
Yumna menghadiri sidang perceraian perdananya.
Semua sahabat dan kerabat turut menghadiri untuk menguatkan. Termasuk adit dan raka.
Yumna mencoba untuk tegar menjalani proses persidangan .
" Mas, Aku disini untuk mengakhiri pernikahan kita. dulu aku dipaksa menikahi kamu , sekarang aku juga di paksa menceraikan kamu . mengapa hidup seperti ini mas. " Batin yumna .
1 Jam berlalu, Sidang pertama sudah selesai. Yumna meninggal kan ruang sidang dan menuju ke ruang mediasi.
Kemudian ayah mertua menyapa nya " Yumna . "
" Ayah disini ? "
" Tentu ayah hadir untuk kamu. Kamu udah dapat kabar dari ibu? "
" Tidak ada kabar apapun darinya. "
" Besok ayah mau ke Singapura, Kamu mau ikut ?? " Ajak ayah.
" Apa ibu gak keberatan kalo aku kesana? "
" Tentu aja engga. "
" Yumna mau ngomong dulu sama Dessy, Yumna akan tanya apa besok bisa ikut ayah "
" Ya udah, ayah tunggu chat kamu. "
Ayah pun pamit untuk segera kembali kekantor. Ayah keluar dan melihat ada beberapa wartawan menunggu yumna untuk klarifikasi soal perceraiannya.
" Kasian yumna, dia pasti tertekan. "
" Na, di luar banyak wartawan. sebaiknya kamu jangan lewat depan kalo mau pulang. " Isi chat ayah lalu di kirimnya.
Semua kerabat menyalami dan mencoba menguatkan dengan cara mereka masing-masing. " Sabar ya sayang. " Kata paman setelah memberinya pelukan.
" Makasih paman. "
Sementara itu jihan dan diana beserta suami mereka juga menemui yumna . " Gimana perasaan kamu sekarang? " Tanya jihan khawatir.
" Lumayan . " Mereka segera memeluknya.
" Kalau dennis macam-macam sama kamu nanti, Aku siap pasang badan buat kamu " timpal jihan lagi.
" Thanks, kalian gak perlu khawatir. "
" Semua akan berlalu dengan baik. percayalah. "
" Aku merasa menjadi istri yang keji, kalau pun nanti dia membenci ku.. bukankah aku patut menerima nya. "
" Yang keji itu ibu mertua mu. berhenti selalu merasa kalo kamu yang salah. sekarang kamu harus cari kebahagiaan mu sendiri. "
" Iya na. sekarang uangmu sudah banyak, cari makan dan lakukan apapun yang kamu suka. "
" Makan? bagaimana aku bisa makan setelah semua ini. "
" Kita ngerti perasaan kamu. "
" Dan kenapa kamu malah masuk ke dunia seperti itu. kamu kan bisa bekerja. " Tutur diana khawatir.
" Nyari kerja sekarang susah Di. awalnya aku juga cuma coba-coba. "
" Tapi gak apa-apa, sukses itu lewat mana aja. syukuri semua nya. aku malahan kaget lho kamu kok bisa semudah itu bisa dapet kontrak di berbagai iklan. " Puji jihan.
" Aku kan punya juna dan Dessy, Dia yang atur. mereka dalang nya. ".. Ujarnya
" Dan kamu wayangnya ??? " Ledek Jihan lagi.
" Dasar !!! "
" Sekarang kamu bener-bener makin glow up. Aku makin ciut kalo deket-deket kamu. " Puji diana membuat yumna mendelik.
" Sekarang Dessy mengendalikan aku, Dia tidak membiarkan aku hanya menggunakan cream saja. aku harus memakai semua ini. " Keluh yumna menggemaskan .
" Tapi ok kok sumpah . Dessy pintar banget merias mu seperti ini . "
" Bulu mata dan softlens sialan ini membuatku tidak nyaman . belum lagi aku harus memakai high heels ke mana-mana. nyari duit kok gini amat ya. "
" Ih kamu na. kamu itu cantik banget tau. kalo kayak gini aku takut suamiku titik-titik. " Ujar diana menggoda tetapi malah membuat aditya memelototi nya geram.
" Mulai. tutup mulut mu.. "
" Hehe canda . peace. "
" Tapi sumpah, Kamu tuh emang beda banget na. bikin iri para cewek aja. " Sentil Jihan.
" Sebenarnya kalian kesini mau Nyinyirin aku atau apa sih ? ini sidang perceraian ku, kenapa kalian malah julit.. heran. "
" Dia marah. "
" Ya udah kita balik yuk. "
Yumna membaca pesan dan mengikuti kata ayah. Juna dan Dessy membantunya lewat belakang menuju ke mobil.
" Kenapa ada wartawan? "
" Kan sekarang kamu udah jadi artis. " Jawab Dessy cekikikan.
" Alah model iklan doang kok mesti seheboh ini?? "
".Kamu Na kalo ngomong. "
" Gimana rasanya tadi sidang? " Tanya juna .
" Campur aduk. ini baru sidang pertama. cuma baca perkara nya . yang berat nanti sidang ke tiga , sidang putusan ."
" Langsung ke pemotretan aja. " pinta Yumna.
" Kamu yakin? gak capek. "
" Engga kok. lebih cepat lebih baikkan. aku ingin segera pensiun . " Ujarnya mengundang gelak tawa antara Dessy dan juna .
" Apa yang salah? "
" Muke lo. masa karir lagi naik Mau pensiun. "
" Iya mbak. schedule mbak setiap hari full, Masa udah mikirin pensiun? " Tutur juna membela Dessy.
" Aku kan cuman mau uang nya. kalo uang ku udah lumayan , Aku mau berhenti dan membuat usaha sendiri . Kira-kira nanti aku buka usaha apa ya??? " Lontarnya seakan sudah terbayang.
Mendengar itu Dessy membisikkan sesuatu di telinga juna. " Die stress kali jun . " Ujar Dessy membuat juna cekikikan.
" Hahahaha.. bisa jadi. " Timpal juna.
" Kalian ngomongin apaan sih? "
" Engga. "
" Ngomong-ngomong besok ada waktu luang gak ayah mertua ajak aku ke Singapur buat jenguk mas dennis? "
" Besok kamu ada syuting. nanti aja aku kosongin waktu lain hari. "
" Sebenarnya sih kalo aku mau, Aku bisa pergi. tapi rasanya aku gak sanggup ketemu mas dennis. " ujarnya.
" Kalau dia membencimu, Aku yang akan turun tangan. " Jelas Dessy seolah sama dengan ucapan jihan tadi .
" Kalian semua mencintai ku ya, Hari ini aku dapat banyak kasih sayang. aku jadi terharu. "
" Kamu akan menuai apa yang kamu tanam. karena kebaikan mu, Semua orang tidak akan melupakan nya . " kata Dessy membuat yumna terharu.
" Tapi kenapa ibu mertua tidak seperti kalian ? Aku bahkan tidak pernah meminta apa pun darinya, Aku mencintainya dengan segenap hatiku. tapi Dia lakukan ini padaku , Kalau aku tak punya banyu. aku gak tau lagi ?? " Lontar nya kembali merunduk.
Juna tak kuasa melihat yumna seperti itu, tak terasa air matanya mengalir menyaksikan kakak perempuan nya.
" Meski aku berjanji untuk baik-baik saja, Tapi terasa tidak mudah bagiku melewatinya. setiap malam saat aku melihat banyu tertidur, Wajahnya begitu mirip dengan mas dennis. aku selalu bertanya pada diri sendiri, Apa aku bisa menjalani ini semua ? "
" Kita do'a kan saja semoga dennis cepat pulih. dan dia bisa menghentikan semuanya. "
" Temui lah dia , " lontar juna.
" Gak tau jun. aku malas ketemu ibu. "
" Ya udah, Kita gak akan paksa kamu. tapi kalau kamu berubah pikiran, Kamu bilang aja.. kita siap kapanpun. " Kata Dessy sembari mengusap punggung yumna.
Keesokan harinya,
Yumna menyelesaikan pemotretan jam 10 pagi, Dia berlari ke mobil tak sabar untuk pulang menjemput banyu di rumah sinta.
Dessy mengatur jadwal untuk nya sangat longgar . Dia ingin yumna lebih banyak mengurusi bayinya.
" Besok kamu ada kontrak iklan lagi Na. kalo bisa pagi-pagi kita udah siap. " Lontar Dessy sembari nyetir.
.
" Iya. atur aja .. senangnya bekerja beberapa jam saja. kalau begini terus aku bisa mengurus banyu. "..
" Aku memang sengaja mengatur jadwal mu setiap hari bisa 4-5 jam kerja saja. biar kamu gak kecapean, Dan gak stress dengan pekerjaan. "
" Aku memang beruntung ya punya kalian. "
" Hehe, Baru ngeh ya ? Oya , aku mau cerita nih sama kamu . Kamu jangan ngambek ya. "
" Apa ? "
" Kemaren lusa ada produser film menghubungi aku, Dia nawarin kamu buat main film romansa gitu. setelah aku baca alur cerita nya, banyak adegan ciuman sama romantis-romantis gitu. "
" Terus ?? "
" Ya aku tolak, mana maulah kamu ambil peran kayak gitu. Kamu tau sendiri lah Film-film kisah cinta sekarang adegannya lumayan agak menantang, mereka gak sungkan ber adegan ranjang . tapi bayaran nya mahal . "
" Ya baguslah di tolak. "
" Masalahnya, Dia gak nyerah lho. dia terus kontek aku, Dia siap bayar kamu berapa pun . "
" Kenapa harus ngotot, Banyak kok artis yang lebih mumpuni dibanding aku ? aku kan cuman model iklan, Dan itu-itu aja. anak baru lagi. "
" Ya makanya itu, Dia bilang entah kenapa dia ngerasa peran cewe nya cocok kalo kamu yang peranin. "..
" Masa sih ? "
." Iya. Nih kalo gak percaya. liat chat nya. malahan ya na ada beberapa yang emang minat banget buat pake kamu. tapi emang masalahnya semua ada adegan ciumannya. beberapa artis yang lain gak keberatan, Aku liat mereka profesional. "
Yumna mendelik mendengar ucapan Dessy barusan.
" Jadi aku gak profesional ? Aku kan udah kasih syarat sama kamu, kalo aku gak mau main yang kayak gitu, gak mau memakai pakaian yang bikin aku gak nyaman. aku gak Apa-apa kok kalo cuma jadi model iklan bayarannya kecil . ya kamu tau lah dess, Gimana mas dennis ? Jangan kan beradegan kayak gitu, Aku pegang tangan cowok lain aja dia bakal murka. "
.
" Yumna, Sorry ya kalo aku ngomong kayak gini sama kamu, Bukannya sebentar lagi kalian akan bercerai ? Jadi kenapa kamu masih menjaga perasaan dia ?? "
" Aku tetap mencintai nya meskipun kami bercerai. "
" Kamu gak bakal bahagia kalo kayak gitu, "
" Kamu kira mudah melupakan perasaan ? aku tidak yakin akan mendapatkan pria lain. "
" Bisa, Kalo kamu mau. ".
" Dess ?? "
" Aku ngomong kayak gitu bukan karena dennis engga baik buat kamu. tapi kamu harus bahagia na, kalo kayak gini. kamu bakal sedih terus. pasti banyak kok cowok yang mau sama kamu. ".
" Enggak kepikiran sampai sana. pokoknya aku belum mau dan gak bisa aja. "..
" Belum bukan berarti enggak kan ?? "
" Dess ?? "
" Ah, Kenapa hidup serumit ini Yumna. " Keluhnya .