
2Jam sudah berlalu, Yumna tiba di rumah menggendong banyu. sementara pak supir membawakan tas perlengkapan keperluan banyu.
Setibanya di kamar, Yumna segera membaringkan banyu.
Tiba-tiba dia kaget melihat sang suami yang sudah berdiri di belakangnya.
" Mas ! " Lontarnya agak melotot.
" Kamu dari mana ? nomor telepon gak aktif, bikin khawatir . " Omel Dennis melas.
" Tadi aku panik mas. banyu nangis terus. pas di cek ke dokter, Ternyata di lipatan pahanya lecet gara-gara popok. maaf ya mas. "
" Lain kali di bawa hp mu. Mana pak anto juga gak bisa di hubungi. aku jadi khawatir.. "
" Hehe. pak anto juga hp nya mati.. mas kamu udah makan ? maaf ya aku gak sempet bikin makan siang.. aku panik banget tadi. "
" Iya gak papa.. boro-boro inget makan.. "
". Ya ampun kamu belum makan ya. aku masakin sesuatu deh. " Lontarnya sembari beranjak.
" Gak usah lah. nanti aja .. "
" Kok gitu. nanti kalo lambung kamu naik gimana gara-gara telat makan ?? "
" Kamu pasti capek. kamu duduk aja. " Pinta dennis sembari menarik tubuh yumna ke pangkuannya.
" Aw !! " Teriaknya reflek.
" Kenapa ? emang sakit ?? " Tanya dennis heran.
Yumna segera bangun dari pangkuan sang suami dan merapikan cardigan.
" Enggak mas. aku kaget aja. "
Dennis memandangi wajah sang istri yang sedikit agak pucat.
" Kenapa ? kamu sakit ?? " Tanyanya lagi sembari menyentuh pipi.
" Enggak kok. tadi aku pegel aja nunggu dokter. "
" Ada yang kamu sembunyikan ? Wajahmu berbeda ?? "
Yumna menjadi agak cemas mendengar ucapan demi ucapan darinya.
" Apa ? ah kamu mas. "
Dennis menarik cardigan yang dikenakan sang istri, Matanya memerah melihat sikut yumna agak lebam.
" Apa ini ? " Tanya nya dengan wajah agak marah.
" Tadi aku terjeduk pintu mas.. "
Dia tidak bicara lagi mendengar alasan dari yumna.
Dennis segera beranjak dan berlalu pergi, Setibanya di lantai satu.. Dennis memanggil pak anto. sepertinya Dennis tidak percaya dengan yumna.
" Tuan panggil saya ?? " Lontar pak anto.
" Duduk pak ! Istri saya kenapa ya .. saya melihat sikut sebelah kanannya lebam. pak anto tau sesuatu ?? " Tanya Dennis cukup menyeramkan.
Entah mengapa pak anto menjadi agak gemetar dengan pertanyaan Dennis.
" Mas !! " Panggil yumna di lantai dua lalu segera menuruni anak tangga, Hatinya kembali gelisah menghadapi sang suami.
Melihat reaksi yumna yang panik, Dennis semakin curiga jika memang ada sesuatu yang mereka sembunyikan saat kepergian nya tadi.
" Kenapa sih mas ? Aku kan udah bilang kalo aku terjeduk pintu. " Jelasnya berusaha meyakinkan.
" Aku kan tanya pak anto. kenapa kamu panik ? Baik pak.. kalo tau sesuatu jangan di tutupi.. pak anto tau lah saya gimana ?? " Ucap Dennis membuat merinding sang supir.
Entah mengapa yumna terus memandangi pak anto yang sedang tertunduk. dia seperti ingin memberi isyarat.. Melihat pak anto yang sudah pucat, Dennis berusaha sabar untuk membuat pak anto buka mulut.
" Pak.. !! " Panggil nya terasa menekan perasaan .
" Tadi non mengalami .. !! "
" Kamu gak percaya aku ? " Potong yumna.
" Aku lagi gak ngomong sama kamu sayang. kamu diem ya.. ini pak anto mau ngomong dulu. "
" Mas !! "
" Lanjut pak . "
" Tadi di rumah sakit, Saat mau pulang. "
" Aku yang cerita. " potong yumna lagi " Pak anto boleh pergi. " Suruh yumna .
Pak anto menghela nafas mendengar ucapan yumna.
" Baik non.. saya permisi tuan. " Pak anto segera meninggalkan mereka berdua.
Dennis memandangi wajah sang istri dengan sorot mata yang menyudutkan.
" Tadi aku ketemu mbak dewi di jalan. dia lagi di seret laki-laki. Aku temui mereka. "
# flashback #
" Pak minggir dulu ! " Pinta yumna sembari meletakan banyu di box bayi lalu keluar dari mobil.
" Mbak !! Hey apa-apaan ini?? " Tegur yumna kepada pria tersebut.
" Yumna !! "
" Kamu siapa ? jangan ikut campur. kalo enggak ?? "
" Dia temen ku ? kamu siapa.. enak aja."
" Ayo ikut, Saya udah bayar kamu ya !! " Hardik si pria kepada dewi .
" Saya akan kembalikan uangnya. tolong lepasin saya pak." Pinta dewi setengah menangis.
Kesal dengan perbuatan pria tersebut, Yumna mencoba melepaskan tangan dewi darinya. sementara itu si pria reflek meninju sikut yumna.
" Udah di bilang.. jangan ikut campur !!! " Hardiknya lagi dengan nada marah.
" Aku akan mengganti uangmu., Tapi lepaskan dia.. berapa ?" Tantang yumna .
" Jangan yumna. dia hanya membayar 3 juta. " Sahut dewi keberatan.
Tanpa pikir panjang yumna segera masuk ke mobil dan mengambil uang.
Kemudian dia segera memberikan uangnya " Terima dan lepaskan !! "
" Kalo gini kan enak. "
Pria itu segera melepas dewi dan segera meninggalkan mereka.
Dewi begitu malu dengan apa yang terjadi, Yumna memandangi penampilan dewi yang sama sekali tidak pantas untuknya.
" Ayo masuk mobil. kita bicara.. " Pinta yumna lalu merangkul tangan dewi.
Dewi hanya terisak penuh dengan keputus asaan.
" Mbak !! "
" Aku harus apa Na ? Aku udah gak sanggup untuk hidup ini ?? " Keluh dewi disusul air mata yang tak lagi dapat di bendung.
" Mbak !! ada apa ? kamu punya kesulitan apa sampe kamu harus berurusan dengan pria itu ? dan kenapa pakaian mbak seperti ini ?? "Tanya yumna pelan.
" Aku ingin mencoba melakukannya Na. anakku dibawa mantan suamiku.. dia meminta uang 100jt untuk mengembalikan anakku. hak asuh jatuh padanya.. dia mencoba memerasku dengan ketidakberdayaan ku. jika aku ingin anakku kembali , Aku harus memberinya uang. " Jelas mbak dewi sembari terisak semakin hancur.
Yumna begitu kesal mendengar kelakuan mantan suami dewi.
" Ayo masuk dulu..kita bicara di dalam mobil. " Yumna membawa dewi segera ke dalam mobil.
" Apapun itu, Jalan ini tidak baik mbak. kenapa mbak tidak berupaya meminjam uang atau apapun ?? " Tanya yumna.
" Sudah. tapi Teman-teman ku tidak ada uang untuk aku pinjami dengan nilai sebanyak itu. hingga akhirnya, Temanku sally memberikan solusi ini. dia bilang pekerjaan ini sangat cepat mengumpulkan uang. dia juga melakukan pekerjaan ini bisa menutupi kebutuhan nya. "
" Enggak itu salah. lalu kenapa mbak gak mencoba meminta bantuan ku ?? mbak tau rumah dan nomor telepon ku kan ?? "
" Enggak na . aku gak berani.. Kamu udah bikin kontrak kerjaku di kantor terus di perpanjang. itu udah lebih dari cukup. aku malu kalo harus meminta bantuan kamu lagi. "
" Kenapa mbak mikir banyak ? kita teman.. kalo aku bisa, aku akan bantu. "
" Jangan na. Aku akan cari jalan keluar. "
" Apa ? apa yang mau mbak lakukan untuk mendapatkan uang sebanyak itu ? Menjual ginjal ? aku memberi mu pinjaman kok. aku juga gak akan meminta bunga.. kamu bisa mencicilnya. "
" Yumna. "
" Berikan nomor rekening mu. "
" Aku tidak bisa menerima kebaikan mu terus. "..
" Mbak.. "
" Kalo pak dennis tau.. dia akan. "
" Itu urusanku. cepat berikan.. atau aku akan berubah pikiran. "
Dewi memeluknya sembari menangis.
" Kenapa kamu harus menjadi malaikat penolong ku terus ? apa yang bisa aku lakukan untuk mengganti kebaikanmu ?? "
" Aku punya uangnya. lalu kenapa aku tidak mencoba untuk Menolongmu ? udah ya...gak apa-apa kok. "
# Flashback off #
Dennis mengerutkan kening mendengar semua penjelasan dari sang istri.
" Jadi ? "
" Dia akan menggantinya. "
" Lalu kenapa kamu tidak bicara dari awal. kamu mau menyembunyikan nya lagi ? "
" Enggak kok. aku mau cerita kalo waktu nya udah pas. "
" Yakin ? Aku kok ragu ya. "
" Mas !! "
" Ya udah tidur gih. aku masih ada kerjaan. " pinta dennis.
" Oke.. makasih ya. "
" Untuk ?? "
" Kamu mau ngerti dan gak marah karena aku gak minta izin dulu untuk meminjamkan uang ke mbak dewi. "
" Iya. kalau pun aku marah.. kamu akan lebih marah padaku. " ledek dennis.
" Mas !! "
" Hehe.. dah sana istirahat. "
Yumna segera beranjak dan mencium kedua pipi sang suami.
" Manisnya. "
" Dah, aku duluan !! "
Yumna segera meninggalkan sang suami dan berjalan menaiki anak tangga .
Sementara Dennis memanggil pak anto dan anak buahnya yang lain.
"Aduh.. apalagi ya ini. kan tadi non udah ngomong sama tuan kenapa saya di panggil lagi. " batin pak anto cemas.
" Tuan. "
" Pak anto liat wajah pria itu ? Ayo kesana . "
" Pria mana tuan ? "
" Yang memukul lengan istriku ? "
" Iya tuan.. "
" Jalan. "
Dennis menarik seleting jaketnya dan berjalan menuju ke luar.