kamu sendiri emang gak pernah suka apa sama Dia,cakep gitu?''
''Lah pertanyaan makin kesini makin ngawur,,sana.''
''Aku bos lho disini Na, berani usir-usir.''
''Bos ku sayang please ,,,aku banyak pekerjaan jadi pergilah ..''
''Ntar makan siang bareng, Aku masih kepo tentang Dennis,ya ampun.''
''Dasar.''Nadia keluar dari Ruangan Yumna
Beberapa waktu berlalu, Yumna merasa mengantuk karena kurang tidur,Dia pergi menyeduh kopi ke Pantry.
Saat Yumna kembali dengan gelas kopi nya,Dia melihat Karyawan lain sedang melihat koran ,Entah Apa yang sedang mereka Bahas hingga mereka tidak mengerjakan pekerjaannya.
Yumna menghampiri mereka untuk mencari tau apa yang Sedang mereka obrolkan mengingat ini sedang Jam kerja Tetapi Mereka berkumpul Seperti Ibu-ibu yang sedang Arisan.
"Kalian sedang apa?"Tanyanya pelan
"Ini Mbak,Lagi Iseng Baca Koran."
"Apa yang membuat kalian tersenyum seperti itu?"
"Hehe Ini kita lagi Ngomongin Pengusaha Muda yang Sukses Nih,Liat deh Mbak cakep banget."
Dilihatnya Gambar dari Koran Tersebut..Hmmmm Yumna langsung melipat Koran itu.
"Mbak tau dia?"
"Tidak tau."
"Masa iya? Namanya Dennis Anggara Putra."
"Oya? Namanya Jelek Dan dia tidak Tampan."
"Ya ampun,Mbak Dia tampan gitu.."
"Iya ih,Mata Mbak aneh atau apa..Nih liat sekali lagi."Suruh Salah satu orang sambil Menunjukkan Koran tadi, Yang di Lihat oleh Yumna malah bukan Gambar Dennis,Dia malah melihat gambar Randy.
Yumna Terkejut,ia Langsung mengambil Koran itu dan pergi ke ruangan nya.
"Aku pinjam koran nya Ya, Kalian sudah selesai kan."
"Dih,tadi bilangnya gak Tampan tapi kok diambil juga koran nya..."
"Iya,pasti tuh Koran Mau di Ciumin.."
"Pasti."
Mereka Tampak sebel sama Yumna Karena meledek Dennis.