YUMNA

YUMNA
Episode 124



Yumna bangun dari tidurnya , Saat dia melihat suaminya masih tertidur pulas . Yumna bergidik dan merasa mual .


Dia pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan rasa mual nya .


” Kok gini . Lihat wajah mas Dennis kok jadi mual . ” Keluhnya sembari memegang perutnya.


” Sayang kamu mual ? ” Tanya Dennis .


Yumna kembali melihat wajah suaminya , Dia kembali mual .


" Kamu salah makan atau apa ? ” Tanya Dennis semakin cemas melihat Yumna tak tega .


" Lemes Mas . ” Keluhnya .


" Sayang kita ke dokter ya . ” Ajaknya sambil menggendong Yumna ke tempat tidur .


" Kata bibi ini hal biasa saat hamil muda . Kamu enggak usah cemas .”


" Ya udah aku ambilkan sarapan ya. ”


" Mas maaf ya tapi kok aku mual sih liat wajah kamu . ”


" Apa ? ” Kata Dennis kertkejut.


" Aku tidak tau kenapa ? Maaf ya Mas . ”


" Sayang jangan gitu dong , Kamu tega sih ngomong gitu. ” Keluh Dennis dengan wajah melas .


" Mending kamu mandi gih mas . Mungkin karena kamu belum bersih kali masih bau sana . ”


" Dih suaminya dibilang bau . ”


" Ya udah Mas sana gih , Aku gak kuat pusing ini . ”


Yumna memalingkan wajahnya dari dekapan Dennis , Dia begitu tidak sanggup menahan rasa mual nya .


" Sayang , Aku akan mandi deh . Jangan aneh-aneh ya kalo aku udah mandi . " Protes Dennis sembari berlalu menuju kamar mandi .


Yumna menarik nafas panjang ,


” Hah .. Parah , Masa sekarang agak baikan sih setelah Mas Dennis ke kamar mandi . Gak bener ini .. Berarti aku gak boleh Deket-deket dia dong . Ya ampun gimana ngomongnya sama mas Dennis ? Pasti uring-uringan dia . " Lontarnya bingung .


20 menit sudah berlalu , Yumna masih sanggup menyiapkan sarapan untuk suaminya meski kesehatan nya sedang menurun .


" Sayang . ” Sapa Dennis sembari memeluk istrinya dari belakang yang sedang menata makanan .


” Mas , Jangan suka meluk gitu dong . Malu takut ada yang liat . " Elak Yumna sambil melepaskan diri dari Dennis .


Ketika Yumna melepaskan tangannya , Dennis melihat Yumna memakai kacamata dan masker .


" Kamu ngapain ? ” Tanyanya heran .


” Sayang , Duduk gih . Aku mau ngomong .. ”


" Kok perasaanku gak enak nih . ” Lontarnya berfirasat buruk .


" Sayang maaf ya , Aduh aku gak kuat mual pusing banget ini . ”


" Ya udah sayang ayo kita ke dokter . " Ajak Dennis sembari memegang tangan istrinya .


" Enggak ada obatnya kok yang . Mas aku boleh minta sesuatu gak sih sama kamu .. Aku malu ngomongnya . " Lontar Yumna terbata-bata .


" Ada apa ? Ngomong aja . Kamu mau apa ? Aku pasti kabulkan .. Mau apa coba bilang ? ”


" Mas , Kayaknya aku gak mau liat wajah kamu dan gak mau deket-deket kamu deh .. Aku jadi pusing dan mual ini . ”


" Deg !!! ”


Dahi Dennis berkeringat mendengar ucapan Istrinya yang berbicara terbata-bata kepadanya .


” Sayang . ” Lontarnya dengan wajah muram .


" Ini aja aku gak kuat , Mas .. Aku mau kebelakang dulu ya . ” Yumna pergi ke kamar mandi dengan rasa mual yang mengganggu .


” Kok dia hamil jadi ogah liat muka suaminya sih .. Padahal gue udah mandi . " Gerutunya sembari pergi mencari cermin .


” Gue ganteng gini , Bini gue malah gak mau liat . Apa yang salah sih ? Perasaan gue baru denger deh kalo orang ngidam benci sama suaminya . Gak Bener ini .. Mesti diluruskan . " Omelnya sembari menatap cermin .


Lalu bibi menghampiri Dennis secara tiba-tiba membuat Dennis terkejut dibuatnya .


" Sabar tuan . Yang ikhlas ya . " Lontar Bibi pelan .


" Sabar ? Kapan datang udah disini aja ? bi benerin istriku dong masa iya dia mual dan pusing liat suaminya . Yumna itu selalu saja aneh-aneh .. Heran sama dia . ” Gerutunya tidak habis-habis .


" Orang hamil itu memang aneh-aneh Tuan , Apalagi non kan baru . Tuan harus sabar ya .. Yang kuat . ” kata bibi lagi malah membuat Dennis marah .


" Sabar ? Seumur hidup aku gak pernah sabar .. Apalagi ngadepin Yumna istriku . ? ”


Tiba-tiba ponsel Dennis bedering di balik saku jas miliknya .


Tertera dilayar ponsel nama istriku yang muncul .


" Yumna ? Kok dia telepon sih .." Dennis segera mengangkat telepon Darinya .


" Halo sayang . Ngapain kamu telepon ? ”


" Mas aku di kamar ya . Kamu sarapan terus berangkat ya .. Maafin aku gak bisa temenin kamu deh . Aku gak kuat Mas . " Keluh Yumna di balik telepon .


" Sayang . ” Katanya sedih masih disaksikan bibi .


" Mas jangan bilang aku jahat ya .. Maafin aku ya sayang ku . " Kata Yumna lalu menutup telepon nya .


Dennis merasa hancur , Wajahnya memerah dan hampir menangis , Sementara bibi hanya tersenyum melihat kelakuan 2 orang itu .


" Ya Allah cobaan apa ini ? " Keluh Dennis sedih lalu pergi meraih tas di meja makan . Dia pergi tanpa sarapan .


” Tuan tidak sarapan ? ” peranyaan bibi tidak digubris sama sekali oleh nya .


1 Jam sudah berlalu , Dennis tidak fokus bekerja seharian ini dia uring-uringan dibuatnya .


Semua orang dicecar dan di marahi tanpa alasan , Semua karyawan Dennis heran dengan sikap nya yang tidak profesional .


" Singa lagi galak . ” Lontar salah satu karyawan yang baru saja di marahi habis-habisan karena hal sepele .


" Gak dikasi sama bininya kali si bos , Uring-uringan kayak gitu . ”


" Ah elo curhat ya . elo pernah kayak gitu ya makanya elo tau . ”


" Sialan . kayak elo gak pernah aja kalo ngomong . ”


” Perasaan semua berkas gue gak ada yang salah deh tadi di cek lagi , kok si bos marah-marah bilang gue gak becus . Pusing gue kalo dia bertengkar sama bininya .. Semua karyawan jadi sasaran . " Keluh karyawan Dennis .


Mereka resah dan enggan bertemu dengan Dennis dimana pun . mereka mengerti kalo sikap Dennis marah-marah gak jelas kayak gini emang udah bukan hal aneh lagi buat mereka , Mereka sudah biasa sepertinya dicaci maki oleh bos nya yang sengklek itu .


" Bisa kerja gak ? Saya heran sama kalian persentasi ancur kayak gitu . Kayak orang baru belajar aja ..Kalo kayak gini bangkrut nih perusahaan punya karyawan kayak kalian . Saya gaji kalian gak murah .. Apa yang bisa kalian kasih kepada perusahaan ? cuman ini ? Minggu depan kalo kalian gak perbaiki semuanya , Saya pecat kalian .. Ngerti ? Nih saya gak mau ngeliat muka semua yang ada di ruangan ini lagi kalo Minggu depan persentasi kalian masih acak-acakan .. Gak karuan . Meeting selesai . " Lontar Dennis menendang kursi di hadapan semua karyawan yang hadir di ruangan meeting lalu beranjak pergi dengan kemarahan yang sudah menggunung di dadanya .


” Yang salah di persentasi gue yang mana sih ? " Lontar salah seorang dengan wajah pucat .


" Jangan diambil hati , Si bos lagi uring-uringan . Paling lagi marahan sama bininya . "


" Bos elo kalo lagi berantem sama bininya semua orang kena semprot deh . Yang bener jadi salah ,Yang salah tambah salah . ”


" Pengen deh gue kali-kali gampar mulutnya . Kalo ngomong gak bisa dibantah .. Gue ngedip aja kena , Apalagi ngomong . ”


" Hahaha .. untung tuh orang tajir .. Heran gue kenapa sih orang sombong kayak dia mesti tajir . ”


" Ya justru karena tajir .. dia mah pantes-pantes aja lah sombong , Muka ganteng , Keren , Tajir , angkuh , Nyebelin , Gesrek lagi . ”


" Hahaha . " Semua orang tertawa mencibir bosnya itu .


" Tapi cuman dia yang sanggup kasih gaji gede , Kalo bukan karena gajinya gue mana rela harga diri gue di injek-injek gini . ”


" Ah elo ujung-ujungnya curhat . ”


Mereka kembali tertawa setelah saling menimpali cibiran demi cibirannya .