
Yumna bangun dari tidurnya , Saat dia melihat suaminya masih tertidur pulas . Yumna bergidik dan merasa mual .
Dia pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan rasa mual nya .
” Kok gini . Lihat wajah mas Dennis kok jadi mual . ” Keluhnya sembari memegang perutnya.
” Sayang kamu mual ? ” Tanya Dennis .
Yumna kembali melihat wajah suaminya , Dia kembali mual .
" Kamu salah makan atau apa ? ” Tanya Dennis semakin cemas melihat Yumna tak tega .
" Lemes Mas . ” Keluhnya .
" Sayang kita ke dokter ya . ” Ajaknya sambil menggendong Yumna ke tempat tidur .
" Kata bibi ini hal biasa saat hamil muda . Kamu enggak usah cemas .”
" Ya udah aku ambilkan sarapan ya. ”
" Mas maaf ya tapi kok aku mual sih liat wajah kamu . ”
" Apa ? ” Kata Dennis kertkejut.
" Aku tidak tau kenapa ? Maaf ya Mas . ”
" Sayang jangan gitu dong , Kamu tega sih ngomong gitu. ” Keluh Dennis dengan wajah melas .
" Mending kamu mandi gih mas . Mungkin karena kamu belum bersih kali masih bau sana . ”
" Dih suaminya dibilang bau . ”
" Ya udah Mas sana gih , Aku gak kuat pusing ini . ”
Yumna memalingkan wajahnya dari dekapan Dennis , Dia begitu tidak sanggup menahan rasa mual nya .
" Sayang , Aku akan mandi deh . Jangan aneh-aneh ya kalo aku udah mandi . " Protes Dennis sembari berlalu menuju kamar mandi .
Yumna menarik nafas panjang ,
” Hah .. Parah , Masa sekarang agak baikan sih setelah Mas Dennis ke kamar mandi . Gak bener ini .. Berarti aku gak boleh Deket-deket dia dong . Ya ampun gimana ngomongnya sama mas Dennis ? Pasti uring-uringan dia . " Lontarnya bingung .
20 menit sudah berlalu , Yumna masih sanggup menyiapkan sarapan untuk suaminya meski kesehatan nya sedang menurun .
" Sayang . ” Sapa Dennis sembari memeluk istrinya dari belakang yang sedang menata makanan .
” Mas , Jangan suka meluk gitu dong . Malu takut ada yang liat . " Elak Yumna sambil melepaskan diri dari Dennis .
Ketika Yumna melepaskan tangannya , Dennis melihat Yumna memakai kacamata dan masker .
" Kamu ngapain ? ” Tanyanya heran .
” Sayang , Duduk gih . Aku mau ngomong .. ”
" Kok perasaanku gak enak nih . ” Lontarnya berfirasat buruk .
" Sayang maaf ya , Aduh aku gak kuat mual pusing banget ini . ”
" Ya udah sayang ayo kita ke dokter . " Ajak Dennis sembari memegang tangan istrinya .
" Enggak ada obatnya kok yang . Mas aku boleh minta sesuatu gak sih sama kamu .. Aku malu ngomongnya . " Lontar Yumna terbata-bata .
" Ada apa ? Ngomong aja . Kamu mau apa ? Aku pasti kabulkan .. Mau apa coba bilang ? ”
" Mas , Kayaknya aku gak mau liat wajah kamu dan gak mau deket-deket kamu deh .. Aku jadi pusing dan mual ini . ”
" Deg !!! ”
Dahi Dennis berkeringat mendengar ucapan Istrinya yang berbicara terbata-bata kepadanya .
” Sayang . ” Lontarnya dengan wajah muram .
" Ini aja aku gak kuat , Mas .. Aku mau kebelakang dulu ya . ” Yumna pergi ke kamar mandi dengan rasa mual yang mengganggu .
” Kok dia hamil jadi ogah liat muka suaminya sih .. Padahal gue udah mandi . " Gerutunya sembari pergi mencari cermin .
” Gue ganteng gini , Bini gue malah gak mau liat . Apa yang salah sih ? Perasaan gue baru denger deh kalo orang ngidam benci sama suaminya . Gak Bener ini .. Mesti diluruskan . " Omelnya sembari menatap cermin .
Lalu bibi menghampiri Dennis secara tiba-tiba membuat Dennis terkejut dibuatnya .
" Sabar tuan . Yang ikhlas ya . " Lontar Bibi pelan .
" Sabar ? Kapan datang udah disini aja ? bi benerin istriku dong masa iya dia mual dan pusing liat suaminya . Yumna itu selalu saja aneh-aneh .. Heran sama dia . ” Gerutunya tidak habis-habis .
" Orang hamil itu memang aneh-aneh Tuan , Apalagi non kan baru . Tuan harus sabar ya .. Yang kuat . ” kata bibi lagi malah membuat Dennis marah .
" Sabar ? Seumur hidup aku gak pernah sabar .. Apalagi ngadepin Yumna istriku . ? ”
Tiba-tiba ponsel Dennis bedering di balik saku jas miliknya .
Tertera dilayar ponsel nama istriku yang muncul .
" Yumna ? Kok dia telepon sih .." Dennis segera mengangkat telepon Darinya .
" Halo sayang . Ngapain kamu telepon ? ”
" Mas aku di kamar ya . Kamu sarapan terus berangkat ya .. Maafin aku gak bisa temenin kamu deh . Aku gak kuat Mas . " Keluh Yumna di balik telepon .
" Sayang . ” Katanya sedih masih disaksikan bibi .
" Mas jangan bilang aku jahat ya .. Maafin aku ya sayang ku . " Kata Yumna lalu menutup telepon nya .
Dennis merasa hancur , Wajahnya memerah dan hampir menangis , Sementara bibi hanya tersenyum melihat kelakuan 2 orang itu .
" Ya Allah cobaan apa ini ? " Keluh Dennis sedih lalu pergi meraih tas di meja makan . Dia pergi tanpa sarapan .
” Tuan tidak sarapan ? ” peranyaan bibi tidak digubris sama sekali oleh nya .
1 Jam sudah berlalu , Dennis tidak fokus bekerja seharian ini dia uring-uringan dibuatnya .
Semua orang dicecar dan di marahi tanpa alasan , Semua karyawan Dennis heran dengan sikap nya yang tidak profesional .
" Singa lagi galak . ” Lontar salah satu karyawan yang baru saja di marahi habis-habisan karena hal sepele .
" Gak dikasi sama bininya kali si bos , Uring-uringan kayak gitu . ”
" Ah elo curhat ya . elo pernah kayak gitu ya makanya elo tau . ”
" Sialan . kayak elo gak pernah aja kalo ngomong . ”
” Perasaan semua berkas gue gak ada yang salah deh tadi di cek lagi , kok si bos marah-marah bilang gue gak becus . Pusing gue kalo dia bertengkar sama bininya .. Semua karyawan jadi sasaran . " Keluh karyawan Dennis .
Mereka resah dan enggan bertemu dengan Dennis dimana pun . mereka mengerti kalo sikap Dennis marah-marah gak jelas kayak gini emang udah bukan hal aneh lagi buat mereka , Mereka sudah biasa sepertinya dicaci maki oleh bos nya yang sengklek itu .
" Bisa kerja gak ? Saya heran sama kalian persentasi ancur kayak gitu . Kayak orang baru belajar aja ..Kalo kayak gini bangkrut nih perusahaan punya karyawan kayak kalian . Saya gaji kalian gak murah .. Apa yang bisa kalian kasih kepada perusahaan ? cuman ini ? Minggu depan kalo kalian gak perbaiki semuanya , Saya pecat kalian .. Ngerti ? Nih saya gak mau ngeliat muka semua yang ada di ruangan ini lagi kalo Minggu depan persentasi kalian masih acak-acakan .. Gak karuan . Meeting selesai . " Lontar Dennis menendang kursi di hadapan semua karyawan yang hadir di ruangan meeting lalu beranjak pergi dengan kemarahan yang sudah menggunung di dadanya .
” Yang salah di persentasi gue yang mana sih ? " Lontar salah seorang dengan wajah pucat .
" Jangan diambil hati , Si bos lagi uring-uringan . Paling lagi marahan sama bininya . "
" Bos elo kalo lagi berantem sama bininya semua orang kena semprot deh . Yang bener jadi salah ,Yang salah tambah salah . ”
" Pengen deh gue kali-kali gampar mulutnya . Kalo ngomong gak bisa dibantah .. Gue ngedip aja kena , Apalagi ngomong . ”
" Hahaha .. untung tuh orang tajir .. Heran gue kenapa sih orang sombong kayak dia mesti tajir . ”
" Ya justru karena tajir .. dia mah pantes-pantes aja lah sombong , Muka ganteng , Keren , Tajir , angkuh , Nyebelin , Gesrek lagi . ”
" Hahaha . " Semua orang tertawa mencibir bosnya itu .
" Tapi cuman dia yang sanggup kasih gaji gede , Kalo bukan karena gajinya gue mana rela harga diri gue di injek-injek gini . ”
" Ah elo ujung-ujungnya curhat . ”
Mereka kembali tertawa setelah saling menimpali cibiran demi cibirannya .